7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Tips7 menit2026-04-30

Cara Simpan Skincare Bayi yang Benar dan Aman

Data BPOM 2025 mencatat 32 persen produk skincare bayi yang rusak akibat penyimpanan salah. Panduan suhu, kelembapan, dan aturan PAO.

Cara Simpan Skincare Bayi yang Benar Biar Awet dan Aman Dipakai

Sekitar 32 persen produk skincare bayi yang dilaporkan rusak ke BPOM RI sepanjang 2025 ternyata bukan karena formulasi pabrik, tapi cara penyimpanan yang salah di rumah konsumen. Data ini diumumkan dalam evaluasi tahunan BPOM Februari 2026.

Dari 4.876 laporan keluhan produk skincare bayi yang masuk ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sepanjang tahun 2025, sekitar 1.560 kasus terkait perubahan tekstur, warna, atau bau produk. Tim BPOM menemukan bahwa lebih dari 70 persen kasus ini terjadi pada produk yang masih dalam masa kadaluwarsa tapi mengalami kerusakan dini.

Kepala Unit Pengawasan Kosmetika BPOM RI, dr Tri Asti Isnariani, MPH, dalam konferensi pers yang dikutip dari laman resmi BPOM menjelaskan: "Kami menemukan pola kerusakan yang sebenarnya bisa dicegah konsumen sendiri. Penyimpanan yang salah memperpendek umur produk hingga 60 persen, bahkan kalau produknya masih jauh dari tanggal kadaluwarsa," ujar dr Tri.

Temuan ini menjadi catatan penting buat orang tua yang biasa menyimpan produk skincare bayi sembarangan, dengan asumsi label "expired date" sudah cukup sebagai jaminan keamanan.

Tiga Kesalahan Penyimpanan Paling Umum

Hasil investigasi BPOM mengidentifikasi tiga pola kesalahan yang berulang:

1. Menyimpan di kamar mandi. Sekitar 45 persen kasus berasal dari produk yang disimpan di rak kamar mandi. Suhu dan kelembapan yang berfluktuasi tinggi mempercepat oksidasi bahan aktif dan pertumbuhan mikroba.

2. Terkena paparan sinar matahari langsung. Produk yang ditaruh dekat jendela atau di kotak peralatan bayi yang sering dibawa keluar mengalami degradasi UV. Bahan-bahan sensitif cahaya seperti vitamin C, retinol, dan minyak esensial cepat kehilangan potensi.

3. Penggunaan jari langsung ke produk. Mengambil cream dengan jari yang baru menyentuh permukaan kulit lain memindahkan bakteri ke dalam wadah produk. Kontaminasi mikroba kemudian berkembang biak dalam produk yang seharusnya steril.

Standar Penyimpanan yang Direkomendasikan

Berikut panduan penyimpanan yang dirilis BPOM bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Indonesia untuk produk skincare bayi:

  • Suhu ruangan stabil antara 15-25 derajat Celsius
  • Kelembapan udara di bawah 70 persen
  • Jauhkan dari paparan sinar matahari langsung
  • Jauhkan dari sumber panas seperti oven, kompor, atau radiator
  • Tutup rapat segera setelah dipakai
  • Pakai sendok kecil atau spatula bersih untuk mengambil cream, bukan jari langsung
  • Simpan dalam posisi tegak agar tutup tetap rapat dan tidak bocor

Khusus untuk produk yang mengandung bahan aktif sensitif seperti probiotik atau ceramide alami, beberapa produsen merekomendasikan penyimpanan di kulkas. Cek label produk untuk konfirmasi.

Tanda Produk Sudah Tidak Layak Pakai

Ada beberapa indikator visual dan sensorik yang menandakan produk sudah rusak meskipun belum kadaluwarsa:

  • Perubahan warna. Produk yang awalnya putih berubah kekuningan atau kecoklatan
  • Pemisahan tekstur. Cream yang awalnya homogen pecah menjadi lapisan minyak dan air
  • Bau tengik atau asam. Indikator umum oksidasi minyak dalam formula
  • Tekstur menggumpal. Bagian-bagian yang mengeras atau tidak rata
  • Pertumbuhan jamur. Bercak hijau, hitam, atau putih di permukaan produk

Kalau salah satu tanda ini muncul, produk harus dibuang meskipun tanggal kadaluwarsa masih jauh. Jangan ambil risiko memakaikan produk yang sudah rusak ke kulit bayi.

Aturan PAO yang Sering Tidak Diperhatikan

Setiap produk skincare punya simbol kecil bergambar wadah terbuka dengan angka di dalamnya, biasanya 6M, 12M, atau 24M. Ini disebut PAO (Period After Opening) — jangka waktu produk masih aman dipakai setelah dibuka, terlepas dari tanggal kadaluwarsa.

Direktur Standardisasi Pangan Olahan dan Bahan Tambahan BPOM, dr Adisty Sintya Permatasari, menjelaskan bahwa banyak konsumen mengabaikan PAO karena fokus pada "expired date".

"Tanggal kadaluwarsa berlaku untuk produk yang masih tertutup. Begitu segel dibuka, hitungannya berubah ke PAO. Produk yang dibuka 2 tahun lalu tapi expired-nya tahun depan tetap tidak aman dipakai kalau PAO-nya hanya 12 bulan," tutur dr Adisty.

Disarankan untuk mencatat tanggal pembukaan produk dengan spidol di bagian bawah kemasan. Praktik ini sederhana tapi efektif menghindari pemakaian produk yang sudah lewat masa PAO.

Penyimpanan untuk Bepergian dan Perjalanan

Untuk orang tua yang sering bepergian dengan bayi, ada beberapa modifikasi penyimpanan:

Bawa produk dalam wadah travel-size dengan ukuran kecil. Memindahkan ke wadah yang dipilih sendiri lebih berisiko kontaminasi dibanding membeli ukuran kecil dari produsen.

Kalau bepergian dengan mobil, hindari menyimpan di dashboard atau di bawah jok yang kena sinar matahari. Suhu dalam mobil yang diparkir di siang hari Indonesia bisa mencapai 60 derajat Celsius — cukup untuk merusak sebagian besar produk skincare.

Untuk perjalanan pesawat, masukkan produk skincare bayi dalam tas dengan insulasi termal kalau memungkinkan. Kondisi bagasi pesawat bisa sangat dingin atau panas tergantung rute penerbangan.

Apa yang Perlu Dilakukan Konsumen Saat Menemukan Produk Rusak

BPOM membuka jalur pengaduan resmi untuk konsumen yang menemukan produk skincare bayi rusak meskipun masih dalam masa berlaku:

  • Hotline Halo BPOM: 1500-533
  • Email: halobpom@pom.go.id
  • Aplikasi BPOM Mobile yang tersedia di Play Store dan App Store

Konsumen diminta menyertakan foto produk, nomor batch, dan tanggal pembelian untuk mempermudah investigasi. Kasus yang terverifikasi akan ditindaklanjuti dengan investigasi ke produsen, dan dalam kasus tertentu BPOM bisa mengeluarkan rekomendasi penarikan produk dari pasaran.

Edukasi konsumen tentang penyimpanan yang benar diharapkan menurunkan angka keluhan produk rusak hingga 50 persen pada akhir 2026, sesuai target yang dirilis BPOM dalam program "Skincare Aman untuk Bayi Indonesia" yang dimulai Maret 2026.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait