7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Science7 menit2026-07-21

Psoriasis Gutata pada Anak: Bercak Merah Seperti Tetesan Setelah Radang Tenggorokan

Bercak merah kecil mendadak di badan anak sering dikira alergi. Kenali psoriasis gutata, pemicu radang tenggorokan, dan bedanya dari campak serta biduran.

Psoriasis Gutata pada Anak: Bercak Merah Seperti Tetesan Setelah Radang Tenggorokan

Bercak-bercak merah muda kecil yang muncul mendadak dalam semalam di dada, punggung, lengan, dan paha anak hampir selalu dibaca orang tua sebagai reaksi alergi. Dugaan pertama biasanya jatuh pada obat yang baru diminum, deterjen yang baru diganti, atau makanan yang dimakan sehari sebelumnya. Sebagian orang tua langsung membuang sabun cuci baju dan mengganti semua produk mandi anak, lalu bingung karena bercaknya tetap bertambah banyak selama beberapa hari berikutnya.

Yang jarang dicurigai adalah tenggorokan. Pada sebagian besar kasus psoriasis gutata pada anak, pemicunya adalah infeksi bakteri streptokokus di tenggorokan yang terjadi satu sampai tiga minggu sebelum bercak muncul. Jarak waktu inilah yang membuat kaitannya terlewat. Saat ruam muncul, radang tenggorokannya sudah reda dan sudah dilupakan, sehingga orang tua mencari penyebab di antara hal-hal yang terjadi kemarin, bukan tiga minggu lalu.

Nama gutata berasal dari kata Latin gutta yang berarti tetesan, merujuk pada bentuk bercaknya yang menyerupai tetesan air yang jatuh di kulit. Dalam literatur dermatologi, tipe ini termasuk bentuk psoriasis yang relatif jarang secara keseluruhan, tetapi menempati porsi cukup besar di antara kasus psoriasis yang muncul pada anak dan remaja.

Radang Tenggorokan yang Datang Satu Sampai Tiga Minggu Sebelumnya

Kaitan antara infeksi streptokokus grup A dan psoriasis gutata sudah lama dicatat dalam literatur medis. Bakteri ini menyebabkan faringitis atau tonsilitis dengan gejala nyeri telan, demam, dan amandel yang membesar atau berbintik putih. Pada anak yang memiliki kecenderungan genetik tertentu, sistem kekebalan yang sedang bekerja melawan bakteri ini ikut bereaksi terhadap protein di sel kulit karena kemiripan struktur antara keduanya. Reaksi silang inilah yang memicu percepatan pergantian sel kulit dan memunculkan bercak.

Selain tenggorokan, infeksi streptokokus di sekitar anus atau di kulit juga tercatat bisa menjadi pemicu pada anak, meski lebih jarang ditemukan. Pemicu lain yang disebut dalam panduan dermatologi anak mencakup infeksi virus saluran napas, stres berat, cedera kulit, dan beberapa jenis obat.

Karena riwayat infeksi ini penting untuk diagnosis, dokter biasanya menanyakan secara khusus apakah anak sempat sakit tenggorokan, demam, atau minum antibiotik dalam sebulan terakhir. Pemeriksaan usap tenggorokan atau tes darah untuk melihat jejak infeksi streptokokus kadang dilakukan untuk memastikan.

Bentuk Bercak yang Khas

Gambaran psoriasis gutata cukup konsisten dan itulah yang membantu membedakannya dari kondisi lain:

  • Ukuran kecil dan seragam. Bercak umumnya berdiameter 2 sampai 10 milimeter, jarang lebih besar, dan ukurannya relatif mirip satu sama lain.
  • Warna merah muda sampai merah salmon. Sedikit menonjol saat diraba, tidak berisi cairan, dan tidak berkembang menjadi lenting.
  • Sisik halus di permukaan. Sisiknya tipis dan keperakan, sering baru terlihat jelas saat digosok pelan.
  • Sebaran di batang tubuh dan pangkal anggota gerak. Dada, punggung, perut, lengan atas, dan paha adalah lokasi tersering. Wajah bisa terkena, tetapi biasanya lebih ringan.
  • Telapak tangan dan telapak kaki umumnya bersih. Ini salah satu penanda yang cukup membantu, karena beberapa kondisi lain justru mengenai telapak.

Munculnya cepat, sering dalam hitungan hari, dan jumlahnya bisa mencapai puluhan sampai ratusan bercak. Rasa gatal bervariasi, dari ringan sampai cukup mengganggu tidur anak, tetapi jarang sehebat biduran.

Sering Tertukar dengan Alergi Obat, Campak, dan Biduran

Tiga diagnosis inilah yang paling sering muncul lebih dulu di kepala orang tua, dan masing-masing punya pembeda yang cukup jelas.

Pada ruam alergi obat, bercak biasanya lebih merata dan menyatu, kerap disertai gatal hebat, dan waktunya berdekatan dengan konsumsi obat, umumnya dalam hitungan jam sampai beberapa hari. Ruam alergi obat juga jarang bersisik keperakan seperti psoriasis.

Pada campak, ruam bukan gejala pertama. Anak lebih dulu mengalami demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah berair selama beberapa hari, baru kemudian ruam muncul dari belakang telinga dan wajah lalu menyebar turun ke badan. Psoriasis gutata tidak mengikuti urutan demam-lalu-ruam seperti itu dan anak biasanya tampak sehat saat bercak muncul.

Pada biduran atau urtikaria, bentolan bersifat berpindah dan hilang timbul. Satu bentolan umumnya bertahan kurang dari 24 jam di satu tempat lalu menghilang dan muncul di tempat lain. Bercak psoriasis gutata menetap di posisinya selama berminggu-minggu. Biduran juga terasa lebih menonjol dan bengkak, tanpa sisik di permukaannya.

Bedanya dengan Pityriasis Rosea

Pityriasis rosea adalah kondisi yang paling mirip dan paling sering menjadi diagnosis banding. Keduanya sama-sama memunculkan banyak bercak bersisik di batang tubuh secara mendadak pada anak, dan keduanya sama-sama tidak menular lewat sentuhan.

Pembedanya ada pada awalnya. Pityriasis rosea hampir selalu didahului satu bercak besar berbentuk lonjong berukuran 2 sampai 5 sentimeter, yang disebut bercak induk atau herald patch, beberapa hari sampai dua minggu sebelum bercak-bercak kecil lainnya muncul. Psoriasis gutata tidak punya bercak pendahulu semacam itu, semua bercaknya muncul dalam ukuran yang mirip. Sebaran pityriasis rosea juga cenderung mengikuti garis lipatan kulit di punggung, sementara psoriasis gutata tersebar lebih acak. Sisik pityriasis rosea terkumpul di bagian dalam tepi bercak, sedangkan sisik psoriasis menutupi seluruh permukaan bercak.

Penyakit Sistem Kekebalan, Bukan Soal Kebersihan

Psoriasis, termasuk tipe gutata, adalah penyakit yang diperantarai sistem kekebalan tubuh dengan komponen genetik yang kuat. Sel kulit yang normalnya berganti dalam waktu sekitar sebulan dipercepat menjadi hitungan hari, sehingga sel menumpuk di permukaan dan membentuk sisik.

Ini bukan alergi, dan sama sekali tidak berhubungan dengan kebersihan anak atau cara orang tua merawatnya. Kondisi ini juga tidak menular. Anak dengan psoriasis gutata aman bermain, berbagi handuk, berpelukan, dan tetap masuk sekolah. Yang menular adalah infeksi streptokokus di tenggorokan yang memicunya, bukan ruamnya.

Rasa bersalah orang tua sering menjadi beban tambahan yang tidak perlu di sini. Banyak yang berminggu-minggu mengganti sabun, menghentikan telur dan seafood, atau merasa gagal menjaga kebersihan rumah, padahal tidak satu pun dari itu yang menyebabkan atau bisa menghentikan bercaknya.

Perjalanan Penyakit dan Arah Penanganan

Kabar baiknya, sebagian besar kasus psoriasis gutata pada anak bersifat sementara. Literatur dermatologi anak mencatat bercak umumnya mereda dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan, sering tanpa meninggalkan bekas permanen, meski bekas kehitaman atau keputihan sementara bisa bertahan beberapa waktu setelahnya.

Sebagian anak kemudian mengalami psoriasis tipe plak di kemudian hari, yaitu bercak tebal berukuran lebih besar di siku, lutut, atau kulit kepala yang bersifat kronis dan hilang timbul. Angka kemungkinannya bervariasi cukup lebar antar penelitian, sehingga tidak ada satu angka yang bisa dipakai untuk memperkirakan nasib seorang anak. Yang bisa dilakukan adalah memantau dan memeriksakan kembali bila muncul bercak baru dengan gambaran berbeda.

Arah penanganan yang umum dijelaskan dalam panduan dermatologi anak mencakup beberapa hal. Pelembap dipakai rutin untuk mengurangi sisik, kekeringan, dan rasa gatal. Obat oles yang diresepkan dokter, seperti golongan kortikosteroid topikal atau turunan vitamin D, digunakan sesuai jenis dan kekuatan yang ditentukan berdasarkan usia anak serta lokasi bercak. Bila ditemukan infeksi streptokokus yang masih aktif, dokter menangani infeksinya, meski efek pengobatan infeksi terhadap ruamnya sendiri masih menjadi bahan diskusi dalam literatur. Untuk kasus yang luas atau tidak membaik, fototerapi dengan sinar ultraviolet B pita sempit menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan di fasilitas yang menyediakannya.

Semua pilihan di atas ditentukan oleh dokter setelah memeriksa anak secara langsung. Krim kortikosteroid yang dibeli sendiri, terutama yang berkekuatan tinggi dan dipakai berkepanjangan di area luas pada kulit anak, membawa risiko tersendiri yang justru mempersulit penanganan.

Kapan Perlu ke Dokter

Pemeriksaan ke dokter dianjurkan bila ditemukan keadaan berikut:

  • Bercak merah kecil muncul mendadak dalam jumlah banyak, terutama bila anak sempat mengalami sakit tenggorokan atau demam dalam sebulan terakhir
  • Ruam tidak membaik atau terus bertambah setelah lebih dari dua minggu
  • Anak masih mengeluh nyeri telan, demam, atau amandel tampak membesar dan berbintik putih
  • Gatal cukup berat sampai mengganggu tidur atau anak menggaruk hingga kulit lecet
  • Muncul tanda infeksi pada kulit yang tergaruk, seperti nanah, bengkak, hangat saat diraba, atau nyeri bertambah
  • Bercak menebal, meluas, atau mengenai kulit kepala dan kuku, yang perlu dinilai apakah mengarah ke tipe plak
  • Anak tampak lemas, tidak mau minum, atau demamnya tinggi dan menetap

Selama masa pemulihan, menjaga kulit tetap lembap dengan pelembap lembut tanpa pewangi membantu mengurangi sisik dan gatal, sekaligus menurunkan dorongan anak untuk menggaruk. Rangkaian pelembap NeoCare yang diformulasikan untuk kulit sensitif anak bisa menjadi salah satu pilihan untuk perawatan harian, dengan catatan bahwa pengobatan bercaknya tetap mengikuti arahan dokter yang memeriksa.

Yang paling membantu dalam kasus psoriasis gutata justru bukan mengganti produk, melainkan menyampaikan riwayat sakit tenggorokan anak beberapa minggu sebelumnya kepada dokter. Informasi kecil itu sering menjadi kunci yang mempersingkat proses diagnosis.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait