writer: sari
Eritema Multiforme pada Anak: Ruam "Target" yang Sering Dikira Biduran
Eritema multiforme anak adalah salah satu ruam kulit yang paling sering salah dibaca orang tua di rumah. Bentuknya khas: bercak bulat dengan lingkaran-lingkaran konsentris, bagian tengah lebih gelap, persis seperti papan panahan. American Academy of Dermatology menyebut pola ini sebagai lesi "target" atau "sasaran", dan justru pola inilah yang membedakannya dari biduran biasa. DermNet NZ mencatat kondisi ini paling banyak menimpa anak-anak dan dewasa muda, dengan pemicu yang pada sebagian besar kasus bukan alergi makanan, melainkan infeksi.
Karena bentuknya merah dan muncul mendadak, banyak keluarga buru-buru menyimpulkan anaknya kena biduran atau alergi. Padahal penanganan, perjalanan penyakit, dan tingkat kewaspadaannya berbeda jauh.
Apa Itu Eritema Multiforme pada Anak
Eritema multiforme (EM) adalah reaksi kulit yang dipicu oleh sistem kekebalan tubuh, biasanya setelah tubuh berhadapan dengan infeksi tertentu. Menurut DermNet NZ, pemicu paling umum pada anak adalah virus herpes simpleks, virus yang sama yang menyebabkan luka di sekitar bibir. Bakteri Mycoplasma pneumoniae, penyebab radang saluran napas pada anak usia sekolah, juga kerap menjadi pemicu. Obat-obatan bisa memicu EM, tetapi pada anak proporsinya jauh lebih kecil dibanding infeksi.
Lesi target adalah ciri yang paling membantu. Cleveland Clinic menggambarkannya sebagai bercak dengan minimal dua sampai tiga zona warna: cincin merah di tepi, lingkaran lebih pucat di tengahnya, lalu titik gelap atau lepuh kecil di pusat. Lesi ini sering muncul lebih dulu di punggung tangan, telapak, lengan, dan kaki, baru menyebar ke arah tubuh.
Bentuk yang ringan disebut EM minor. Pada tipe ini, ruam terbatas di kulit, anak umumnya tetap aktif, dan kondisinya pulih sendiri dalam dua sampai tiga minggu. Mayo Clinic mencatat sebagian besar kasus EM tergolong ringan dan sembuh tanpa meninggalkan komplikasi berarti.
Beda Biduran dan Eritema Multiforme
Inilah bagian yang paling sering bikin orang tua keliru. Biduran (urtikaria) dan eritema multiforme sama-sama merah dan menonjol, tapi perilakunya bertolak belakang.
Bentol biduran berpindah-pindah. Satu bentol muncul di lengan, gatal hebat, lalu hilang dalam hitungan jam, sementara bentol baru muncul di tempat lain. American Academy of Dermatology menekankan satu patokan praktis: setiap bentol urtikaria biasanya menghilang dalam waktu kurang dari 24 jam, walau ruamnya secara keseluruhan bisa kambuh berhari-hari. Bentuknya pun tidak punya cincin di dalam, hanya tonjolan merah muda yang rata.
Lesi eritema multiforme justru menetap. Bercak target bertahan di tempat yang sama selama beberapa hari sampai seminggu lebih, tidak loncat-loncat seperti biduran. Rasanya cenderung perih atau panas, bukan gatal hebat. Dan yang paling membedakan: ada pola cincin konsentris di tiap lesi.
Cara cepat membedakannya di rumah: tandai satu bercak dengan pulpen, lalu amati keesokan harinya. Kalau bercak tadi sudah pindah atau hilang, kemungkinan besar itu biduran. Kalau masih duduk di tempat yang sama dengan pola cincin, kondisi itu lebih mengarah ke eritema multiforme dan perlu diperiksakan.
Pemicu yang Paling Sering pada Anak
Pada orang dewasa, obat lebih sering jadi tersangka. Pada anak, gambarannya berbeda. DermNet NZ menyebut infeksi sebagai penyebab di sebagian besar kasus anak, dan herpes simpleks memimpin daftar itu.
Pola yang khas: anak sempat mengalami sariawan atau luka di bibir, lalu satu sampai dua minggu kemudian lesi target bermunculan. Hubungan ini kadang tidak disadari orang tua karena luka bibirnya sudah keburu sembuh. Mycoplasma, yang menimbulkan batuk membandel pada anak usia sekolah, juga bisa memicu EM, kadang dengan keterlibatan selaput lendir yang lebih berat.
Memahami pemicu penting karena EM yang dipicu herpes punya kecenderungan kambuh setiap kali infeksi herpes aktif kembali. Pada kasus berulang, dokter biasanya menelusuri pola kekambuhan ini untuk merencanakan penanganan jangka panjang.
Tanda Bahaya: Kapan Harus ke Dokter
Sebagian besar EM minor pada anak ringan. Tapi ada garis batas yang harus diwaspadai, karena ruam target juga bisa muncul pada kondisi yang jauh lebih serius, yaitu Sindrom Stevens-Johnson (SJS).
Mayo Clinic dan Cleveland Clinic sama-sama memberi sinyal yang konsisten. Bawa anak ke dokter atau IGD bila muncul tanda berikut:
- Lepuh yang luas atau kulit mengelupas
- Sariawan parah, bibir berkerak, atau luka di dalam mulut yang membuat anak sulit makan dan minum
- Mata merah, perih, bengkak, atau lengket
- Luka di area kelamin
- Demam tinggi yang menyertai ruam
- Anak tampak sangat lemas, rewel berlebihan, atau enggan minum
Keterlibatan selaput lendir, di mulut, mata, atau kelamin, adalah penanda yang membedakan EM ringan dari kondisi berat. Begitu dua atau lebih area selaput lendir terkena bersamaan dengan lepuh dan demam, itu bukan lagi wilayah perawatan rumahan. SJS adalah keadaan darurat medis yang butuh evaluasi di rumah sakit.
Bahkan untuk EM yang tampak ringan, pemeriksaan dokter tetap dianjurkan jika ini kejadian pertama, ruam menyebar cepat, atau orang tua ragu antara biduran dan EM. Memastikan diagnosis lebih aman daripada menebak-nebak di rumah.
Penanganan yang Bersifat Suportif
Tidak ada satu obat tunggal yang langsung menghapus eritema multiforme; fokus penanganan adalah mengatasi pemicunya dan menjaga anak tetap nyaman selama ruam berjalan. Mayo Clinic menjelaskan bahwa EM minor sering membaik sendiri, sehingga perawatan utamanya bersifat meredakan keluhan.
Beberapa langkah yang biasa dilakukan di bawah arahan dokter: kompres dingin untuk menenangkan kulit yang perih, menjaga anak terhidrasi, dan memberi makanan lembut bila ada luka di mulut. Bila pemicunya infeksi herpes yang berulang, dokter dapat mempertimbangkan penanganan khusus untuk menekan kekambuhan. Pada EM yang dipicu Mycoplasma, infeksinya sendiri yang ditangani lebih dulu.
Yang perlu dihindari adalah memberi krim atau obat sembarangan tanpa tahu penyebabnya, apalagi jika ada kemungkinan obat itu sendiri yang memicu reaksi. Untuk perawatan kulit harian selama masa pemulihan, produk yang lembut dan minim bahan iritan, seperti rangkaian perawatan kulit anak NeoCare, bisa membantu menjaga kelembapan tanpa menambah beban pada kulit yang sedang sensitif. Tetap konsultasikan dengan dokter sebelum mengoleskan apa pun ke lesi yang aktif.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah eritema multiforme pada anak menular?
Eritema multiforme sendiri tidak menular dari kulit ke kulit. Yang bisa menular adalah pemicunya, misalnya virus herpes simpleks atau infeksi Mycoplasma. Jadi ruamnya tidak berpindah karena bersentuhan, tetapi infeksi di baliknya tetap perlu diperhatikan.
Berapa lama ruam eritema multiforme hilang?
Menurut Mayo Clinic, kasus EM minor umumnya membaik dalam dua sampai tiga minggu. Lesi target bisa meninggalkan bekas kecokelatan sementara di kulit, yang biasanya memudar sendiri seiring waktu.
Bagaimana cara cepat membedakan biduran dan eritema multiforme di rumah?
Amati satu bercak selama 24 jam. Bentol biduran cenderung berpindah atau hilang dalam sehari dan terasa sangat gatal. Lesi eritema multiforme menetap di tempat yang sama selama beberapa hari, terasa lebih perih daripada gatal, dan punya pola cincin di tengahnya. Bila ragu, periksakan ke dokter.
Apakah eritema multiforme bisa kambuh lagi?
Bisa, terutama bila pemicunya virus herpes simpleks. DermNet NZ mencatat EM yang berhubungan dengan herpes punya kecenderungan muncul kembali setiap infeksi aktif. Pada kasus berulang, dokter biasanya menelusuri pola kekambuhannya untuk merencanakan langkah pencegahan.



