7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Science6 menit2026-05-30

Telapak Kaki Anak Kering dan Mengelupas: Mengenal Juvenile Plantar Dermatosis

Telapak kaki anak kering, mengkilap, dan pecah sering disangka kutu air. Kenali juvenile plantar dermatosis dan cara merawatnya yang tepat.

Telapak Kaki Anak Kering dan Mengelupas: Mengenal Juvenile Plantar Dermatosis

Telapak kaki anak yang tampak mengkilap, kering, pecah-pecah, dan mengelupas sering disangka kutu air atau kurap. Padahal pada banyak kasus, penyebabnya adalah kondisi bernama juvenile plantar dermatosis, gangguan kulit yang khusus menyerang area menumpu berat di telapak kaki anak. Literatur dermatologi anak mencatat kondisi ini paling sering muncul pada anak usia 3 sampai 14 tahun, dengan puncak di usia sekolah dasar, dan cenderung lebih ringan setelah pubertas.

Berbeda dari infeksi jamur, juvenile plantar dermatosis bukan disebabkan mikroorganisme dan tidak menular. Pemicunya adalah kombinasi gesekan berulang dan siklus lembap-kering yang ekstrem pada kulit telapak kaki, terutama pada anak yang aktif bergerak dan memakai alas kaki tertutup berbahan sintetis.

Mekanisme di Balik Kulit yang Mengkilap dan Pecah

Pola kerusakannya punya penjelasan biologis yang jelas. Saat anak memakai sepatu dan kaus kaki sintetis sepanjang hari, kaki berkeringat dan kulit menyerap kelembapan berlebih. Begitu sepatu dilepas, kelembapan menguap cepat dan kulit mengering mendadak. Siklus basah-kering yang berulang ini merusak lapisan pelindung kulit di area yang menahan beban tubuh, membuatnya retak dan mengkilap seperti dilapisi lilin.

Menurut dokter spesialis kulit anak dr. Wresti Indriatmi, SpKK(K), MEpid, distribusi kerusakannya sangat khas. "Juvenile plantar dermatosis menyerang bagian depan telapak kaki dan bantalan jempol yang menahan berat tubuh, sementara sela-sela jari justru tetap normal. Ini kebalikan dari infeksi jamur yang biasanya mulai dari sela jari. Pola sebaran inilah yang membantu dokter membedakan keduanya," ujar dr. Wresti.

Kulit di area menumpu beban itu terlihat licin, merah muda mengkilap, dengan retakan halus yang kadang terasa perih saat anak berjalan. Pada kasus berat, retakan bisa cukup dalam sampai mengganggu aktivitas.

Faktor yang Memperparah Kondisi

Beberapa kebiasaan dan kondisi membuat juvenile plantar dermatosis lebih mudah muncul atau makin parah. Anak dengan riwayat eksim atopik atau kulit kering bawaan lebih rentan karena lapisan pelindung kulitnya memang sudah lebih lemah. Pemakaian sepatu olahraga tertutup tanpa kaus kaki katun, aktivitas fisik intens yang membuat kaki berkeringat banyak, serta kebiasaan mencuci kaki dengan sabun keras lalu membiarkannya kering tanpa pelembap, semuanya memperburuk siklus kerusakan.

Iklim tropis Indonesia dengan suhu tinggi membuat kaki anak cenderung lebih banyak berkeringat di dalam sepatu. Anak yang aktif bermain di luar lalu langsung melepas sepatu basah keringat berisiko mengalami siklus lembap-kering yang lebih sering dibanding anak di iklim sejuk.

Membedakan dari Kutu Air dan Kurap

Karena gejalanya tumpang tindih, juvenile plantar dermatosis sering salah diobati dengan krim antijamur yang tidak menyelesaikan masalah. Ada beberapa pembeda yang bisa diamati orang tua. Infeksi jamur biasanya dimulai dari sela jari yang lembap, gatalnya menonjol, dan kerap disertai bau. Juvenile plantar dermatosis justru menjaga sela jari tetap normal, fokus kerusakannya di bantalan depan kaki, dan keluhan utamanya adalah perih dan kulit retak ketimbang gatal hebat.

Bila ragu, dokter kulit bisa memastikan lewat pemeriksaan kerokan kulit di bawah mikroskop untuk menyingkirkan jamur. Diagnosis yang tepat penting karena penanganannya berbeda total: yang satu butuh antijamur, yang satu butuh pelembap intensif dan perubahan kebiasaan alas kaki.

Perawatan dan Pencegahan

Penanganan juvenile plantar dermatosis berpusat pada memutus siklus lembap-kering dan memulihkan lapisan pelindung kulit. Dokter biasanya menyarankan langkah berikut: oleskan pelembap tebal berbahan petroleum jelly atau krim mengandung urea konsentrasi rendah segera setelah mandi selagi kaki masih sedikit lembap, dua kali sehari. Ganti kaus kaki sintetis dengan katun yang menyerap keringat, dan ganti begitu basah. Beri jeda agar sepatu kering sepenuhnya sebelum dipakai lagi, idealnya dengan merotasi dua pasang sepatu.

Untuk peradangan dan retakan yang mengganggu, dokter dapat meresepkan krim antiradang jangka pendek. Pada kasus ringan, perbaikan kebiasaan alas kaki dan rutin melembapkan saja sudah cukup membuat kulit pulih dalam beberapa minggu.

Kabar baiknya, juvenile plantar dermatosis adalah kondisi yang membaik sendiri seiring anak tumbuh besar dan kelenjar keringat kakinya matang. Mengenali polanya sejak dini membantu orang tua menghindari pengobatan keliru dan fokus pada perawatan yang benar-benar bekerja.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait