7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Ingredients6 menit2026-07-13

Kojic Acid di Krim Pemutih Bayi: Bahaya dan Cara Cek BPOM

Kojic acid di krim pemutih bayi berisiko iritasi dan sering dicampur merkuri atau hidrokuinon. Kenali bahayanya dan cara cek legalitas BPOM.

Kojic Acid di Krim Pemutih Bayi: Bahaya dan Cara Cek Legalitas BPOM

Di beberapa grup jual-beli dan lapak marketplace, belakangan muncul produk yang dijual dengan janji bikin kulit bayi "lebih putih dalam dua minggu". Kemasannya polos, kadang cuma pot kecil tanpa merek jelas, dan di kolom deskripsi tertulis kandungan seperti kojic acid. Harganya murah, ulasannya ramai, dan sebagian pembelinya adalah orang tua bayi.

Fenomena ini bukan hal baru buat pengawas kosmetik. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berulang kali menarik produk pemutih tanpa izin edar dari peredaran, termasuk krim yang menyasar bayi dan anak. Sebagian produk itu mencampur bahan aktif pencerah dengan zat keras yang tidak boleh ada di kosmetik bebas. Persoalannya, produk semacam ini paling gampang menyebar lewat penjualan online yang susah dilacak.

Apa Itu Kojic Acid dan Untuk Siapa Sebenarnya

Kojic acid adalah senyawa hasil fermentasi jamur, dikenal luas di industri kosmetik dewasa sebagai bahan pencerah kulit. Cara kerjanya menghambat enzim tyrosinase, enzim yang memproduksi melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit. Dengan produksi melanin ditekan, noda hitam dan bekas jerawat pada orang dewasa tampak memudar.

Bahan ini punya tempatnya, yaitu pada produk perawatan hiperpigmentasi orang dewasa, dengan kadar yang dibatasi. Cosmetic Ingredient Review, panel penilai keamanan bahan kosmetik, mencatat kojic acid aman dipakai pada konsentrasi di bawah 1 persen untuk kulit dewasa. Di atas kadar itu, laporan iritasi wajah mulai bermunculan. Formulasi 2,5 persen sudah dikaitkan dengan dermatitis pada pemakainya.

Yang perlu digarisbawahi, semua data keamanan itu disusun untuk kulit dewasa. Tidak ada studi yang merancang kojic acid untuk dioleskan ke kulit bayi. Bahan pencerah tidak pernah menjadi bagian dari kebutuhan perawatan kulit bayi sama sekali.

Kenapa Dorongan Memutihkan Kulit Bayi Itu Keliru

Warna kulit bayi berubah-ubah di tahun pertama, dan itu normal. Bayi yang lahir kemerahan bisa menggelap dalam beberapa minggu, lalu menyesuaikan warna sesuai genetiknya. Kulit sawo matang bukan kondisi medis, bukan penyakit, dan tidak perlu dikoreksi. Tidak ada indikasi kesehatan apa pun yang mengharuskan kulit bayi dibuat lebih terang.

Masalahnya, tekanan sosial soal warna kulit membuat sebagian orang tua menganggap kulit gelap sebagai kekurangan yang harus diperbaiki. Dari situ celah pasar terbentuk. Penjual produk ilegal memanfaatkan kecemasan itu dengan janji instan, padahal yang mereka oleskan ke bayi adalah bahan yang tidak dirancang, apalagi diuji, untuk tubuh sekecil itu.

Kulit Bayi Menyerap Lebih Banyak, Menahan Lebih Sedikit

Kulit bayi berbeda dari kulit dewasa dalam hal yang menentukan keamanan produk. Lapisan pelindung terluarnya, yaitu skin barrier, jauh lebih tipis dan belum matang. Akibatnya penyerapan zat lewat kulit berlangsung lebih cepat dan lebih dalam dibanding pada orang dewasa.

Rasio luas permukaan kulit terhadap berat badan bayi juga jauh lebih besar. Artinya, jumlah bahan kimia yang masuk ke tubuh per kilogram berat badan bisa berlipat dibanding orang dewasa yang memakai produk yang sama. Bahan yang tergolong ringan untuk wajah dewasa belum tentu sebanding dampaknya pada bayi.

Kojic acid sendiri termasuk bahan dengan potensi sensitisasi yang tinggi. Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah dermatitis kontak: kulit memerah, gatal, perih, sampai meradang. Pada kulit bayi yang barriernya belum sempurna, risiko reaksi iritasi dan sensitisasi ini naik, bukan turun.

dr. Anindita Prabaningrum, Sp.D.V.E, dokter spesialis dermatologi dan venereologi, menjelaskan bahwa kulit bayi tidak bisa diperlakukan seperti versi kecil kulit dewasa.

"Barrier kulit bayi belum terbentuk sempurna, jadi bahan aktif yang dioleskan lebih mudah menembus dan memicu reaksi. Bahan pencerah seperti kojic acid tidak punya alasan medis untuk dipakai pada bayi, dan justru menambah risiko iritasi yang tidak perlu," ujar dr. Anindita.

Bahaya Sesungguhnya: Campuran di Krim Pemutih Ilegal

Kojic acid dalam kadar terkontrol pada produk resmi adalah satu hal. Krim pemutih ilegal yang beredar tanpa izin adalah persoalan yang jauh lebih serius, karena isinya sering tidak sesuai label.

BPOM secara rutin menemukan produk pemutih tanpa izin edar yang mencampur bahan pencerah dengan zat keras yang dilarang di kosmetik. Beberapa yang paling sering muncul:

  • Merkuri. Menekan produksi melanin sehingga kulit tampak cerah dalam waktu singkat. Merkuri bersifat racun bagi sistem saraf dan bisa mengganggu perkembangan otak, risiko yang paling berbahaya justru pada bayi dan anak.
  • Hidrokuinon. Tergolong obat keras yang pemakaiannya hanya boleh di bawah pengawasan dokter spesialis kulit. Tidak ada tempatnya di produk bayi yang dijual bebas.
  • Asam retinoat dan steroid kuat. Kadang dicampur untuk efek cepat. Pada kulit bayi, steroid topikal kuat bisa menipiskan kulit dan mengganggu keseimbangan hormon bila terserap terus-menerus.

Kombinasi ini memberi efek "putih instan" yang jadi daya tarik penjualan, sekaligus menyimpan bahaya jangka panjang yang tidak terlihat di awal. Efek putih yang cepat justru sering menjadi penanda produk bermasalah, bukan produk bagus.

Yang membuat produk seperti ini sulit ditertibkan adalah jalur penjualannya. Lapak bisa dibuat ulang dengan nama baru setelah satu akun ditutup, dan transaksi berpindah ke pesan pribadi begitu penjual merasa diawasi. Karena kemasannya sering tanpa keterangan pabrik, pembeli hampir tidak punya cara memverifikasi isi produk selain percaya pada klaim penjual. Di titik inilah pengecekan mandiri lewat BPOM menjadi pertahanan pertama orang tua.

Cara Cek Legalitas Produk di BPOM, Langkah demi Langkah

Sebelum membeli produk perawatan kulit apa pun untuk bayi, legalitasnya bisa dicek sendiri dalam beberapa menit. Ini prosedur yang bisa dilakukan siapa saja:

  1. Buka situs resmi cekbpom.pom.go.id lewat browser, atau unduh aplikasi BPOM Mobile di ponsel.
  2. Pilih kategori pencarian. Bisa berdasarkan nama produk, nomor registrasi, atau nama pendaftar (produsen).
  3. Untuk kosmetik, cari nomor notifikasi yang diawali kode NA diikuti belasan digit angka. Nomor ini tercantum di kemasan produk resmi.
  4. Ketik nomor notifikasi atau nama produk, lalu jalankan pencarian.
  5. Cocokkan hasilnya. Nama produk, merek, dan nama pendaftar di layar harus sama persis dengan yang tertera di kemasan.

Kalau nomor tidak ditemukan, atau data di layar berbeda dari kemasan, produk itu patut dicurigai. Nomor BPOM juga bisa dipinjam atau dipalsukan, jadi kecocokan seluruh datanya yang menentukan, bukan sekadar ada tulisan "BPOM" di label.

Tanda Produk Abal-abal yang Perlu Diwaspadai

Beberapa penanda umum produk pemutih bermasalah yang beredar online:

  • Klaim memutihkan kulit bayi secara instan atau dalam hitungan hari.
  • Tidak mencantumkan nomor notifikasi BPOM, atau nomornya tidak cocok saat dicek.
  • Kemasan tanpa label komposisi bahan, tanpa alamat produsen, atau tanpa tanggal kedaluwarsa.
  • Dijual bebas hanya lewat lapak online atau chat pribadi, bukan lewat jalur resmi.
  • Tekstur berminyak menyengat, warna tidak rata, atau bau logam yang menusuk.

Satu tanda saja sudah cukup jadi alasan untuk tidak membeli, apalagi kalau produk itu diperuntukkan bagi bayi.

Yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua

Kalau terlanjur memakai produk pemutih pada kulit bayi, langkah pertama adalah menghentikan pemakaian. Amati apakah muncul kemerahan, ruam, kulit mengelupas, atau bayi tampak rewel karena gatal. Bila ada reaksi, bawa bayi ke dokter dan bawa juga kemasan produknya supaya dokter tahu kandungan yang dicurigai.

Untuk perawatan sehari-hari, kulit bayi cukup dijaga dengan pembersih lembut, pelembap yang sesuai, dan perlindungan dari sinar matahari saat keluar rumah. Warna kulit bukan sesuatu yang perlu diintervensi.

Kojic acid punya perannya di rak produk perawatan dewasa. Di kulit bayi, bahan ini tidak menjawab kebutuhan apa pun, dan lewat produk ilegal yang mencampurnya dengan merkuri atau hidrokuinon, taruhannya adalah kesehatan jangka panjang anak. Mengecek satu nomor notifikasi di BPOM jauh lebih murah daripada menebus akibatnya di kemudian hari.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait