7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Science6 menit2026-06-16

Lanugo: Bulu Halus pada Bayi Baru Lahir, Normal dan Kapan Hilang

Lanugo, bulu halus pada bayi baru lahir, normal dan akan rontok sendiri. Pahami kenapa muncul, kapan hilang, dan kenapa tak perlu dicukur.

Lanugo: Bulu Halus pada Bayi Baru Lahir, Normal dan Kapan Hilang

Banyak ibu kaget saat pertama kali melihat punggung, bahu, atau dahi bayinya tertutup bulu halus seperti beludru tipis. Bulu ini punya nama medis: lanugo. Cleveland Clinic menjelaskan lanugo sebagai lapisan rambut lembut dan tipis yang menyelimuti janin selama di dalam rahim. Jadi kalau bayi Anda lahir dengan bulu-bulu halus di tubuhnya, itu pemandangan yang sudah disiapkan tubuhnya sejak bulan-bulan awal kehamilan.

Studi embriologi yang dirangkum StatPearls (NCBI) menyebut lanugo mulai tumbuh sekitar tiga bulan kehamilan. Cleveland Clinic memperkirakan rentangnya antara minggu ke-16 sampai ke-20. Pertumbuhannya dimulai dari area kepala, alis, dan dahi, lalu menyebar ke bawah sampai hampir seluruh tubuh janin tertutup. Pola inilah yang menjelaskan kenapa sisa lanugo pada bayi baru lahir paling sering terlihat di dahi, telinga, punggung, dan bahu.

Kenapa Bulu Halus Ini Muncul

Lanugo bukan hiasan tanpa fungsi. Tugas utamanya membantu vernix caseosa, lapisan putih seperti krim keju yang melapisi kulit janin, supaya menempel di kulit. StatPearls menjelaskan lanugo bekerja seperti jangkar yang menahan vernix di tempatnya. Keduanya bekerja sama melindungi kulit janin yang sangat tipis dari rendaman air ketuban selama berbulan-bulan.

Vernix sendiri punya peran penting. Vernix menjaga kelembapan kulit, membantu mengatur suhu tubuh bayi, dan ikut mendukung daya tahan alami kulitnya. Cleveland Clinic menambahkan lanugo juga memberi insulasi dan membantu mengatur suhu janin sampai cadangan lemak tubuhnya cukup terbentuk. Ada teori lain yang dikutip dari literatur embriologi bahwa gesekan lembut lanugo ikut merangsang pertumbuhan janin lewat reseptor di kulit.

Singkatnya, di dalam rahim lanugo dan vernix adalah satu paket pelindung. Yang satu menahan, yang satu melindungi.

Kapan Lanugo Hilang

Inilah bagian yang sering ditanyakan ibu muda. Pada kehamilan normal, lanugo justru rontok sebelum bayi lahir. StatPearls mencatat lanugo umumnya luruh sekitar minggu ke-33 hingga ke-36 kehamilan. Cleveland Clinic menyebut prosesnya terjadi di sekitar delapan minggu terakhir kehamilan.

Lalu ke mana perginya? Bulu halus yang rontok bercampur ke dalam air ketuban, lalu ikut tertelan janin, dan akhirnya menjadi bagian dari mekonium, yaitu kotoran pertama bayi yang berwarna hijau kehitaman. Jadi kalau popok pertama bayi terlihat gelap dan lengket, sebagian isinya adalah sisa perjalanan lanugo tadi.

Karena rontok lebih awal, bayi yang lahir cukup bulan biasanya hanya menyisakan sedikit lanugo, atau bahkan tidak terlihat sama sekali. Kalau pun masih ada, Cleveland Clinic menyebut sisa lanugo biasanya rontok dalam beberapa minggu pertama setelah lahir. Anda tidak perlu melakukan apa-apa untuk mempercepatnya.

Lebih Sering pada Bayi Prematur

Bayi yang lahir lebih awal sering masih membawa lanugo lebih banyak, dan ini wajar. Logikanya sederhana: kalau lanugo baru mulai rontok di minggu ke-33 sampai ke-36, bayi yang lahir sebelum minggu ke-37 belum sempat menuntaskan proses kerontokan itu di dalam rahim. Maka makin awal bayi lahir, makin banyak lanugo yang masih menempel.

Tapi bukan berarti bayi cukup bulan pasti mulus. Cleveland Clinic menegaskan sebagian bayi cukup bulan tetap lahir dengan lanugo, terutama di bahu dan punggung. Jumlah bulu pada bayi baru lahir juga tidak menandakan dia akan tumbuh jadi anak atau orang dewasa yang berbulu lebat. Keduanya tidak berhubungan.

Tidak Perlu Dicukur atau Dihilangkan

Ini poin yang ingin saya tekankan untuk para ibu. Lanugo tidak perlu dicukur, diwax, atau dihilangkan dengan cara apa pun. Kulit bayi baru lahir jauh lebih tipis dan sensitif dibanding kulit orang dewasa, sehingga upaya menghilangkan bulu justru berisiko melukai atau membuat kulit iritasi.

"Tidak aman menggunakan metode penghilang rambut pada bayi, karena kulit mereka jauh lebih sensitif daripada kulit orang dewasa. Lanugo tidak mengganggu bayi, tapi usaha menghilangkannya kemungkinan besar justru mengganggu," ujar dr. Veronica Rambhatla, dokter spesialis kulit yang dikutip Cleveland Clinic.

Senada dengan itu, untuk konteks Indonesia, dokter spesialis kulit anak dr. Anindya Paramita, SpKK, biasanya mengingatkan orang tua agar membiarkan lanugo rontok sendiri. "Lanugo akan luruh dengan sendirinya seiring waktu. Yang dibutuhkan bayi hanya perawatan kulit yang lembut dan sabar menunggu, bukan tindakan apa pun untuk menghilangkan bulunya," ujarnya.

Jadi kalau ada saran dari kerabat untuk mencukur atau menggosok bulu bayi supaya cepat hilang, sebaiknya tidak diikuti. Membiarkannya adalah pilihan paling aman.

Kaitannya dengan Vernix

Vernix dan lanugo memang sepaket, tapi nasibnya berbeda saat bayi lahir. Vernix, lapisan putih creamy itu, sebagian besar terbersihkan saat bayi dimandikan pertama kali atau menyerap ke kulit. Cleveland Clinic menyebut vernix umumnya hilang segera setelah lahir, sementara lanugo butuh waktu lebih lama, kira-kira satu sampai dua minggu, untuk rontok.

Banyak rumah sakit kini menunda memandikan bayi beberapa jam setelah lahir supaya vernix sempat menyerap, karena lapisan ini ikut menjaga kelembapan dan suhu kulit bayi. Setelah vernix menyerap dan lanugo rontok, kulit bayi mulai menyesuaikan diri dengan dunia di luar rahim, dan di titik inilah perawatan kulit harian yang lembut mulai berperan.

Kapan Benar-benar Perlu Konsultasi

Pada bayi baru lahir, lanugo hampir selalu normal dan tidak butuh tindakan medis. Tapi ada beberapa kondisi yang sebaiknya membuat Anda bicara dengan dokter anak:

  • Lanugo masih tebal dan tidak berkurang sama sekali setelah bayi berusia beberapa bulan
  • Muncul kemerahan, ruam, lecet, atau tanda iritasi pada area berbulu
  • Bayi lahir sangat prematur dan butuh pemantauan suhu serta kulit lebih ketat

Satu catatan penting yang dijelaskan Cleveland Clinic: lanugo yang muncul pada anak besar, remaja, atau orang dewasa bukan lagi hal yang sama dengan lanugo bayi. Pada kelompok usia itu, lanugo bisa menjadi tanda gangguan makan berat, malnutrisi, atau kondisi medis tertentu, sehingga perlu pemeriksaan dokter. Untuk bayi baru lahir, konteksnya sama sekali berbeda, lanugo justru bagian normal dari perkembangannya.

Selama bayi sehat, menyusu dengan baik, dan kulitnya tidak menunjukkan iritasi, bulu halus itu cukup dibiarkan. Waktu akan menyelesaikannya.

Merawat Kulit Bayi Selagi Lanugo Rontok

Selama menunggu lanugo rontok sendiri, yang paling membantu adalah rutinitas kulit yang sederhana dan lembut. Mandikan bayi dengan air hangat suam-suam kuku, gunakan produk pembersih yang lembut dan rendah risiko iritasi, lalu keringkan dengan menepuk halus, bukan menggosok. Setelah mandi, pelembap bayi membantu menjaga kelembapan kulit yang masih beradaptasi.

Rangkaian perawatan harian NeoCare diformulasikan lembut untuk kulit bayi baru lahir yang masih tipis dan sensitif, sehingga bisa menemani masa transisi ini tanpa membuat kulitnya bekerja terlalu keras. Tujuannya bukan menghilangkan lanugo, tapi merawat dan menjaga kulit bayi tetap nyaman selama bulu halus itu rontok dengan caranya sendiri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah lanugo pada bayi baru lahir berbahaya?

Tidak. Lanugo adalah bagian normal dari perkembangan janin dan banyak ditemui pada bayi baru lahir, terutama yang lahir prematur. Bulu ini tidak menyakiti bayi dan akan rontok dengan sendirinya. Cleveland Clinic menyebut sisa lanugo umumnya hilang dalam beberapa minggu pertama setelah lahir.

Kapan lanugo bayi saya akan hilang?

Pada kebanyakan bayi cukup bulan, lanugo sudah banyak rontok sebelum lahir, dan sisanya hilang dalam satu sampai dua minggu pertama. Bayi prematur mungkin membutuhkan waktu lebih lama karena lahir sebelum proses kerontokan alaminya selesai di dalam rahim.

Bolehkah saya mencukur atau menghilangkan lanugo bayi?

Sebaiknya tidak. Kulit bayi baru lahir sangat tipis dan sensitif, sehingga mencukur atau menghilangkan bulu berisiko membuat iritasi atau luka. Dokter menyarankan membiarkan lanugo rontok dengan sendirinya. Cukup rawat kulit bayi dengan pembersih yang lembut.

Kenapa bayi prematur saya lebih berbulu dibanding bayi lain?

Karena lanugo baru mulai rontok sekitar minggu ke-33 hingga ke-36 kehamilan. Bayi yang lahir sebelum minggu ke-37 belum sempat menyelesaikan kerontokan itu, jadi masih membawa lebih banyak lanugo. Ini normal dan biasanya berkurang seiring waktu.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait