7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Ingredients6 menit2026-06-20

Mineral Oil / Paraffinum Liquidum di Skincare Bayi: Aman atau Sebaiknya Dihindari?

Mineral oil atau paraffinum liquidum di skincare bayi sering ditakuti. Simak fakta keamanannya menurut BPOM dan riset, serta cara membaca label.

Mineral Oil / Paraffinum Liquidum di Skincare Bayi: Aman atau Sebaiknya Dihindari?

Bahan ini sudah dipakai di produk perawatan kulit selama lebih dari seratus tahun, tapi sampai sekarang masih jadi salah satu nama yang paling sering dicurigai orang tua saat membaca label skincare bayi.

Mineral oil termasuk bahan kosmetik tertua yang masih dipakai secara luas. Di label produk, ia biasanya tertulis sebagai paraffinum liquidum, liquid paraffin, atau paraffin oil. Kekhawatiran terhadap bahan ini muncul terutama karena asal-usulnya: mineral oil berasal dari proses penyulingan minyak bumi, dan kata "minyak bumi" terdengar tidak cocok untuk kulit bayi yang baru lahir. Padahal, lembaga keamanan kosmetik seperti Cosmetic Ingredient Review di Amerika Serikat dan badan kesehatan di Eropa sudah menilai versi kosmetiknya selama puluhan tahun. Hasil penilaian itu lebih tenang dari yang dibayangkan banyak orang.

Asal Bahan dan Alasan Pemakaiannya pada Bayi

Mineral oil adalah campuran hidrokarbon cair yang dimurnikan dari fraksi minyak bumi. Versi yang dipakai di kosmetik dan farmasi bukan minyak mentah, melainkan hasil pemurnian bertingkat yang membuang komponen aromatik yang bermasalah. United States Pharmacopeia menetapkan standar kemurnian khusus untuk mineral oil tingkat farmasi, dan industri kosmetik memakai grade yang setara.

Di produk bayi, mineral oil berfungsi sebagai oklusif dan emolien. Ia tidak menarik air dari udara seperti humectant, melainkan membentuk lapisan tipis di permukaan kulit yang memperlambat penguapan air. Ini masuk akal untuk kulit bayi, yang kehilangan air jauh lebih cepat dibanding kulit dewasa lewat proses bernama Transepidermal Water Loss. Mineral oil ada dalam keluarga yang sama dengan petrolatum, hanya berbentuk cair sehingga lebih ringan dioleskan ke area luas seperti seluruh badan setelah mandi.

Tiga Ketakutan yang Sering Beredar

Tiga kekhawatiran muncul berulang di forum parenting, dan ketiganya layak dijawab dengan data.

Yang pertama, anggapan bahwa mineral oil adalah "limbah minyak bumi". Mineral oil kosmetik bukan sisa buangan, melainkan fraksi yang sengaja dimurnikan untuk pemakaian di kulit. Badan kesehatan di Jerman, BfR, menyatakan bahwa mineral oil yang dimurnikan penuh tidak menimbulkan risiko kesehatan saat dioleskan ke kulit, karena komponennya hampir tidak diserap masuk ke dalam tubuh.

Yang kedua, anggapan bahwa mineral oil menyumbat pori dan memicu jerawat. Mitos ini lahir dari pengujian awal di tahun 1970-an yang memakai model kelinci, bukan manusia. Penelitian setelahnya menunjukkan kulit manusia bereaksi berbeda, dan mineral oil tingkat kosmetik dinilai non-comedogenic. Yang perlu dicatat: sifat oklusifnya bisa menahan kotoran atau minyak lain di permukaan kulit kalau wajah tidak bersih, jadi kebersihan kulit sebelum pemakaian tetap penting.

Yang ketiga, kekhawatiran soal kanker. Isu ini berasal dari mineral oil tingkat industri yang tidak dimurnikan dan masih mengandung senyawa aromatik. Versi industri itu tidak dipakai di kosmetik. Mineral oil kosmetik harus melalui pemurnian sampai senyawa aromatik bermasalah hilang, dan inilah yang membedakannya dari mineral oil mesin atau pelumas.

Sikap Regulator: Boleh, dengan Syarat Pemurnian

Di Uni Eropa, mineral oil termasuk bahan yang diizinkan dalam kosmetik selama riwayat pemurniannya diketahui penuh dan bahan awalnya bukan zat karsinogenik. Regulator membedakan dua hal teknis di balik nama mineral oil: MOSH (komponen jenuh) dan MOAH (komponen aromatik). MOAH adalah bagian yang jadi perhatian, sehingga mineral oil kosmetik diproses agar fraksi ini terkendali. Karena MOSH hampir tidak menembus kulit, paparan ke dalam tubuh dari pemakaian topikal dianggap sangat kecil.

Di Indonesia, mineral oil bukan bahan yang dilarang. BPOM mengatur bahan kosmetik lewat persyaratan teknis tersendiri, dan paraffinum liquidum tidak masuk daftar bahan yang dilarang digunakan dalam kosmetik. Artinya, produk bayi yang memakai mineral oil dan sudah memegang nomor registrasi BPOM berarti formulanya sudah lewat penilaian keamanan untuk peredaran di Indonesia. Inilah alasan kenapa nomor BPOM jadi patokan pertama yang sebaiknya dicek orang tua, bukan ada atau tidaknya satu nama bahan di label.

Siapa yang Mungkin Ingin Menghindarinya

Aman secara umum bukan berarti cocok untuk semua kondisi. Ada beberapa situasi di mana orang tua mungkin memilih bahan lain.

Sebagian orang tua memang ingin menghindari bahan turunan minyak bumi karena pertimbangan pribadi atau preferensi terhadap bahan nabati. Pilihan itu sah, asal penggantinya jelas. Perlu diingat bahwa minyak nabati seperti coconut oil atau minyak zaitun justru lebih sering memicu reaksi sensitisasi pada kulit bayi dibanding mineral oil, karena mengandung komponen protein dan senyawa aktif yang lebih kompleks. Mineral oil tergolong bahan yang stabil dan jarang menimbulkan alergi, dan itulah alasan ia awalnya populer untuk kulit sensitif.

Untuk bayi dengan kulit yang sangat berminyak di area tertentu atau yang rentan milia, lapisan oklusif tebal di seluruh wajah memang sebaiknya tidak berlebihan. Di sini bukan mineral oil-nya yang masalah, melainkan jumlah dan cara pakainya. Di iklim panas dan lembap seperti Indonesia, lapisan oklusif yang terlalu tebal di area tertutup juga bisa memerangkap keringat, jadi pemakaian tipis lebih bijak.

Cara Membaca Label dengan Tenang

Beberapa langkah praktis bisa membantu orang tua menilai produk tanpa panik:

  • Cari nama paraffinum liquidum, mineral oil, atau liquid paraffin di daftar ingredients, lalu ingat bahwa ini bahan oklusif, bukan bahan aktif yang agresif
  • Pastikan ada nomor registrasi BPOM pada kemasan produk yang beredar di Indonesia, karena ini tanda formulanya sudah dinilai
  • Perhatikan bahan tambahan lain seperti pewangi atau ekstrak tanaman, sebab komponen inilah yang lebih sering memicu reaksi pada kulit bayi dibanding mineral oil-nya sendiri
  • Lakukan patch test di area kecil saat mencoba produk baru, apa pun bahan utamanya
  • Oleskan tipis di iklim panas, dan hindari area yang tertutup rapat dalam waktu lama

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah mineral oil di skincare bayi sama dengan minyak bumi mentah?

Tidak. Mineral oil kosmetik adalah fraksi yang sudah dimurnikan secara bertingkat sampai senyawa aromatik yang bermasalah hilang. Bentuk mentahnya tidak dipakai di produk perawatan kulit.

Apakah paraffinum liquidum bisa menyumbat pori bayi?

Mineral oil tingkat kosmetik dinilai non-comedogenic. Anggapan menyumbat pori berasal dari pengujian lama pada model hewan, dan penelitian pada kulit manusia menunjukkan hasil yang berbeda. Yang penting kulit dalam kondisi bersih sebelum dioleskan.

Bagaimana cara tahu produk dengan mineral oil aman untuk dipakai?

Patokan paling jelas adalah nomor registrasi BPOM. Produk yang sudah terdaftar berarti formulanya sudah melewati penilaian keamanan. Selain itu, perhatikan bahan tambahan seperti pewangi yang lebih berpotensi memicu iritasi.

Apakah lebih baik memilih minyak nabati daripada mineral oil?

Belum tentu. Minyak nabati justru lebih sering memicu sensitisasi pada kulit bayi karena kandungannya lebih kompleks. Mineral oil tergolong stabil dan jarang menimbulkan alergi, sehingga pemilihan sebaiknya berdasarkan reaksi kulit bayi, bukan asal bahan semata.

Mineral oil bukan bahan ajaib, dan juga bukan ancaman seperti yang sering ditakutkan. Ia adalah pelembap oklusif yang sederhana, stabil, dan punya rekam jejak panjang di produk bayi yang sudah diatur regulator. NeoCare membuat rangkaian skincare bayi yang lembut dan sudah terdaftar BPOM, dengan formula yang dirancang untuk membantu merawat dan menjaga kelembapan kulit bayi yang masih halus. Kalau Bunda masih ragu menentukan produk yang pas untuk kondisi kulit si kecil, tim NeoCare siap membantu lewat konsultasi WhatsApp sebelum Bunda memutuskan.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait