7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Science6 menit2026-07-19

Nevus Halo pada Anak: Tahi Lalat Berlingkar Putih yang Sering Dikira Vitiligo

Tahi lalat anak dikelilingi lingkaran putih sering dikira vitiligo. Nevus halo umumnya jinak, ini cara membedakan dan kapan perlu periksa.


writer: sari

Nevus Halo pada Anak: Tahi Lalat yang Dikelilingi Lingkaran Putih dan Sering Dikira Vitiligo

Seorang anak pulang sekolah dengan tahi lalat yang tampak berubah. Di sekelilingnya muncul cincin kulit yang lebih pucat, seolah warna di sekitar tahi lalat itu memudar dan menyisakan lingkaran putih yang rapi. Pemandangan ini kerap memicu dua ketakutan sekaligus pada orang tua, yaitu vitiligo dan kanker kulit.

Kondisi ini punya nama sendiri di dunia kedokteran kulit: nevus halo, kadang disebut juga nevus Sutton. Gambarannya khas, sebuah tahi lalat biasa yang dikelilingi lingkar kulit tanpa pigmen. Nevus halo paling sering ditemukan pada anak dan remaja, dan pada sebagian besar kasus sifatnya jinak. Dalam literatur dermatologi, kondisi ini diperkirakan muncul pada sekitar 1 persen populasi, dengan puncak kemunculan di usia belasan tahun. Punggung adalah lokasi yang paling sering.

Respons Imun yang Salah Sasaran

Lingkaran putih itu bukan infeksi, dan bukan reaksi terhadap sabun atau pakaian. Ia hasil kerja sistem imun anak sendiri.

Di dalam tahi lalat terdapat sel penghasil pigmen bernama melanosit. Pada nevus halo, sistem imun mulai memperlakukan melanosit di tahi lalat itu sebagai sesuatu yang asing. Sel pertahanan tubuh yang disebut limfosit T berdatangan, mengepung tahi lalat, lalu menyerang melanosit di dalamnya. Serangan ini tidak berhenti di batas tahi lalat. Ia melebar ke kulit di sekitarnya dan ikut menghapus pigmen di sana, sehingga terbentuk lingkaran pucat yang mengelilingi tahi lalat dengan pola melingkar yang cukup simetris.

Menurut dokter spesialis kulit anak, dr. Larasati Nugroho, Sp.D.V.E., orang tua sering keliru membaca urutan kejadiannya:

"Yang orang tua lihat pertama biasanya lingkaran putihnya, padahal yang lebih dulu ada tahi lalatnya. Tubuh anak sedang membersihkan tahi lalat itu dari dalam, dan lingkaran pucat adalah jejak dari proses tersebut. Pada anak, gambaran seperti ini sebagian besar jinak," ujar dr. Larasati.

Karena penyebabnya sistem imun dan bukan kuman, lingkaran putih itu tidak menular, tidak menyebar lewat sentuhan, dan tidak dipicu oleh apa yang dioleskan ke kulit. Anak juga biasanya tidak merasakan apa pun. Tidak gatal, tidak perih, tidak ada tanda peradangan. Sering kali orang tua yang lebih dulu menemukannya saat memakaikan baju, sementara anaknya sendiri tidak sadar.

Reaksi imun semacam ini juga menjelaskan kenapa nevus halo kerap muncul di usia sekolah dan remaja, saat sistem kekebalan tubuh sedang aktif-aktifnya. Beberapa anak bahkan bisa memiliki lebih dari satu nevus halo di tempat berbeda, dan itu masih termasuk gambaran yang lazim selama masing-masing tahi lalat di tengahnya tampak biasa.

Bukan Vitiligo, Meski Sama-Sama Putih

Keduanya sama-sama meninggalkan kulit yang kehilangan warna, dan di titik itulah kebingungannya bermula. Pembedanya terletak pada pusat bercak.

Nevus halo selalu punya titik pusat berupa tahi lalat. Lingkaran putihnya terbentuk mengelilingi tahi lalat itu, berbentuk bulat atau oval yang rapi, dengan tahi lalat berada persis di tengahnya. Vitiligo tidak bekerja seperti itu. Vitiligo adalah hilangnya pigmen dalam bentuk bercak yang menyebar, sering di wajah, tangan, sekitar mata, dan mulut, tanpa tahi lalat sebagai titik pusat. Bentuk bercaknya cenderung tidak beraturan dan bisa meluas mengikuti pola tersendiri.

Ada hubungan yang perlu dipahami tanpa perlu ditakuti. Sebagian orang dengan nevus halo memiliki kecenderungan sedikit lebih besar untuk mengalami vitiligo, karena keduanya melibatkan sistem imun yang bereaksi terhadap sel pigmen. Meski begitu, kehadiran satu nevus halo pada seorang anak bukanlah diagnosis vitiligo. Sebagian besar anak dengan nevus halo tidak pernah mengembangkan vitiligo sepanjang hidupnya, dan lingkaran putih yang rapi mengelilingi satu tahi lalat justru merupakan gambaran yang lebih menenangkan dibanding bercak putih yang muncul acak tanpa pusat.

Perjalanan yang Bergerak Sangat Lambat

Nevus halo berpindah tahap dalam hitungan bulan sampai tahun, jarang dalam hitungan hari. Perjalanannya sering digambarkan bertahap.

Mula-mula muncul lingkaran putih di sekitar tahi lalat. Setelah beberapa bulan sampai beberapa tahun, tahi lalat di tengah bisa memudar warnanya, menyusut, lalu menghilang sepenuhnya, menyisakan area pucat tanpa tahi lalat. Pada tahap terakhir, kulit pucat itu bisa terisi kembali warnanya secara perlahan sampai menyerupai kulit di sekitarnya. Proses pengisian warna ini kadang memakan waktu bertahun-tahun dan tidak selalu lengkap, tetapi arahnya menuju pemulihan.

Karena lambatnya, orang tua kerap merasa tidak ada yang berubah selama berbulan-bulan. Memotret area itu secara berkala, misalnya sebulan sekali dengan pencahayaan yang sama, membantu melihat pergerakan yang terlalu halus untuk ditangkap mata dari hari ke hari. Foto ini juga berguna saat berkonsultasi, karena dokter bisa membandingkan bentuk dan warna dari waktu ke waktu.

Satu hal praktis pantas dicatat. Kulit di lingkaran putih itu kehilangan pigmen yang biasanya melindunginya dari matahari, sehingga area tersebut lebih cepat terbakar saat terpapar sinar matahari. Menutupinya dengan pakaian atau memberi tabir surya pada anak yang sudah cukup umur adalah langkah yang masuk akal, terutama karena punggung, lokasi tersering nevus halo, sering luput dari perhatian saat berkegiatan di luar.

Yang biasanya tidak diperlukan justru tindakan agresif. Nevus halo yang jinak umumnya tidak perlu diangkat, dan pengangkatan lewat operasi kecil hanya dipertimbangkan bila ada keraguan pada tahi lalat di tengahnya. Mengorek, menggosok, atau mengoleskan ramuan pemutih ke lingkaran putih tidak mempercepat pulihnya warna dan hanya berisiko melukai kulit anak. Dalam banyak kasus, sikap yang paling menolong adalah membiarkan prosesnya berjalan sambil mengamati.

Kapan Justru Perlu Diperiksa

Meski sebagian besar nevus halo pada anak jinak, ada beberapa gambaran yang membuat pemeriksaan ke dokter kulit menjadi langkah yang wajar. Perhatian utamanya bukan pada lingkaran putihnya, melainkan pada tahi lalat di tengah.

Dokter kulit memakai panduan sederhana bernama ABCDE untuk menilai sebuah tahi lalat:

  • A untuk asimetri: satu sisi tahi lalat tidak seimbang dengan sisi lainnya
  • B untuk batas (border): tepinya tidak rata, berlekuk, atau kabur
  • C untuk warna (color): ada campuran beberapa warna dalam satu tahi lalat, seperti cokelat, hitam, merah, dan putih sekaligus
  • D untuk diameter: ukurannya membesar melewati sekitar 6 milimeter
  • E untuk evolusi: bentuk, warna, atau ukurannya berubah dari waktu ke waktu

Tahi lalat pusat yang tampak biasa, bulat, satu warna, dan berbatas rapi jarang menjadi masalah. Yang perlu ditinjau adalah bila tahi lalat di tengah lingkaran justru memenuhi ciri ABCDE tadi, misalnya bentuknya tidak simetris, warnanya bercampur-campur, atau berubah cepat. Situasi lain yang pantas diperiksa adalah munculnya banyak nevus halo sekaligus dalam waktu berdekatan, terutama pada usia yang lebih tua, karena pada kasus yang jarang reaksi imun serupa bisa merupakan tanggapan tubuh terhadap tahi lalat yang tidak normal. Pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh kulit membantu memastikan tidak ada yang terlewat.

Menurut dr. Larasati, penilaian ini sebaiknya diserahkan pada pengamatan langsung, bukan diagnosis dari foto di ponsel:

"Membedakan tahi lalat biasa dari yang perlu diwaspadai sering butuh alat pembesar khusus di klinik. Untuk anak dengan satu nevus halo yang pusatnya tampak tenang, orang tua bisa memantau di rumah dan mencatat perubahannya. Kalau tahi lalat di tengahnya yang mulai berubah bentuk atau warna, itu alasan untuk datang, bukan lingkaran putihnya," ujar dr. Larasati.

Pada anak, satu tahi lalat dengan lingkaran putih yang rapi dan pusat yang tampak biasa hampir selalu merupakan nevus halo yang jinak. Ia lahir dari sistem imun yang bekerja, bergerak pelan selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun, dan pada banyak kasus berakhir dengan kulit yang kembali menyatu warnanya. Yang dibutuhkan orang tua bukan kepanikan di depan cermin, melainkan pengamatan yang tenang dan berkala, ditambah satu kunjungan ke dokter kulit bila tahi lalat di tengahnya yang mulai bercerita hal lain.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait