writer: sari
PHA untuk Kulit Remaja: Eksfoliasi Lembut Alternatif AHA dan BHA
Tren exfoliating acid sudah lama jadi rutinitas wajib di skincare dewasa, dan sekarang gelombang yang sama masuk ke kamar mandi anak praremaja dan remaja. Glycolic acid, salicylic acid, dan teman-temannya dijual bebas di marketplace dengan klaim "halus dalam seminggu". Masalahnya, kulit remaja yang barrier-nya masih beradaptasi sering kalah duluan: perih, mengelupas, kemerahan. Di sinilah PHA, atau polyhydroxy acid, mulai disebut sebagai pilihan eksfoliasi yang lebih lembut untuk kulit remaja, sebuah alternatif AHA dan BHA yang risikonya jauh lebih kecil.
PHA adalah generasi ketiga dari golongan asam eksfoliasi, setelah AHA (seperti glycolic dan lactic acid) dan BHA (salicylic acid). Dua jenis PHA yang paling sering dipakai di produk adalah gluconolactone dan lactobionic acid. Keduanya sudah dipelajari di dermatologi sejak akhir 1990-an dan awal 2000-an, terutama untuk pasien dengan kulit reaktif yang tidak tahan asam konvensional.
Apa Itu PHA dan Bedanya dengan AHA dan BHA
Perbedaan utama ada di ukuran molekul. Molekul AHA seperti glycolic acid sangat kecil, sehingga gampang menembus lapisan kulit lebih dalam. Penetrasi dalam ini yang membuat AHA efektif, tapi sekaligus jadi sumber iritasinya. PHA punya molekul yang jauh lebih besar karena memiliki banyak gugus hidroksil (polyhydroxy berarti "banyak gugus hidroksi"). Ukuran besar ini membuat PHA bergerak lambat dan hanya bekerja di lapisan paling luar kulit.
Konsekuensinya sederhana: penetrasi lebih lambat berarti iritasi lebih sedikit. Sebuah studi perbandingan selama 12 minggu yang membandingkan regimen PHA dengan regimen AHA menemukan PHA mencatat skor jauh lebih baik pada parameter perih, panas, dan menyengat, sementara hasil pada kehalusan kulit relatif setara. Untuk kulit remaja yang sedang aktif dan sering terpapar matahari, selisih ini berarti.
Ada satu bonus yang tidak dimiliki AHA maupun BHA. Karena banyaknya gugus hidroksil, gluconolactone juga berfungsi sebagai humectant, alias menarik air ke dalam kulit. Jadi sambil mengangkat sel kulit mati di permukaan, ia ikut melembapkan, kebalikan dari kebanyakan asam yang justru bikin kulit kering. Gluconolactone juga punya sifat antioksidan yang membantu menetralkan radikal bebas.
Kenapa Kulit Remaja Butuh Pendekatan Lebih Lembut
Kulit remaja sedang dalam fase transisi. Produksi minyak meningkat karena hormon, pori membesar, dan jerawat ringan mulai muncul. Wajar kalau banyak remaja ingin ikut tren acid untuk membersihkan pori dan meratakan tekstur. Tapi barrier kulit di usia ini belum sekuat kulit dewasa yang sudah terbiasa pakai aktif bertahun-tahun, dan over-exfoliation jadi jebakan yang sangat umum.
Menurut dokter spesialis dermatologi dan venereologi, dr. Annisa Pratiwi, Sp.D.V.E., yang menangani kasus kulit remaja:
"Yang paling sering saya temui bukan jerawatnya, tapi kulit rusak karena over-exfoliation. Remaja pakai toner AHA tiap hari, ditambah scrub, ditambah sabun yang keras, lalu barrier-nya jebol. PHA menarik buat kelompok ini karena tingkat iritasinya rendah dan tetap melembapkan. Tapi tetap, eksfoliasi apa pun pada remaja idealnya dimulai dari frekuensi rendah, 2 sampai 3 kali seminggu, bukan tiap hari," ujar dr. Annisa.
Poin dr. Annisa soal frekuensi penting digarisbawahi. Lembut bukan berarti boleh dipakai sesuka hati. Kulit remaja yang sehat sebenarnya hanya butuh eksfoliasi sesekali untuk membantu regenerasi, bukan pengelupasan agresif setiap hari.
PHA dan Jerawat Remaja
Untuk jerawat ringan, PHA bekerja lewat dua jalur. Pertama, ia mengangkat sel kulit mati yang menyumbat pori, sehingga komedo lebih mudah lepas. Kedua, gluconolactone punya aktivitas antibakteri ringan. Sebuah studi lama bahkan mencatat gluconolactone sebanding dengan benzoyl peroxide dalam mengontrol jerawat, dengan efek samping kering dan iritasi yang lebih sedikit.
Yang perlu jujur disampaikan: PHA bukan jagoan untuk jerawat berat atau bekas jerawat dalam. Karena hanya bekerja di permukaan, PHA tidak akan menyamarkan bopeng atau bekas hitam seagresif glycolic acid kadar tinggi. Untuk jerawat meradang yang banyak, bernanah, atau membandel, remaja tetap perlu ke dokter, bukan cukup andalkan asam dari rak skincare.
PHA paling masuk akal untuk remaja dengan keluhan ringan: tekstur kasar, komedo sesekali, kulit kusam, atau kulit yang sudah terlanjur sensitif gara-gara salah pakai produk sebelumnya. Untuk profil ini, sifat menenangkan dan melembapkan PHA jadi nilai jualnya.
Cara Pakai yang Aman untuk Remaja
Buat orang tua yang anak remajanya ingin coba PHA, beberapa rambu praktis bisa membantu:
- Mulai dari konsentrasi rendah, sekitar 4 sampai 10 persen, jangan langsung produk kadar tinggi
- Frekuensi 2 sampai 3 kali seminggu di malam hari, lihat reaksi kulit dulu sebelum menambah
- Jangan menumpuk dengan AHA, BHA, retinol, atau scrub fisik di hari yang sama
- Selalu pakai pelembap setelahnya untuk menjaga barrier
- Tabir surya di pagi hari hukumnya wajib, karena kulit yang baru dieksfoliasi lebih rentan terhadap matahari
Tanda kalau PHA tidak cocok dan harus dihentikan: kemerahan yang menetap, rasa terbakar, kulit mengelupas berlebihan, atau muncul jerawat baru yang lebih parah. Kalau ini terjadi, hentikan dulu dan fokus ke perawatan barrier yang sederhana selama satu sampai dua minggu.
Konteks BPOM dan Belanja Aman
Di Indonesia, produk eksfoliasi dengan PHA umumnya beredar sebagai kosmetik dan diawasi BPOM lewat jalur notifikasi. Sebelum membeli, cek nomor notifikasi lewat aplikasi resmi BPOM Mobile, terutama untuk produk impor atau racikan yang dijual bebas di marketplace. Klaim "aman untuk semua usia" tanpa nomor BPOM sebaiknya dicurigai.
Satu hal yang sering terlewat: label "gentle" atau "untuk kulit sensitif" di kemasan tidak otomatis berarti formulanya cocok untuk remaja. Konsentrasi, pH, dan kombinasi bahan lain tetap menentukan. Membaca daftar ingredient dan memastikan tidak ada penumpukan asam dalam satu produk lebih penting daripada percaya pada kata-kata di bagian depan kemasan.
Kapan Sebaiknya ke Dokter
Bawa anak remaja ke dokter spesialis kulit kalau jerawatnya banyak, meradang, atau meninggalkan bekas; kalau kulit sudah terlanjur rusak karena over-exfoliation dan tidak membaik dengan perawatan sederhana; atau kalau ada kemerahan dan ruam yang tidak kunjung reda. Pada kasus seperti ini, eksfoliasi mandiri justru bisa memperparah keadaan.
PHA adalah pilihan eksfoliasi yang masuk akal untuk kulit remaja yang menginginkan tekstur lebih halus tanpa risiko iritasi tinggi dari AHA dan BHA. Kelebihannya nyata: lembut, melembapkan, dan bersahabat dengan kulit sensitif. Batasnya juga jelas: ia bukan solusi untuk jerawat berat atau bekas dalam. Buat sebagian besar remaja, fondasi kulit sehat tetap sederhana, yaitu pembersih lembut, pelembap yang menjaga barrier, dan tabir surya. Eksfoliasi, termasuk PHA, hanya tambahan yang dipakai secukupnya.
NeoCare Gentle Moisturizer Lotion tidak mengandung PHA maupun asam eksfoliasi lain. Fokusnya pada fondasi yang dibutuhkan kulit muda yang sedang bereksperimen dengan aktif: 7X Ceramide dari Jerman untuk memperkuat skin barrier, plus formula fragrance-free dan SLS-free yang ramah untuk kulit sensitif. Pelembap seperti ini jadi pasangan yang pas untuk menjaga kulit tetap kuat ketika remaja mulai mencoba eksfoliasi. Masih ragu membaca label produk acid sebelum dipakai anak? Chat WhatsApp NeoCare, tim kami siap bantu.




