7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Baby Care6 menit2026-06-27

Telapak Kaki Anak Berlubang dan Bau: Kenali Pitted Keratolysis, Bukan Kutu Air

Telapak kaki anak berlubang kecil dan bau sering disangka kutu air, padahal ini pitted keratolysis, infeksi bakteri. Kenali bedanya dan cara merawatnya.


writer: kiki

Telapak Kaki Anak Berlubang dan Bau: Kenali Pitted Keratolysis, Bukan Kutu Air

Dinda (33), ibu dari anak laki-laki berusia 8 tahun di Bekasi, sempat bingung saat mencium bau menyengat dari kaki anaknya tiap pulang sekolah. Awalnya ia kira hanya masalah kaus kaki yang jarang ganti. Tapi saat telapak kaki anaknya diperiksa, permukaannya dipenuhi titik-titik kecil seperti berlubang, terutama di bagian tumit dan bantalan jari yang sering kena tekanan.

Selama berbulan-bulan keluhan ini diobati sebagai kutu air. Salep jamur dipakai, kaki dijaga kering, tapi lubang dan baunya tetap ada. Setelah konsultasi ke dokter kulit, jawabannya berbeda dari dugaan: ini bukan jamur, melainkan infeksi bakteri yang punya nama pitted keratolysis pada anak.

Apa Itu Pitted Keratolysis pada Anak?

Pitted keratolysis adalah infeksi bakteri pada lapisan kulit paling luar di telapak kaki. Bakteri penyebabnya, terutama dari kelompok Kytococcus dan Corynebacterium, memproduksi enzim yang melarutkan keratin, yaitu protein keras di permukaan kulit. Hasilnya, terbentuk lubang-lubang dangkal kecil yang khas, biasa disebut "pit".

Lubang ini berukuran kecil, sekitar 1 sampai 3 milimeter, dan kadang menyatu jadi cekungan yang lebih lebar. Letaknya paling sering di area yang menahan beban tubuh: tumit dan bantalan depan kaki. Ciri lain yang sering bikin orang tua risih adalah baunya. Saat bakteri mengurai keratin, ia melepaskan senyawa belerang yang menimbulkan bau khas, agak asam dan menyengat.

Kabar baiknya, kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Kaki anak yang berlubang dan bau memang mengganggu, tapi pitted keratolysis tidak menyebar ke organ dalam dan jarang menimbulkan komplikasi serius. Yang jadi masalah lebih ke kenyamanan, bau, dan rasa percaya diri anak. Anak usia sekolah kadang jadi sasaran ejekan teman karena bau kaki, padahal akar masalahnya murni soal bakteri dan kelembapan, bukan karena malas mandi.

Beda Kutu Air dan Pitted Keratolysis

Inilah sumber kebingungan yang dialami banyak orang tua. Dua kondisi ini sama-sama menyerang kaki, tapi penyebab dan penanganannya berbeda jauh. Kutu air atau tinea pedis disebabkan jamur, sedangkan pitted keratolysis disebabkan bakteri. Salah menebak berarti salah obat.

Beberapa pembeda yang biasa dipakai dokter:

  • Lokasi keluhan. Pitted keratolysis muncul di permukaan telapak kaki dengan lubang-lubang dangkal. Kutu air lebih sering menyerang sela-sela jari, kulitnya basah, putih, dan mengelupas.
  • Rasa gatal. Kutu air biasanya gatal, kadang sampai perih. Pitted keratolysis umumnya tidak gatal, anak lebih sering mengeluh soal bau ketimbang rasa tidak nyaman.
  • Tampilan kulit. Pada pitted keratolysis terlihat titik berlubang seperti kawah dangkal. Pada kutu air kulit cenderung pecah-pecah, mengelupas, dan kemerahan di sela jari.
  • Bau. Bau menyengat yang asam adalah tanda kuat pitted keratolysis. Kutu air bisa berbau, tapi tidak sekhas itu.

Menurut dokter spesialis kulit anak, dr. Anindya Larasati, Sp.D.V.E., perbedaan ini penting supaya penanganannya tepat. "Banyak orang tua datang setelah berbulan-bulan memakai obat antijamur tanpa hasil. Begitu kita lihat polanya, lubang dangkal di telapak yang menahan beban plus bau khas, arahnya lebih ke infeksi bakteri, bukan jamur. Pengobatannya jadi beda," ujar dr. Anindya.

Kenapa Kaki Anak Bisa Kena Pitted Keratolysis?

Bakteri penyebab kaki bau bakteri pada anak sebenarnya senang di lingkungan yang hangat dan lembap. Tiga hal yang biasanya berkumpul jadi pemicu: keringat berlebih, kaki yang lama tertutup, dan bakteri yang sudah ada di kulit.

Anak usia sekolah punya kombinasi sempurna untuk ini. Mereka aktif berlari dan bermain, kakinya berkeringat banyak, lalu kaki itu terkurung berjam-jam dalam sepatu tertutup dan kaus kaki yang sama sepanjang hari. Sepatu yang basah oleh keringat dan jarang dijemur jadi tempat ideal bakteri berkembang.

Iklim tropis Indonesia menambah beban. Suhu panas dan kelembapan tinggi membuat kaki lebih cepat berkeringat. Kalau anak hanya punya satu pasang sepatu yang dipakai setiap hari tanpa sempat kering benar, risikonya makin besar. Faktor keturunan dengan telapak kaki yang memang cenderung berkeringat banyak (hiperhidrosis) juga ikut berperan.

Anak yang ikut kegiatan olahraga atau latihan rutin, seperti futsal dan renang, juga lebih rentan. Sepatu olahraga yang basah keringat lalu langsung disimpan dalam tas tertutup hampir tidak pernah benar-benar kering. Begitu dipakai lagi keesokan harinya, kaki anak kembali masuk ke lingkungan lembap yang disukai bakteri, dan siklusnya terus berulang.

Cara Merawat dan Mencegah di Rumah

Kunci utama merawat pitted keratolysis sederhana: putus rantai lembap-hangat yang disukai bakteri. Begitu kaki lebih sering kering, bakteri kehilangan tempat tumbuh dan keluhan membaik. Beberapa langkah yang biasa disarankan:

  • Jaga kaki tetap kering. Setelah mandi atau cuci kaki, keringkan sampai ke sela jari. Kaki yang lembap setengah-setengah justru jadi sarang bakteri.
  • Ganti kaus kaki tiap hari, bahkan dua kali sehari kalau anak banyak berkeringat. Pilih kaus kaki katun yang menyerap, bukan bahan sintetis yang menahan panas.
  • Beri sepatu kesempatan kering. Sebisa mungkin punya dua pasang sepatu yang dipakai bergantian, supaya tiap pasang sempat dijemur dan diangin-anginkan sebelum dipakai lagi.
  • Pilih sepatu yang bernapas. Sepatu kanvas atau yang berventilasi lebih baik daripada sepatu karet rapat yang memerangkap keringat.
  • Biarkan kaki bernapas di rumah. Lepas sepatu dan kaus kaki saat di rumah supaya kaki tidak terkurung sepanjang hari.
  • Pakai antiperspiran ringan di telapak bila kaki anak memang banyak berkeringat. Ini membantu menekan produksi keringat yang jadi bahan bakar bakteri.

Menjaga kelembapan kulit kaki tetap seimbang juga membantu. Kulit kaki yang terlalu kering dan pecah lebih mudah iritasi, sementara yang terlalu lembap jadi sarang bakteri. Pelembap lembut bebas pewangi seperti rangkaian NeoCare bisa membantu merawat kulit kaki anak supaya tidak kasar dan pecah-pecah, sambil kaki tetap dijaga kering dari keringat.

Untuk kasus yang sudah jelas, dokter biasanya meresepkan antibiotik topikal, misalnya krim atau gel yang dioleskan ke telapak kaki. Obat ini hanya dipakai sesuai resep dokter, bukan dibeli sendiri dan dipakai asal-asalan. Salah pakai obat antijamur untuk kondisi yang sebenarnya infeksi bakteri justru bikin keluhan tidak kunjung sembuh.

Kapan Harus ke Dokter

Sebagian kasus ringan bisa membaik hanya dengan menjaga kaki kering dan rajin ganti kaus kaki. Tapi ada kondisi yang sebaiknya diperiksakan ke dokter kulit:

  • Lubang dan bau di telapak kaki tidak membaik setelah beberapa minggu menjaga kaki kering
  • Sudah lama diobati sebagai kutu air tapi keluhan tidak hilang
  • Kaki terasa nyeri, perih, atau muncul kemerahan yang menyebar
  • Telapak kaki anak berkeringat sangat banyak sampai mengganggu kegiatan sehari-hari
  • Orang tua ragu membedakan ini infeksi bakteri atau jamur

Dokter dapat memastikan diagnosis lewat pemeriksaan langsung dan, bila perlu, memberi resep antibiotik topikal serta saran mengatasi keringat berlebih. Memastikan beda kutu air dan pitted keratolysis sejak awal membuat anak tidak menjalani pengobatan jamur berulang yang sebenarnya tidak diperlukan.

Catatan untuk Orang Tua

Telapak kaki anak yang berlubang dan bau memang bikin khawatir, tapi pitted keratolysis bukan tanda kebersihan yang buruk dan bukan penyakit menular. Inti masalahnya ada pada kaki yang terlalu lama lembap dan hangat. Begitu kebiasaan menjaga kaki kering, ganti kaus kaki, dan memberi sepatu kesempatan kering dijalankan rutin, sebagian besar keluhan akan membaik. Kalau lubang dan bau bertahan meski sudah dirawat, periksakan ke dokter kulit anak supaya penyebabnya dipastikan dan obatnya tepat.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait