writer: sari
Probiotik dan Kulit Bayi: Apa Kata Riset Terbaru
Penelitian tentang hubungan antara mikrobiom usus dan kesehatan kulit bayi terus berkembang pesat dalam lima tahun terakhir. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology edisi Februari 2025 menganalisis data dari 12.400 bayi di 8 negara Asia Tenggara — termasuk Indonesia, Thailand, dan Vietnam — dan menemukan bahwa bayi yang mendapat suplemen probiotik Lactobacillus rhamnosus GG sejak usia 2 minggu memiliki risiko 37 persen lebih rendah mengembangkan eksim atopik pada usia 12 bulan.
Temuan ini memperkuat hipotesis "gut-skin axis" — konsep bahwa keseimbangan bakteri di saluran pencernaan secara langsung memengaruhi kondisi kulit, termasuk pada bayi. Di Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah memasukkan referensi tentang probiotik dan kesehatan kulit dalam panduan dermatitis atopik terbaru yang diterbitkan pada 2024, meski belum sampai pada rekomendasi penggunaan rutin untuk semua bayi.
Apa Itu Gut-Skin Axis
Gut-skin axis adalah mekanisme komunikasi dua arah antara mikrobiom usus dan sistem imun kulit. Ketika komposisi bakteri di usus bayi tidak seimbang — kondisi yang disebut dysbiosis — sinyal inflamasi dapat mengaktifkan respons imun yang bermanifestasi sebagai kemerahan, gatal, dan kekeringan pada kulit.
Menurut Prof. dr. Badriul Hegar, SpA(K), Ph.D., Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM: "Pada bayi, sistem imun dan mikrobiom usus masih dalam proses maturasi selama dua tahun pertama kehidupan. Intervensi melalui probiotik pada periode kritis ini bisa memengaruhi pemrograman imun jangka panjang, termasuk kecenderungan kulit untuk mengalami peradangan," ujar Prof. Badriul.
Strain Probiotik yang Paling Banyak Diteliti
Tidak semua probiotik memberikan efek yang sama terhadap kondisi kulit. Data dari 2025 World Allergy Organization menunjukkan bahwa strain berikut memiliki bukti paling kuat dalam konteks kesehatan kulit bayi:
- Lactobacillus rhamnosus GG — paling banyak diteliti, menunjukkan efek penurunan risiko eksim atopik
- Bifidobacterium longum — dominan pada bayi yang mendapat ASI eksklusif, berkorelasi dengan skin barrier yang lebih kuat
- Lactobacillus reuteri — menunjukkan efek anti-inflamasi sistemik, terutama pada bayi dengan kolik
Perbandingan antara India dan Australia dalam studi kohort 2024 menunjukkan temuan yang menarik: bayi yang mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan di kedua negara memiliki profil mikrobiom yang berbeda secara signifikan, namun keduanya menunjukkan prevalensi eksim yang lebih rendah dibanding bayi yang mendapat susu formula tanpa tambahan probiotik.
Probiotik Oral vs Probiotik Topikal
Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah probiotik harus diminum atau bisa dioleskan langsung ke kulit. Dua dekade riset menunjukkan bahwa probiotik oral lebih konsisten menunjukkan manfaat terhadap kondisi kulit dibanding probiotik topikal dalam bentuk krim.
Studi dari University of Melbourne (2024) yang melibatkan 340 bayi dengan eksim ringan-sedang menemukan bahwa kelompok yang mendapat probiotik oral menunjukkan penurunan skor keparahan eksim sebesar 28 persen dalam 8 minggu. Sementara itu, kelompok yang menggunakan krim dengan probiotik hanya menunjukkan penurunan 12 persen — tidak berbeda signifikan dengan plasebo.
Apakah Semua Bayi Perlu Suplemen Probiotik
IDAI dan WHO hingga saat ini belum merekomendasikan suplemen probiotik secara universal untuk semua bayi sehat. Rekomendasi penggunaan probiotik umumnya diberikan pada bayi dengan:
- Riwayat keluarga atopi (eksim, asma, rinitis alergi) yang kuat
- Bayi yang lahir melalui operasi caesar dan tidak mendapat transfer mikrobiom dari jalan lahir
- Bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan
Sebelum memberikan suplemen probiotik kepada bayi, konsultasi dengan dokter anak tetap menjadi langkah yang disarankan untuk menentukan strain dan dosis yang sesuai dengan kondisi individual si kecil.
Meski begitu, probiotik bukan solusi tunggal untuk masalah kulit bayi. Kombinasi dengan perawatan kulit yang tepat — termasuk penggunaan pelembap dengan ceramide secara rutin — tetap menjadi pilar utama dalam menjaga kesehatan kulit bayi dengan kecenderungan atopik.



