7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Baby Care12 menit2026-05-24

Acanthosis Nigricans pada Anak: Kulit Menggelap di Leher, Tanda Resistensi Insulin Sejak Dini

Prevalensi obesitas anak 5-12 tahun Indonesia 14,8 persen per SSGI 2024. Cara membedakan dari kotoran, pemeriksaan metabolik, dan strategi keluarga.

Acanthosis Nigricans pada Anak: Kulit Menggelap di Leher dan Ketiak, Tanda Resistensi Insulin Sejak Dini

Rahmawati (34), ibu dari anak laki-laki berusia 9 tahun di Surabaya Selatan, awalnya mengira leher anaknya tidak dimandikan bersih.

"Saya gosok pakai sabun antiseptik tiga hari berturut-turut, malah tambah hitam dan kasar. Lehernya kayak ada beludru gelap, sama di ketiak juga. Anak saya berat 48 kilo di umur 9 tahun, suka jajan boba dan ayam crispy tiap hari. Pas saya bawa ke puskesmas, dokter langsung tanya berat badan dan gula darah keluarga," ujar Rahmawati saat ditemui di klinik dermatologi anak Senin lalu.

Cerita Rahmawati bukan kasus tunggal. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan tahun 2024 mencatat prevalensi obesitas pada anak usia 5 sampai 12 tahun mencapai 14,8 persen, naik dari 11,7 persen pada 2019. Pediatric Endocrinology Working Group IDAI tahun 2025 menerbitkan panduan baru yang menempatkan acanthosis nigricans sebagai tanda kulit penting untuk skrining resistensi insulin pada anak obesitas, karena tanda ini bisa muncul bertahun-tahun sebelum diabetes tipe 2 terdiagnosis.

Sebenarnya, Apa Itu Acanthosis Nigricans?

Spesialis kulit dan kelamin konsultan dermatologi anak dr. Endi Novianto, SpKK(K), dari Departemen Dermatovenereologi FKUI-RSCM Jakarta menjelaskan mekanisme di balik perubahan kulit ini:

"Acanthosis nigricans adalah respon kulit terhadap kadar insulin yang tinggi dalam darah. Insulin berlebih mengikat reseptor IGF-1 di sel keratinosit dan fibroblas, memicu proliferasi sel kulit berlebihan. Akibatnya, kulit di area lipatan menjadi tebal, kasar seperti beludru, dan menggelap. Lokasi paling sering adalah leher belakang, ketiak, lipatan paha, di bawah payudara, dan kadang punggung tangan," ujar dr. Endi.

Yang penting dipahami orang tua, perubahan warna pada acanthosis nigricans bukan karena kotoran atau higiene yang kurang. Menggosok area itu dengan sabun keras justru memperburuk iritasi dan tidak mengurangi penggelapan, karena akar masalahnya ada di sirkulasi hormon dalam darah, bukan di permukaan kulit.

Apa Saja Tanda yang Bisa Diamati Orang Tua?

Beberapa karakteristik klinis yang membantu orang tua mengenali acanthosis nigricans:

Lokasi Khas di Area Lipatan

Leher belakang adalah lokasi paling sering, diikuti ketiak, lipatan paha, dan di bawah payudara untuk anak perempuan yang sudah memasuki pubertas. Kalau penggelapan hanya di satu area dan asimetris, kemungkinan bukan acanthosis nigricans, melainkan dermatitis kronis atau kondisi lain.

Tekstur Beludru atau Bersisik Halus

Permukaan kulit terasa kasar saat diraba, mirip beludru atau handuk yang sedikit kaku. Kalau menyentuh bagian leher belakang anak, terasa ada tekstur dibanding kulit sekitarnya, bukan rata mulus.

Warna Coklat sampai Hitam Bertahap

Penggelapan tidak terjadi mendadak. Biasanya orang tua mulai memperhatikan setelah 6 sampai 12 bulan perubahan bertahap. Warna paling pekat di tengah lipatan, lebih pudar di pinggir.

Tidak Gatal dan Tidak Bersisik Kasar

Acanthosis nigricans tidak gatal. Kalau anak menggaruk-garuk area leher dan ketiak, lebih mungkin dermatitis intertrigo atau infeksi jamur, bukan acanthosis nigricans.

Skin Tag Berbarengan

Banyak anak dengan acanthosis nigricans juga punya skin tag, yaitu daging kecil bertangkai berwarna lebih gelap di sekitar leher atau ketiak. Skin tag pada anak hampir selalu berkaitan dengan resistensi insulin dan jarang muncul tanpa konteks metabolik.

Kenapa Bisa Terjadi pada Anak Obesitas?

Rahmawati awalnya bingung kenapa kondisi yang dia kira soal kebersihan kulit ternyata berkaitan dengan berat badan. Dr. Endi menjelaskan rantai kausalitasnya:

"Anak dengan berat badan berlebih, terutama yang lemak terdistribusi di perut, mengalami penurunan sensitivitas reseptor insulin di sel otot dan lemak. Pankreas berusaha kompensasi dengan memproduksi insulin lebih banyak, hyperinsulinemia ini berlangsung bertahun-tahun sebelum kadar gula darah mulai tidak normal. Selama fase hyperinsulinemia inilah acanthosis nigricans muncul, jadi tanda kulit ini sebenarnya alarm dini sebelum diabetes klinis muncul," ujar dr. Endi.

Penelitian Departemen Anak FKUI-RSCM tahun 2024 yang mengamati 156 anak obesitas usia 6 sampai 14 tahun di Jakarta menemukan 73 persen dari yang punya acanthosis nigricans sudah menunjukkan resistensi insulin pada tes HOMA-IR, dibanding hanya 28 persen pada anak obesitas tanpa acanthosis nigricans. Artinya, tanda kulit ini punya nilai prediktif yang cukup kuat untuk skrining metabolik di anak-anak.

Apa Pemeriksaan yang Biasa Dilakukan Dokter?

Saat orang tua membawa anak dengan curiga acanthosis nigricans, beberapa langkah evaluasi standar yang dilakukan tim medis:

Pengukuran indeks massa tubuh (BMI) dan plotting di kurva pertumbuhan CDC atau WHO. BMI persentil 95 ke atas mengkonfirmasi obesitas, persentil 85 sampai 95 menunjukkan overweight.

Lingkar perut diukur di setinggi pusar untuk evaluasi distribusi lemak. Lingkar perut yang melebihi persentil 90 untuk usia anak menandakan adipositas sentral yang lebih berisiko metabolik.

Tes gula darah puasa minimal 8 jam, di atas 100 mg/dL menandakan glukosa darah terganggu, di atas 126 mg/dL pada dua pengukuran terpisah mengkonfirmasi diabetes tipe 2 pada anak.

Tes insulin puasa dan HOMA-IR (Homeostatic Model Assessment of Insulin Resistance). HOMA-IR di atas 3,16 pada anak prapubertas atau di atas 3,55 pada anak pubertas dianggap resistensi insulin signifikan.

Profil lipid lengkap (kolesterol total, LDL, HDL, trigliserida) untuk evaluasi risiko kardiovaskular tambahan yang sering menyertai sindrom metabolik anak.

Tes tiroid (TSH, fT4) kalau ada tanda hipotiroidisme yang juga bisa berkaitan dengan acanthosis nigricans pada beberapa kasus.

Apa yang Bisa Dilakukan di Rumah?

Rahmawati sendiri akhirnya menemukan strategi praktis setelah konsultasi tim dokter anak dan ahli gizi:

"Saya stop dulu boba dan jajan kemasan, ganti dengan buah dan air putih. Sekolah saya minta tolong wali kelas tidak izinkan jajan minuman manis di kantin. Anak saya ikut futsal 2 kali seminggu, dan tiap akhir minggu kami jalan kaki ke pasar bareng. Tiga bulan jalan, lehernya mulai memudar sedikit, dan berat turun 3 kilo," ujar Rahmawati.

Pendekatan manajemen yang direkomendasikan tim multidisiplin biasanya meliputi:

Konsultasi dengan ahli gizi anak untuk merancang menu seimbang yang menurunkan beban karbohidrat sederhana tanpa merampas kalori esensial untuk pertumbuhan. Anak usia sekolah butuh 1600 sampai 2200 kalori per hari, fokus pada kualitas, bukan pemotongan ekstrem.

Aktivitas fisik minimal 60 menit per hari, idealnya kombinasi aerobik (jalan cepat, bersepeda, berenang) dan aktivitas yang melatih otot besar (latihan bodyweight, sepak bola, badminton).

Pembatasan waktu layar (TV, HP, tablet) maksimal 2 jam per hari di luar keperluan sekolah, karena waktu layar berkorelasi kuat dengan asupan makanan tidak terkontrol.

Tidur cukup 9 sampai 11 jam per malam, kurang tidur kronis pada anak meningkatkan hormon ghrelin yang merangsang nafsu makan dan menurunkan leptin yang menahan rasa kenyang.

Kontrol metabolik berkala setiap 3 sampai 6 bulan untuk memantau perubahan BMI, lingkar perut, dan parameter laboratorium yang sudah abnormal.

Apa yang Sebaiknya Dihindari?

Beberapa pendekatan yang justru memperburuk atau tidak membantu kondisi:

Menggosok area menggelap dengan sabun antiseptik, sikat kasar, atau loofah. Tindakan ini menyebabkan iritasi kronis tanpa mengurangi penggelapan, dan kadang menimbulkan luka yang bisa infeksi.

Pakai krim pemutih (whitening cream) yang mengandung hidrokuinon, asam kojic, atau retinol. Bahan-bahan ini terlalu kuat untuk kulit anak dan tidak menyentuh akar masalah hormonal.

Diet ekstrem seperti puasa intermiten atau pemotongan kalori drastis. Anak yang masih tumbuh butuh kalori cukup untuk perkembangan otak dan tulang, penurunan berat badan terlalu cepat justru merugikan jangka panjang.

Obat penurun gula darah tanpa pengawasan dokter spesialis. Metformin kadang diresepkan untuk anak dengan resistensi insulin berat di atas usia 10 tahun, tapi keputusan ini hanya boleh dibuat dokter endokrin anak setelah evaluasi menyeluruh.

Kapan Konsultasi Dokter Spesialis?

Penggelapan kulit di leher belakang, ketiak, atau lipatan tubuh lain pada anak sebaiknya dievaluasi dokter dalam beberapa skenario:

Anak dengan BMI di atas persentil 85 dan acanthosis nigricans baru muncul, evaluasi metabolik penuh perlu segera dilakukan walau tidak ada gejala lain.

Riwayat keluarga diabetes tipe 2 pada orang tua atau kakek-nenek, karena risiko diabetes pada anak meningkat 2 sampai 4 kali lipat.

Penggelapan cepat dalam beberapa minggu pada anak dengan berat badan normal, karena ini bisa tanda kondisi endokrin lain seperti tumor adrenal atau sindrom Cushing yang butuh evaluasi spesialis segera.

Penggelapan disertai pertumbuhan rambut wajah atau jerawat berat pada anak perempuan, karena bisa berkaitan dengan polycystic ovary syndrome (PCOS) yang sering muncul di pubertas.

Acanthosis nigricans bukan masalah kosmetik semata, melainkan jendela ke kondisi metabolik yang sedang berkembang di tubuh anak. Mengenali tanda ini lebih awal memberi kesempatan keluarga melakukan perubahan gaya hidup sebelum diabetes klinis muncul, dan banyak anak yang menjalani perubahan konsisten selama 6 sampai 12 bulan melihat acanthosis nigricans-nya memudar secara signifikan.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait