7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Baby Care5 menit2026-06-12

Akropustulosis Infantil: Lepuh Gatal Telapak Bayi yang Disangka Skabies

Akropustulosis infantil bikin lepuh gatal kambuhan di telapak tangan dan kaki bayi, sering disangka skabies. Kenali ciri, beda, dan cara merawatnya.

Akropustulosis Infantil: Lepuh Gatal di Telapak Tangan dan Kaki Bayi yang Sering Disangka Skabies

Rina (29), ibu dari bayi laki-laki berusia 9 bulan, sempat kebingungan saat bintik-bintik kecil berisi cairan muncul lagi di telapak tangan dan kaki anaknya. Sebulan sebelumnya keluhan serupa sudah diobati sebagai skabies, lengkap dengan salep dan pencucian seluruh seprai di rumah. Bintik itu sempat hilang, lalu balik lagi dengan rasa gatal yang membuat bayinya rewel sepanjang malam dan terus menggosok kaki ke kasur.

Kasus seperti yang dialami Rina cukup sering ditemui di praktik dokter kulit anak. Pola lepuh kecil yang kambuh berulang di telapak tangan dan kaki bayi, sangat gatal, dan tidak kunjung tuntas meski sudah diobati sebagai kudis, kerap mengarah pada satu kondisi yang relatif jarang dibicarakan: akropustulosis infantil, atau acropustulosis of infancy.

Tampilan dan ciri khas akropustulosis infantil

Akropustulosis infantil adalah kondisi kulit jinak yang umumnya menyerang bayi usia 3 bulan sampai 3 tahun. Bentuknya berupa kelompok lepuh kecil berisi cairan bening (vesikel) yang sebagian berubah menjadi berisi nanah (pustul) berukuran 1 sampai 4 milimeter. Lokasinya khas, terkonsentrasi di telapak tangan, telapak kaki, sisi jari, dan punggung tangan serta kaki.

Menurut dokter spesialis kulit anak, dr. Anindya Paramita, SpDVE, ciri yang paling menonjol adalah rasa gatalnya. "Gatalnya intens, sering membuat bayi gelisah, sulit tidur, dan terus menggesekkan tangan atau kakinya. Justru tingkat gatal inilah yang kadang membantu membedakannya dari ruam biasa," ujar dr. Anindya.

Beberapa tanda yang biasa menyertai kondisi ini:

  • Lepuh kecil berkelompok di telapak tangan dan kaki, jarang menyebar ke badan
  • Rasa gatal hebat yang memuncak saat lepuh baru bermunculan
  • Lepuh berisi cairan bening yang lalu sebagian menjadi keruh seperti nanah
  • Setelah pecah atau mengering, kulit meninggalkan bekas kecokelatan tipis yang memudar sendiri
  • Bayi tampak sehat secara umum, tanpa demam atau penurunan nafsu makan

Kenapa sering tertukar dengan skabies

Kemiripan dengan skabies (kudis) inilah yang membuat akropustulosis infantil kerap salah diagnosis. Keduanya sama-sama menimbulkan lepuh gatal di tangan dan kaki bayi. Bedanya terletak pada beberapa poin yang biasa dipakai dokter untuk membedakan:

  • Terowongan kulit (burrow). Skabies meninggalkan jejak garis halus berliku di kulit, tempat tungau bergerak. Akropustulosis tidak memiliki terowongan ini.
  • Penularan dalam keluarga. Skabies disebabkan tungau Sarcoptes scabiei dan menular, sehingga anggota keluarga lain ikut gatal. Akropustulosis tidak menular ke orang sekitar.
  • Pola kambuh. Akropustulosis datang dalam siklus berulang yang teratur tanpa kontak dengan penderita kudis. Skabies cenderung memburuk terus jika tidak diobati.
  • Pemeriksaan kerokan kulit. Dokter dapat mengerok kulit (skin scraping) dan memeriksanya di bawah mikroskop. Pada skabies bisa ditemukan tungau atau telurnya, sedangkan pada akropustulosis tidak.

Sebagian bayi dengan akropustulosis infantil ternyata punya riwayat skabies sebelumnya. "Ada pola yang kami sebut post-scabetic, yaitu akropustulosis yang muncul setelah infeksi skabies sembuh. Tungaunya sudah tidak ada, tetapi kulit bayi seperti bereaksi berlebihan dan memunculkan lepuh berulang," kata dr. Anindya. Hal ini menjelaskan kenapa pengobatan kudis berulang tidak menuntaskan keluhan.

Siklus kambuh dan perjalanan penyakit

Karakter akropustulosis infantil adalah kambuhnya yang berpola. Lepuh biasanya muncul dalam gelombang setiap 2 sampai 4 minggu. Satu episode berlangsung sekitar 1 sampai 2 minggu, gatal hebat di awal, lalu lepuh mengering dan kulit pulih, sebelum gelombang berikutnya datang lagi.

Pola berulang ini sering membuat orang tua cemas, apalagi ketika tiap kambuh dianggap sebagai infeksi baru. Kabar yang menenangkan, kondisi ini bersifat jinak dan membatasi diri sendiri (self-limiting). Seiring bertambahnya usia, frekuensi dan keparahan episode menurun. Pada sebagian besar anak, akropustulosis mereda dan menghilang sebelum usia 3 tahun tanpa meninggalkan kerusakan kulit permanen.

Perawatan kulit suportif di rumah

Karena sifatnya jinak dan akan mereda sendiri, penanganan akropustulosis infantil bertumpu pada meredakan gatal dan menjaga kenyamanan bayi selama episode berlangsung. Beberapa langkah suportif yang biasa disarankan untuk meringankan keluhan:

  • Kompres sejuk pada area yang gatal untuk menenangkan kulit dan mengurangi keinginan menggaruk.
  • Menjaga kelembapan kulit dengan pelembap lembut. Pelembap bebas pewangi seperti rangkaian NeoCare bisa membantu menjaga kelembapan kulit bayi di antara episode, sehingga kulit tidak makin kering dan iritatif.
  • Menjaga kuku bayi tetap pendek dan memakaikan sarung tangan tipis saat tidur untuk mengurangi luka akibat garukan.
  • Memilih pakaian berbahan katun yang lembut dan menyerap keringat, terutama di iklim tropis.

Untuk gatal yang berat, dokter dapat meresepkan antihistamin oral atau krim kortikosteroid topikal berkekuatan ringan. Obat-obat ini hanya digunakan sesuai resep dan pengawasan dokter, bukan untuk dibeli dan dipakai sendiri tanpa pemeriksaan.

Kapan harus ke dokter

Pemeriksaan ke dokter dianjurkan terutama bila keluhan kulit pada bayi terasa berulang dan tidak jelas penyebabnya. Beberapa kondisi yang sebaiknya mendorong orang tua membawa bayi ke dokter kulit anak:

  • Lepuh gatal di telapak tangan dan kaki yang kambuh berulang meski sudah diobati
  • Bayi sangat rewel, sulit tidur, atau terus menggaruk sampai kulit lecet
  • Lepuh berubah menjadi luka bernanah luas, kemerahan menyebar, atau disertai demam (tanda kemungkinan infeksi sekunder)
  • Diagnosis sebelumnya skabies, tetapi keluhan tetap muncul setelah pengobatan tuntas

Dokter dapat memastikan diagnosis lewat pemeriksaan langsung dan, bila perlu, kerokan kulit untuk menyingkirkan skabies. Diagnosis yang tepat penting agar bayi tidak menjalani pengobatan kudis berulang yang sebenarnya tidak diperlukan.

Catatan untuk orang tua

Akropustulosis infantil terlihat mengkhawatirkan karena gatalnya hebat dan kambuh berulang, tetapi prognosisnya baik. Kondisi ini bukan tanda kebersihan yang buruk dan bukan penyakit menular. Langkah paling membantu adalah memastikan diagnosis ke dokter kulit anak, menjaga kelembapan dan kebersihan kulit bayi, serta meredakan gatal selama episode berlangsung sambil menunggu kondisi ini menghilang sendiri seiring usia bayi bertambah.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait