Alergi Nikel dari Kancing Baju Bayi: Dermatitis Kontak yang Sering Disangka Eksim
Nikel tercatat sebagai penyebab dermatitis kontak alergi nomor satu di dunia, dengan angka kepekaan yang menyentuh 8 sampai 18 persen populasi menurut data European Society of Contact Dermatitis. Pada bayi dan anak, logam ini bersembunyi di tempat yang sering luput dari perhatian orang tua: kancing logam celana, kancing tekan baju (snap button), gesper, dan hiasan logam di pakaian. Reaksi yang ditimbulkannya kerap salah dikenali sebagai eksim karena tampilannya mirip, padahal pemicu dan penanganannya berbeda.
Logam nikel melepaskan ion saat bersentuhan dengan kulit yang lembap oleh keringat atau air liur. Pada anak yang sudah pernah peka terhadap nikel, ion ini memicu reaksi imun yang memunculkan kemerahan, gatal, dan kadang bintik berair tepat di titik kontak. Lokasi ruam yang terpola di area kancing perut atau pinggang inilah yang membedakannya dari eksim biasa yang menyebar lebih luas.
Standar Pelepasan Nikel di Tingkat Internasional
Uni Eropa sudah lama mengatur batas pelepasan nikel pada produk yang kontak lama dengan kulit. Lewat regulasi REACH, kandungan nikel pada barang seperti perhiasan dan kancing logam dibatasi pelepasannya tidak melebihi 0,5 mikrogram per sentimeter persegi per minggu. Aturan ini terbukti menurunkan angka kepekaan nikel pada generasi muda di negara-negara yang menerapkannya.
Di banyak negara pengekspor pakaian murah, standar serupa belum diterapkan seketat itu, sehingga pakaian impor dengan aksesori logam berisiko melepas nikel lebih tinggi. Bagi orang tua di Indonesia, ini berarti label "hypoallergenic" pada baju bayi belum tentu mencakup komponen logamnya.
Beberapa kategori produk yang paling sering jadi sumber paparan nikel pada anak:
- Kancing logam dan paku keling (rivet) pada celana jeans bayi
- Kancing tekan logam di bagian dalam baju dan jumpsuit
- Gesper ikat pinggang dan tali sepatu berbahan logam
- Anting-anting dan gelang logam murah
- Resleting logam yang menempel langsung ke kulit
Cara Membedakan dari Eksim
Menurut dokter spesialis kulit anak dr. Reti Hindritiani, SpKK(K), kunci membedakan keduanya ada pada pola dan lokasi ruam. "Dermatitis kontak alergi karena nikel muncul tegas di area yang bersentuhan dengan logam, misalnya cekungan tepat di bawah pusar pada bayi yang pakai celana berkancing logam. Bentuknya mengikuti bentuk benda pemicunya. Ini berbeda dari eksim atopik yang sebarannya di pipi, lipatan siku, dan lipatan lutut," ujar dr. Reti.
Ia menambahkan bahwa ruam nikel cenderung kambuh berulang di titik yang sama setiap kali pakaian dengan logam itu dikenakan. Pola berulang yang konsisten di satu lokasi ini adalah petunjuk kuat yang sering terlewat. Diagnosis pasti bisa ditegakkan lewat patch test (uji tempel) yang dilakukan dokter kulit, walaupun pada bayi sangat muda dokter biasanya mengandalkan riwayat dan pola klinis lebih dulu.
Langkah Pencegahan untuk Orang Tua
Pencegahan paparan nikel relatif mudah dan murah. Beberapa tindakan yang disarankan dokter kulit anak:
- Pilih baju bayi dengan kancing plastik, kayu, atau kancing berlapis (coated)
- Tutup bagian dalam kancing logam dengan selotip bening tebal atau jahitkan kain di baliknya
- Hindari celana jeans dengan paku keling logam yang menempel ke perut bayi
- Lapisi area perut dengan kaus dalam katun sebagai penghalang antara logam dan kulit
- Cek aksesori logam pada pakaian baru sebelum dipakaikan ke bayi
Bila ruam sudah terlanjur muncul, langkah pertama adalah menghentikan kontak dengan sumber logam. Sebagian besar reaksi akan mereda dalam beberapa hari setelah pemicunya dijauhkan. Untuk peradangan yang mengganggu, dokter dapat meresepkan krim antiradang dengan dosis sesuai usia bayi. Yang penting bagi orang tua adalah berhenti mengira semua ruam berulang sebagai eksim, dan mulai memeriksa apakah ada logam yang menempel tepat di lokasi ruam itu muncul.



