7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Baby Care7 menit2026-07-17

Alopecia Areata pada Anak: Bercak Botak Bulat yang Sering Disangka Kurap

Alopecia areata pada anak sering disangka kurap. Kenali ciri bercak botak bulat yang mulus tanpa sisik, bedanya dengan jamur, dan kapan harus ke dokter.

Alopecia Areata pada Anak: Bercak Botak Bulat yang Sering Disangka Kurap

Skenario ini berulang di banyak keluarga dengan detail yang beda-beda tapi pola yang sama. Seorang ibu menyisir rambut anaknya yang berumur 6 tahun, lalu jarinya berhenti di satu titik di belakang telinga. Ada bercak botak sebesar koin. Bulat rapi, kulitnya mulus, tidak ada sisik sama sekali. Tetangga yang mampir sore itu langsung punya jawaban: kurap. Salep antijamur dibeli malam itu juga, dioles dua kali sehari, rutin. Tiga bulan lewat, bercaknya masih di tempat yang sama.

Salep antijamur tidak salah kalau memang kurap. Masalahnya, pada kasus seperti ini jamur sering kali bukan penyebabnya. Kondisi yang lebih mungkin namanya alopecia areata, dan salep antijamur sekuat apa pun tidak akan mengubah apa-apa.

Bercaknya Mulus, dan Itu Petunjuk Terbesar

Alopecia areata terjadi ketika sistem imun anak keliru mengenali akar rambutnya sendiri sebagai benda asing, lalu menyerangnya. Serangan ini membuat folikel rambut berhenti memproduksi rambut, tapi folikelnya sendiri tidak dihancurkan. Karena itu kulit di bercak botak tetap terlihat normal: halus, warnanya sama dengan kulit kepala sekitarnya, tanpa peradangan, tanpa sisik, tanpa luka.

Dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Larasati Nindyaswari, Sp.KK, menjelaskan kenapa perbedaan tekstur ini penting untuk orang tua:

"Kalau kita raba bercak alopecia areata, permukaannya sehalus kulit dahi. Tidak ada yang mengelupas, tidak ada yang terasa kasar. Anaknya juga biasanya tidak mengeluh gatal, jadi orang tua sering baru sadar saat menyisir atau saat rambut anak basah habis mandi. Kurap kepala sebaliknya, hampir selalu bersisik dan gatal," ujar dr. Larasati.

Batas bercaknya juga khas. Bentuknya bulat atau oval dengan tepi yang tegas, seperti digambar pakai jangka. Di pinggirnya kadang ada rambut pendek yang bentuknya menyempit di bagian pangkal dan lebih tebal di ujung, mirip tanda seru terbalik. Dokter kulit menyebutnya exclamation mark hair, dan temuan ini cukup spesifik untuk alopecia areata.

Membedakan dari Kurap Kepala

Kurap kepala atau tinea capitis memang benar-benar umum di Indonesia, terutama pada anak usia sekolah, di lingkungan penitipan anak, dan di pesantren. Jadi kecurigaan tetangga bukan tanpa dasar. Yang membedakan keduanya ada di detail permukaan bercak.

Tanda yang mengarah ke alopecia areata:

  • Kulit di bercak mulus dan sewarna kulit sekitar
  • Tidak bersisik, tidak berkerak, tidak ada nanah
  • Anak tidak mengeluh gatal
  • Batas bercak tegas, bentuknya bulat atau oval rapi
  • Rambut di bercak hilang total sampai ke permukaan kulit
  • Tidak menular ke kakak, adik, atau teman sekelas

Tanda yang mengarah ke kurap kepala:

  • Permukaan bercak bersisik, seperti ketombe tebal yang menempel
  • Gatal, kadang sampai anak menggaruk sampai lecet
  • Rambut patah beberapa milimeter di atas kulit, meninggalkan bintik hitam kecil seperti titik-titik
  • Batasnya tidak serapi alopecia areata, sering tidak beraturan
  • Kadang ada benjolan kelenjar di belakang leher atau di belakang telinga
  • Ada anggota keluarga atau teman dengan keluhan serupa

Satu petunjuk yang sering terlewat adalah kelenjar getah bening di belakang leher. Pada kurap kepala, kelenjar ini sering membesar dan teraba seperti kacang kecil. Pada alopecia areata, tidak ada apa-apa di sana.

Kalau Memang Kurap, Krim Oles Saja Tidak Akan Berhasil

Untuk keluarga yang sudah terlanjur berbulan-bulan mengoles antijamur, ada satu hal mekanis yang menjelaskan kenapa hasilnya nihil. Jamur penyebab kurap kepala tidak hidup di permukaan kulit saja. Dia masuk ke dalam batang rambut dan bersembunyi di dalam folikel, di kedalaman yang tidak bisa ditembus krim atau salep.

Karena itu kurap kepala perlu obat antijamur minum yang diresepkan dokter, dengan durasi terapi berminggu-minggu. Sampo antijamur tetap berguna, tapi fungsinya mengurangi penularan ke orang lain, bukan menyembuhkan. Artinya ada dua kemungkinan di balik cerita "sudah tiga bulan pakai salep tapi tidak sembuh": bercaknya memang alopecia areata sehingga antijamur tidak relevan, atau bercaknya betul kurap tapi obatnya sejak awal tidak pernah sampai ke sasaran.

Keduanya sama-sama berakhir di ruang praktik dokter, bukan di apotek.

Kaitannya dengan Eksim dan Riwayat Alergi Keluarga

Alopecia areata masuk kelompok penyakit autoimun, dan dia jarang datang sendirian dalam sebuah keluarga. Anak dengan riwayat eksim atau dermatitis atopik, asma, atau rinitis alergi punya kemungkinan lebih besar mengalami alopecia areata dibanding anak tanpa riwayat itu. Hal yang sama berlaku kalau ada anggota keluarga inti dengan penyakit autoimun lain seperti gangguan tiroid atau vitiligo.

Buat orang tua yang selama ini sudah telaten mengurus eksim anaknya, kaitan ini layak diketahui. Kalau muncul bercak botak bulat di kepala anak yang punya riwayat eksim, kemungkinan alopecia areata naik, dan ceritanya jadi lebih masuk akal dibanding jamur.

Secara populasi, alopecia areata mengenai sekitar 2 persen orang sepanjang hidup mereka. Sebagian besar kasus muncul pertama kali sebelum usia 30 tahun, dan tidak sedikit yang mulainya justru di masa kanak-kanak.

Kuku Bisa Memberi Petunjuk

Sebagian anak dengan alopecia areata punya perubahan di kuku, dan ini sering luput karena tidak ada yang berpikir menghubungkan kuku dengan rambut. Perubahan yang paling sering adalah pitting, yaitu cekungan-cekungan kecil di permukaan kuku seperti bekas tusukan jarum halus. Permukaan kuku juga bisa terasa kasar atau bergaris.

Kuku yang berlubang halus pada anak dengan bercak botak bulat memperkuat dugaan alopecia areata. Ini bukan alat diagnosis, tapi cukup berguna untuk orang tua yang sedang menimbang perlu tidaknya ke dokter kulit.

Rambut Sering Tumbuh Sendiri, dan Bisa Putih Dulu

Kabar yang paling melegakan: pada banyak anak dengan satu atau dua bercak kecil, rambutnya tumbuh kembali sendiri dalam hitungan bulan tanpa perlu tindakan apa-apa. Folikelnya tidak mati, hanya sedang berhenti bekerja.

Rambut baru yang muncul sering mengejutkan orang tua karena warnanya putih atau abu-abu, teksturnya halus seperti bulu. Ini tahapan yang wajar. Sel penghasil pigmen butuh waktu lebih lama untuk kembali normal dibanding sel penghasil rambut, jadi rambutnya tumbuh duluan, warnanya menyusul beberapa bulan kemudian.

Yang perlu dipahami juga, alopecia areata bisa kambuh. Bercak lama tumbuh penuh, lalu setahun kemudian muncul bercak baru di tempat lain. Pola naik turun ini bagian dari karakter penyakitnya, dan bukan tanda pengobatan sebelumnya gagal.

Bawang, Bawang Putih, dan Kemiri

Hampir setiap keluarga Indonesia pernah dengar sarannya: parut bawang merah, oleskan air perasannya ke bercak botak setiap malam. Atau bawang putih yang digosok sampai kulitnya memerah. Atau minyak kemiri yang dipijatkan rutin.

Bukti ilmiah yang mendukung cara-cara ini sangat tipis, dan ada risiko yang nyata. Bawang putih yang digosok ke kulit kepala anak bisa menyebabkan iritasi, bahkan luka bakar kimia ringan pada kulit yang tipis. Kulit kepala yang meradang justru menyulitkan dokter menilai bercaknya nanti.

Ada satu masalah lain yang lebih halus. Karena alopecia areata memang sering sembuh sendiri, ramuan apa pun yang dipakai saat rambut kebetulan mulai tumbuh akan terlihat berhasil. Rambutnya tumbuh, tapi bukan karena bawangnya.

Sisi yang Jarang Dibicarakan

Untuk anak usia sekolah, bercak botak berdampak jauh di luar kulit kepala. Anak 8 tahun tahu betul kalau dia terlihat berbeda, dan komentar teman sekelas menempel lama. Sebagian anak mulai menolak potong rambut, menarik topi terus-menerus, atau tidak mau ikut berenang.

Beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua sambil menunggu jadwal dokter:

  • Jelaskan ke anak dengan kalimat sederhana bahwa ini tidak menular dan tidak sakit
  • Beri tahu wali kelas supaya guru bisa menengahi kalau ada anak lain yang berkomentar
  • Ikuti maunya anak soal topi atau kerudung, jangan dipaksa lepas atau dipaksa pakai
  • Hindari membicarakan bercaknya berulang-ulang di depan anak, apalagi dengan nada khawatir

Kapan Perlu ke Dokter

Bercak botak pada anak layak diperiksakan ke dokter spesialis kulit atau dokter spesialis anak, terutama kalau ada salah satu dari kondisi berikut:

Bercak muncul mendadak dan meluas dalam hitungan minggu. Bercaknya bersisik, gatal, berkerak, atau bernanah. Ada benjolan kelenjar di leher atau belakang telinga. Rambut alis atau bulu mata ikut menipis. Sudah pakai obat antijamur lebih dari sebulan tanpa perubahan sedikit pun. Anak jadi menarik diri atau menolak sekolah.

Diagnosis alopecia areata dan kurap kepala biasanya bisa ditegakkan lewat pemeriksaan langsung, kadang dibantu dermoskopi atau pengambilan sampel rambut untuk pemeriksaan jamur. Prosesnya cepat dan tidak menyakitkan buat anak. Yang mahal justru menebaknya sendiri selama berbulan-bulan, karena hasil akhirnya sama saja: bercaknya tetap di sana, dan waktu anak terbuang.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait