7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Baby Care11 menit2026-05-23

Anhidrosis pada Bayi: Tidak Berkeringat Saat Panas, Normal atau Tanda Bahaya?

Bayi yang tidak pernah berkeringat di kondisi panas bisa jadi tanda HED, CIPA, atau dysautonomia. Tes rumah, alur diagnosis, dan pengelolaan harian.

Anhidrosis pada Bayi: Tidak Berkeringat Saat Panas, Normal atau Tanda Bahaya?

Orang tua jaman sekarang sering bingung saat melihat bayi nggak berkeringat di kondisi yang seharusnya bikin orang dewasa berkeringat banyak. Sebagian beranggapan ini hal bagus, karena bayi nggak rewel kepanasan. Sebenarnya, kondisi ini punya nama medis spesifik bernama anhidrosis atau hipohidrosis, dan dalam beberapa kasus bisa jadi tanda kondisi yang butuh evaluasi dokter.

Pedoman terbaru Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2025 mulai memasukkan skrining fungsi keringat sebagai bagian dari evaluasi tumbuh kembang bayi usia 6 sampai 12 bulan, terutama kalau orang tua melaporkan bayi jarang atau tidak pernah berkeringat. Sebabnya, anhidrosis kongenital terkait beberapa kondisi genetik yang lebih baik dideteksi dini.

Apa Bedanya Bayi Normal yang Tidak Berkeringat dengan Anhidrosis

Dokter spesialis anak konsultan endokrin dr. Bambang Tridjaja, SpA(K), dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM Jakarta menjelaskan perbedaannya:

"Bayi baru lahir sampai usia 3 bulan memang produksi keringatnya minimal karena kelenjar keringat ekrin belum matang sepenuhnya. Setelah 3 bulan, kelenjar keringat mulai berfungsi normal. Kalau setelah usia 6 bulan bayi sama sekali tidak pernah terlihat berkeringat walaupun cuaca panas atau setelah aktivitas, ini perlu evaluasi lebih lanjut," ujar dr. Bambang.

Anhidrosis dibagi berdasarkan luas area:

Anhidrosis fokal, yaitu nggak berkeringat di area tertentu saja, misalnya hanya di satu sisi wajah atau satu lengan. Penyebab biasanya cedera saraf lokal atau kondisi kulit setempat.

Anhidrosis generalisata, yaitu nggak berkeringat di seluruh tubuh. Ini yang lebih serius dan butuh evaluasi sistemik karena risiko hipertermia tinggi.

Tanda yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Beberapa tanda yang membedakan bayi normal yang sedikit berkeringat dengan anhidrosis sungguhan:

Suhu Tubuh Mudah Naik di Kondisi Panas

Bayi dengan anhidrosis cepat mengalami kenaikan suhu tubuh saat lingkungan panas atau setelah aktivitas. Suhu inti tubuh bisa naik 1 sampai 2 derajat dalam 30 menit, sementara bayi normal yang bisa berkeringat menjaga suhu lebih stabil.

Kulit Kering dan Hangat Saat Cuaca Panas

Pada cuaca yang seharusnya membuat berkeringat, kulit bayi anhidrosis tetap kering dan terasa lebih hangat dari biasanya saat disentuh.

Rewel atau Lemas Saat Suhu Lingkungan Naik

Bayi yang nggak bisa berkeringat sebagai mekanisme pendinginan jadi rewel berlebihan, atau sebaliknya, lemas dan susah dibangunkan saat suhu ruangan di atas 30 derajat.

Riwayat Heat Stroke atau Demam Tanpa Sebab Jelas

Episode demam tinggi yang muncul setelah aktivitas atau cuaca panas, tanpa tanda infeksi seperti pilek atau diare, bisa jadi petunjuk anhidrosis.

Penyebab Anhidrosis pada Bayi

Beberapa kondisi medis yang berkaitan dengan anhidrosis pada bayi:

Hypohidrotic Ectodermal Dysplasia (HED)

Kelainan genetik yang menyebabkan kelenjar keringat tidak terbentuk normal sejak lahir. Sering disertai tanda lain seperti gigi yang sedikit atau bentuknya tidak normal, rambut tipis dan jarang, dan kuku rapuh. Estimasi kasus di Indonesia sekitar 1 dari 17.000 bayi.

Familial Dysautonomia

Kelainan saraf otonom yang menyebabkan gangguan regulasi keringat, suhu tubuh, dan tekanan darah. Lebih sering pada keturunan Ashkenazi Yahudi tapi pernah dilaporkan pada beberapa populasi Asia juga.

Congenital Insensitivity to Pain with Anhidrosis (CIPA)

Kondisi langka di mana bayi tidak bisa merasakan nyeri sekaligus tidak bisa berkeringat. Sering baru terdeteksi saat bayi tidak menangis saat tertusuk jarum imunisasi atau tidak respon terhadap luka.

Penggunaan Obat Tertentu

Antikolinergik, beberapa antihistamin generasi lama, dan obat tertentu untuk kejang dapat menurunkan produksi keringat sebagai efek samping. Biasanya kembali normal setelah obat dihentikan.

Cedera atau Penyakit Kulit Luas

Luka bakar luas, eksim berat yang tidak terkontrol bertahun-tahun, atau penyakit kulit autoimun bisa merusak kelenjar keringat di area yang terdampak.

Test Sederhana di Rumah Sebelum ke Dokter

Sebelum panik, orang tua bisa observasi beberapa hal di rumah selama 2 minggu:

Pantau apakah pernah ada bekas keringat di pakaian bayi setelah bermain aktif atau di cuaca panas. Bayi normal usia 6 bulan ke atas pasti meninggalkan bekas keringat samar di bagian punggung baju.

Cek apakah kepala bayi ikut basah saat menyusu lama. Sebagian besar bayi sehat berkeringat di area kepala saat menyusu lebih dari 10 menit.

Perhatikan suhu kamar saat bayi tidur. Kalau bayi tetap tidur nyenyak di suhu 28 sampai 30 derajat tanpa rewel sama sekali, sementara orang dewasa di kamar yang sama sudah gerah, ini bisa jadi tanda fungsi pendinginan tubuh bayi tidak optimal.

Catat semua observasi ini selama 14 hari dan bawa catatannya ke dokter spesialis anak saat konsultasi.

Apa yang Dilakukan Dokter Saat Pemeriksaan

Dr. Bambang menjelaskan alur pemeriksaan standar untuk dugaan anhidrosis:

"Pertama kami lakukan tes keringat sederhana dengan stimulasi termal di ruang hangat 35 derajat selama 20 menit. Kami lihat area mana yang menghasilkan keringat dan area mana yang tidak. Kalau perlu konfirmasi lebih lanjut, ada quantitative sudomotor axon reflex test atau QSART yang mengukur produksi keringat dengan stimulasi elektrik kecil. Untuk dugaan kelainan genetik, kami minta panel genetik khusus," ujar dr. Bambang.

Pemeriksaan tambahan kadang termasuk biopsi kulit kecil untuk lihat struktur kelenjar keringat di mikroskop. Prosedur ini aman pada bayi dengan anestesi lokal kecil di area paha.

Cara Mengelola Bayi dengan Anhidrosis Terkonfirmasi

Kalau diagnosis sudah pasti, fokus pengelolaan adalah mencegah hipertermia karena bayi tidak bisa mendinginkan diri lewat keringat. Strategi sehari-hari:

Suhu rumah dijaga konsisten 22 sampai 25 derajat dengan AC atau kipas. Hindari suhu di atas 28 derajat baik siang maupun malam.

Hindari aktivitas di luar rumah saat suhu lingkungan di atas 30 derajat. Pilih waktu pagi sebelum jam 9 atau sore setelah jam 4 untuk jalan-jalan.

Pakaian katun longgar, hindari bahan sintetis yang menahan panas.

Pelembap kulit harus rajin karena anhidrosis sering disertai kulit kering. Pilih pelembap berbasis ceramide tanpa fragrance, aplikasi 2 sampai 3 kali sehari.

Selalu sediakan air dingin (bukan es) dan washlap basah saat di luar rumah untuk emergency cooling kalau bayi terlihat mulai memerah atau gelisah.

Konsultasi rutin ke dokter spesialis anak setiap 3 sampai 6 bulan untuk pantau pertumbuhan dan adaptasi.

Kapan Wajib ke IGD

Bayi dengan anhidrosis berisiko tinggi heat stroke yang bisa fatal kalau telat ditangani. Tanda yang artinya harus langsung ke IGD:

  • Suhu tubuh di atas 39 derajat saat di suhu lingkungan panas
  • Kejang
  • Bayi sangat lemas, tidak respon panggilan
  • Napas cepat lebih dari 60 kali per menit
  • Bibir biru atau pucat ekstrem
  • Muntah berulang
  • Ubun-ubun cekung dengan tangisan tanpa air mata

Dalam perjalanan ke rumah sakit, dinginkan bayi dengan lap basah air suhu kamar di seluruh tubuh, kipas terus-menerus, dan kalau bayi sadar, beri ASI atau air sedikit-sedikit.

Penutup

Anhidrosis pada bayi memang bukan kondisi yang familiar di kalangan orang tua awam, tapi awareness terhadap kondisi ini penting karena risiko komplikasi serius kalau terlewat. Bayi yang nggak pernah berkeringat di kondisi yang seharusnya bikin keringat bukan bayi yang "lebih hebat" atau "lebih kuat panas", tapi mungkin bayi yang butuh evaluasi medis.

Orang tua yang ragu sebaiknya konsultasi ke dokter spesialis anak dengan membawa catatan observasi 2 minggu. Diagnosis dini memberi waktu untuk persiapan lingkungan rumah, pemilihan sekolah dengan pendingin udara memadai, dan rencana medis jangka panjang yang menyesuaikan kondisi anak.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait