writer: devan
Biduran (Urtikaria Akut) pada Bayi: Penyebab dan Kapan Orang Tua Harus Waspada
Bentol-bentol merah yang muncul mendadak, menonjol, gatal, lalu berpindah-pindah tempat dalam hitungan jam termasuk keluhan kulit yang kerap membawa bayi ke instalasi gawat darurat. Data dari beberapa rumah sakit anak di kota besar Indonesia menunjukkan urtikaria akut, yang dikenal awam sebagai biduran atau kaligata, masuk daftar keluhan kulit tersering pada anak di bawah lima tahun. Tinjauan di jurnal Pediatric Allergy and Immunology tahun 2024 memperkirakan sekitar 3 sampai 6 persen anak mengalami setidaknya satu episode urtikaria akut sepanjang masa kanak-kanak.
Pada sebagian besar kasus, biduran pada bayi tergolong tidak berbahaya dan hilang sendiri dalam beberapa jam sampai beberapa hari. Yang membuat orang tua perlu memahami kondisi ini adalah membedakan biduran biasa dari tanda reaksi alergi berat yang butuh penanganan segera.
Mekanisme di Balik Bentol yang Berpindah
Biduran terjadi saat sel-sel tertentu di kulit melepaskan zat bernama histamin, yang membuat pembuluh darah kecil melebar dan cairan merembes ke jaringan kulit. Hasilnya adalah bentol menonjol berwarna merah muda atau pucat di tengah, yang khasnya muncul dan menghilang dalam waktu kurang dari 24 jam di satu lokasi, lalu timbul lagi di tempat berbeda.
Menurut Ketua Unit Kerja Koordinasi Alergi Imunologi Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Anang Endaryanto, SpA(K), pemicu pada bayi berbeda dari dugaan banyak orang tua. "Pada anak kecil, penyebab tersering urtikaria akut justru infeksi virus, bukan makanan. Banyak orang tua langsung menyalahkan makanan tertentu, padahal episode biduran sering menyertai batuk pilek atau infeksi ringan lain," ujar dr. Anang.
Pemicu urtikaria akut pada bayi yang umum ditemukan:
- Infeksi virus, termasuk batuk pilek dan infeksi saluran napas
- Reaksi terhadap makanan seperti telur, susu sapi, kacang, atau makanan laut
- Obat-obatan tertentu, terutama antibiotik
- Gigitan atau sengatan serangga
- Suhu ekstrem, gesekan, atau tekanan pada kulit
Kapan Biduran Jadi Tanda Bahaya
Inilah bagian terpenting yang perlu dipahami orang tua. Biduran biasa hanya mengenai kulit. Namun pada sebagian kecil kasus, biduran bisa menjadi bagian dari reaksi alergi berat bernama anafilaksis, yang mengancam jiwa dan butuh pertolongan medis darurat.
dr. Anang menekankan beberapa tanda yang menuntut tindakan cepat. "Bila biduran disertai sesak napas, suara napas berbunyi, bengkak pada bibir, lidah, atau kelopak mata, bayi tampak lemas, pucat, atau sulit menelan, jangan tunggu di rumah. Bawa segera ke fasilitas gawat darurat terdekat," tuturnya.
Tanda yang menandakan situasi darurat dan perlu segera ke rumah sakit:
- Sesak napas atau napas berbunyi mengi
- Bengkak di bibir, lidah, wajah, atau sekitar mata
- Bayi tampak sangat lemas, rewel tidak biasa, atau sulit dibangunkan
- Muntah hebat atau bibir membiru
- Biduran muncul tak lama setelah konsumsi obat atau makanan tertentu
Penanganan di Rumah untuk Kasus Ringan
Untuk biduran ringan tanpa tanda bahaya, penanganan berfokus pada meredakan gatal dan rasa tidak nyaman sambil menunggu bentol mereda sendiri. Kompres dingin pada area yang gatal membantu mengurangi keluhan. Pakaian longgar berbahan katun mencegah gesekan yang bisa memperparah.
Pemberian obat antihistamin pada bayi harus atas anjuran dan dosis dari dokter, karena jenis dan takaran obat alergi pada anak kecil berbeda dari dewasa dan tidak boleh diberikan sembarangan. Orang tua juga disarankan mencatat apa yang dimakan, diminum, atau dialami bayi sebelum biduran muncul, karena catatan ini membantu dokter menelusuri pemicu bila episode berulang.
Bila biduran berlangsung lebih dari enam minggu dan timbul-tenggelam terus-menerus, kondisinya disebut urtikaria kronis dan perlu evaluasi dokter lebih lanjut. Untuk episode akut yang tidak disertai tanda bahaya, sebagian besar kasus pada bayi membaik sempurna tanpa meninggalkan bekas, dan tidak semua memerlukan pemeriksaan alergi yang rumit. Yang utama adalah orang tua tenang, mengenali tanda darurat, dan tahu kapan harus segera mencari pertolongan medis.




