7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Baby Care5 menit2026-05-30

Cantengan pada Kuku Bayi (Paronikia): Penyebab dan Perawatan Aman di Rumah

Cantengan (paronikia) pada kuku bayi sering disangka lecet biasa. Kenali penyebab, tanda bahaya, dan cara perawatan aman di rumah tanpa mencabut kuku.

Cantengan pada Kuku Bayi (Paronikia): Penyebab dan Perawatan Aman di Rumah

Rina (29), seorang ibu dari bayi berusia tujuh bulan di Bandung, sempat panik saat ujung jempol kaki anaknya membengkak merah dan terasa hangat saat disentuh. Bayinya menangis tiap kali kaki itu tersentuh popok. Dokter mendiagnosisnya sebagai paronikia, atau yang lebih dikenal orang awam sebagai cantengan. Kasus Rina jauh dari langka. Paronikia akut adalah salah satu infeksi jaringan lunak tersering pada bayi dan anak, dan banyak orang tua keliru mengira benjolan merah di tepi kuku itu sekadar lecet biasa.

Cantengan terjadi saat lipatan kulit di sisi atau pangkal kuku mengalami peradangan, biasanya karena bakteri masuk lewat luka kecil. Pada bayi, pemicunya sering kali sepele: kuku yang dipotong terlalu pendek atau melengkung ke bawah, gesekan kaus kaki yang sempit, atau kebiasaan bayi memasukkan jari ke mulut sehingga kulit di sekitar kuku lembap terus-menerus.

Kenapa Bayi Rentan Cantengan

Kuku bayi tumbuh cepat dan teksturnya masih lunak, sehingga gampang menekuk dan menusuk lipatan kulit di sampingnya. Kulit bayi yang tipis juga lebih mudah robek halus saat tergesek, membuka jalan masuk bakteri Staphylococcus aureus yang jadi penyebab tersering paronikia akut.

Menurut dokter spesialis kulit anak dr. Inne Arline Diana, SpKK(K), pemicu pada bayi punya pola yang khas. "Pada bayi, paronikia paling sering kami temukan di jempol kaki dan jari tangan yang sering diemut. Kelembapan kronis dari air liur melunakkan kulit di sekitar kuku, lalu bakteri atau jamur masuk lewat celah kecil. Memotong kuku terlalu dalam di sudut juga membuat sisa kuku tumbuh menusuk ke dalam kulit," ujar dr. Inne.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko cantengan pada bayi:

  • Memotong kuku terlalu pendek atau membulatkan sudut kuku jari kaki
  • Kaus kaki atau sepatu prewalker yang terlalu ketat dan menekan jari
  • Kebiasaan mengemut jari tangan yang membuat kulit sekitar kuku lembap terus
  • Eksim atau kulit kering di sekitar kuku yang mudah pecah
  • Trauma kecil seperti terjepit atau tergores mainan

Membedakan Cantengan Ringan dan yang Butuh Dokter

Tanda awal cantengan adalah kemerahan dan sedikit bengkak di salah satu sisi kuku, kadang disertai bayi yang rewel saat area itu disentuh. Pada tahap ini, perawatan rumahan biasanya cukup. Yang harus diwaspadai adalah munculnya kantong nanah berwarna kuning keputihan, bengkak yang meluas ke seluruh ujung jari, atau bayi demam. Tanda-tanda itu menandakan infeksi sudah berkembang dan butuh penanganan dokter.

Pada bayi di bawah tiga bulan, kemerahan di jari yang disertai demam tidak boleh dianggap remeh. Sistem imun bayi sangat muda belum matang, dan infeksi lokal bisa menyebar lebih cepat dibanding pada anak yang lebih besar. Pemeriksaan dokter penting untuk memastikan infeksi belum masuk ke jaringan yang lebih dalam.

Perawatan Aman di Rumah

Untuk cantengan ringan tanpa nanah, langkah perawatannya sederhana dan bisa dilakukan orang tua. dr. Inne menyarankan pendekatan bertahap berikut:

  1. Rendam jari atau kaki bayi dalam air hangat suam-suam kuku selama 5 sampai 10 menit, dua sampai tiga kali sehari. Air hangat membantu melunakkan kulit dan mengurangi bengkak.
  2. Keringkan dengan menepuk lembut memakai handuk bersih, pastikan area benar-benar kering.
  3. Hindari mencongkel, menekan, atau mencabut kuku sendiri di rumah. Tindakan ini berisiko mendorong bakteri lebih dalam.
  4. Jaga kuku bayi tetap pendek lurus, potong mengikuti garis lurus tanpa membulatkan sudut, dan gunakan gunting kuku khusus bayi.
  5. Pakaikan kaus kaki longgar berbahan katun agar jari tidak tertekan.

Bila setelah dua sampai tiga hari perawatan rumahan kemerahan tidak membaik, atau muncul nanah dan demam, bawa bayi ke dokter. Dokter mungkin meresepkan antibiotik oles atau oral, dan pada kasus dengan kantong nanah besar, melakukan drainase kecil yang hanya boleh dikerjakan tenaga medis.

Mencegah Cantengan Berulang

Pencegahan jauh lebih mudah daripada mengobati. Potong kuku bayi rutin saat masih lembut setelah mandi, ikuti garis lurus, dan sisakan sedikit di ujung agar tidak terlalu pendek. Periksa apakah kaus kaki dan sepatu masih muat seiring kaki bayi tumbuh. Untuk bayi yang gemar mengemut jari, jaga tangannya tetap kering dan bersih, dan rawat kulit kering di sekitar kuku dengan pelembap lembut agar tidak pecah.

Cantengan ringan pada bayi umumnya sembuh dalam tiga sampai lima hari dengan perawatan tepat. Yang penting diingat orang tua: jangan pernah mengobati dengan mencabut atau menusuk kuku di rumah, karena justru memperparah infeksi pada kulit bayi yang masih rapuh.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait