Demam Scarlet pada Anak: Ruam Seperti Amplas dan Lidah Stroberi
Demam scarlet, atau scarlet fever, kembali jadi perhatian otoritas kesehatan dunia dalam beberapa tahun terakhir. Inggris sempat mencatat lonjakan kasus demam scarlet ke level tertinggi sejak 1960-an, dengan puluhan ribu kasus dilaporkan dalam satu musim menurut badan kesehatan setempat. Organisasi Kesehatan Dunia juga sempat menyoroti naiknya kasus infeksi bakteri streptokokus grup A secara global pada periode 2022 sampai 2023. Di Indonesia, kasus demam scarlet diduga kurang terlaporkan karena gejalanya sering disangka campak, alergi, atau penyakit virus biasa.
Penyakit ini paling sering menyerang anak usia lima sampai lima belas tahun, lebih jarang pada bayi di bawah dua tahun karena masih ada perlindungan antibodi dari ibu. Meski begitu, anak kecil tetap bisa terkena, dan dua tandanya yang khas, yaitu ruam kasar seperti amplas dan lidah yang menyerupai stroberi, penting dikenali orang tua agar anak cepat mendapat penanganan.
Penyebab dan Cara Penularan
Demam scarlet disebabkan bakteri Streptococcus pyogenes, bakteri yang sama yang menyebabkan radang tenggorokan. Sebagian galur bakteri ini menghasilkan racun yang memicu munculnya ruam merah khas di kulit. Penularannya lewat percikan air liur saat batuk atau bersin, serta kontak dengan benda yang terkontaminasi, sehingga penyebarannya cepat di lingkungan tempat anak berkumpul seperti sekolah dan tempat penitipan.
Menurut dokter spesialis anak konsultan infeksi dr. Bagus Hermawan, SpA(K), gejala kulit pada demam scarlet punya pola yang cukup khas. "Ruamnya halus, berbintik-bintik merah rapat, dan kalau diraba terasa kasar seperti kertas amplas. Biasanya dimulai dari dada dan leher lalu menyebar. Pipi tampak merah merona, tapi area di sekitar mulut justru terlihat pucat," ujar dr. Bagus.
Tanda yang Perlu Dikenali
Demam scarlet umumnya diawali demam dan nyeri tenggorokan, baru kemudian disusul ruam dalam satu sampai dua hari. Beberapa tanda yang membantu orang tua mengenalinya:
- Ruam merah halus dan kasar seperti amplas, mulai dari dada, leher, lalu menyebar
- Pipi merah merona dengan area sekitar bibir yang tampak pucat
- Lidah awalnya berselaput putih, lalu menjadi merah dengan bintil menonjol menyerupai permukaan stroberi
- Garis merah lebih pekat di lipatan kulit seperti ketiak, siku, dan selangkangan
- Demam dan nyeri menelan yang muncul lebih dulu dari ruam
- Kulit yang mengelupas, terutama di ujung jari, saat masa pemulihan
Kenapa Harus Segera ke Dokter
Berbeda dari banyak ruam bayi yang bisa dirawat di rumah, demam scarlet membutuhkan penanganan medis. Penyakit ini diobati dengan antibiotik, biasanya golongan penisilin atau amoksisilin, yang harus diresepkan dan dihabiskan sesuai anjuran dokter. Pengobatan ini bukan hanya untuk mempercepat sembuh, tetapi terutama untuk mencegah komplikasi seperti demam rematik yang dapat memengaruhi jantung dan gangguan ginjal.
dr. Bagus menegaskan pentingnya tidak menunda pemeriksaan. "Begitu ada kombinasi demam, nyeri tenggorokan, dan ruam kasar seperti amplas, sebaiknya anak langsung diperiksakan. Demam scarlet sangat bisa ditangani dengan antibiotik, dan komplikasi seriusnya hampir selalu bisa dicegah bila diobati tepat waktu," tuturnya.
Anak yang sudah minum antibiotik umumnya tidak lagi menular setelah sekitar 24 jam, sehingga dokter biasanya menyarankan istirahat di rumah dulu sampai melewati masa itu untuk mencegah penyebaran ke anak lain.
Merawat Kulit Selama Pemulihan
Perawatan kulit di rumah berperan sebagai pendamping pengobatan dokter, bukan pengganti antibiotik. Selama dan setelah demam scarlet, kulit anak cenderung kering dan bisa mengelupas, terutama di tangan dan kaki saat masa penyembuhan. Beberapa hal yang membantu kenyamanan anak:
- Mandikan dengan air hangat suam dan sabun lembut tanpa pewangi
- Oleskan pelembap lembut untuk meredakan kulit kering dan kulit yang mengelupas
- Pakaikan baju katun longgar agar ruam tidak makin teriritasi gesekan
- Cukupkan asupan cairan karena demam membuat anak mudah kekurangan cairan
Untuk membantu merawat kulit yang kering dan mengelupas saat pemulihan, pelembap lembut dari NeoCare bisa dipakai setelah mandi. Tetap utamakan pengobatan dari dokter, dan segera kembali bila demam tinggi tidak turun, anak tampak sangat lemas, atau muncul bengkak dan keluhan baru setelah ruam mereda.



