7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Baby Care14 menit2026-05-26

Eczema Herpeticum: Eksim Bayi yang Disuperinfeksi Virus Herpes, Kondisi Darurat

3% anak eksim atopik berat mengalami EH. Tanda vesikel monomorfik dan demam tinggi yang membedakan dari flare eksim biasa. Asiklovir dalam 72 jam.


writer: kiki

Eczema Herpeticum pada Bayi: Eksim yang Disuperinfeksi Virus Herpes Simplex, Kondisi Darurat yang Sering Salah Dikira Eksim Memburuk

Linda (29), ibu dari bayi laki-laki berusia 10 bulan di Tangerang Selatan, awalnya mengira eksim atopik anaknya hanya kambuh seperti biasa. Dalam waktu 36 jam, eksim di pipi dan leher berubah cepat dengan munculnya gerombolan vesikel berisi cairan bening seperti tetesan embun, lalu bayinya demam tinggi sampai 39 derajat dan menolak makan.

"Saya pikir cuma flare eksim biasa karena anak saya memang punya riwayat dermatitis atopik dari usia 3 bulan. Saya tambahkan pelembap dan steroid lemah yang biasa diresepkan dokter. Tapi semalaman dia rewel, demam, dan paginya kulit pipinya sudah penuh lentingan bulat seragam yang sebagian sudah pecah membentuk luka. Di IGD rumah sakit, dokter anak langsung bilang ini eczema herpeticum dan minta saya jangan tunda. Bayi saya dirawat 5 hari dengan asiklovir intravena," ujar Linda saat ditemui di ruang tunggu poli dermatologi anak Senin lalu.

Eczema herpeticum (EH) adalah komplikasi serius pada anak dengan eksim atopik dimana virus herpes simplex tipe 1 (HSV-1) menginfeksi kulit yang sudah rusak skin barrier-nya. Studi yang diterbitkan Journal of the American Academy of Dermatology 2024 menunjukkan EH terjadi pada sekitar 3 persen anak dengan eksim atopik berat, dengan mayoritas kasus muncul di bawah usia 3 tahun. Tanpa pengobatan antivirus cepat, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi mata, ensefalitis, atau sepsis yang mengancam jiwa.

Apa yang Terjadi pada Kulit dan Tubuh Bayi

Spesialis kulit anak Dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, SpKK(K), dari KSM Kulit dan Kelamin RSCM Jakarta memberikan kerangka medisnya:

"Eczema herpeticum terjadi karena virus herpes simplex, yang biasanya hanya menyebabkan herpes labialis di bibir, menemukan jalur masuk ke seluruh permukaan kulit yang skin barrier-nya sudah rusak akibat eksim atopik kronis. Virus berkembang biak cepat di lapisan epidermis yang lemah pertahanan imunnya, menghasilkan gerombolan vesikel monomorfik, artinya semua lesi seukuran dan setahap usianya, berbeda dari eksim yang lesinya bervariasi. Demam tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening, dan bayi yang tampak sangat sakit adalah tiga tanda darurat yang membedakan EH dari kekambuhan eksim biasa," ujar dr. Tjut.

Kunci klinis adalah kecepatan progres dalam hitungan jam sampai hari, bukan minggu seperti kekambuhan eksim atopik standar.

Tanda Klinis yang Membedakan EH dari Kekambuhan Eksim Biasa

Beberapa karakteristik yang dipakai dokter anak dan dokter spesialis kulit untuk identifikasi cepat:

Lesi Monomorfik dan Berisi Cairan

Vesikel EH berukuran seragam 2 sampai 4 milimeter, berisi cairan bening yang bisa menjadi keruh atau berdarah dalam 24 sampai 48 jam. Kekambuhan eksim atopik biasa tidak menghasilkan vesikel berisi cairan, hanya kemerahan, papul, dan kerak.

Distribusi yang Cepat Menyebar

Lesi mulai di area eksim aktif (wajah, leher, lipatan), lalu menyebar ke area kulit yang sebelumnya bersih dalam 2 sampai 4 hari. Pola ini berbeda dari eksim atopik yang biasanya tetap di lokasi yang sudah lama bermasalah.

Lekukan Sentral Setelah Pecah

Saat vesikel pecah, meninggalkan luka dangkal bulat dengan lekukan kecil di tengah, sebuah gambaran khas infeksi herpes yang membantu diagnosis. Lukanya bisa bergabung membentuk lesi besar yang berkerak.

Demam dan Gejala Sistemik

Bayi dengan EH umumnya demam di atas 38,5 derajat, malas makan, tampak lesu, dan menangis terus-menerus. Kelenjar getah bening di leher atau ketiak teraba membesar. Kekambuhan eksim atopik tidak menyebabkan gejala sistemik kecuali ada infeksi bakteri sekunder.

Riwayat Kontak Herpes Labialis di Keluarga

Anggota keluarga, pengasuh, atau orang yang sering kontak dekat dengan bayi yang baru atau sedang mengalami sariawan herpes di bibir (cold sores) menjadi sumber penularan paling sering. Detail ini biasanya ditanyakan dokter saat anamnesa.

Bulleted List Faktor Risiko EH pada Bayi

Beberapa kondisi dan situasi yang meningkatkan risiko bayi dengan eksim atopik mengembangkan EH:

  • Eksim atopik berat yang menutupi lebih dari 30 persen permukaan tubuh
  • Kadar IgE total serum tinggi di atas 5.000 IU/ml yang menunjukkan dominasi respons Th2
  • Pemakaian krim steroid topikal potensi tinggi atau krim calcineurin inhibitor dalam jangka panjang tanpa pemantauan dokter
  • Riwayat infeksi kulit bakteri rekuren (impetigo) yang menunjukkan skin barrier sangat lemah
  • Bayi dengan eksim yang baru sembuh dari demam atau infeksi virus saluran napas atas
  • Anggota keluarga atau pengasuh dengan cold sore aktif di bibir yang mencium atau kontak dekat dengan bayi
  • Bayi yang sering digendong oleh banyak orang berbeda dalam hari yang sama, meningkatkan paparan virus dari kontak permukaan
  • Pemakaian pelembap atau krim yang dibagi pakai dengan anggota keluarga dewasa yang punya herpes labialis

Pendekatan Pengobatan yang Direkomendasikan

EH adalah kondisi yang memerlukan penanganan medis cepat, dan dokter spesialis kulit anak umumnya menjalankan protokol berikut:

Pemberian asiklovir intravena di rumah sakit untuk bayi di bawah 1 tahun atau bayi dengan EH luas, biasanya 3 sampai 7 hari sampai lesi tidak lagi muncul baru.

Asiklovir oral untuk anak lebih besar dengan EH ringan sampai sedang yang lesinya terbatas, dilanjutkan total 10 sampai 14 hari pengobatan.

Antibiotik untuk infeksi sekunder bakteri kalau lesi menunjukkan tanda infeksi tambahan seperti pus, kerak madu, atau peningkatan kemerahan di sekitar.

Penghentian sementara krim steroid topikal dan calcineurin inhibitor di area aktif infeksi karena obat ini menekan respons imun lokal terhadap virus.

Pelembap dasar tanpa pewangi dan tanpa bahan aktif untuk membantu skin barrier saat lesi mulai mengering, dipakai 2 sampai 3 kali sehari di area yang tidak aktif infeksi.

Konsultasi mata oftalmologi untuk bayi yang punya lesi EH di sekitar mata, untuk menyingkirkan herpetic keratitis yang bisa menyebabkan kerusakan kornea permanen.

Pemeriksaan neurologis untuk bayi dengan kejang, lesu berat, atau perubahan kesadaran, untuk menyingkirkan ensefalitis herpes.

Isolasi bayi dari anggota keluarga lain dengan eksim atopik aktif selama fase infeksi untuk mencegah penularan virus ke saudara kandung yang punya risiko serupa.

Beberapa Kesalahan Umum yang Memperburuk Kondisi

Praktik yang sering dilakukan keluarga sebelum diagnosis EH benar ditegakkan:

Penambahan krim steroid potensi tinggi di area lesi vesikel karena dikira eksim memberat, sehingga virus berkembang biak lebih cepat.

Penundaan ke IGD karena dikira flare eksim biasa yang bisa ditunggu sampai jadwal kontrol rutin dokter, padahal EH membutuhkan asiklovir dalam 72 jam pertama untuk hasil optimal.

Pemberian obat penurun panas saja tanpa evaluasi penyebab demam, sehingga sumber demam (virus herpes) tidak diatasi.

Pemakaian salep antibiotik tunggal seperti mupirocin di lesi vesikel, yang tidak efektif untuk virus.

Mandi air panas atau berendam lama, yang justru menyebarkan virus dari lesi aktif ke kulit sekitar yang masih bersih.

Memberikan ciuman dekat atau kontak intim dari anggota keluarga yang baru atau sedang mengalami sariawan herpes di bibir, sumber paparan primer pada banyak kasus.

Pemakaian pelembap atau krim eksim bersama-sama tanpa spatula bersih, sehingga virus dari kulit terinfeksi mencemari wadah krim.

Kapan Membawa Bayi ke IGD

Beberapa skenario yang memerlukan kunjungan ke IGD rumah sakit malam itu juga:

Gerombolan vesikel berukuran seragam yang muncul tiba-tiba di area eksim aktif dalam 24 jam terakhir.

Bayi dengan eksim atopik yang mendadak demam tinggi di atas 38,5 derajat tanpa penyebab jelas lain.

Lesi vesikel di sekitar mata atau kelopak mata, yang berisiko infeksi kornea.

Bayi yang tampak sangat sakit, malas makan parah, lesu, atau menangis terus-menerus berjam-jam.

Kontak baru-baru ini dengan anggota keluarga atau pengasuh yang punya sariawan herpes aktif di bibir, plus munculnya lesi baru di kulit bayi.

Riwayat eksim berat dengan kekambuhan yang penampilannya berbeda dari biasanya, terutama kalau ada vesikel berisi cairan.

Eczema herpeticum adalah kondisi serius yang outcome-nya sangat dipengaruhi kecepatan diagnosis dan inisiasi asiklovir. Mayoritas bayi yang mendapat pengobatan antivirus dalam 72 jam pertama munculnya gejala pulih sepenuhnya tanpa konsekuensi jangka panjang. Pengetahuan keluarga tentang tanda klinis EH menjadi lapis pertahanan utama, karena dokter di IGD hanya bisa membantu kalau bayi dibawa ke rumah sakit cukup cepat.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait