7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Baby Care6 menit2026-06-25

Eksim Asteatotik pada Anak: Kulit Kering Retak-Retak

Eksim asteatotik bikin kulit anak kering retak seperti pecahan keramik. Kenali bedanya dengan eksim biasa, penyebab, perawatan, dan kapan ke dokter.

Eksim Asteatotik pada Anak: Kulit Kering yang Retak-Retak, Beda dengan Eksim Biasa

Rara (32), ibu dari anak laki-laki usia 4 tahun di Bekasi, sempat kaget pas mandiin anaknya suatu malam. Kulit di betis si kecil terlihat retak-retak halus seperti dasar sungai yang kering, ada garis-garis merah tipis yang membentuk pola kotak-kotak kecil. Rara kira itu cuma kulit kering biasa, jadi dia oleskan baby oil seadanya. Tapi seminggu kemudian retakannya makin jelas, anaknya mulai garuk-garuk betis sampai rewel tiap malam.

Setelah ke dokter kulit, Rara baru tahu kalau yang dialami anaknya bukan eksim atopik yang sering dia baca di internet. Diagnosisnya: eksim asteatotik, kondisi kulit yang lebih banyak dipicu lingkungan kering daripada faktor alergi. Kasus seperti anak Rara makin sering muncul, terutama di rumah yang ber-AC seharian dan punya kebiasaan mandi air panas.

Apa Itu Eksim Asteatotik?

Eksim asteatotik (dalam istilah medis disebut asteatotic eczema atau eczema craquelé) adalah peradangan kulit yang terjadi karena kulit kehilangan kelembapan dan minyak alaminya secara berlebihan. Kata "asteatotik" sendiri berarti "tanpa lemak", merujuk pada lapisan minyak pelindung kulit yang menipis.

Tampilannya cukup khas. Kulit terlihat sangat kering, bersisik, dengan retakan-retakan halus yang membentuk pola seperti dasar sungai kering atau pecahan keramik. Dokter kulit menyebut pola ini sebagai "crazy-paving", karena bentuknya mirip jalanan batu yang tidak beraturan. Di sela-sela retakan biasanya muncul garis merah tipis. Area yang paling sering kena adalah tungkai bawah, terutama betis dan area depan tulang kering.

Menurut dokter spesialis kulit anak, dr. Anindya Pramesti, Sp.D.V.E., kondisi ini kerap salah dikenali oleh orang tua:

"Banyak orang tua menganggap ini sekadar kulit kering musiman, lalu cukup diolesi minyak telon atau lotion seadanya. Padahal eksim asteatotik adalah peradangan, bukan cuma kekeringan permukaan. Kalau pemicunya tidak dihentikan, retakan bisa makin dalam sampai berdarah," ujar dr. Anindya.

Kenapa Kulit Anak Bisa Sampai Retak?

Inti masalahnya ada pada kehilangan air transepidermal, atau yang sering disingkat TEWL (transepidermal water loss). Ini proses alami di mana air menguap dari dalam kulit ke udara. Pada kulit yang sehat, lapisan lemak dan ceramide menahan laju penguapan ini. Tapi pada anak dengan eksim asteatotik, lapisan pelindung itu rusak, air menguap lebih cepat dari yang bisa digantikan, dan kulit jadi kekurangan air sampai retak.

Beberapa pemicu yang paling umum di rumah:

  • Udara kering dan AC seharian: AC menarik kelembapan dari udara ruangan. Kulit anak yang berada di ruang ber-AC berjam-jam kehilangan air lebih cepat.
  • Mandi air panas terlalu sering: air panas memang nyaman, tapi melarutkan lapisan minyak alami kulit. Makin panas dan makin lama mandinya, makin banyak minyak yang hilang.
  • Sabun keras dan over-washing: sabun antibakteri atau sabun dengan deterjen kuat (SLS) mengikis lapisan pelindung. Memandikan anak dengan sabun berkali-kali sehari juga termasuk over-washing.
  • Kelembapan lingkungan yang rendah: musim kemarau, dataran tinggi yang dingin, atau ruangan tertutup dengan sirkulasi kering semuanya memperparah.
  • Menggosok kulit dengan handuk terlalu kasar: kebiasaan mengeringkan tubuh dengan gosokan kuat bikin lapisan kulit makin tipis.

Kenapa Sering Dikira Eksim Atopik atau Kulit Kering Biasa?

Di sinilah banyak orang tua keliru. Ketiga kondisi ini sama-sama bikin kulit kering dan gatal, jadi gampang tertukar.

Kulit kering biasa (xerosis) cuma masalah di permukaan. Tidak ada peradangan, tidak ada garis merah, dan biasanya langsung membaik begitu dioles pelembap. Kalau retakan dan kemerahan sudah muncul, itu sudah masuk tahap eksim, bukan sekadar kering.

Eksim atopik (dermatitis atopik) beda lagi. Eksim atopik berakar pada faktor genetik dan sistem kekebalan tubuh. Anak dengan eksim atopik biasanya punya riwayat alergi di keluarga, gatalnya hebat, polanya muncul di lipatan siku dan belakang lutut, dan kondisinya kronis sejak bayi. Eksim asteatotik justru lebih banyak dipicu lingkungan luar, polanya retak-retak crazy-paving di tungkai bawah, dan sering muncul pada anak yang sebelumnya kulitnya baik-baik saja.

Cara praktis membedakannya buat orang tua:

  • Lihat polanya. Retakan halus seperti pecahan keramik di betis condong ke eksim asteatotik. Ruam basah di lipatan siku dan belakang lutut condong ke eksim atopik.
  • Cek riwayatnya. Kalau di keluarga ada asma, alergi, atau eksim sejak kecil, kemungkinan atopik lebih besar.
  • Perhatikan pemicunya. Kalau retakan memburuk setelah anak lama di ruang ber-AC atau habis mandi air panas, itu petunjuk kuat ke arah asteatotik.

Meski begitu, membedakan secara pasti tetap tugas dokter. Tidak jarang anak punya kombinasi keduanya.

Cara Merawat Kulit Anak dengan Eksim Asteatotik

Prinsipnya sederhana: kembalikan air ke kulit, lalu kunci supaya tidak menguap lagi. Perawatannya butuh konsistensi harian.

  • Pakai pelembap dua lapis kerja. Cari produk yang punya humektan (penarik air seperti glycerin, hyaluronic acid) dan oklusif (pengunci air seperti petrolatum, shea butter, ceramide). Humektan menarik air ke kulit, oklusif menahannya supaya tidak hilang.
  • Oleskan saat kulit masih lembap. Waktu paling efektif adalah dalam tiga menit setelah mandi, ketika kulit masih sedikit basah. Pelembap akan mengunci air yang baru terserap.
  • Frekuensi minimal dua kali sehari, pagi dan malam. Untuk kasus yang sudah retak, bisa lebih sering, terutama di area betis.
  • Turunkan suhu air mandi jadi suam-suam kuku. Air hangat yang nyaman di tangan orang dewasa sering kali terlalu panas untuk kulit anak. Batasi mandi maksimal 10 menit.
  • Ganti sabun keras dengan pembersih lembut bebas pewangi. Pilih yang berlabel pH seimbang dan tanpa SLS. Tidak perlu menyabuni seluruh tubuh setiap mandi, cukup area yang benar-benar kotor.
  • Pasang humidifier di kamar tidur kalau ruangan ber-AC seharian. Menjaga kelembapan udara di kisaran 40-60 persen membantu mengurangi penguapan dari kulit.
  • Keringkan tubuh dengan menepuk, bukan menggosok. Sisakan sedikit kelembapan sebelum mengoleskan pelembap.
  • Pakaikan baju katun yang lembut dan hindari bahan sintetis yang menahan panas dan keringat.

Suara Dokter

dr. Anindya Pramesti, Sp.D.V.E., menekankan bahwa kunci penanganan eksim asteatotik ada pada pencegahan harian, bukan sekadar mengobati saat sudah parah.

"Yang sering terlewat itu konsistensi. Orang tua biasanya rajin oles pelembap pas kulit lagi retak parah, tapi begitu membaik langsung berhenti. Padahal kulit anak yang pernah kena asteatotik cenderung mudah kambuh kalau lingkungannya tetap kering. Pelembap itu rutinitas harian, bukan obat darurat," ujar dr. Anindya.

Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak buru-buru memakai krim kortikosteroid tanpa anjuran dokter. Pada banyak kasus ringan, memperbaiki kelembapan kulit dan menghentikan pemicu sudah cukup membuat retakan menutup dalam beberapa minggu.

Tanda Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

Retakan pada kulit bukan cuma masalah kosmetik. Celah di permukaan kulit adalah pintu masuk bakteri. Orang tua perlu waspada kalau muncul tanda-tanda berikut:

  • Retakan mulai berdarah atau terasa perih saat disentuh
  • Muncul nanah, kerak berwarna kekuningan seperti madu, atau pembengkakan
  • Area kulit terasa hangat dan makin merah dari hari ke hari
  • Anak demam disertai kondisi kulit yang memburuk
  • Gatal sampai mengganggu tidur dan anak menggaruk sampai luka

Tanda-tanda ini bisa mengarah pada infeksi sekunder yang butuh penanganan medis, kadang termasuk antibiotik.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebagian besar kasus eksim asteatotik ringan membaik dengan perbaikan rutinitas pelembap dan menghindari pemicu. Tapi sebaiknya bawa anak ke dokter kulit anak atau dokter anak kalau:

  • Retakan dan kemerahan tidak membaik setelah dua minggu perawatan rutin
  • Kulit sudah berdarah, bernanah, atau ada tanda infeksi
  • Gatal hebat mengganggu tidur dan aktivitas harian si kecil
  • Kondisi sering kambuh meski lingkungan rumah sudah disesuaikan
  • Orang tua ragu apakah ini eksim asteatotik, eksim atopik, atau kondisi lain

Dokter akan memastikan diagnosisnya dan, kalau perlu, meresepkan krim anti-peradangan untuk kasus yang lebih berat.


Buat anak dengan kulit kering yang gampang retak, pelembap dengan kombinasi humektan dan ceramide bisa jadi teman harian si kecil. Produk NeoCare seperti Gentle Moisturizer Lotion dengan 7X Ceramide dari Jerman dirancang untuk membantu memperbaiki skin barrier, dengan formula bebas pewangi dan bebas SLS yang lembut untuk kulit sensitif. Kalau mau tanya dulu apakah produk ini cocok untuk kondisi kulit anak, tim konsultasi NeoCare siap bantu lewat WhatsApp.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait