7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Baby Care6 menit2026-06-21

Eritema Nodosum pada Anak: Benjolan Merah Nyeri di Tulang Kering yang Sering Dikira Memar

Eritema nodosum pada anak bikin benjolan merah nyeri di tulang kering yang sering dikira memar. Kenali bedanya, pemicunya, dan kapan harus ke dokter.

Eritema Nodosum pada Anak: Benjolan Merah Nyeri di Tulang Kering yang Sering Dikira Memar

Rani (29), ibu dari anak laki-laki berusia 7 tahun, sempat santai saat melihat dua benjolan merah di tulang kering anaknya. Pikirnya wajar, namanya juga anak aktif, mungkin habis kejedot meja atau jatuh waktu main bola. Tapi setelah lima hari benjolan itu tidak juga berubah jadi kebiruan seperti memar biasa. Warnanya tetap merah menyala, terasa hangat, dan anaknya menjerit setiap kali area itu tersentuh. Muncul pula benjolan baru di kaki sebelahnya.

Kasus seperti yang dialami Rani lebih sering terjadi daripada yang dibayangkan orang tua. Benjolan merah nyeri di tulang kering yang tidak berperilaku seperti memar punya nama medis: eritema nodosum. Dan tidak seperti memar, benjolan ini biasanya pertanda tubuh sedang bereaksi terhadap sesuatu di dalam, paling sering infeksi.

Apa Itu Eritema Nodosum

Eritema nodosum adalah peradangan pada lapisan lemak tepat di bawah kulit, yang dalam istilah medis disebut panikulitis. DermNet NZ menjelaskan benjolan ini muncul karena sistem kekebalan tubuh bereaksi, lalu memicu peradangan di jaringan lemak subkutan. Jadi yang meradang bukan permukaan kulit, melainkan lapisan di bawahnya. Itulah kenapa benjolannya terasa dalam, padat, dan empuk saat ditekan.

Lokasi paling khas adalah bagian depan tulang kering, di kedua kaki. Cleveland Clinic mencatat eritema nodosum kadang juga muncul di paha atau lengan bawah, tapi tulang kering tetap tempat favoritnya. Benjolannya biasanya berukuran beberapa sentimeter, menonjol, kemerahan, dan yang membuat anak rewel: sangat nyeri kalau disentuh.

Satu hal penting yang sering disalahpahami: eritema nodosum bukan penyakit kulit utama. NHS menjelaskan kondisi ini adalah reaksi tubuh terhadap pemicu lain, bukan masalah yang berdiri sendiri di kulit. Artinya, benjolan di kaki itu hanyalah "alarm" di permukaan, sementara akar masalahnya ada di tempat lain.

Beda Memar Biasa dan Eritema Nodosum

Inilah bagian yang paling sering bikin orang tua keliru, persis seperti yang dialami Rani. Memar dan eritema nodosum sama-sama merah dan nyeri di awal, tapi cara keduanya berperilaku jauh berbeda.

Memar punya cerita yang jelas: ada riwayat benturan, lalu warnanya bersiklus. Mulai merah keunguan, berubah jadi biru kehijauan, lalu kuning kecokelatan, dan hilang dalam satu sampai dua minggu. Memar juga biasanya tunggal dan ada di tempat yang masuk akal kena benturan.

Eritema nodosum berperilaku lain. Beberapa cirinya:

  • Tidak ada riwayat jatuh atau benturan yang jelas, tapi benjolannya nyeri hebat
  • Sering muncul lebih dari satu, dan kerap di kedua kaki sekaligus
  • Terasa hangat dan menonjol, bukan sekadar perubahan warna di permukaan
  • Tidak melewati siklus warna memar yang khas merah-biru-hijau-kuning di awalnya
  • Bisa disertai demam, nyeri sendi, atau badan terasa lemas

Cara cepat membedakannya di rumah cukup sederhana. Memar dari benturan biasanya membaik tiap hari dan berganti warna mengikuti pola. Kalau benjolan justru bertahan merah, terasa makin nyeri, muncul di dua kaki tanpa cerita jatuh, dan anak ikut demam, kemungkinan besar itu bukan memar dan perlu diperiksakan.

Menariknya, saat eritema nodosum mulai sembuh, benjolannya memang memudar mirip memar dalam: dari merah jadi keunguan, lalu kecokelatan kekuningan. Bedanya, benjolan eritema nodosum tidak pernah pecah jadi luka terbuka. Mayo Clinic menegaskan lesi ini sembuh tanpa meninggalkan koreng atau bekas luka, hanya bayangan warna yang lama-lama hilang sendiri.

Pemicu yang Paling Sering pada Anak

Di sinilah letak inti masalahnya. Eritema nodosum adalah reaksi, jadi pertanyaan sebenarnya bukan "kenapa kulitnya begini", tapi "tubuh sedang bereaksi terhadap apa".

Pada anak, pemicu nomor satu adalah infeksi tenggorokan oleh bakteri streptokokus. DermNet NZ menempatkan radang tenggorokan strep sebagai penyebab tersering eritema nodosum pada anak-anak. Polanya khas: anak sempat sakit tenggorokan atau demam beberapa minggu sebelumnya, lalu benjolan merah muncul di kaki saat infeksinya mulai mereda. Hubungan ini sering tidak disadari karena sakit tenggorokannya sudah keburu sembuh.

Selain strep, ada beberapa pemicu lain yang dicatat Cleveland Clinic dan NHS:

  • Infeksi lain, termasuk infeksi virus dan beberapa infeksi paru
  • Obat-obatan tertentu, walau ini lebih jarang pada anak
  • Kondisi peradangan di dalam tubuh, seperti radang usus, pada sebagian kecil kasus

Yang juga perlu orang tua tahu: pada banyak kasus, pemicunya tidak pernah ditemukan. DermNet NZ menyebut sebagian eritema nodosum tergolong idiopatik, artinya penyebabnya tidak diketahui meski sudah diperiksa. Kabar baiknya, baik yang ketemu pemicunya maupun tidak, kondisi ini umumnya jinak dan membaik sendiri dalam beberapa minggu.

Tanda Bahaya: Kapan Harus ke Dokter

Patokan utamanya begini: benjolan nyeri yang tidak berperilaku seperti memar biasa selalu pantas diperiksakan ke dokter. Bukan karena benjolannya berbahaya, tapi karena benjolan itu menandakan tubuh sedang bereaksi terhadap sesuatu, dan sesuatu itu, sering kali infeksi strep, perlu dievaluasi dan kadang diobati.

Menurut dokter spesialis kulit anak, eritema nodosum sebaiknya tidak ditangani sendiri di rumah karena dua alasan: diagnosisnya perlu dipastikan, dan pemicunya perlu ditelusuri. Bawa anak ke dokter, dan periksakan lebih segera, bila muncul tanda berikut:

  • Demam tinggi yang menyertai benjolan
  • Benjolan yang tak kunjung membaik setelah beberapa minggu
  • Berat badan anak turun tanpa sebab jelas
  • Batuk membandel atau sesak napas
  • Nyeri sendi hebat sampai anak sulit berjalan
  • Anak tampak sangat lemas atau sakitnya makin berat

Beberapa tanda di atas, seperti penurunan berat badan, batuk lama, atau sesak, bisa jadi petunjuk adanya kondisi di dalam tubuh yang perlu pemeriksaan lebih dalam. Bukan berarti pasti serius, tapi justru karena itulah dokter perlu memastikan. Memeriksakan lebih aman daripada menebak-nebak.

Penanganan: Bukan Soal Krim atau Salep

Ini bagian yang harus jujur disampaikan ke orang tua. Tidak ada krim atau salep yang bisa menghilangkan eritema nodosum. Karena masalahnya ada di lapisan lemak di bawah kulit dan dipicu oleh sesuatu di dalam tubuh, mengoleskan apa pun ke permukaan benjolan tidak akan menyelesaikan akar masalahnya.

Penanganan yang benar menyasar dua hal: mengatasi pemicunya dan menjaga anak tetap nyaman. NHS menjelaskan eritema nodosum umumnya sembuh sendiri, sehingga perawatannya bersifat suportif. Langkah yang biasa disarankan dokter:

  • Istirahat dan mengurangi aktivitas yang membebani kaki
  • Mengangkat atau menyangga kaki saat berbaring untuk meredakan bengkak dan nyeri
  • Pereda nyeri sesuai anjuran dan dosis dari dokter
  • Mengobati infeksi pemicunya bila ditemukan, misalnya infeksi strep

Untuk perawatan kulit harian selama masa pemulihan, produk yang lembut dan minim bahan iritan seperti rangkaian perawatan kulit anak NeoCare bisa membantu menjaga kelembapan kulit secara umum, tapi perlu digarisbawahi: produk topikal tidak mengobati benjolannya. Benjolan itu sembuh dari dalam, mengikuti pulihnya pemicu, bukan dari apa yang dioleskan di luar.

Kabar baik untuk Rani dan orang tua lain dengan kasus serupa: setelah dokter menemukan pemicunya dan anak mendapat istirahat cukup, benjolan eritema nodosum biasanya memudar dalam beberapa minggu, melewati fase warna seperti memar dalam, lalu hilang tanpa bekas luka. Yang penting bukan menyembuhkan benjolannya buru-buru, tapi memastikan penyebabnya sudah ditangani.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah eritema nodosum pada anak menular?

Eritema nodosum sendiri tidak menular dari kulit ke kulit. Yang mungkin menular adalah pemicunya, misalnya infeksi tenggorokan strep. Jadi benjolannya tidak berpindah karena bersentuhan, tetapi infeksi di baliknya tetap perlu diperhatikan dan kadang diobati.

Berapa lama benjolan eritema nodosum hilang?

Menurut NHS dan Mayo Clinic, sebagian besar kasus membaik dalam beberapa minggu. Benjolannya memudar mirip memar dalam, dari merah ke keunguan lalu kecokelatan, dan biasanya hilang tanpa meninggalkan bekas luka.

Kenapa benjolannya tidak berubah warna seperti memar biasa?

Karena ini bukan memar. Memar dari benturan bersiklus dari merah ke biru ke kuning lalu hilang dalam satu sampai dua minggu. Eritema nodosum bertahan merah dan nyeri lebih lama, sering muncul di kedua kaki tanpa riwayat jatuh, dan baru memudar seperti memar dalam saat mulai sembuh.

Apakah cukup diobati pakai salep dari apotek?

Tidak. Eritema nodosum berasal dari peradangan lapisan lemak di bawah kulit yang dipicu kondisi di dalam tubuh, jadi salep di permukaan tidak menyelesaikannya. Penanganannya menyasar pemicu dan kenyamanan anak, seperti istirahat, mengangkat kaki, dan pereda nyeri sesuai anjuran dokter. Selalu periksakan ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait