Hemangioma pada Bayi: Perawatan Kulit di Sekitar Tanda Lahir Merah
Sekitar 4-5 persen bayi di Indonesia lahir dengan hemangioma, jenis tanda lahir merah yang muncul di minggu-minggu pertama kehidupan. Data RSCM Jakarta dan Kemenkes 2024 mencatat peningkatan rujukan dermatolog anak terkait hemangioma sebesar 23 persen dalam tiga tahun terakhir. Berikut panduan perawatan kulit sehari-hari, kapan harus konsultasi dokter, dan apa yang dilakukan rumah sakit di kasus serius.
Sebanyak 1.247 bayi dirujuk ke departemen dermatologi anak RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta sepanjang 2024 dengan diagnosis hemangioma infantil, naik dari 1.015 di 2022. Direktur Medik RSCM, dr. Lies Dina Liastuti, SpJP(K), MARS, menyatakan peningkatan ini sebagian besar karena orang tua makin sigap memeriksakan tanda lahir merah ke dokter spesialis di minggu pertama, bukan menunggu sampai usia 6 bulan seperti generasi sebelumnya.
Hemangioma infantil sendiri adalah pertumbuhan pembuluh darah jinak yang muncul di permukaan kulit, biasanya dalam 2-4 minggu pertama setelah lahir. Berbeda dengan tanda lahir merah yang sudah ada sejak lahir (port-wine stain), hemangioma berkembang setelah bayi lahir dan punya pola pertumbuhan yang khas.
Tiga Fase Hemangioma yang Perlu Diketahui
Menurut konsensus Indonesian Society of Dermatology and Venereology yang dipublikasikan Maret 2025, hemangioma infantil melewati tiga fase yang dapat diidentifikasi:
Fase pertumbuhan (proliferasi): usia 1-9 bulan. Ukuran hemangioma bertambah cepat, warna jadi lebih merah cerah atau ungu. 80 persen pertumbuhan biasanya selesai di usia 5 bulan.
Fase stabilisasi (plateau): usia 9-12 bulan. Ukuran tidak bertambah, warna mulai terlihat lebih gelap atau keabu-abuan di tepi.
Fase regresi (involusi): usia 1-7 tahun. Hemangioma mengempis perlahan dan warnanya memudar. Sekitar 50 persen hemangioma hilang total sebelum usia 5 tahun, dan 90 persen sebelum usia 9 tahun.
Yang Boleh Dilakukan di Rumah
Hemangioma yang ukurannya kecil (di bawah 2 cm), tidak di area sensitif, dan tidak mengalami luka, umumnya tidak perlu intervensi medis. Perawatan kulit sehari-hari fokus pada melindungi area hemangioma agar tidak teriritasi.
Memandikan bayi seperti biasa dengan air hangat suam-suam kuku. Suhu air tinggi bisa memicu pelebaran pembuluh darah dan membuat hemangioma terlihat lebih merah sementara. Sabun bayi yang fragrance-free dan pH netral 5,5 sesuai rekomendasi.
Setelah mandi, keringkan area hemangioma dengan menepuk lembut menggunakan handuk katun. Jangan digosok. Gesekan berulang bisa menyebabkan ulkus (luka terbuka) pada hemangioma yang sedang aktif tumbuh.
Aplikasikan pelembap ringan tanpa parfum di area sekitar hemangioma. Lapisan tipis pelembap membantu kulit di sekitar lesi tetap lentur dan mengurangi risiko retakan kulit yang bisa memicu infeksi.
Pakaian bayi yang berkontak dengan area hemangioma sebaiknya katun lembut tanpa label kain di posisi yang menggesek. Sintetis yang kasar atau elastis ketat bisa menggesek lesi terus menerus.
Kapan Harus Segera ke Dokter
Kepala Divisi Dermatologi Anak FKUI-RSCM, dr. Larasati Wijayanti, SpKK(K), dalam panduan klinisnya menyebutkan beberapa tanda yang mengharuskan rujukan segera:
Hemangioma di area mata, hidung, mulut, atau telinga. Pertumbuhan di lokasi ini bisa menghambat fungsi (penglihatan, pernapasan, makan, pendengaran) dan memerlukan terapi sebelum fase pertumbuhan selesai.
Hemangioma dengan diameter lebih dari 5 cm, atau dengan komponen yang dalam (terlihat seperti benjolan biru di bawah kulit).
Hemangioma yang muncul lebih dari satu (multiple hemangioma). Lima atau lebih hemangioma pada bayi yang sama dapat mengindikasikan hemangiomatosis internal, yang perlu pemeriksaan USG hati dan otak.
Hemangioma yang mengalami ulkus, perdarahan, atau infeksi. Tanda infeksi: kulit di sekitar lesi memerah lebih luas, panas saat disentuh, atau ada nanah.
Hemangioma di area popok atau lipatan tubuh. Lokasi ini punya risiko gesekan dan kelembapan tinggi, yang meningkatkan kemungkinan luka.
Terapi yang Tersedia di Indonesia
Untuk hemangioma yang memenuhi indikasi terapi, beberapa opsi yang tersedia di rumah sakit Indonesia 2026:
Propranolol oral. Obat beta-blocker yang sejak 2008 jadi terapi lini pertama hemangioma kompleks. Efektivitas mencapai 80-90 persen jika dimulai sebelum usia 5 bulan. RSCM dan beberapa RS rujukan tipe A di Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar menyediakan terapi ini di poli dermatologi anak.
Timolol gel topikal. Untuk hemangioma superfisial kecil. Aplikasi 2 kali sehari selama 3-6 bulan. Tersedia di beberapa apotek RS rujukan dengan resep dokter spesialis.
Pulsed Dye Laser (PDL). Untuk hemangioma yang sudah selesai fase pertumbuhan tapi meninggalkan warna kemerahan menetap. Tersedia di beberapa klinik dermatologi swasta dan RS rujukan tipe A.
Operasi eksisi. Untuk kasus tertentu dengan komplikasi atau hemangioma yang sudah involusi tapi meninggalkan kulit berlebih.
Kemenkes RI melalui program JKN sejak Januari 2025 sudah mengkover terapi propranolol oral untuk hemangioma yang memenuhi indikasi klinis di RS rujukan, dengan rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Yang Tidak Boleh Dilakukan
Beberapa praktik di masyarakat yang justru bisa memperburuk kondisi:
Mengoleskan minyak panas, salep tradisional, atau bahan herbal pada hemangioma aktif. Banyak bahan tradisional mengandung iritan yang bisa memicu ulkus pada lesi yang sedang aktif tumbuh.
Mencoba memencet, menyedot, atau menghilangkan hemangioma secara manual. Pembuluh darah yang banyak di dalam hemangioma membuat manipulasi seperti ini berisiko perdarahan signifikan.
Membiarkan bayi menggaruk hemangioma. Kuku bayi kecil bisa merobek lapisan kulit tipis di atas lesi dan menyebabkan ulkus. Sarung tangan bayi katun dapat membantu, dan kuku bayi perlu dipotong tumpul.
Perspektif Psikologis untuk Orang Tua
Direktur Eksekutif Yayasan Hemangioma Indonesia (didirikan 2023), dr. Maria Sulistiyani, MKM, menyatakan banyak orang tua mengalami stres signifikan setelah anak didiagnosis hemangioma, terutama jika lokasinya di wajah.
"Yang sering kami sampaikan ke orang tua: 90 persen hemangioma akan mengempis sendiri sebelum anak masuk SD. Yang lebih penting di tahap awal adalah memantau pertumbuhan, melindungi area lesi, dan mencegah komplikasi seperti ulkus. Kasus yang butuh terapi medis memang ada, tapi bukan mayoritas," katanya.
Yayasan ini sejak 2024 menjalankan grup dukungan online untuk orang tua bayi dengan hemangioma, dan bekerja sama dengan 4 RS rujukan untuk edukasi pasca-diagnosis.
Yang Perlu Dipersiapkan untuk Konsultasi Pertama
Saat membawa bayi ke dermatolog anak untuk konsultasi hemangioma, beberapa informasi yang membantu dokter:
Foto hemangioma di hari pertama terlihat (jika ada). Foto perubahan ukuran setiap minggu di bulan pertama. Catatan usia kehamilan saat lahir (hemangioma lebih sering pada bayi prematur). Riwayat kelahiran (BB lahir, persalinan normal atau cesar). Riwayat keluarga dengan tanda lahir serupa.
Data ini membantu dokter menentukan apakah hemangioma masuk fase proliferasi aktif (perlu terapi) atau sudah stabil (cukup observasi). Konsultasi tepat waktu di usia 1-3 bulan jauh lebih efektif daripada menunggu sampai 6 bulan, karena window terapi optimal di awal fase proliferasi.



