7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Baby Care5 menit2026-06-04

Henoch-Schonlein Purpura (HSP) pada Anak: Bintik Ungu di Tungkai yang Bukan Memar Biasa

Bintik ungu menonjol di tungkai anak yang tak memudar saat ditekan bisa jadi HSP, vaskulitis yang wajib dipantau dokter karena risiko ginjal.

Henoch-Schönlein Purpura (HSP) pada Anak: Bintik Ungu di Tungkai yang Bukan Memar Biasa

Rani (32) sempat mengira anaknya yang berusia 6 tahun habis terbentur saat main bola. Di kedua tulang kering muncul bintik kemerahan keunguan, jumlahnya makin banyak dalam dua hari, dan anehnya simetris, kiri dan kanan sama. Yang bikin Rani curiga, bintik itu terasa sedikit menonjol saat diraba dan tidak hilang waktu ditekan. Beberapa hari sebelumnya si kecil memang batuk pilek. Dokter kemudian menyebut satu istilah yang asing buat Rani: Henoch-Schönlein Purpura.

Kondisi ini, yang sekarang juga disebut IgA vasculitis, adalah radang pembuluh darah kecil yang paling sering kena anak-anak, terutama usia 3 sampai 10 tahun. Banyak kasus muncul setelah infeksi saluran napas, persis seperti yang dialami anak Rani. Kabar baiknya, sebagian besar HSP sembuh sendiri dalam beberapa minggu. Tapi ada satu organ yang wajib dipantau dokter, yaitu ginjal, dan itu yang membuat HSP tidak boleh disepelekan sebagai ruam biasa.

Kenapa Bintik Ungu Ini Berbeda

Spesialis anak dr. Maya Rachmawati, SpA, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di bawah kulit:

"Pada HSP, sistem imun anak salah sasaran dan menyerang dinding pembuluh darah kecil. Pembuluh jadi bocor, darah merembes ke jaringan kulit, dan muncullah bintik yang kita sebut purpura. Karena ada peradangan dan kebocoran, bintiknya teraba menonjol, ini yang membedakan dari ruam datar biasa," ujar dr. Maya.

Pemicunya beragam. Yang paling umum adalah infeksi saluran napas atas beberapa minggu sebelumnya, baik virus maupun bakteri seperti streptokokus. Kadang muncul setelah infeksi saluran cerna, atau sesudah vaksinasi tertentu, walau ini jarang.

Cara Membedakan Purpura dari Memar dan Ruam Alergi

Banyak orang tua bingung karena bercak ungu bisa berarti banyak hal. Ada satu tes sederhana yang bisa dilakukan di rumah, namanya glass test atau tes tekan kaca: tekan bercak pakai gelas bening, lalu lihat lewat kaca apakah warnanya hilang atau tidak.

  • Purpura HSP: warna ungu kemerahan tetap terlihat saat ditekan kaca, tidak memudar. Teraba sedikit menonjol, bukan rata dengan kulit. Letaknya khas di tungkai bawah dan bokong, dan biasanya simetris.
  • Memar biasa: muncul di titik benturan, rata dengan permukaan kulit, dan warnanya berubah seiring waktu dari merah ke biru lalu kuning kehijauan saat menyembuh.
  • Ruam alergi (biduran): menonjol dan gatal juga, tapi warnanya merah muda sampai merah, memudar saat ditekan, dan sering berpindah-pindah tempat dalam hitungan jam.

Tanda yang tidak memudar saat ditekan inilah sinyal penting. Memar dan biduran umumnya ikut pucat saat ditekan, sementara purpura tidak, karena darahnya sudah keluar dari pembuluh dan terperangkap di jaringan.

Gejala Lain yang Sering Menyertai

HSP jarang berhenti di kulit saja. Tiga area lain yang umum ikut terdampak:

  • Sendi: nyeri dan bengkak, paling sering di lutut dan pergelangan kaki. Anak jadi rewel, malas berjalan, atau pincang. Biasanya membaik sendiri tanpa kerusakan sendi permanen.
  • Saluran cerna: sakit perut yang datang hilang, kadang disertai mual, muntah, atau tinja berdarah. Bagian ini perlu pengawasan karena bisa memicu komplikasi usus.
  • Ginjal: ini yang paling penting dipantau jangka panjang. Peradangan bisa menyebabkan darah atau protein bocor ke urine, kadang tanpa gejala yang terlihat.

Keterlibatan ginjal kadang baru muncul beberapa minggu setelah bintik kulit pertama hilang. Karena itu kontrol ke dokter tidak berhenti saat kulit membaik.

Kapan Harus ke Dokter

Setiap anak dengan bintik ungu yang tidak memudar saat ditekan sebaiknya diperiksakan, supaya dokter bisa memastikan diagnosis dan mengecek tekanan darah serta urine. Beberapa keadaan butuh penanganan lebih cepat:

  • Sakit perut hebat yang membuat anak menangis kesakitan, perut tegang, atau muntah berulang.
  • Tinja berdarah atau berwarna hitam.
  • Urine berwarna merah, coklat seperti teh, atau berbusa.
  • Bengkak di wajah, kelopak mata, atau kaki, yang bisa menandakan masalah ginjal.
  • Bintik ungu yang sangat luas, atau anak tampak lemas, demam tinggi, dan tidak mau minum.

dr. Maya menambahkan, pemantauan setelah fase akut sama pentingnya dengan penanganan awal. "Kami biasanya minta orang tua kontrol berkala dan cek urine sampai beberapa bulan, karena gangguan ginjal pada HSP bisa muncul belakangan dan sering tanpa keluhan. Inilah alasan HSP harus tetap dalam pengawasan dokter walau bintiknya sudah hilang," tuturnya.

Apa yang Bisa Orang Tua Lakukan di Rumah

Sebagian besar anak dengan HSP ringan dirawat di rumah dengan istirahat cukup, minum yang banyak, dan obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter. Kulit yang menonjol biasanya tidak gatal berat, tapi bisa terasa kering atau tidak nyaman.

Perawatan kulit di sini hanya bersifat menenangkan, bukan mengobati HSP-nya. Bila kulit terlihat kering di sekitar area bintik, pelembap lembut dari NeoCare yang tanpa pewangi bisa dioleskan tipis untuk membuat anak lebih nyaman. Yang perlu ditegaskan, tidak ada krim atau pelembap apa pun yang bisa menyembuhkan vaskulitis ini. Utamakan pemeriksaan dokter, terutama untuk memantau ginjal, dan jadikan perawatan kulit sekadar pelengkap agar si kecil merasa lebih enak selama masa pemulihan.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait