Herpetic Whitlow pada Anak: Lepuh Nyeri di Jari yang Sering Disangka Cantengan
Wulan (30) membawa anaknya yang berusia 2 tahun ke klinik karena ibu jari kanan si kecil bengkak, merah, dan begitu nyeri sampai anak menangis tiap kali tangannya tersenggol. Seminggu sebelumnya, gusi anak itu sempat sariawan hebat dan air liurnya menetes terus sepanjang hari. Ia juga punya kebiasaan mengisap jempol saat tidur. Di pemeriksaan pertama, jari itu dianggap cantengan dan diberi antibiotik. Empat hari berjalan, bengkaknya tidak surut. Yang muncul justru sekelompok lepuh kecil bening di ujung jempol, berdempetan seperti gerombolan telur ikan.
Kasus di atas adalah gambaran komposit dari keluhan yang lazim ditemui, bukan pasien tertentu.
Pola semacam ini mengarah pada satu kondisi yang jarang disebut orang tua di Indonesia: herpetic whitlow, atau herpes pada jari. Penyebabnya virus herpes simpleks (HSV), virus yang sama yang menimbulkan sariawan berkelompok di mulut. Salah kaprah yang paling sering terjadi adalah menganggapnya infeksi bakteri biasa. Konsekuensinya nyata, karena penanganan bakteri dan penanganan virus berjalan di jalur yang berbeda.
Seperti apa tampilannya di jari anak
Herpetic whitlow biasanya menyerang satu jari saja, paling sering ibu jari atau telunjuk, tepatnya di bantalan ujung jari atau sisi kuku. Ujung jari terlihat merah dan bengkak, lalu di atasnya muncul kelompokan lepuh kecil berisi cairan (vesikel) berukuran 1 sampai 3 milimeter. Lepuh ini terasa tegang dan kencang, tidak lembek. Cairannya awalnya bening, kemudian bisa berubah keruh atau sedikit kemerahan bila ada darah bercampur di dalamnya.
Menurut dokter spesialis kulit, dr. Laras Kusumaningrum, SpDVE, petunjuk yang paling sering terlewat ada pada urutan gejalanya. "Nyerinya datang duluan. Anak sudah mengeluh jarinya perih, panas, atau seperti ditusuk-tusuk sebelum ada lepuh yang kelihatan. Kadang orang tua bilang anaknya menolak jarinya dipegang padahal jarinya masih terlihat biasa saja. Satu sampai dua hari kemudian baru lepuhnya keluar," ujar dr. Laras.
Tanda lain yang biasa menyertai:
- Rasa nyeri yang terasa tidak sebanding dengan ukuran bengkaknya, sering digambarkan berdenyut
- Sensasi kesemutan atau panas di jari sebelum lepuh muncul
- Lepuh berkelompok rapat di satu titik, bukan tersebar merata di seluruh jari
- Kelenjar getah bening di ketiak atau siku sisi yang sama bisa ikut membesar
- Demam ringan, terutama bila anak juga sedang sariawan hebat di mulut
Rute klasiknya: dari mulut ke jempol
Bagaimana virus herpes bisa sampai ke jari anak yang baru berusia 2 tahun? Rutenya disebut autoinokulasi, yaitu anak memindahkan virusnya sendiri dari satu bagian tubuh ke bagian lain.
Skenarionya khas. Anak lebih dulu terkena infeksi herpes di mulut, sering dalam bentuk gingivostomatitis herpetika, yaitu sariawan berkelompok di gusi dan lidah yang membuat anak rewel, menolak makan, dan ngiler terus. Air liur di fase ini mengandung virus. Anak yang sedang tumbuh gigi juga cenderung memasukkan tangan ke mulut sepanjang hari. Ketika jari yang basah oleh air liur itu punya lecet kecil, kulit di sekitar kuku terkelupas, atau bekas gigitan kuku, virus mendapat pintu masuk.
Karena itu anak dengan kebiasaan mengisap jempol atau menggigit kuku (onikofagia) berada di posisi paling rentan. Kombinasi kelembapan terus-menerus, kulit di tepi kuku yang sudah rusak, dan kontak berulang dengan air liur adalah kondisi yang pas bagi virus untuk pindah tempat.
Kenapa jari ini tidak boleh disayat
Herpetic whitlow disebabkan virus, sehingga antibiotik tidak menyelesaikan masalahnya. Antibiotik hanya diperlukan jika ada infeksi bakteri tambahan di atasnya, dan itu keputusan dokter setelah memeriksa.
Yang lebih berisiko adalah tindakan menyayat atau memencet jari untuk mengeluarkan cairannya. Refleks ini wajar, karena lepuh yang tegang terlihat seperti bisul yang menuntut dikeluarkan isinya. Pada bisul atau cantengan bernanah, drainase memang bagian dari penanganan. Pada herpetic whitlow, hasilnya berlawanan.
"Menyayat lepuh herpes membuka jaringan yang sedang penuh virus. Lukanya jadi pintu masuk bakteri, penyembuhannya lebih lama, dan risiko infeksi sekunder naik. Isi lepuhnya juga menular, jadi menusuknya di rumah berarti menyebarkan cairan berisi virus ke tangan yang memegang," kata dr. Laras.
Prinsip praktisnya sederhana: jangan pecahkan, jangan sayat, jangan tusuk dengan jarum. Kalau ada lepuh yang pecah sendiri, tutup dengan kasa bersih dan cuci tangan setelahnya.
Bagaimana dokter membedakannya dari paronikia
Paronikia atau cantengan adalah infeksi di lipatan kulit sekitar kuku, umumnya oleh bakteri. Kemiripannya dengan herpetic whitlow membuat keduanya sering tertukar. Beberapa poin yang biasa dipakai dokter untuk memisahkan keduanya:
- Riwayat sebelumnya. Paronikia sering diawali cedera kuku, kulit tepi kuku yang tersobek (cantengan kecil), atau potong kuku terlalu dalam. Herpetic whitlow sering didahului sariawan di mulut atau fase ngiler hebat.
- Bentuk isinya. Paronikia cenderung membentuk kantong nanah yang menyatu dan lembek. Herpetic whitlow berupa banyak lepuh kecil terpisah yang berkelompok.
- Lokasi nyeri. Nyeri paronikia terpusat di lipatan kuku dan menonjol saat area itu ditekan. Nyeri herpetic whitlow menyebar di seluruh bantalan ujung jari dan sudah terasa sebelum ada tanda yang terlihat.
- Pemeriksaan penunjang. Bila gambarannya meragukan, dokter dapat mengambil sampel cairan lepuh untuk pemeriksaan laboratorium, misalnya PCR HSV, untuk memastikan penyebabnya.
Diagnosis ini pekerjaan dokter, bukan tebakan di rumah lewat foto. Yang bisa orang tua lakukan adalah membawa informasi yang berguna: kapan nyeri mulai, apakah nyeri mendahului lepuh, apakah anak baru saja sariawan, dan apakah ia mengisap jempol.
Menular lewat sentuhan, dan bahaya untuk yang punya eksim
Cairan di dalam lepuh mengandung virus aktif. Selama lepuh belum kering, jari anak menular lewat kontak langsung. Beberapa langkah yang biasa disarankan selama fase ini:
- Tutup jari yang terkena dengan perban atau kasa kering, terutama saat anak main dan tidur
- Cuci tangan orang tua dan anak lebih sering, khususnya setelah mengganti penutup jari
- Jangan berbagi handuk, waslap, sarung bantal, atau mainan yang dimasukkan ke mulut
- Jauhkan jari anak dari mata siapa pun, karena herpes yang kena mata bisa merusak kornea
- Hindari kontak dengan bayi baru lahir di rumah
Perhatian ekstra berlaku bila ada anggota keluarga dengan eksim atau dermatitis atopik. Kulit yang barrier-nya sudah rusak memberi virus area masuk yang jauh lebih luas, dan bisa berkembang menjadi eczema herpeticum, kondisi darurat yang menyebar cepat dan butuh penanganan medis segera. Anak dengan eksim aktif sebaiknya tidak bersentuhan dengan jari yang sedang berlepuh, dan kulit eksimnya tetap dijaga kelembapannya dengan pelembap lembut bebas pewangi seperti rangkaian NeoCare agar barrier kulitnya tidak makin bocor.
Perjalanan penyakit dan soal antivirus
Herpetic whitlow umumnya sembuh sendiri dalam 2 sampai 3 minggu. Lepuh mengering, mengelupas, dan jari kembali normal tanpa bekas berarti. Selama menunggu, penanganan di rumah bertumpu pada kenyamanan: jari ditutup, dijaga kering dan bersih, kompres sejuk bila membantu, dan kuku dipotong pendek.
Dokter dapat meresepkan antivirus oral, misalnya asiklovir, untuk memperpendek durasi dan mengurangi nyeri. Keputusan ini ada di tangan dokter, termasuk dosis dan lamanya. Satu hal yang perlu diketahui orang tua: antivirus bekerja paling baik bila dimulai dini, dalam hari-hari pertama gejala. Jadi jari anak yang nyeri hebat dengan lepuh berkelompok sebaiknya diperiksakan cepat, bukan ditunggu seminggu dulu.
Virus herpes tidak hilang dari tubuh setelah lepuhnya sembuh. Ia menetap dalam kondisi tidur (laten) di saraf, dan sewaktu-waktu bisa aktif lagi di jari yang sama. Kekambuhan biasanya lebih ringan dan lebih singkat daripada episode pertama.
Kapan harus segera ke dokter
Beberapa keadaan menuntut pemeriksaan tanpa ditunda:
- Kemerahan yang menjalar naik dari jari ke telapak tangan atau lengan
- Demam, anak lemas, atau bengkak yang memburuk cepat
- Nanah kental, bau, atau tanda infeksi bakteri di atas lepuh
- Anak dengan daya tahan tubuh menurun, misalnya sedang menjalani kemoterapi atau konsumsi obat penekan imun
- Mata merah, berair, silau, atau nyeri pada siapa pun di rumah setelah kontak dengan jari yang berlepuh
- Anak dengan eksim yang tiba-tiba muncul lepuh menyebar di area eksimnya
Catatan untuk orang tua
Herpetic whitlow terlihat menakutkan karena nyerinya berat dan jari anak bengkak seperti mau bernanah. Prognosisnya sendiri baik dan sebagian besar kasus tuntas sendiri dalam beberapa minggu. Yang paling menentukan justru dua hal di awal: kenali bahwa nyeri yang mendahului lepuh berkelompok di ujung jari bukan gambaran cantengan biasa, dan tahan keinginan untuk menyayat atau memencetnya. Sisanya serahkan pada pemeriksaan dokter, sambil menjaga jari itu tetap tertutup agar virusnya berhenti di satu tempat.



