Hidradenitis Suppurativa: Bisul Berulang di Ketiak Remaja, Bukan Bisul Biasa
Ratna (42) sudah hafal urutannya. Anak sulungnya, Alya, 14 tahun, akan mengeluh ketiak kirinya nyeri. Dua hari kemudian muncul benjolan merah sebesar biji kelengkeng. Seminggu berikutnya benjolan itu pecah, mengeluarkan nanah bercampur darah, lalu mengering. Sebulan tenang. Setelah itu muncul lagi, di titik yang hampir persis sama.
Dalam setahun terakhir Alya sudah tiga kali dapat antibiotik dari klinik, dua kali benjolannya diinsisi, dan sekali disuruh mengganti sabun mandi karena dianggap kurang bersih. Tidak ada yang menghentikan siklusnya.
Yang dialami Alya bukan bisul yang kebetulan sering kambuh. Bisul biasa datang sekali, sembuh, dan selesai. Kalau benjolan bernanah muncul berulang di lokasi yang itu-itu saja, terutama di ketiak atau selangkangan seorang remaja, pola itu punya nama sendiri di dermatologi: hidradenitis suppurativa, dikenal juga sebagai akne inversa.
Kenapa Selalu Balik ke Titik yang Sama
Namanya menyesatkan sejak awal. "Hidradenitis" mengesankan infeksi kelenjar keringat, dan itulah dugaan lama yang dipakai bertahun-tahun. Pemahaman sekarang berbeda.
Masalahnya berawal di folikel rambut, saluran kecil tempat rambut tumbuh. Pada kondisi ini folikel di area lipatan tersumbat, melebar, lalu pecah ke jaringan di bawah kulit. Isi folikel yang bocor itu memicu peradangan hebat di sekitarnya. Tubuh merespons dengan mengirim sel radang, terbentuklah benjolan nyeri yang akhirnya menembus permukaan dan mengeluarkan nanah.
Setelah pecah dan mengering, folikel yang rusak tadi tetap di tempatnya. Struktur kulit di titik itu sudah berubah. Jadi ketika prosesnya berulang, ia berulang di alamat yang sama, dan inilah yang membuat orang tua merasa bisulnya "tidak pernah benar-benar sembuh".
Antibiotik oral jangka pendek meredakan radangnya sementara. Insisi mengeluarkan nanahnya. Keduanya tidak menyentuh folikel yang tersumbat, sehingga siklusnya jalan terus.
Bukan Karena Jorok
Bagian ini penting disampaikan ke anaknya, bukan hanya ke orang tuanya.
Hidradenitis suppurativa tidak disebabkan oleh kebersihan yang buruk dan tidak menular ke orang lain. Seorang remaja yang mandi dua kali sehari tetap bisa mengalaminya. Menggosok area yang sakit lebih keras, memakai sabun antiseptik pekat, atau mandi lebih sering justru memperburuk, karena gesekan dan iritasi termasuk pemicu kambuhnya.
Anggapan "kurang bersih" ini yang sering membuat remaja menyembunyikan keluhannya. Lokasinya sudah membuat malu, ditambah tuduhan jorok, banyak anak memilih diam sampai bekas lukanya terbentuk. Faktor keturunan justru punya peran besar: dalam studi internasional terhadap 481 pasien anak dan remaja yang terbit di JAMA Dermatology tahun 2021, 41 persen punya anggota keluarga inti dengan kondisi serupa.
Yang Memicu Kambuhnya
Pemicunya bersifat pribadi, dan mencatatnya selama beberapa bulan sering lebih berguna daripada menebak.
Gesekan dan panas paling konsisten dilaporkan. Cuaca lembap, seragam yang menempel, tas ransel yang menekan ketiak, dan aktivitas yang membuat lipatan kulit basah berkeringat seharian semuanya bisa mendahului kambuh. Ini juga alasan kondisi ini terasa lebih berat di iklim tropis dibanding di negara empat musim.
Faktor hormonal terlihat pada remaja perempuan. Dalam survei terhadap 282 perempuan dengan kondisi ini, 62,4 persen melaporkan keluhannya memburuk menjelang dan selama menstruasi. Datanya berasal dari pasien dewasa, jadi penerapannya pada remaja perlu hati-hati, dan satu studi prospektif kecil menemukan hal menarik: pasien merasakan perburukan di periode itu, tapi jumlah lesi yang dihitung dokter tidak selalu ikut naik.
Untuk keperluan sehari-hari perbedaan itu tidak terlalu penting. Kalau anak Anda merasa lebih nyeri di minggu tertentu setiap bulan, catat polanya dan sampaikan ke dokter, karena informasi ini ikut memengaruhi pilihan terapinya.
Merokok berkaitan erat dengan tingkat keparahan pada pasien dewasa. Pada remaja, paparan asap rokok di rumah layak dibicarakan meski bukti langsungnya pada kelompok usia ini masih terbatas.
Rata-rata Dua Tahun Sebelum Namanya Disebut
Studi yang sama mencatat jarak yang cukup mengganggu. Gejala pertama muncul rata-rata di usia 12,5 tahun, sementara diagnosisnya baru ditegakkan rata-rata di usia 14,4 tahun. Ada rentang sekitar dua tahun ketika anak bolak-balik berobat dengan label yang keliru.
Harganya terlihat di angka lain dari studi itu: 48 persen pasien sudah punya jaringan parut saat pertama kali diperiksa dengan benar. Hampir separuhnya datang setelah kulitnya terlanjur meninggalkan bekas.
Delapan puluh persen pasien dalam studi tersebut adalah anak perempuan. Lokasi tersering adalah ketiak (75 persen), disusul lipat paha dan selangkangan (47 persen), dan 87 persen mengalaminya di kedua sisi tubuh. Kemunculan di dua sisi ini salah satu petunjuk yang paling sering terlewat, karena bisul akibat infeksi biasa jarang muncul simetris.
Tiga Petunjuk yang Membedakannya dari Bisul Biasa
Dokter kulit memakai kombinasi berikut untuk mengenalinya, dan orang tua bisa memakai kerangka yang sama saat menyiapkan cerita untuk konsultasi.
Jenis lesinya. Bukan cuma satu benjolan bernanah. Sering ada komedo besar berpasangan (dua titik hitam berdekatan), benjolan keras di bawah kulit yang tidak pecah, atau saluran kecil di bawah permukaan yang menghubungkan dua benjolan dan mengeluarkan cairan saat ditekan.
Lokasinya. Area lipatan yang bergesekan dan berambut: ketiak, lipat paha, selangkangan, bokong, dan pada remaja perempuan bisa di bawah payudara. Bisul akibat bakteri biasa bisa muncul di mana saja, termasuk punggung, paha, dan wajah.
Pengulangannya. Patokan yang umum dipakai adalah dua kali kambuh atau lebih dalam enam bulan di area yang sama.
Kalau ketiganya terpenuhi, kemungkinan besar yang dihadapi bukan infeksi kulit lepasan. Kondisi lain yang bentuknya bisa mirip di selangkangan adalah kurap yang meradang, dan di area berambut lainnya peradangan folikel rambut yang lebih dangkal. Keduanya tidak punya pola pengulangan di titik yang sama seperti ini.
Kabar Baiknya Ada di Tingkat Keparahan
Dermatologi membagi kondisi ini dalam tiga tingkat, disebut stadium Hurley. Stadium 1 berarti benjolan terpisah tanpa saluran di bawah kulit dan tanpa jaringan parut. Stadium 2 sudah ada saluran dan parut, tapi lesinya masih terpisah-pisah. Stadium 3 berarti area yang terkena menyatu luas.
Dari 288 pasien anak yang stadiumnya tercatat dalam studi JAMA Dermatology tadi, 47 persen berada di stadium 1 dan 45 persen di stadium 2. Hanya 8 persen yang masuk stadium 3.
Artinya mayoritas anak dan remaja ketahuan saat kondisinya masih ringan sampai sedang. Semakin cepat namanya ditegakkan, semakin besar peluang menahan perjalanannya sebelum jaringan parut terbentuk luas. Bekas yang sudah menetap sulit dikembalikan, dengan logika yang sama seperti bekas luka yang menonjol pada anak.
Merawat Kulitnya Sambil Menunggu Jadwal Dokter
Perawatan medisnya urusan dokter kulit, dan pilihan obatnya cukup luas mulai dari antibiotik topikal, terapi hormonal, sampai obat biologis untuk kasus berat. Yang bisa dikerjakan di rumah adalah mengurangi pemicu mekanisnya.
Kurangi gesekan di area yang kena. Baju ketat, bra berkawat yang menekan, dan celana dalam dengan karet ketat semuanya menambah beban di lipatan. Bahan katun yang menyerap keringat lebih ramah dibanding sintetis, prinsip yang sama dengan pemilihan bahan pakaian untuk kulit sensitif.
Jangan memencet atau menusuk benjolannya di rumah. Isi folikel yang bocor ke jaringan sekitar justru memperluas peradangan, dan risiko parutnya bertambah.
Mandi dengan pembersih lembut yang tidak mengeringkan. Sabun antiseptik keras dan scrub di area lipatan menambah iritasi tanpa menghentikan penyebabnya. Kalau anaknya sudah mulai pakai deodoran, hentikan sementara di sisi yang sedang meradang, terutama produk beralkohol tinggi. Soal keringat dan bau badan di usia ini dibahas terpisah di bromhidrosis pada anak.
Kompres hangat pada benjolan yang sedang nyeri membantu meredakan rasa sakitnya, meski tidak mempercepat penyembuhan folikelnya.
Kalau dokter meresepkan krim kortikosteroid untuk meredakan radangnya, pakai sesuai takaran dan durasi yang ditentukan. Ketakutan berlebih pada steroid sering membuat pengobatan berhenti separuh jalan, sesuatu yang sudah kami bahas di kortikofobia pada orang tua.
Kapan Harus ke Dokter
Bawa ke dokter kulit kalau menemukan salah satu dari ini:
- Benjolan bernanah kambuh dua kali atau lebih dalam enam bulan di lokasi yang sama
- Muncul di ketiak atau selangkangan pada anak yang sudah masuk masa pubertas
- Ada benjolan di kedua sisi tubuh secara bersamaan
- Terbentuk saluran di bawah kulit yang mengeluarkan cairan saat ditekan
- Sudah mulai terlihat bekas luka menebal di area tersebut
- Nyerinya mengganggu gerak lengan, cara jalan, atau membuat anak menolak sekolah
Bawa juga catatan waktunya: kapan pertama muncul, berapa kali kambuh, di titik mana saja. Riwayat pengulangan inilah yang paling menentukan diagnosis, dan justru bagian yang paling sering tidak tersampaikan saat konsultasi singkat.
Konsultasinya sendiri biasanya tidak rumit. Diagnosis ditegakkan dari pemeriksaan langsung dan riwayat kambuhnya, tanpa biopsi pada kebanyakan kasus. Kultur nanah kadang diambil untuk memastikan tidak ada infeksi yang menumpang, bukan untuk menegakkan diagnosis utamanya. Siapkan anaknya bahwa area lipatan akan diperiksa, dan tanyakan sejak awal apakah pemeriksaan bisa dilakukan dengan pendamping yang membuatnya nyaman. Remaja yang merasa dihargai privasinya lebih mungkin kembali untuk kontrol, dan kondisi ini butuh kontrol berkelanjutan, bukan sekali datang. Soal perubahan kulit lain di usia ini dibahas di perawatan kulit sensitif saat pubertas.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah ini menular ke adiknya lewat handuk? Tidak. Kondisi ini bukan infeksi yang menular antarorang. Pemakaian handuk bersama tetap sebaiknya dihindari untuk alasan kebersihan umum, bukan karena risiko penularan kondisi ini.
Anak saya baru 11 tahun, apa mungkin? Mungkin, meski lebih jarang. Rata-rata gejala pertama muncul sekitar usia 12 tahun, dan sebagian kasus dimulai sebelum tanda pubertas lain terlihat jelas.
Kalau berat badannya turun, apakah sembuh? Berat badan berlebih tercatat pada 65 persen pasien anak dalam studi tersebut dan berkaitan dengan tingkat keparahan, tapi bukan penyebab tunggal. Anak dengan berat badan normal juga bisa mengalaminya, jadi penurunan berat badan bukan pengganti penanganan medis.
Apakah akan hilang setelah dewasa? Perjalanannya berbeda-beda antar orang. Sebagian membaik, sebagian menetap dengan periode tenang dan kambuh. Penanganan sejak dini yang mencegah kerusakan permanennya bertambah.
Posisi NeoCare dalam Kondisi Ini
NeoCare tidak memproduksi obat untuk hidradenitis suppurativa, dan tidak ada produk perawatan kulit yang bisa menghentikan proses di folikel rambutnya. Penanganannya ada di tangan dokter kulit.
Yang relevan dari sisi perawatan harian adalah menjaga kulit di sekitarnya tetap utuh dan tidak teriritasi, memakai pembersih yang lembut, dan menghindari produk beralkohol tinggi atau berpewangi kuat di area yang sedang meradang. Kulit yang tidak ikut rusak karena perawatan yang salah membuat kerja dokter lebih ringan.
Kalau pola bisul berulang di ketiak atau selangkangan anak remaja Anda terdengar familiar setelah membaca ini, catat tanggal-tanggal kambuhnya dan bawa ke dokter kulit. Dua tahun adalah waktu yang terlalu lama untuk sesuatu yang bisa dikenali dari polanya.



