Jamu Penambah Nafsu Makan Anak Dicampur Steroid: Tanda di Kulit
Ratih (31) sudah kehabisan cara membuat Bima, anaknya yang berusia tiga tahun, mau makan. Berat badannya bertahan di angka yang sama selama hampir setengah tahun. Seorang kenalan di grup sekolah merekomendasikan sirup herbal penambah nafsu makan yang dijual lewat akun media sosial, lengkap dengan foto sebelum dan sesudah.
Dua minggu pertama terasa seperti jawaban. Bima minta nasi tambah, tidurnya lebih nyenyak, pipinya mulai berisi. Ratih membeli botol kedua, lalu ketiga.
Bulan ketiga, ada yang berubah dan tidak masuk akal. Pipi Bima membulat sampai terlihat sembap, tapi lengan dan tungkainya justru terlihat kurus. Di paha bagian dalam dan pinggang bawahnya muncul garis-garis lebar berwarna keunguan. Bekas gigitan nyamuk yang digaruk butuh waktu lama menutup. Panu di lehernya sudah tiga kali diobati dan tiga kali kembali.
Tanda-tanda itu bukan efek dari ramuan herbal. Sebagian obat tradisional yang beredar dicampur bahan kimia obat, dan yang paling sering dipakai untuk klaim penambah nafsu makan adalah kortikosteroid.
Apa yang Ditemukan BPOM
Angkanya bukan cerita dari mulut ke mulut.
Sepanjang Januari sampai Februari 2026, BPOM menguji 1.858 sampel obat bahan alam dan menemukan 24 produk yang mengandung bahan kimia obat atau BKO. Sebaran klaimnya terbagi menjadi 9 produk stamina pria, 8 produk pegal linu, 4 produk pelangsing, dan 3 produk penambah nafsu makan.
Tiga produk penambah nafsu makan itu mengandung deksametason dan siproheptadin.
Deksametason adalah kortikosteroid kuat yang di dunia medis dipakai untuk peradangan berat, alergi berat, dan sejumlah kondisi lain, selalu dengan dosis dan durasi yang dihitung. Siproheptadin adalah antihistamin yang memang bisa merangsang nafsu makan, tapi pemakaian untuk tujuan itu tergolong di luar indikasi resmi dan tetap butuh pengawasan dokter.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan bahwa bahan kimia obat seperti ini seharusnya hanya digunakan dalam obat yang diresepkan serta diawasi oleh tenaga kesehatan. Mencampurkannya ke produk herbal melanggar aturan, karena Permenkes Nomor 7 Tahun 2012 tentang Registrasi Obat Tradisional melarang obat tradisional mengandung BKO.
Yang membuat kasus seperti Bima sulit dicegah: dosisnya tidak tertulis di mana pun. Orang tua tidak tahu anaknya minum steroid, apalagi berapa banyak.
Kenapa Awalnya Terlihat Berhasil
Bagian yang paling menjebak justru keberhasilannya di minggu-minggu pertama.
Kortikosteroid memang meningkatkan nafsu makan, dan efeknya cepat terasa. Bersamaan dengan itu, tubuh menahan lebih banyak cairan dan garam. Timbangan naik, wajah terlihat lebih berisi, dan orang tua menyimpulkan produknya bekerja.
Siproheptadin menambah satu lapis lagi. Selain merangsang nafsu makan, obat ini membuat anak mengantuk, sehingga anak terlihat lebih tenang dan "gampang diatur". Dua perubahan itu sering dibaca sebagai tanda anak jadi lebih sehat.
Kenaikan berat badannya nyata di angka timbangan, tapi komposisinya berbeda dari pertumbuhan yang sebenarnya. Lemak menumpuk di wajah, perut, dan tengkuk, sementara massa otot di lengan dan tungkai justru berkurang. Pola inilah yang membuat anak terlihat gemuk di satu bagian dan menyusut di bagian lain.
Semakin lama produknya diminum, semakin banyak efek yang menumpuk. Pada anak, kelebihan kortikosteroid dari luar tubuh merupakan penyebab tersering dari sindrom Cushing, kumpulan gejala akibat hormon steroid yang berlebihan.
Yang Terbaca di Kulit
Kulit sering menjadi tempat pertama orang tua menyadari ada yang salah, karena perubahannya terlihat tanpa alat apa pun.
Striae yang lebar dan berwarna. Garis regangan akibat kelebihan steroid cenderung lebih lebar dan berwarna merah muda sampai keunguan, muncul di paha, pinggang bawah, perut, dan lengan atas. Garis regangan pada anak yang naik berat badan secara wajar biasanya lebih tipis dan lebih pucat. Perbedaan keduanya dibahas lebih jauh di pembahasan striae pada bayi gemuk.
Kulit yang menipis dan mudah memar. Kulit terlihat lebih tembus pandang, pembuluh darah halus jadi lebih jelas, dan memar muncul dari benturan ringan yang sebelumnya tidak meninggalkan bekas. Memar yang gampang timbul punya beberapa kemungkinan penyebab lain yang juga perlu ditimbang.
Luka yang lama menutup. Lecet kecil, bekas garukan, dan luka gigitan serangga butuh waktu jauh lebih lama sembuh dibanding biasanya.
Infeksi jamur yang berulang. Steroid menekan kekebalan di kulit, sehingga panu, kurap, dan kandidiasis lebih mudah muncul dan lebih sering kambuh. Sebuah studi kecil yang membandingkan pasien sindrom Cushing menemukan infeksi jamur pada 93,8 persen kelompok yang steroidnya berasal dari luar tubuh, dibanding 21,1 persen pada kelompok yang penyebabnya dari dalam tubuh. Jumlah pesertanya sedikit, jadi angkanya perlu dibaca sebagai gambaran arah, bukan ukuran pasti.
Kurap yang diobati dengan krim steroid juga bisa berubah bentuk sampai sulit dikenali, pola yang dikenal sebagai tinea incognito.
Jerawat dan bulu halus yang bertambah. Jerawat bisa muncul di wajah, dada, dan punggung pada usia yang belum semestinya. Bulu halus di lengan, punggung, dan wajah ikut bertambah lebat.
Kulit yang menggelap di lipatan. Leher, ketiak, dan lipatan siku bisa menghitam dan menebal seperti beludru. Tampilan tersebut berkaitan dengan gangguan pengolahan gula darah, dan penjelasannya ada di pembahasan acanthosis nigricans pada anak.
Tidak semua tanda muncul bersamaan, dan satu tanda yang berdiri sendiri belum berarti apa-apa. Yang mengubah artinya adalah kombinasinya, ditambah riwayat minum produk penambah nafsu makan yang tidak jelas isinya.
Bagian yang Paling Berbahaya Justru Saat Berhenti
Reaksi pertama orang tua yang baru sadar biasanya sama: buang produknya, hentikan hari itu juga.
Justru di titik ini risikonya paling besar.
Saat tubuh menerima kortikosteroid dari luar dalam waktu lama, kelenjar adrenal berhenti memproduksi hormon serupa karena merasa pasokannya sudah cukup. Pemakaian yang melebihi sekitar empat minggu bisa menekan fungsi kelenjar tersebut, dan penekanannya bisa bertahan sampai satu tahun setelah steroidnya dihentikan.
Kalau pasokan dari luar dihentikan mendadak, tubuh mendadak kekurangan hormon yang tidak bisa segera ia buat sendiri. Kondisi tersebut disebut krisis adrenal, dan sifatnya mengancam nyawa. Pemicunya sering hal yang tampak biasa, seperti demam, diare, atau muntah.
Penghentiannya perlu dilakukan bertahap dengan aturan dari dokter. Bawa botol atau kemasan produknya, termasuk yang sudah kosong, karena daftar bahan dan asal produknya membantu dokter memperkirakan lama paparan.
Kekhawatiran soal steroid punya sisi lain yang juga perlu diluruskan. Steroid oles yang diresepkan dokter untuk eksim anak bekerja dengan takaran dan durasi terukur, dan menolaknya justru sering memperpanjang penderitaan anak. Akar ketakutan itu dibahas terpisah di pembahasan kortikofobia dan panduan pemakaian hidrokortison untuk eksim bayi. Yang bermasalah adalah steroid yang diminum tanpa diketahui, tanpa dosis, dan tanpa pengawasan siapa pun.
Cara Memeriksa Sebelum Membeli
Pengecekannya gratis dan memakan waktu kurang dari dua menit.
Buka cekbpom.pom.go.id, lalu cari berdasarkan nama produk atau nomor izin edar yang tercantum di kemasan. Produk obat tradisional yang terdaftar punya nomor izin edar berawalan TR untuk produksi dalam negeri atau TI untuk produk impor. Kalau nomornya tidak ditemukan, atau nama produsen di situs berbeda dengan yang tertera di kemasan, hentikan pembeliannya.
BPOM juga menerbitkan daftar produk bermasalah lewat siaran pers dan peringatan publik di situs resminya. Daftar tersebut menyebut nama produk secara terbuka, dan mencocokkan produk yang sedang dipakai dengan daftar itu lebih dapat dipertanggungjawabkan daripada mengandalkan ulasan di kolom komentar.
Beberapa pola yang layak dicurigai:
- Klaim hasil dengan tenggat waktu, misalnya berat naik sekian kilogram dalam satu minggu
- Foto sebelum dan sesudah sebagai bukti utama, tanpa keterangan komposisi
- Dijual hanya lewat akun media sosial atau lapak perorangan, tanpa alamat produsen yang jelas
- Kemasan tanpa nomor izin edar, atau nomornya tercetak buram dan tidak bisa dicari
- Disebut "racikan sendiri", "resep turun-temurun", atau dijual dalam botol yang diisi ulang
Kebiasaan mengecek legalitas ini berlaku untuk semua produk yang menyentuh anak, termasuk yang dioles. Langkah teknisnya sama persis dengan cara mengecek skincare bayi di situs BPOM, dan pernah terbukti penting pada kasus krim bayi bermerkuri.
Kalau Anak Memang Susah Makan
Kekhawatiran yang mendasari pembelian produk seperti ini sah dan tidak perlu diperdebatkan. Anak yang berat badannya tidak naik berbulan-bulan memang butuh penanganan.
Yang membedakan penanganannya adalah urutan. Sulit makan pada anak punya banyak penyebab yang bisa ditelusuri, mulai dari anemia defisiensi besi, infeksi kronis, masalah menelan, sampai pola makan keluarga dan tekanan saat waktu makan. Berat badan yang stagnan juga dinilai lewat grafik pertumbuhan, bukan lewat kesan sekilas bahwa anak terlihat kurus.
Kekurangan zat gizi tertentu meninggalkan jejaknya sendiri di kulit dan kuku, seperti kuku yang mencekung karena kekurangan zat besi atau kulit yang mengelupas pada gizi buruk. Tanda-tanda tersebut mengarahkan pemeriksaan, dan tidak satu pun bisa diselesaikan dengan menaikkan nafsu makan saja.
Siproheptadin sendiri kadang memang diresepkan dokter untuk kasus tertentu, dengan dosis yang dihitung menurut berat badan dan durasi yang dibatasi. Perbedaannya terletak pada siapa yang menghitung dan siapa yang memantau.
Langkah yang Bisa Dikerjakan Orang Tua
- Cek nomor izin edar sebelum membeli, di cekbpom.pom.go.id. Produk obat tradisional yang sah berawalan TR atau TI.
- Jangan hentikan mendadak kalau anak sudah minum berminggu-minggu. Bawa ke dokter untuk penghentian bertahap.
- Simpan kemasannya, termasuk botol kosong dan bukti pembelian daring, untuk ditunjukkan ke dokter.
- Foto kulit anak secara berkala di pencahayaan yang sama. Perubahan bertahap sulit disadari kalau dilihat setiap hari.
- Sebutkan semua produk yang diminum anak saat konsultasi, termasuk jamu, suplemen, dan vitamin yang dibeli sendiri. Banyak orang tua tidak menyebutkannya karena menganggap herbal bukan obat.
- Ukur pertumbuhan lewat grafik, bukan lewat perbandingan dengan anak tetangga.
Pertanyaan Seputar Steroid Tersembunyi di Produk Anak
Apakah semua jamu penambah nafsu makan berbahaya? Tidak. Yang bermasalah adalah produk yang dicampur bahan kimia obat tanpa dicantumkan. Produk obat bahan alam yang terdaftar di BPOM melewati penilaian keamanan, dan nomor izin edarnya bisa dicek sendiri.
Berapa lama tanda di kulit muncul? Bervariasi menurut dosis dan lama pemakaian. Striae dan kulit menipis umumnya membutuhkan pemakaian berminggu-minggu sampai berbulan-bulan, sementara nafsu makan dan wajah yang membulat bisa terlihat lebih awal.
Apakah striae keunguan bisa hilang? Warnanya memudar seiring waktu setelah paparan steroid dihentikan, dan garisnya biasanya menetap dalam bentuk yang lebih pucat. Perawatan kulit membantu kenyamanan dan kelembapan, tapi tidak menghapus garisnya.
Anak saya sudah minum produk seperti itu selama sebulan lebih, apa yang harus dilakukan? Bawa ke dokter beserta kemasannya, dan jangan hentikan sendiri secara mendadak. Dokter akan menilai perlu tidaknya pemeriksaan fungsi adrenal dan mengatur penghentiannya.
Bima akhirnya dirujuk setelah dokter di puskesmas menanyakan satu hal yang belum pernah ditanyakan sebelumnya, yaitu apa saja yang diminum anaknya di luar resep. Ratih menyebut sirup herbal itu karena mengira jawabannya tidak relevan.
Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter. Jangan menghentikan produk yang mengandung steroid secara mendadak tanpa arahan tenaga kesehatan.



