Kutil (Veruka) pada Anak: Penyebab, Cara Penularan, dan Penanganan yang Aman
Kayla (5) pulang dari kolam renang sekolah dengan benjolan kecil kasar di punggung tangan kanannya. Awalnya satu, seukuran kepala korek api, permukaannya berbintik dan agak keras. Sebulan kemudian sudah ada tiga, dua di tangan dan satu di sela jari. Orang tuanya cemas benjolan itu menyebar ke seluruh tubuh, sementara nenek di rumah menyarankan mengoleskan air kapur sirih.
Apa yang dialami Kayla adalah kutil, atau dalam istilah medis veruka. Benjolan ini termasuk keluhan kulit yang sangat umum pada usia sekolah dan, meski mengganggu secara penampilan, sebagian besar bersifat jinak dan akan hilang sendiri. Yang justru sering memperburuk keadaan adalah cara penanganan di rumah yang tidak tepat.
Penyebab: infeksi virus HPV
Kutil disebabkan oleh human papillomavirus (HPV), kelompok virus yang menginfeksi lapisan atas kulit. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), virus masuk lewat luka kecil atau lecet yang kadang tidak kasat mata, lalu memicu sel kulit tumbuh berlebihan sehingga terbentuk benjolan kasar yang kita kenal sebagai kutil.
Penting dipahami bahwa HPV penyebab kutil di tangan dan kaki anak berbeda jenis dari HPV yang dikaitkan dengan kanker serviks. DermNet NZ menjelaskan ada lebih dari 100 tipe HPV, dan tipe yang menimbulkan kutil kulit biasa pada anak tergolong jinak. Jadi kutil di tangan anak bukan pertanda penyakit serius, melainkan infeksi kulit yang umum.
Bentuk kutil pada anak bervariasi tergantung lokasi dan tipe virusnya:
- Veruka vulgaris, kutil biasa berpermukaan kasar yang paling sering muncul di punggung tangan, jari, dan sekitar kuku.
- Veruka plantaris atau kutil plantar, tumbuh di telapak kaki. Karena tertekan berat badan, kutil ini cenderung tumbuh ke dalam dan bisa terasa nyeri saat berjalan, seperti ada kerikil di sepatu.
- Kutil datar (flat warts), berukuran lebih kecil, permukaannya rata, dan sering muncul banyak sekaligus di wajah, leher, atau punggung tangan.
Bagaimana kutil menular
Kutil menular, tetapi penularannya tidak secepat yang dibayangkan banyak orang tua. AAD menyebut HPV menyebar lewat kontak langsung kulit ke kulit, juga lewat benda yang dipakai bersama seperti handuk, alas kaki, atau mainan air. Lantai kolam renang, kamar ganti, dan area mandi umum yang lembap menjadi tempat virus bertahan, sehingga kutil plantar kerap dikaitkan dengan anak yang sering berenang.
Pada anak yang sudah punya kutil, penyebaran ke bagian tubuh lain umumnya terjadi karena kebiasaan menggaruk, memegang, atau menggigiti kutil. Tindakan ini memindahkan virus ke kulit di sekitarnya. Inilah sebabnya satu kutil bisa berkembang menjadi beberapa dalam hitungan minggu, persis seperti yang terjadi pada Kayla.
Daya tular dan kemunculan kutil sangat dipengaruhi daya tahan kulit dan imunitas anak. Beberapa kondisi yang membuat anak lebih rentan:
- Kulit yang sedang lecet, luka, atau pecah-pecah, termasuk akibat menggigit kuku
- Sering bertelanjang kaki di area umum yang basah seperti kolam renang dan kamar mandi bersama
- Berbagi handuk, kaus kaki, atau sepatu dengan anak lain
- Sistem imun yang belum matang pada anak usia muda, atau menurun pada anak dengan kondisi medis tertentu
Sebagian besar sembuh sendiri
Kabar yang menenangkan, kutil pada anak umumnya tidak perlu dikejar dengan pengobatan agresif. DermNet NZ mencatat bahwa pada anak dengan imun normal, sekitar dua pertiga kutil hilang sendiri dalam waktu hingga dua tahun seiring tubuh membentuk kekebalan terhadap virusnya. Sebagian hilang lebih cepat dalam hitungan bulan.
Karena itu, American Academy of Pediatrics (AAP) maupun AAD menempatkan watchful waiting, yaitu memantau tanpa tindakan, sebagai pilihan yang masuk akal untuk kutil yang tidak nyeri dan tidak mengganggu. Pilihan ini menghindarkan anak dari rasa sakit dan risiko bekas luka akibat tindakan yang sebenarnya belum tentu diperlukan.
Tentu ada ketidakpastian di sini. Tidak ada cara memastikan berapa lama kutil tertentu akan bertahan, dan sebagian kutil memang membandel. Keputusan untuk menunggu atau mengobati sebaiknya mempertimbangkan lokasi kutil, rasa nyeri, jumlahnya, serta seberapa terganggu si anak.
Pilihan penanganan yang aman
Ketika kutil terasa nyeri, cepat menyebar, atau mengganggu anak, ada beberapa pilihan penanganan yang dikenal secara medis:
- Asam salisilat yang dijual bebas, dalam bentuk cairan, gel, atau plester. AAD menyebut bahan ini bekerja dengan mengikis lapisan kutil secara bertahap dan butuh pemakaian rutin selama beberapa minggu sampai bulan. Penggunaan pada anak tetap sebaiknya dikonsultasikan lebih dulu, dan tidak dipakai untuk kutil di wajah atau area kelamin.
- Krioterapi, yaitu pembekuan kutil dengan nitrogen cair oleh dokter. Tindakan ini dilakukan di fasilitas medis, bisa terasa perih, dan kadang perlu diulang beberapa kali.
- Terapi lain seperti obat resep atau tindakan minor, dipertimbangkan dokter untuk kutil yang membandel atau menyebar luas.
Satu hal yang ditegaskan banyak sumber medis: kutil tidak boleh dipotong, dicungkil, dibakar, atau ditarik sendiri di rumah. Memotong atau mencungkil kutil membuka luka yang berisiko menimbulkan infeksi bakteri, justru menyebarkan virus ke kulit sekitar lewat darah dan cairan, serta berpotensi meninggalkan bekas luka atau jaringan parut permanen. Bahan tradisional yang bersifat keras juga berisiko melukai kulit anak tanpa terbukti menghilangkan virusnya.
Kapan perlu ke dokter
Sebagian besar kutil pada anak aman dipantau di rumah, tetapi ada situasi yang sebaiknya mendorong orang tua membawa anak ke dokter kulit:
- Kutil tumbuh di wajah atau area kelamin
- Kutil terasa nyeri, terutama kutil plantar yang mengganggu saat berjalan
- Kutil cepat bertambah banyak atau menyebar luas
- Kutil mudah berdarah, berubah warna, atau bentuknya tampak tidak biasa
- Anak memiliki gangguan sistem imun atau penyakit yang menurunkan daya tahan tubuh
- Orang tua ragu apakah benjolan tersebut benar kutil atau bukan
Dokter dapat memastikan diagnosis lewat pemeriksaan langsung dan memilih penanganan yang sesuai usia serta kondisi anak. Diagnosis yang tepat juga penting agar benjolan lain yang menyerupai kutil tidak salah ditangani.
Secara keseluruhan, kutil pada anak adalah keluhan kulit yang umum, jinak, dan pada banyak kasus pulih sendiri. Sikap paling membantu adalah tidak panik, menahan diri dari tindakan kasar di rumah, menjaga kebersihan kulit, dan berkonsultasi ke dokter bila kutil nyeri, menyebar, atau muncul di lokasi yang sensitif.
Kutil sendiri disebabkan virus dan tidak bisa dicegah atau dihilangkan hanya dengan rutinitas mandi, tapi merawat skin barrier anak tetap penting supaya kulit nggak gampang lecet jadi pintu masuk virus. Untuk kebersihan harian yang lembut, NeoCare Head to Toe Shampo & Body Wash sudah pH balanced, tanpa pewangi sintetis, SLS, dan paraben, jadi aman dipakai sehari-hari dari ujung rambut sampai kaki. Lanjutkan dengan NeoCare Gentle Moisturizer Lotion biar kulit anak tetap lembap dan terjaga. Mau tanya cocok atau nggak buat kulit si kecil? Chat aja tim kami lewat WhatsApp, dengan senang hati kami bantu.



