7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Baby Care11 menit2026-05-24

Lichen Striatus pada Anak: Garis Bercak di Lengan atau Kaki yang Sering Disangka Eksim Linear

Pola garis mengikuti jalur Blaschko sering disalahdiagnosis eksim. Lima pembeda klinis, durasi 6-24 bulan, dan kebiasaan orang tua yang justru memperburuk.


writer: kiki

Lichen Striatus pada Anak: Garis Bercak di Lengan atau Kaki yang Sering Disangka Eksim Linear

Orang tua jaman sekarang sering panik saat melihat anak tiba-tiba muncul garis bercak kemerahan memanjang dari bahu ke pergelangan tangan, atau dari pinggul ke mata kaki. Banyak yang langsung berasumsi ini eksim atau bekas garukan, lalu mengoleskan steroid topikal tanpa hasil signifikan. Sebenarnya, pola garis lurus mengikuti jalur tertentu di kulit ini punya nama medis spesifik bernama lichen striatus, dan penanganannya berbeda dari eksim biasa.

Pedoman terbaru Pediatric Dermatology Society of Indonesia tahun 2025 mulai memasukkan lichen striatus ke materi edukasi orang tua karena kasusnya banyak salah diagnosis selama bertahun-tahun. Walau jinak dan biasanya hilang sendiri, kondisi ini meninggalkan bekas hiperpigmentasi atau hipopigmentasi yang bisa bertahan berbulan-bulan setelah lesinya datar.

Apa Sebenarnya Lichen Striatus

Spesialis kulit dan kelamin konsultan dermatologi anak dr. Srie Prihianti Gondokaryono, SpDV(K), dari Departemen Dermatovenereologi FKUI-RSCM Jakarta menjelaskan pola unik kondisi ini:

"Lichen striatus adalah erupsi kulit yang muncul mengikuti garis Blaschko, yaitu jalur perkembangan embriologis sel kulit yang tidak terlihat dalam kondisi normal. Garis Blaschko terbentuk saat embrio masih beberapa minggu di rahim, mengikuti migrasi sel kulit dari neural crest. Jadi lesinya tidak random, melainkan mengikuti pola yang sudah ditentukan sejak janin," ujar dr. Srie.

Kondisi ini paling sering muncul pada anak usia 6 bulan sampai 15 tahun, dengan puncak insidensi di rentang 2 sampai 5 tahun. Anak perempuan terdampak sekitar 2 sampai 3 kali lebih sering dibanding anak laki-laki, walau alasan dominasi gender ini belum jelas dari sisi imunologi.

Pola Klinis yang Membedakan dari Eksim Linear

Lichen striatus dan eksim yang kebetulan menyebar dalam pola garis bisa terlihat mirip di pandangan pertama, tapi ada beberapa perbedaan yang bisa dikenali:

Garis Lurus Memanjang Satu Sisi

Lichen striatus muncul sebagai garis bercak yang memanjang di salah satu sisi tubuh, paling sering di lengan atau kaki. Garisnya bisa lurus, sedikit berkelok, atau membentuk spiral lembut, tapi selalu satu sisi tubuh tanpa pasangan simetris di sisi lain. Eksim yang menyebar acak biasanya muncul di dua sisi tubuh bersamaan, walau ada juga eksim numular yang berbentuk koin di satu lokasi.

Tonjolan Kecil yang Halus

Permukaannya berupa papul atau bintik menonjol kecil sebesar kepala jarum sampai 2 milimeter, warna merah muda kecoklatan atau warna kulit sedikit lebih gelap. Eksim atopik lebih sering muncul sebagai area merah luas yang kering dan bersisik, bukan kumpulan papul kecil yang terpisah.

Gatal Ringan atau Tidak Gatal Sama Sekali

Banyak anak dengan lichen striatus nggak merasa gatal, atau hanya gatal ringan sesekali. Eksim biasanya gatal sedang sampai berat, dan anak sering menggaruk sampai lecet. Kalau bercak garis bayi nggak diganggu sama sekali, kemungkinan besar bukan eksim.

Muncul Tiba-tiba dalam 24 sampai 72 Jam

Lichen striatus berkembang cepat, lesi penuh muncul dalam 1 sampai 3 hari sampai membentuk garis sempurna dari pangkal sampai ujung anggota gerak. Eksim biasanya berkembang bertahap dalam minggu sampai bulan dan jarang sekali membentuk garis sempurna.

Distribusi Sepanjang Anggota Gerak

Garis lichen striatus paling sering muncul memanjang dari bahu sampai pergelangan tangan, atau dari pangkal paha sampai mata kaki. Kadang juga di wajah membentuk garis dari dahi ke pipi. Eksim atopik tidak pernah membentuk garis panjang seperti ini, lebih sering di lipatan sendi atau pipi dengan batas yang tidak teratur.

Kenapa Bisa Muncul Tiba-tiba

Penyebab pasti lichen striatus masih belum diketahui sepenuhnya, tapi beberapa hipotesis yang sedang dipelajari oleh para peneliti:

Reaksi imun terhadap antigen tertentu pada sel kulit yang sudah membawa mutasi mosaik sejak embriologi. Mosaik artinya tidak semua sel tubuh anak punya genom identik, sebagian kecil sel kulit punya variasi minor yang muncul saat embrio berkembang.

Pemicu infeksi virus, beberapa kasus lichen striatus muncul 2 sampai 4 minggu setelah anak mengalami infeksi virus saluran napas atas, varicella ringan, atau infeksi virus lain. Sistem imun yang teraktivasi karena infeksi diduga ikut menyerang sel kulit yang punya variasi mosaik.

Vaksinasi rutin, sangat jarang lichen striatus dilaporkan muncul 1 sampai 2 minggu setelah vaksinasi tertentu, walau hubungan sebab akibat belum dikonfirmasi. Kasusnya cukup jarang sehingga tidak menjadi alasan untuk menunda vaksinasi.

Stress lingkungan, beberapa laporan dari Jepang dan Korea menyebut peningkatan kasus pada anak yang baru memulai sekolah atau pindah lingkungan, walau bukti ilmiahnya masih lemah.

Perjalanan Klinis dan Penanganan

Berita baiknya, lichen striatus jinak dan akan hilang sendiri. Perjalanan klinis tipikal seperti ini:

Fase aktif berlangsung 4 sampai 12 minggu, di mana garis bercak terus terlihat dan kadang muncul lesi baru di sepanjang garis yang sama.

Fase regresi 2 sampai 6 bulan, papul mulai mendatar, warnanya memudar, dan tekstur kulit kembali halus.

Fase pasca-inflamasi, kulit di sepanjang garis bekas lesi bisa lebih gelap (hiperpigmentasi) pada anak berkulit gelap atau lebih terang (hipopigmentasi) pada anak berkulit putih. Hiperpigmentasi biasanya hilang dalam 6 sampai 18 bulan, hipopigmentasi kadang butuh 12 sampai 24 bulan.

Total durasi dari muncul sampai kulit kembali normal sempurna biasanya 6 sampai 24 bulan. Sebagian kecil kasus, sekitar 5 persen, kambuh setelah hilang, tapi episode kedua biasanya lebih singkat dan ringan.

Penanganan tidak agresif. Pedoman saat ini merekomendasikan observasi saja untuk kasus tanpa gatal. Kalau gatal mengganggu tidur anak, steroid topikal potensi rendah seperti hidrokortison 1 persen 2 kali sehari selama 1 sampai 2 minggu cukup. Pelembap rutin 2 kali sehari membantu mempercepat normalisasi tekstur kulit. Tacrolimus 0,03 persen krim dilaporkan efektif untuk kasus yang gatal persisten, tapi penggunaannya butuh resep dokter spesialis.

Yang Sebaiknya Tidak Dilakukan

Beberapa kebiasaan orang tua yang justru memperburuk perjalanan klinis lichen striatus:

Menggosok lesi dengan loofah atau batu apung dengan harapan mengelupas bercaknya. Gesekan mekanik memperberat inflamasi dan memperpanjang fase aktif.

Mengoleskan obat anti-jamur, kondisi ini bukan infeksi jamur, dan beberapa krim antijamur mengandung bahan iritan yang memperburuk kulit.

Pakai krim pemutih atau bleaching cream untuk mengurangi hiperpigmentasi pasca-lesi. Hidrokuinon dan asam kojic terlalu kuat untuk kulit anak dan bisa menyebabkan iritasi kronis.

Menutup lesi dengan plester atau perban rapat dalam waktu lama dengan asumsi melindungi. Oklusi rapat justru meningkatkan kelembaban lokal yang memperparah inflamasi.

Kapan ke Dokter

Walau lichen striatus jinak, beberapa situasi sebaiknya dievaluasi dokter spesialis kulit:

Lesi yang muncul di wajah, karena bekas pigmentasi di wajah lebih mengganggu kosmetik dan butuh penanganan lebih hati-hati.

Gatal berat yang mengganggu tidur anak walau sudah pakai pelembap rutin.

Lesi yang menetap aktif lebih dari 12 bulan tanpa tanda regresi.

Munculnya banyak garis bersamaan di beberapa anggota gerak, karena pola ini lebih jarang dan butuh evaluasi tambahan untuk menyingkirkan kondisi kulit lain seperti lichen planus linear atau ILVEN.

Anak dengan lichen striatus tidak perlu pembatasan aktivitas. Mandi normal, berenang, dan olahraga semua aman dijalankan seperti biasa. Yang penting orang tua tahu pola kondisi ini supaya nggak terjebak terapi yang tidak sesuai selama berbulan-bulan.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait