writer: kiki
Luka Bakar Knalpot Motor pada Anak: Pertolongan Pertama dan Perawatan Kulit
Fajar (4 tahun) cuma butuh kurang dari satu detik. Saat turun dari motor di depan rumahnya di Depok, betis kanannya menyerempet knalpot yang baru dimatikan beberapa menit sebelumnya. Anaknya menjerit, dan ibunya refleks mengoles odol ke area yang memerah karena itu yang dia lihat orang lakukan sejak kecil. Besoknya muncul lepuh selebar koin, dan odol yang mengering menempel di luka. Saat dibersihkan di puskesmas, Fajar menangis lebih keras daripada saat kena knalpotnya.
Kasus seperti Fajar terjadi hampir setiap hari di negara dengan motor sebagai kendaraan utama keluarga. Lukanya kecil, sering cuma seukuran ibu jari sampai telapak tangan anak, tapi kedalamannya kerap jauh lebih serius daripada yang terlihat di menit-menit pertama.
Kenapa Luka Knalpot Lebih Dalam dari Kelihatannya
Pipa knalpot motor bisa mencapai suhu 170 sampai 250 derajat Celsius, dan pada mesin tertentu bisa lewat dari itu. Sebagai pembanding, kulit manusia sudah mulai rusak di kisaran 63 sampai 66 derajat, suhu di mana kolagen (protein penyusun struktur kulit) mulai mengkerut. Pada suhu di atas 250 derajat, kerusakan jaringan yang cukup dalam bisa terjadi hanya dengan kontak sekitar 0,06 detik. Refleks anak menarik kaki tidak pernah cukup cepat untuk itu.
Ada satu detail yang sering luput: knalpot justru berada di titik terpanas beberapa menit setelah mesin dimatikan, bukan saat motor masih menyala. Momen parkir dan turun dari motor adalah jendela paling berbahaya, tepat saat orang tua merasa perjalanan sudah selesai.
Studi terhadap anak-anak yang dirawat akibat luka bakar knalpot di Inggris menemukan sekitar 58 persen kasus berupa luka bakar derajat dua (partial thickness, kerusakan sampai lapisan kulit tengah) dan 42 persen derajat tiga yang menembus seluruh lapisan kulit. Lebih dari separuh kasus luasnya di bawah 1 persen permukaan tubuh, dan sekitar tiga perempat mengenai tungkai bawah. Mayoritas pasiennya balita.
Menurut dokter spesialis anak, dr. Anindya Kusuma, Sp.A, luas luka yang kecil sering membuat orang tua menunda ke fasilitas kesehatan.
"Luka knalpot itu contact burn, panasnya menempel di satu titik dan menembus ke bawah, bukan menyebar ke samping. Jadi ukurannya bisa cuma sebesar koin tapi kedalamannya sampai lapisan bawah kulit. Yang saya nilai bukan lebarnya, tapi seberapa dalam," ujar dr. Anindya.
Pertolongan Pertama yang Benar
Yang dilakukan di 20 menit pertama sangat menentukan seberapa dalam kerusakannya berhenti dan seberapa tebal bekasnya nanti.
- Jauhkan anak dari sumber panas dan tenangkan dulu. Anak yang meronta lebih sulit ditangani daripada lukanya sendiri.
- Alirkan air bersih suhu ruang atau air sejuk ke area luka selama 20 menit penuh. Bukan 2 menit, bukan sampai anak berhenti menangis. Dua puluh menit adalah durasi yang terbukti membatasi kerusakan jaringan dan mengurangi pembentukan jaringan parut. Kalau sudah terlewat, mendinginkan luka masih bermanfaat sampai sekitar 3 jam setelah kejadian.
- Lepaskan celana, kaus kaki, atau sepatu di sekitar area sebelum bengkak muncul. Kalau kainnya sudah menempel di luka, jangan ditarik paksa, biarkan tenaga medis yang melepas.
- Tutup dengan kain bersih yang tidak berbulu dan tidak lengket setelah didinginkan. Kain kasa steril, atau plastic wrap dapur yang bersih, cukup untuk perjalanan ke fasilitas kesehatan.
- Jangan pecahkan lepuhnya. Lepuh adalah perban alami yang menutup lapisan kulit di bawahnya dari bakteri.
- Jangan pakai es batu atau air es. Suhu ekstrem membuat pembuluh darah di area itu menyempit drastis, sehingga aliran darah yang dibutuhkan kulit untuk pulih justru berkurang. Pada anak kecil, es juga berisiko menurunkan suhu tubuh terlalu cepat.
Selimuti badan anak selama betisnya dialiri air. Yang perlu didinginkan cuma area lukanya, bukan seluruh tubuhnya.
Odol, Kecap, dan Mentega: Kenapa Justru Memperparah
Kebiasaan mengoles bahan dapur ke luka bakar sudah turun-temurun, dan hampir semuanya bekerja berlawanan dengan yang dibutuhkan kulit.
- Odol atau pasta gigi. Teksturnya mengering dan mengunci panas di dalam jaringan, sehingga luka terus rusak setelah kontak selesai. Odol juga bukan produk steril, dan kandungannya bisa mengiritasi kulit yang lapisan pelindungnya sudah hilang.
- Kecap, mentega, minyak goreng, dan margarin. Lapisan berminyak menyekat panas persis seperti selimut. Bakteri dari bahan makanan masuk ke luka terbuka, dan infeksi inilah yang paling sering mengubah luka dangkal menjadi bekas permanen.
- Es batu. Menambah cedera dingin di atas cedera panas.
- Kopi bubuk, kapur sirih, ramuan daun. Sama seperti di atas, ditambah residu berwarna yang menempel di dasar luka.
Ada alasan kedua yang jarang dibahas: semua bahan ini harus dibersihkan lagi sebelum dokter bisa menilai kedalaman luka, dan proses itu menyakitkan untuk anak.
Menurut dokter spesialis dermatologi dan venereologi, dr. Ratih Kusuma, Sp.D.V.E, kerugiannya berlapis.
"Waktu paling berharga justru habis buat cari odol atau kecap, padahal keran air ada di rumah. Yang paling sering saya lihat, luka datang ke klinik sudah tertutup lapisan yang bikin saya tidak bisa lihat dasarnya sama sekali," kata dr. Ratih.
Kapan Harus ke Dokter
Sebagian besar luka knalpot pada anak sebaiknya diperiksakan, mengingat kedalamannya sulit dinilai dengan mata telanjang di hari pertama. Beberapa kondisi berikut perlu penanganan medis segera:
- Muncul lepuh, seberapa pun kecilnya.
- Luas luka lebih besar dari telapak tangan anak sendiri.
- Luka mengenai sendi seperti lutut, pergelangan kaki, atau siku, karena jaringan parut di area lipatan bisa membatasi gerak.
- Luka di wajah, tangan, kaki, atau area kelamin.
- Permukaan luka tampak putih, kecoklatan, atau kaku seperti kulit kering (eskar, jaringan kulit mati yang mengeras). Area seperti ini justru sering tidak terasa nyeri karena ujung sarafnya ikut rusak, dan mati rasa bukan pertanda luka ringan.
- Luka melingkari betis atau lengan.
- Luka bakar pada bayi, berapa pun luasnya.
- Tanda infeksi setelah beberapa hari: makin merah, bengkak, bernanah, berbau, atau anak demam.
Satu hal yang mudah terlewat di ruang praktik: status vaksin tetanus. Luka bakar termasuk luka yang rawan tetanus, dan dokter perlu tahu riwayat imunisasi anak untuk menentukan apakah perlu tambahan. Bawa buku KIA atau catatan imunisasi saat memeriksakan anak, atau sampaikan kalau catatannya tidak lengkap.
Merawat Kulit Setelah Luka Menutup
Setelah luka menutup, tugas berikutnya berlangsung berbulan-bulan. Kulit baru di bekas luka bakar berbeda dari kulit sekitarnya: lebih tipis, lebih kering, kelenjar minyaknya belum berfungsi normal, dan lebih rentan terhadap matahari.
Kelembapan. Kulit bekas luka bakar cenderung kering dan gatal, dan gatal membuat anak menggaruk area yang belum kuat. Pelembap lembut yang dioles tipis dua kali sehari membantu menjaga kenyamanan area yang sudah menutup. Pelembap dari NeoCare bisa dipakai di kulit yang sudah tertutup sempurna, bukan di luka yang masih basah atau terbuka.
Perlindungan matahari. Jaringan parut yang masih baru gampang menggelap kalau kena matahari, dan warna gelapnya bisa bertahan lama. Untuk anak di atas 6 bulan, sunscreen mineral SPF 30 di area bekas luka membantu menahan perubahan warna itu. Menutup betis dengan celana panjang saat bermain di luar sama efektifnya dan lebih praktis untuk balita.
Pembersihan lembut. Sabun tanpa pewangi, air suam-suam, tanpa gosokan. Kulit baru belum siap untuk waslap kasar.
Luka bakar juga termasuk pemicu keloid dan jaringan parut hipertrofik, yaitu bekas luka yang menebal dan menonjol alih-alih memudar. Risikonya lebih tinggi pada anak dengan riwayat keloid di keluarga. Kalau bekas luka Fajar mulai menebal, melebar keluar dari batas luka aslinya, atau terasa gatal terus-menerus beberapa bulan kemudian, itu sinyal untuk kembali ke dokter. Penjelasan lengkapnya ada di artikel tentang keloid dan bekas luka pada anak.
Luka Fajar akhirnya menutup dalam tiga minggu dengan perawatan rutin, meninggalkan bercak lebih terang di betisnya. Yang paling disesali ibunya bukan knalpotnya, tapi 20 menit air mengalir yang tidak pernah dia lakukan. Keran di rumah jaraknya lima langkah dari tempat kejadian.




