Mata Belekan Bayi Bikin Kulit Sekitar Mata Merah? Begini Cara Atasi yang Aman
Reni (29), ibu satu anak di Bekasi Timur, sempat panik saat anaknya yang berusia 4 minggu mengalami belek menumpuk di kedua mata sejak pagi. Bukan cuma matanya yang lengket, kulit di kelopak dan pipi atas juga ikut memerah dan terlihat iritasi.
"Aku bangun tidur lihat matanya nggak bisa buka karena kering keras. Pas dibersihin pake kapas anget, ternyata kulit sekitar matanya udah merah-merah, kayak abis kena lotion alergi. Padahal nggak ganti produk apa-apa," cerita Reni saat konsultasi di klinik anak Bekasi.
Belek pada bayi baru lahir adalah keluhan yang masuk di top 3 alasan ibu konsultasi di minggu-minggu pertama, menurut data praktik dokter anak Bekasi. Yang menarik, banyak orang tua fokus pada matanya tetapi tidak menyadari kulit di sekitar mata juga butuh perawatan khusus.
Kenapa Bisa Terjadi?
Belek dalam istilah medis disebut konjungtivitis kalau radang, atau sekret mata kalau hanya sumbatan saluran. Pada bayi newborn, dua kondisi paling umum sebenarnya bukan infeksi.
Dr. Anggraini Alam, SpA(K), dokter spesialis anak konsultan, menjelaskan bahwa lebih dari 50 persen bayi baru lahir mengalami sumbatan saluran air mata yang disebut nasolacrimal duct obstruction. "Kondisi ini biasanya menutup sendiri di usia 6-12 bulan. Tetapi karena air mata tidak bisa mengalir keluar, dia menumpuk dan jadi belek kental, kadang sampai tertumpah di pipi."
Air mata yang merembes ke pipi inilah yang sering bikin kulit di bawah mata iritasi. Kandungan garam dan protein di air mata, kalau lama menempel di kulit halus bayi, bisa memicu reaksi seperti drool rash tapi versi mata.
Kondisi lain yang juga sering jadi penyebab:
- Conjungtivitis newborn (oftalmia neonatorum) karena infeksi saat lahir
- Iritasi dari produk yang dipakai di kamar bayi seperti aromaterapi atau pewangi ruangan
- Reaksi terhadap obat tetes mata profilaksis yang diberikan rutin setelah lahir
Cerita Reni dan Apa Yang Disarankan Dokter
Pemeriksaan di klinik menunjukkan anak Reni mengalami sumbatan saluran air mata di kedua mata, tanpa tanda infeksi. Iritasi kulit di sekitar mata adalah komplikasi sekunder dari air mata yang terus merembes.
"Yang penting jangan diobati pakai obat tetes antibiotik kalau belum tentu infeksi. Cukup kompres hangat plus pijat saluran air mata, dan jaga kulit sekitar mata tetap kering dengan pelembap ringan," kata dokter saat konsultasi.
Setelah 10 hari rutinitas baru, belek Reni berkurang signifikan dan kulit merah di pipi atas memudar.
Cara Mencegahnya?
Beberapa kebiasaan yang bantu mencegah iritasi kulit sekitar mata bayi.
Bersihkan belek dengan teknik yang benar
Pakai kapas atau kain kasa steril sekali pakai. Celup ke air hangat matang, lalu seka dari sudut mata bagian dalam ke luar dengan gerakan lembut. Kapas baru untuk mata berikutnya — tidak boleh bolak-balik untuk mencegah penularan kuman.
Hindari air dingin atau yang masih dari kran tanpa dimasak. Suhu air ideal 37-40 derajat Celsius.
Pijat saluran air mata (lacrimal massage)
Teknik ini direkomendasikan American Academy of Pediatric Ophthalmology. Caranya:
- Cuci tangan bersih
- Letakkan jari telunjuk di sisi hidung dekat sudut mata bagian dalam
- Tekan lembut ke arah bawah hidung sekitar 5-10 kali
- Lakukan 2-3 kali sehari
Pijat ini membantu membuka sumbatan di duktus nasolakrimalis. Pada banyak kasus, sumbatan menutup sendiri dalam 6-12 minggu pemijatan rutin.
Jaga kulit sekitar mata tetap kering
Setelah membersihkan belek, tepuk-tepuk lembut dengan handuk lembut sampai kering. Air mata atau air kompres yang tertinggal lama di kulit memicu maserasi.
Setelah benar-benar kering, oleskan pelembap bayi yang aman untuk area sekitar mata dalam jumlah kecil. Hindari produk dengan fragrance, alkohol, atau bahan aktif kuat. Pelembap berbahan dasar petroleum jelly tipis atau dimethicone biasanya paling aman.
Apa Tanda Belek Bayi Butuh Antibiotik?
Tidak semua belek artinya infeksi. Yang perlu konsultasi segera ke dokter:
- Belek berwarna hijau atau kuning kental dengan bau tidak biasa
- Pembengkakan kelopak mata yang membuat mata sulit dibuka
- Kemerahan di bagian putih mata (konjungtiva)
- Demam pada bayi disertai keluhan mata
- Cairan keluar dari satu mata saja dengan onset mendadak
Konjungtivitis newborn bisa disebabkan bakteri serius seperti Chlamydia trachomatis atau Neisseria gonorrhoeae, dan butuh antibiotik resep. Tetapi diagnosisnya harus dipastikan dokter, bukan ditebak sendiri.
Hal yang Sering Dilakukan Tapi Sebenarnya Tidak Disarankan
Beberapa "tips dari nenek" yang ditemui Reni di grup ibu:
"Pakai ASI tetesin ke mata bayi"
ASI memang punya komponen antibakteri, tetapi tidak steril dan bisa malah memicu infeksi sekunder kalau ditetes ke mata yang sedang iritasi. American Academy of Pediatrics tidak merekomendasikan praktik ini.
"Tetes mata orang dewasa, sedikit aja"
Tetes mata dewasa, terutama yang mengandung tetrahydrozoline atau decongestant, sama sekali tidak aman untuk bayi. Konsentrasi bahan aktifnya bisa menyerap masuk dan memicu efek sistemik.
"Air daun sirih buat cuci mata"
Tidak ada bukti klinis. Air rebusan daun apapun yang tidak steril malah berisiko membawa kontaminan ke mata bayi yang sangat rentan.
Kapan Sumbatan Saluran Air Mata Butuh Tindakan Medis
Sebagian besar kasus sumbatan saluran air mata bayi menutup sendiri sebelum usia 1 tahun dengan pemijatan rutin. Kalau di usia 9-12 bulan masih bermasalah, dokter mata anak biasanya menyarankan probing — tindakan kecil membuka sumbatan dengan kateter halus.
Probing dilakukan dalam anestesi ringan dan sukses pada lebih dari 90 persen kasus pertama. Risiko komplikasi rendah kalau ditangani dokter mata anak berpengalaman.
Penutup
Belek pada bayi sering dianggap masalah kecil yang tinggal dilap. Padahal kombinasi belek persisten dan iritasi kulit di sekitar mata bisa menyebabkan rasa tidak nyaman yang berkelanjutan, mengganggu tidur bayi, dan dalam beberapa kasus jadi pintu masuk infeksi.
Pendekatan yang aman: bersihkan dengan teknik steril, pijat saluran air mata rutin, jaga kulit sekitar mata kering dan terlembap dengan produk ringan, dan jangan ragu konsultasi kalau pola tidak membaik dalam 2 minggu. Untuk Reni, kombinasi ini cukup mengatasi keluhan tanpa perlu obat resep.



