7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Baby Care6 menit2026-07-13

Nevus Depigmentosus Bayi: Bercak Putih vs Vitiligo & Pityriasis Alba

Nevus depigmentosus pada bayi: bercak putih menetap sejak lahir yang jinak. Kenali cirinya dan cara membedakan dari vitiligo serta pityriasis alba.

Nevus Depigmentosus pada Bayi: Bercak Putih Menetap Sejak Lahir dan Cara Membedakannya dari Vitiligo serta Pityriasis Alba

Sebuah studi yang memeriksa 67 pasien dengan bercak putih bawaan, dipublikasikan di Journal of the American Academy of Dermatology, menemukan pola yang menenangkan bagi orang tua: sebagian besar bercak jenis ini stabil, tidak melebar mengikuti pertumbuhan anak, dan tidak berkembang menjadi penyakit kulit yang lebih serius. Kondisi yang dimaksud bernama nevus depigmentosus, salah satu penyebab tersering bercak putih menetap pada bayi yang sering tertukar dengan vitiligo.

Bagi banyak orang tua di Indonesia, menemukan satu area kulit bayi yang lebih pucat dari sekitarnya memicu kekhawatiran soal penyakit kulit atau gangguan pigmen serius. Padahal, karakter bercak, waktu kemunculan, dan responsnya terhadap pemeriksaan sederhana sudah cukup mengarahkan diagnosis. Artikel ini membahas apa itu nevus depigmentosus, bagaimana penampakannya, dan bagaimana dokter kulit membedakannya dari kondisi lain yang mirip.

Apa Itu Nevus Depigmentosus

Nevus depigmentosus adalah bercak kulit yang lebih terang atau pucat akibat berkurangnya produksi melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit. Istilah "depigmentosus" sedikit menyesatkan, karena sebenarnya pigmennya tidak hilang total melainkan berkurang. Karena itu banyak ahli kulit menyebutnya sebagai bercak hipopigmentasi, bukan depigmentasi penuh.

Kondisi ini bersifat bawaan dan tidak diwariskan secara genetik dari orang tua. Jumlah sel penghasil pigmen di area tersebut sebenarnya normal, tetapi sel-sel itu memproduksi dan menyalurkan melanin lebih sedikit dibanding kulit di sekitarnya. Hasilnya, muncul satu area yang warnanya kontras lebih muda, biasanya menetap seumur hidup dengan ukuran yang proporsional terhadap tubuh anak.

Nevus depigmentosus termasuk salah satu penyebab bercak putih bawaan yang paling sering ditemui pada anak, di samping bercak akibat tuberous sclerosis dan piebaldisme. Kabar baiknya, bentuk yang berdiri sendiri tanpa keluhan lain jauh lebih umum dan tidak berhubungan dengan gangguan organ dalam. Dokter kulit tetap perlu memastikan bahwa bercak memang berdiri sendiri, karena sebagian kecil kondisi kulit lain juga bisa diawali tampilan serupa.

Penampakan dan Ciri Khasnya

Bercak nevus depigmentosus punya beberapa penanda yang cukup konsisten. Warnanya putih pudar atau krem, tidak seputih kapur. Batasnya cenderung tegas, kadang bergerigi halus di tepinya, dan sering hanya muncul di satu sisi tubuh atau mengikuti satu segmen area kulit. Ukurannya bervariasi dari beberapa sentimeter sampai bercak yang lebih luas di batang tubuh, lengan, atau tungkai.

Ciri paling penting untuk membedakannya adalah sifatnya yang stabil. Bercak ini tidak melebar aktif, tidak menyebar ke bagian tubuh lain, dan tidak berpindah. Seiring anak tumbuh, bercak ikut membesar secara proporsional mengikuti pertumbuhan kulit, bukan karena kondisinya memburuk. Permukaannya juga tetap mulus, tanpa sisik, tanpa kemerahan, dan tanpa rasa gatal.

Kapan Bercak Ini Muncul

Sebagian besar kasus sudah ada sejak lahir atau tampak pada minggu-minggu awal kehidupan. Pada bayi baru lahir, kulit masih relatif terang sehingga kontras bercak kadang belum kentara. Begitu pigmentasi kulit bayi menguat dalam bulan-bulan pertama, area yang produksinya lebih rendah justru makin terlihat menonjol, dan di titik inilah banyak orang tua baru menyadarinya.

Waktu kemunculan yang dini ini menjadi petunjuk diagnostik penting. Kondisi bawaan seperti nevus depigmentosus hadir sejak awal, sementara beberapa penyebab bercak putih lain baru datang setelah anak lebih besar atau setelah ada pemicu tertentu di kulit.

Membedakan dari Kondisi yang Mirip

Bercak putih pada anak bisa berasal dari beberapa kondisi berbeda, dan penanganannya tidak sama. Perbandingan berikut membantu memetakan perbedaannya.

Nevus depigmentosus. Bawaan, muncul sejak lahir atau bayi awal. Warna putih pudar dengan batas tegas, menetap, tidak melebar aktif, permukaan mulus tanpa sisik.

Vitiligo. Ini kondisi didapat, artinya kulit lahir normal lalu kehilangan pigmen di kemudian hari, sering pada anak yang lebih besar. Bercaknya putih susu pekat, cenderung melebar dan bertambah, kerap simetris di kedua sisi tubuh, dan bisa mengenai rambut di area tersebut hingga ikut memutih. Di bawah lampu Wood, alat sinar ultraviolet khusus, vitiligo memancarkan warna putih terang menyala, sementara nevus depigmentosus tampak putih pudar yang lebih redup.

Pityriasis alba. Bercak putih pudar dengan batas yang tidak tegas alias samar, permukaannya bersisik halus, dan sering muncul di wajah, terutama pipi. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan kulit kering atau riwayat eksim ringan, dan sifatnya sementara. Pigmen biasanya pulih sendiri dalam beberapa bulan sampai tahun.

Tinea versikolor atau panu. Disebabkan jamur, bercaknya bisa lebih terang atau lebih gelap, bersisik halus, kadang gatal, dan lebih sering pada anak yang lebih besar atau remaja di area berkeringat. Berbeda dari nevus depigmentosus, panu menular dan responsif terhadap obat antijamur.

Satu catatan tambahan, bercak kebiruan keabuan yang luas di punggung bawah atau bokong bayi, yang dikenal sebagai bercak Mongolia, sama sekali bukan bagian dari kelompok ini. Warnanya justru lebih gelap, bukan lebih putih, dan tidak berkaitan dengan nevus depigmentosus.

Kapan Perlu ke Dokter dan Pemeriksaan yang Dilakukan

Meski nevus depigmentosus tergolong jinak, konsultasi ke dokter tetap dianjurkan untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan lain. Ini penting karena membedakan nevus depigmentosus dari vitiligo di tahap awal tidak selalu mudah dengan mata telanjang saja.

Menurut dokter spesialis kulit anak, dr. Anindita Prabowo, Sp.D.V.E, pemeriksaan sering dimulai dari hal sederhana. "Yang pertama kami nilai adalah riwayatnya, apakah bercak sudah ada sejak lahir dan apakah ukurannya stabil atau justru terus meluas. Pola stabil sejak bayi mengarah kuat ke nevus depigmentosus, sedangkan bercak yang melebar dan makin putih pekat membuat kami mempertimbangkan vitiligo," ujarnya.

Pemeriksaan lampu Wood menjadi alat bantu utama karena bisa mempertegas kontras dan warna pancaran bercak. Prosedurnya cepat, tidak menyakitkan, dan aman untuk bayi. "Biopsi kulit jarang diperlukan pada anak. Kami hanya mempertimbangkannya bila gambaran klinis benar-benar tidak khas atau perlu memastikan diagnosis yang meragukan," tambah dr. Anindita. Orang tua sebaiknya memeriksakan anak bila bercak tampak menyebar, berubah tekstur, terasa gatal, atau muncul bersama bercak lain yang cepat bertambah.

Perawatan Kulit Sehari-hari

Nevus depigmentosus tidak memerlukan pengobatan khusus karena tidak berbahaya dan tidak menimbulkan keluhan fisik. Fokus perawatan lebih pada menjaga kesehatan kulit secara umum dan mengelola tampilan kontras bila orang tua menginginkannya.

Pelembap membantu menjaga kulit tetap sehat dan mencegah kekeringan yang bisa membuat bercak tampak lebih menonjol. Tabir surya juga berperan besar. Ketika kulit sekitar terpapar matahari dan menjadi lebih gelap, area bercak yang produksi pigmennya rendah akan terlihat makin kontras. Melindungi kulit anak dari paparan sinar langsung, memakai pakaian tertutup, dan mengoleskan tabir surya khusus anak sesuai anjuran dokter membantu menjaga perbedaan warna tetap minimal.

Yang perlu dihindari adalah mencoba mencerahkan atau menyamakan warna bercak dengan produk pemutih atau ramuan tanpa pengawasan. Kulit bayi jauh lebih tipis dan sensitif, sehingga bahan yang tidak sesuai justru berisiko menimbulkan iritasi. Bila bercak berada di area yang mudah terlihat dan mulai memengaruhi rasa percaya diri anak saat ia lebih besar, dokter kulit bisa mendiskusikan pilihan penyamaran kosmetik yang aman sesuai usia.

Yang Perlu Diingat Orang Tua

Nevus depigmentosus adalah kondisi jinak. Bercak ini tidak menular, tidak menyakitkan, dan tidak menandakan penyakit dalam tubuh anak. Sebagian besar anak tumbuh dan berkembang normal tanpa gangguan apa pun selain perbedaan warna kulit yang menetap.

Meski begitu, memastikan diagnosis lewat pemeriksaan dokter tetap langkah bijak, terutama untuk membedakannya dari vitiligo yang penanganannya berbeda dan lebih baik ditangani sejak dini. Dengan pemahaman yang tepat soal karakter bercak dan perawatan kulit sederhana di rumah, orang tua bisa lebih tenang menghadapinya tanpa panik berlebihan.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait