Omfalitis: Infeksi Tali Pusat Bayi Baru Lahir yang Perlu Ditangani Hari Itu Juga
Infeksi pangkal tali pusat pada bayi baru lahir, atau omfalitis, masih menjadi salah satu penyebab sepsis neonatal yang bisa dicegah di negara berkembang. Literatur medis mencatat angka kejadiannya jauh lebih tinggi pada persalinan yang berlangsung di luar fasilitas kesehatan dibanding persalinan di rumah sakit, dan sebagian besar kasus berat berawal dari keterlambatan pengenalan gejala di rumah.
Pola keterlambatan itu berulang. Kemerahan kecil di pangkal pusar dianggap bagian dari proses kering. Bau tidak sedap dianggap wajar karena jaringan tali pusat memang sedang mengering. Bayi yang mulai malas menyusu dianggap sedang lelah. Dalam banyak kasus, keluarga baru membawa bayi ke fasilitas kesehatan setelah demam muncul, dan pada titik itu infeksinya sudah menyebar ke dinding perut.
Omfalitis berbeda dengan dua kondisi tali pusat yang jauh lebih sering ditanyakan orang tua: proses puput yang normal, dan granuloma umbilikalis yang muncul setelah tali pusat lepas. Perbedaan ketiganya menentukan apakah kondisi bisa diamati di rumah atau butuh penanganan medis hari itu juga.
Penyembuhan Tali Pusat yang Berjalan Normal
Sisa tali pusat mengering, menghitam, lalu lepas sendiri. Panduan perawatan neonatal menyebut proses ini umumnya selesai dalam rentang satu sampai tiga minggu sejak lahir, dengan variasi antar bayi yang cukup lebar.
Selama proses itu, beberapa hal masih masuk kategori normal:
- Lembap sedikit di pangkalnya. Area tempat tali pusat menempel bisa terlihat basah tipis atau agak mengkilap, terutama beberapa hari sebelum lepas.
- Bercak darah kering. Noda kecokelatan atau kemerahan kering di popok dan pakaian, terutama sesaat sebelum dan sesudah tali pusat terlepas.
- Bau ringan yang khas. Jaringan yang mengering punya bau samar. Bau ini tidak menusuk dan tidak bertahan setelah area dibersihkan dan dikeringkan.
- Kemerahan sangat tipis tepat di batas kulit. Garis merah setebal satu sampai dua milimeter persis di tepi pangkal, tanpa melebar ke perut.
Yang tetap normal pada semua tanda di atas: bayi menyusu seperti biasa, suhu tubuhnya stabil, dan area sekitar pusar tidak terasa hangat, keras, atau nyeri saat disentuh.
Perawatan yang direkomendasikan panduan WHO untuk persalinan di fasilitas kesehatan adalah perawatan kering. Tali pusat dibiarkan terbuka, tidak ditutup kasa rapat, dan popok dilipat ke bawah supaya area itu tidak lembap. Kulit di sekitarnya cukup dijaga bersih dan kering, dan produk perawatan kulit bayi seperti pelembap NeoCare digunakan pada area kulit lain, bukan pada pangkal tali pusat yang sedang mengering.
Tanda yang Mengarah ke Infeksi
Omfalitis punya penanda yang cukup spesifik. Yang paling penting adalah arah penyebarannya.
- Kemerahan yang melebar ke dinding perut. Merah tidak lagi berhenti di tepi pangkal, tapi merambat keluar ke kulit perut di sekitar pusar. Batasnya sering tidak rata dan area merahnya bertambah luas dari jam ke jam.
- Bau busuk yang menusuk. Bau tetap ada dan tetap kuat meski area sudah dibersihkan. Ini berbeda dari bau samar jaringan kering.
- Nanah atau cairan keruh. Cairan kekuningan, kehijauan, atau berwarna keruh yang keluar dari pangkal pusar, kadang menempel di popok.
- Kulit sekitar mengeras dan bengkak. Dinding perut di sekitar pusar terasa lebih padat dan kencang dibanding kulit perut lainnya.
- Bayi menangis saat area itu disentuh. Nyeri tekan pada bayi baru lahir jarang terjadi dan merupakan tanda serius.
- Demam, atau justru suhu tubuh yang turun. Bayi baru lahir tidak selalu merespons infeksi dengan demam. Suhu tubuh yang rendah dan tubuh yang teraba dingin sama mengkhawatirkannya.
- Malas menyusu dan lemas. Bayi menyusu jauh lebih sedikit, sulit dibangunkan, gerakannya melemah, atau tangisannya terdengar lebih lemah dari biasanya.
Kombinasi kemerahan yang menyebar ditambah salah satu tanda sistemik seperti demam, suhu rendah, atau malas menyusu adalah gambaran yang paling sering mendahului sepsis.
Membedakannya dari Granuloma Umbilikalis
Kedua kondisi ini sering tertukar karena sama-sama menghasilkan pusar yang merah dan basah. Waktu munculnya membantu memisahkan keduanya.
Granuloma umbilikalis muncul setelah tali pusat terlepas, berupa jaringan kecil kemerahan atau merah muda yang menonjol dari dalam pusar, biasanya seukuran butiran kecil. Jaringan itu mengeluarkan cairan bening atau agak kekuningan yang tidak berbau busuk. Kulit perut di sekitarnya tetap normal, tidak merah, tidak keras, dan tidak nyeri. Bayinya sendiri sehat, menyusu kuat, suhu tubuh normal.
Omfalitis bisa muncul kapan saja selama tali pusat masih menempel maupun sesudah lepas, dan tandanya ada di kulit sekitarnya, bukan pada satu benjolan. Yang meradang adalah dinding perut. Ditambah, kondisi umum bayi ikut terpengaruh.
Aturan praktisnya: kalau yang bermasalah hanya jaringan kecil di dalam pusar dan bayinya bugar, kemungkinan besar granuloma dan bisa dievaluasi pada kunjungan rutin. Kalau kemerahannya ada di kulit perut dan bayinya berubah, itu perlu dinilai hari itu juga.
Kenapa Bayi Baru Lahir Bisa Memburuk Cepat
Sistem imun bayi baru lahir belum matang. Kemampuannya membatasi infeksi di satu lokasi masih lemah, sehingga bakteri yang masuk lewat pangkal tali pusat dapat menyebar ke jaringan sekitar dan masuk ke aliran darah dalam waktu singkat.
Pangkal tali pusat juga bukan luka biasa. Pembuluh darah umbilikal baru saja berhenti berfungsi dan jaringannya menyediakan jalur langsung ke sirkulasi bayi. Karena itu jarak antara infeksi lokal dan infeksi sistemik pada kelompok usia ini jauh lebih pendek dibanding pada anak yang lebih besar.
Beberapa faktor menaikkan risikonya:
- Persalinan dengan kondisi kebersihan yang tidak terjamin, termasuk alat pemotong tali pusat yang tidak steril.
- Bayi lahir prematur atau dengan berat lahir rendah, karena daya tahannya lebih rendah lagi.
- Ketuban pecah lama sebelum persalinan.
- Pembubuhan bahan apa pun ke pangkal tali pusat, yang membawa bakteri sekaligus menjaga area itu tetap lembap.
Bahan yang Dibubuhkan ke Tali Pusat Justru Menaikkan Risiko
Kebiasaan membubuhkan bahan tertentu ke pangkal tali pusat masih dijumpai di banyak daerah di Indonesia. Bentuknya bermacam-macam: ramuan tradisional, abu, minyak, parutan kunyit, bedak, kopi bubuk, sampai koin yang ditempelkan dan diikat dengan gurita.
Panduan perawatan neonatal menempatkan praktik ini sebagai faktor risiko langsung omfalitis dan tetanus neonatorum. Alasannya sederhana. Bahan-bahan itu tidak steril dan membawa bakteri ke jaringan yang belum menutup. Bahan yang menempel juga menahan kelembapan, sehingga tali pusat lebih lambat kering. Lapisan yang menutup pangkal pusar menyembunyikan tanda awal infeksi, sehingga kemerahan dan nanah baru ketahuan setelah kondisinya lanjut.
Larutan antiseptik berwarna seperti povidone iodine yang dipakai berlebihan juga bermasalah, karena warnanya menutupi kemerahan yang seharusnya terpantau. Pemakaian antiseptik pada tali pusat sebaiknya mengikuti anjuran tenaga kesehatan yang menangani, bukan inisiatif sendiri.
Untuk wilayah dengan angka kematian neonatal tinggi dan banyak persalinan di rumah, WHO merekomendasikan pemberian klorheksidin 7,1 persen pada tali pusat selama hari-hari pertama kehidupan. Rekomendasi ini berlaku untuk konteks tersebut, dengan sediaan khusus dan dosis yang ditetapkan program kesehatan setempat, bukan larutan antiseptik apa pun yang dibeli sendiri.
Kapan Harus Segera ke Fasilitas Kesehatan
Kecurigaan omfalitis membutuhkan penilaian tenaga kesehatan pada hari yang sama. Tidak ada obat rumahan, salep bebas, atau ramuan yang bisa menggantikan penanganan medis untuk kondisi ini, karena yang dibutuhkan adalah pemeriksaan langsung dan terapi antibiotik yang ditentukan dokter.
Bawa bayi ke fasilitas kesehatan hari itu juga bila muncul salah satu dari:
- Kemerahan di kulit perut yang meluas dari pangkal pusar
- Nanah atau cairan keruh dari pusar
- Bau busuk yang menetap setelah area dibersihkan
- Kulit sekitar pusar bengkak, mengeras, atau terasa hangat
- Bayi menangis saat area pusar disentuh
Cari pertolongan gawat darurat, tanpa menunggu jam praktik, bila bayi menunjukkan:
- Suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih, atau di bawah 36,5 derajat Celsius
- Malas menyusu atau menolak menyusu
- Lemas, sulit dibangunkan, atau tangisan melemah
- Napas cepat, napas tersengal, atau tarikan dinding dada
- Kulit tampak kuning, pucat, atau kebiruan
- Kejang
- Perdarahan aktif dari pangkal tali pusat
Saat menuju fasilitas kesehatan, biarkan area pusar terbuka dan kering. Jangan membubuhkan apa pun ke atasnya, termasuk salep, bedak, ataupun ramuan, supaya dokter bisa menilai kondisi kulit sebagaimana adanya. Sebutkan sejak kapan tanda pertama muncul, tempat persalinan berlangsung, dan bahan apa saja yang pernah dibubuhkan ke tali pusat. Informasi itu ikut menentukan arah penanganan.



