Onikomikosis pada Anak: Kuku Menebal Menguning yang Sering Disangka Cantengan
Dewi (34) baru sadar ada yang tidak beres pada jempol kaki anaknya saat memotong kuku menjelang tahun ajaran baru. Kuku jempol kanan Bima, 7 tahun, terasa tebal dan keras, ujungnya menguning, dan waktu dipotong keluar serpihan putih seperti bubuk dari bawah kukunya. Bima sendiri tidak mengeluh sakit sama sekali.
Hampir setahun Dewi mengira itu bekas kuku terjepit sepatu sekolah, atau awal cantengan. Sempat dioles krim antijamur kulit yang kebetulan ada di rumah selama dua minggu, warnanya tetap tidak berubah. Yang tidak ia hubungkan: ayah Bima sudah lama punya kulit mengelupas dan gatal di sela jari kaki, dan kuku jempolnya juga menguning.
Gambaran seperti ini punya nama medis: onikomikosis, infeksi jamur pada kuku. Kalau penyebabnya dermatofita, jamur yang sama dengan biang kutu air, kondisinya disebut juga tinea unguium.
Jarang pada Anak, Tapi Bukan Tidak Mungkin
Onikomikosis identik dengan orang dewasa dan lansia. Tinjauan sistematis yang dimuat di International Journal of Dermatology mencatat prevalensi onikomikosis kuku kaki pada anak yang terkonfirmasi kultur hanya sekitar 0,33 persen di seluruh dunia. Kira-kira satu dari 300 anak.
Ada alasan biologis di balik angka sekecil itu. Lempeng kuku anak lebih tipis, tumbuh lebih cepat, dan luas permukaannya lebih kecil dibanding kuku orang dewasa, sehingga jamur lebih sulit menetap. Tinjauan yang sama mencatat prevalensi lebih tinggi pada anak dengan sindrom Down, sekitar 4,4 persen, serta pada anak dengan gangguan sistem imun.
Justru kelangkaannya yang jadi masalah. Kuku anak yang menebal dan menguning hampir selalu ditebak sebagai hal lain dulu, lalu dibiarkan berbulan-bulan.
Penularannya Sering Berasal dari Rumah Sendiri
Kasus Bima punya pola yang khas. Tinjauan pediatrik yang sama menyebut korelasi kuat antara jamur kuku pada anak dengan infeksi serupa pada keluarga dekat atau pengasuhnya. Sumbernya biasanya orang yang tiap hari berbagi lantai kamar mandi, keset, handuk, atau gunting kuku dengannya.
Pintu masuknya sering kali kulit, bukan kuku. Menurut StatPearls, sebagian besar kasus onikomikosis berdampingan dengan tinea pedis atau kutu air yang ringan dan kering, sampai-sampai penderitanya mengira itu cuma kulit kaki kering biasa. Jamur yang sudah bercokol di sela jari punya jalan pendek untuk pindah ke kuku, apalagi kalau kukunya pernah terbentur atau tertekan sepatu seharian.
Seperti Apa Bentuknya
DermNet menjelaskan bentuk paling umum adalah onikomikosis subungual distal-lateral. Jamur masuk dari ujung dan sisi kuku, lalu merambat ke pangkal. Ciri yang bisa diperhatikan orang tua:
- Ujung kuku menebal, sementara pangkalnya masih normal
- Warna kuning, putih, atau keabuan, mulai dari ujung
- Serpihan keras menumpuk di bawah kuku, sehingga terasa mengganjal saat pakai sepatu
- Kuku terangkat dari dasarnya, disebut onikolisis, sehingga ujungnya terlihat berongga
- Kuku rapuh, gampang patah, tepinya bergerigi
- Biasanya satu kuku jempol kaki dulu yang kena
Menurut dokter spesialis kulit anak, dr. Larasati Widhi, Sp.D.V.E., justru tidak adanya rasa sakit yang paling sering menyesatkan orang tua.
"Kuku jamuran itu umumnya tidak nyeri, tidak bengkak, dan tidak merah. Anaknya tetap lari-lari seperti biasa, jadi orang tua merasa tidak ada urgensinya. Padahal jamur kuku tidak sembuh sendiri, dan selama dibiarkan dia jadi sumber penularan buat kuku lain dan buat anggota keluarga serumah," ujar dr. Larasati.
Empat Kondisi yang Sering Tertukar dengan Jamur Kuku
Empat kondisi ini yang paling sering tertukar dengan jamur kuku, dan pembedanya cukup jelas kalau tahu apa yang dicari.
Cantengan atau paronikia. Infeksinya ada di kulit sekeliling kuku, bukan di lempeng kukunya. KidsHealth menyebut bentuk akutnya datang mendadak dengan merah, bengkak, hangat, dan nyeri, kadang sampai bernanah di lipatan kuku, dan anak menolak jarinya disentuh. Rinciannya ada di artikel cantengan pada anak. Jamur kuku hampir selalu tenang, tanpa nyeri dan tanpa bengkak.
Trauma atau kuku terbentur. Kuku yang pernah terjepit pintu bisa menebal dan berubah warna juga. Bedanya, ada riwayat kejadiannya, tidak menyebar ke kuku lain, dan justru membaik seiring kuku tumbuh. Perubahan kuku setelah demam tinggi berbentuk lain lagi, berupa alur melintang yang disebut garis Beau.
Psoriasis kuku. DermNet mencatat psoriasis kuku bisa menimbulkan penebalan di bawah kuku dan kuku terangkat, mirip sekali dengan jamur. Pembedanya berupa cekungan kecil di permukaan kuku seperti bekas tusukan jarum, bercak oranye kemerahan yang tembus dari bawah kuku, dan adanya bercak psoriasis di kulit bagian lain.
Kuku rusak karena digigit. Anak yang punya kebiasaan menggigit kuku akan punya kuku pendek tidak rata, kulit sekitar kuku terkelupas, dan sering bolak-balik cantengan. Kerusakannya terlihat di banyak jari sekaligus, bukan menebal perlahan dari satu ujung kuku.
Kenapa Harus Dipastikan Sebelum Diobati
Langkah ini yang paling sering dilewati. StatPearls menyebut hampir separuh kuku kaki yang tampak rusak ternyata bukan disebabkan jamur. Kalau pengobatan dimulai hanya berdasarkan tampilan, peluang salah sasarannya besar.
Karena itu dokter biasanya mengambil potongan kuku dan serpihan di bawahnya untuk diperiksa. Pemeriksaan KOH dengan mikroskop cepat dan murah, meski sensitivitasnya sekitar 60 persen. Pewarnaan PAS pada potongan kuku jauh lebih sensitif, sekitar 95 persen. Kultur jamur memakan beberapa minggu, tapi berguna untuk tahu jenis jamurnya, yang ikut menentukan pilihan obat.
Pada anak, konfirmasi ini lebih penting lagi. Obat antijamur minum bukan obat ringan, dan tidak masuk akal memberikannya untuk kuku yang ternyata rusak karena benturan.
Krim Antijamur Biasa Jarang Cukup
American Academy of Dermatology menyebut krim antijamur bebas seperti terbinafine krim tidak bisa menembus lempeng kuku. Krim semacam itu bekerja di kulit, misalnya untuk kutu air, bukan pada jamur yang bersembunyi di bawah dan di dalam kuku.
Ada dua jalur yang benar-benar bekerja, dan keduanya keputusan dokter. Cat kuku antijamur resep dipakai harian berbulan-bulan, dengan angka kesembuhan pada anak yang bervariasi lebar, 7 sampai 68 persen menurut tinjauan pediatrik. Obat minum seperti terbinafine atau itrakonazol keberhasilannya lebih tinggi, tapi pada anak pemakaiannya di luar indikasi resmi dan butuh pemantauan. AAD mencatat pemeriksaan fungsi hati dilakukan sebelum terapi dan diulang sekitar minggu keenam.
Soal waktu, ekspektasinya perlu diturunkan sejak awal. Kuku kaki tumbuh sekitar satu milimeter per bulan. Obatnya mungkin selesai dalam 6 sampai 12 minggu, tapi kuku yang rusak baru tergantikan penuh dalam 12 sampai 18 bulan. Kuku yang masih jelek di bulan ketiga belum tentu tanda obatnya gagal.
Mencegah Berulang dan Menular ke Anggota Keluarga Lain
Kekambuhan cukup sering terjadi, DermNet menyebut angkanya sekitar 20 sampai 25 persen. Yang bisa dilakukan di rumah:
- Obati kutu air pada anak dan pada orang dewasa serumah sampai tuntas, bukan sampai gatalnya hilang saja
- Keringkan sela jari kaki setiap habis mandi, sebelum memakai kaus kaki
- Ganti kaus kaki tiap hari, dan pakai dua pasang sepatu bergantian supaya sempat kering total
- Pakai sandal di kamar mandi umum dan area kolam renang
- Satu gunting kuku per orang, dan jangan berbagi handuk atau kaus kaki
- Potong kuku anak lurus dan jangan terlalu pendek, supaya tidak ada luka kecil yang jadi pintu masuk
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah jamur kuku bisa sembuh sendiri kalau dibiarkan? Tidak. Infeksinya menetap dan cenderung meluas pelan-pelan ke kuku lain.
Kuku anak saya cuma satu yang menguning. Perlu ke dokter? Perlu, dan justru itu pola paling khasnya. Satu kuku jempol kaki yang menebal dari ujung adalah bentuk paling umum pada anak.
Boleh coba obat kuku yang dijual bebas dulu? Sebaiknya periksa dulu. Karena hampir separuh kuku yang tampak rusak ternyata bukan jamur, mengobati tanpa konfirmasi berisiko membuang waktu berbulan-bulan.
Anak perlu berhenti sekolah atau berenang? Tidak. Cukup pakai sandal di area basah bersama dan jangan bertukar handuk, kaus kaki, atau sepatu.
Berapa lama sampai kukunya kelihatan normal lagi? Untuk kuku kaki, 12 sampai 18 bulan sejak jamurnya bersih, mengikuti kecepatan tumbuh kuku sekitar satu milimeter per bulan.
Posisi NeoCare dalam Kondisi Ini
Perlu jujur soal batasnya. Produk perawatan kulit anak, termasuk NeoCare, dibuat untuk menjaga kelembapan dan memperkuat skin barrier. Pelembap membantu kulit kaki yang kering dan pecah-pecah, dan kulit yang utuh memang lebih sulit ditembus jamur. Sampai di situ manfaatnya.
Tidak ada losion atau krim pelembap, dari merek mana pun, yang bisa menembus lempeng kuku dan membunuh jamur di bawahnya. Jamur kuku butuh konfirmasi laboratorium dan obat antijamur yang diresepkan dokter.
Kalau ada satu kuku anak yang menebal dari ujung dan menguning tanpa rasa sakit, foto kukunya, catat sejak kapan berubah, dan periksa juga sela jari kaki semua orang di rumah. Bawa itu semua ke dokter dan minta kukunya diperiksa, jangan sekadar dilihat sekilas. Kesabarannya memang diuji, karena hasilnya baru kelihatan setelah kuku tumbuh habis.



