7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Baby Care5 menit2026-05-31

Panu (Tinea Versicolor) pada Anak: Bercak Warna Tidak Rata di Kulit Iklim Tropis

Panu atau tinea versicolor bikin bercak warna tidak rata di kulit anak. Kenali penyebab, beda dari vitiligo, dan cara merawat di iklim tropis.

Panu (Tinea Versicolor) pada Anak: Bercak Warna Tidak Rata di Kulit Iklim Tropis

Bercak-bercak kecil dengan warna tidak rata di leher, dada, atau punggung anak sering dikira ketombe kulit, bekas keringat, atau awal vitiligo. Pada anak yang tinggal di daerah panas dan lembap, penyebab tersering bercak seperti ini adalah panu, atau dalam istilah medis tinea versicolor. Studi yang dimuat di jurnal Mycoses tahun 2024 mencatat prevalensi tinea versicolor mencapai 30 sampai 40 persen populasi di wilayah tropis, jauh di atas angka 1 sampai 4 persen di negara beriklim sedang seperti Swedia dan Inggris.

Indonesia masuk kategori prevalensi tertinggi karena kombinasi suhu hangat dan kelembapan udara yang bertahan tinggi sepanjang tahun. Kondisi ini bukan infeksi yang berbahaya dan tidak menular lewat sentuhan biasa, tetapi sering kambuh dan butuh waktu lama sampai warna kulit kembali rata.

Penyebabnya Jamur yang Memang Hidup di Kulit

Panu disebabkan oleh ragi bernama Malassezia, mikroorganisme yang secara alami sudah ada di kulit setiap orang. Pada kondisi tertentu, ragi ini tumbuh berlebihan dan mengubah pigmen kulit di area yang terkena.

Menurut dokter spesialis kulit anak dr. Srie Prihianti Gondokaryono, SpKK(K), PhD, faktor pemicunya khas iklim panas. "Malassezia berkembang pesat saat kulit lembap oleh keringat dan minyak. Pada anak yang banyak berkeringat, memakai baju ketat berbahan sintetis, atau tinggal di rumah tanpa sirkulasi udara baik, ragi ini punya lingkungan ideal untuk tumbuh berlebihan," ujar dr. Srie.

Yang membuat warnanya tidak rata adalah zat yang diproduksi ragi tersebut. Zat ini mengganggu kerja sel pigmen kulit, sehingga area yang terkena bisa tampak lebih terang dari kulit sekitar, atau justru lebih gelap kecoklatan dan kemerahan. Pada satu anak, bercaknya bahkan bisa muncul dengan beberapa warna sekaligus, itulah asal istilah "versicolor" yang berarti aneka warna.

Kenapa Lebih Terlihat Setelah Anak Berjemur

Banyak orang tua baru menyadari panu di kulit anaknya justru sepulang liburan ke pantai atau setelah anak sering main di bawah matahari. Penjelasannya sederhana. Area kulit yang terkena panu tidak ikut menggelap saat terpapar sinar matahari, karena pigmennya sudah terganggu. Akibatnya, bercak terang itu jadi makin kontras dibanding kulit sehat di sekitarnya yang menggelap normal.

Pola sebaran panu juga punya ciri tersendiri. Bercak biasanya muncul di area yang banyak kelenjar minyak: leher, bahu, punggung atas, dada, dan kadang lengan atas. Permukaannya sering tampak bersisik halus seperti ditaburi tepung, terutama bila digaruk pelan. Sebagian anak merasa gatal ringan saat berkeringat, sebagian lain tidak merasakan apa-apa selain perubahan warna.

Membedakan dari Pityriasis Alba dan Vitiligo

Karena sama-sama memunculkan bercak terang, panu kerap tertukar dengan dua kondisi lain. Pityriasis alba memberi bercak putih samar yang kering dan halus, biasanya di pipi anak, dan lebih terkait kulit kering serta riwayat eksim. Vitiligo memberi bercak putih susu berbatas tegas tanpa sisik, dan warnanya benar-benar hilang total, bukan sekadar lebih terang.

Panu punya sisik halus yang khas dan tersebar di area berminyak, bukan di wajah. Untuk memastikan, dokter kulit bisa menggunakan lampu khusus bernama lampu Wood, di mana area panu akan memendarkan warna kekuningan, atau mengambil kerokan sisik tipis untuk diperiksa di bawah mikroskop. Pemeriksaan ini penting karena penanganan ketiga kondisi tersebut berbeda.

Penanganan dan Pencegahan Kambuh

Panu pada anak umumnya ditangani dengan obat antijamur, baik dalam bentuk sampo, sabun, krim, atau losion yang dioleskan ke area terkena. Untuk anak, dokter cenderung memilih sediaan oles dan menghindari obat antijamur minum kecuali kasus luas dan berulang. Salah satu hal yang sering membuat orang tua cemas: warna kulit tidak langsung kembali rata meski jamurnya sudah mati. Pemulihan pigmen butuh waktu berminggu-minggu sampai beberapa bulan, dan ini wajar.

dr. Srie menekankan pentingnya mengelola harapan soal waktu pemulihan. "Banyak orang tua mengira pengobatan gagal karena bercaknya masih ada. Padahal jamurnya sudah hilang, yang tersisa hanya bekas warna yang perlahan akan kembali normal seiring kulit beregenerasi," tuturnya.

Karena panu mudah kambuh di iklim tropis, pencegahan sama pentingnya dengan pengobatan. Beberapa langkah yang membantu menjaga kulit anak tetap kering dan tidak jadi sarang ragi:

  • Segera ganti baju anak yang basah keringat, jangan dibiarkan kering di badan
  • Pilih pakaian katun yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat
  • Keringkan tubuh anak dengan baik setelah mandi, terutama lipatan leher dan punggung
  • Hindari memakaikan losion atau minyak berlebihan di area yang rentan berminyak saat cuaca panas
  • Jemur dan ganti seprai serta handuk anak secara rutin

Pada anak yang sangat sering kambuh, dokter kadang menyarankan pemakaian sampo antijamur seminggu sekali sebagai perawatan pencegahan musiman. Panu memang merepotkan dan butuh kesabaran, tetapi dengan perawatan yang tepat dan kebiasaan menjaga kulit tetap kering, kondisi ini bisa dikendalikan tanpa mengganggu kesehatan anak secara keseluruhan.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait