7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Baby Care5 menit2026-06-04

Penyakit Kelima (Erythema Infectiosum): Saat Pipi Anak Merah Seperti Habis Ditampar

Penyakit kelima (parvovirus B19) bikin pipi anak merah seperti ditampar. Kenali ciri khas, beda dari alergi, kapan ke dokter, dan kapan tak lagi menular.

Penyakit Kelima (Erythema Infectiosum): Saat Pipi Anak Merah Seperti Habis Ditampar

Di banyak negara, dokter anak punya istilah lama untuk infeksi ini: "slapped cheek syndrome", penyakit pipi yang merah terang seolah anak baru saja ditampar. Nama resminya erythema infectiosum, atau di kalangan medis disebut penyakit kelima karena dulu masuk urutan kelima dalam daftar penyakit anak yang bikin ruam. Penyebabnya satu virus bernama parvovirus B19.

Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan infeksi ini paling sering kena anak usia 5 sampai 15 tahun, dengan puncak penularan saat musim hujan dan pancaroba. Di Inggris, National Health Service (NHS) mencatat sebagian besar orang dewasa sudah pernah terpapar parvovirus B19 di masa kecil tanpa sadar, karena gejalanya kerap ringan. Yang bikin orang tua bingung, ruam pipi merah ini gampang disangka alergi atau dermatitis.

Ciri Khas yang Membedakannya

Penyakit kelima punya pola yang cukup berurutan. Biasanya didahului gejala ringan mirip flu selama beberapa hari sebelum ruam muncul:

  • Demam ringan, badan pegal, dan hidung meler
  • Kadang sakit kepala atau lemas seperti masuk angin biasa
  • Setelah gejala awal reda, baru muncul pipi merah terang di kedua sisi, seperti bekas tamparan
  • Beberapa hari kemudian menyusul ruam halus berpola jaring atau renda (lacy) di lengan, badan, dan paha
  • Ruam jaring ini bisa hilang-timbul sampai beberapa minggu

Yang unik, ruam renda di tubuh sering kambuh saat anak kepanasan, berjemur, mandi air hangat, atau habis berlari-lari. Banyak orang tua panik mengira penyakitnya kambuh, padahal ini reaksi pembuluh darah biasa.

Penjelasan dari Sisi Medis

Menurut dokter spesialis anak, dr. Anindya Wardhani, SpA: "Yang sering luput dipahami orang tua, begitu ruam pipi muncul, anak justru sudah tidak menular lagi. Masa penularan tertinggi terjadi di fase mirip flu, sebelum ruam keluar. Jadi saat pipinya sudah merah, anak umumnya boleh kembali beraktivitas selama kondisinya fit," ujar dr. Anindya.

Ia menambahkan bahwa pada anak yang sehat, penyakit kelima tergolong ringan dan sembuh sendiri. "Tidak ada obat khusus untuk virusnya. Perawatan sifatnya suportif, fokus pada kenyamanan anak: cukup cairan, istirahat, dan turunkan demam bila perlu," tutur dr. Anindya.

Cara Membedakannya dari Alergi atau Dermatitis

Karena sama-sama bikin pipi merah, banyak yang keliru. Tabel di bawah membantu membedakan:

CiriPenyakit KelimaAlergi / Dermatitis
AwalanDidahului gejala mirip fluTidak ada gejala flu
Pola pipiMerah terang merata dua sisiBercak, bisa sebelah
PenyebaranLanjut ke ruam renda di tubuhBiasanya menetap di area kontak
GatalRingan atau tidak gatalSering gatal jelas
Pemicu kambuhPanas, matahari, olahragaZat pemicu (sabun, makanan)
DurasiBeberapa minggu lalu hilangMembaik setelah pemicu dihindari

Dua Kelompok yang Perlu Hati-hati

Walau ringan bagi kebanyakan anak, ada dua situasi yang butuh perhatian lebih.

Pertama, ibu hamil. Parvovirus B19 bisa menular ke janin dan pada kasus tertentu memengaruhi kesehatannya. Kalau di rumah ada anak yang dicurigai penyakit kelima dan ada ibu hamil di sekitarnya, sebaiknya ibu segera memberi tahu bidan atau dokter kandungannya untuk pemantauan.

Kedua, anak dengan kelainan darah atau anemia tertentu, misalnya anemia sel sabit atau talasemia. Virus ini bisa menekan produksi sel darah merah sementara dan memicu krisis anemia. Anak dengan kondisi ini perlu dipantau dokter bila terpapar.

Kapan Perlu ke Dokter

Sebagian besar kasus tidak butuh penanganan khusus, tapi temui dokter bila:

  • Anak tampak sangat lemas, pucat, atau sesak napas
  • Demam tinggi yang tidak turun setelah beberapa hari
  • Anak punya kelainan darah, anemia, atau daya tahan tubuh rendah
  • Ada ibu hamil di lingkungan dekat yang sempat kontak
  • Ruam tampak bernanah, melepuh, atau disertai bengkak sendi yang nyeri
  • Orang tua ragu apakah ini penyakit kelima atau kondisi lain

Dokter dapat memastikan diagnosis lewat pemeriksaan, dan bila perlu, tes darah untuk kelompok berisiko.

Merawat Anak di Rumah

Selama masa pemulihan, fokusnya membuat anak nyaman. Pastikan cukup minum, istirahat yang cukup, dan beri pereda demam sesuai dosis bila anak rewel karena panas. Hindari membuat anak kepanasan atau berjemur lama, karena bisa memunculkan kembali ruam renda di tubuhnya.

Kulit pipi yang habis kemerahan kadang terasa kering dan agak sensitif. Untuk kenyamanannya, pelembap lembut dari NeoCare bisa membantu menjaga kelembapan kulit yang kering atau sensitif selama masa pemulihan. Perlu dicatat, pelembap ini hanya untuk kenyamanan kulit, bukan obat untuk infeksi virusnya. Penyakit kelima sembuh dengan sendirinya, dan bila ragu, konsultasi ke dokter tetap langkah paling aman.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait