7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Baby Care9 menit2026-09-01

Perawatan Kulit Anak yang Dipasang Gips: Gatal, Bau, dan Lecet di Balik Gips

Kulit di balik gips tidak terlihat sampai gips dibuka. Kenali tanda tidak langsungnya, cara meredakan gatal dengan aman, dan kapan harus segera kembali.

Perawatan Kulit Anak yang Dipasang Gips: Gatal, Bau, dan Lecet di Balik Gips

Orang tua yang anaknya baru dipasang gips biasanya sudah paham bagian ortopedinya. Dokter menjelaskan kenapa tulangnya perlu diam, berapa lama, dan seperti apa hasil akhirnya. Yang jarang dijelaskan sedetail itu adalah bagian yang justru ditangani orang tua sendiri di rumah selama tujuh hari ke depan, yaitu kulit di balik gips yang tidak bisa dilihat siapa pun.

Pada bayi, pemasangan gips paling sering berkaitan dengan kaki pengkor atau CTEV. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa terapi standarnya adalah gips serial dengan metode Ponseti: gips diganti setiap lima sampai tujuh hari, umumnya lima sampai enam kali penggantian, dan maksimal sepuluh kali. Artinya kulit kaki bayi berada di dalam ruang tertutup, lembap, dan tidak terjangkau selama berminggu-minggu berturut-turut.

Angkanya tidak kecil. Sebuah studi kohort observasional di rumah sakit rujukan tersier yang menelusuri 306 episode pemasangan gips Ponseti antara Desember 2023 dan Juni 2025, terbit di Journal of Pediatric Orthopaedics B, mencatat komplikasi kulit terkait gips pada 13,1 persen episode. Lebih dari satu dari delapan kali pemasangan gips meninggalkan masalah di kulit.

Empat Tingkat Kerusakan, dari Merah Sampai Luka Dalam

Studi yang sama mengelompokkan temuan kulitnya menjadi empat tingkat: kemerahan, kulit mengelupas, luka superfisial, dan luka dalam.

Urutan itu penting karena menunjukkan bahwa kerusakan kulit di balik gips tidak muncul mendadak. Kulit yang tertekan terus-menerus akan memerah dulu, lalu lapisan terluarnya rusak, baru terbentuk luka terbuka. Prosesnya berjalan bertahap selama beberapa hari.

Persoalannya, tiga tahap pertama terjadi di tempat yang tidak bisa dilihat. Ketika gips akhirnya dibuka dan luka sudah terbentuk, kerusakannya sudah berjalan sejak beberapa hari sebelumnya tanpa satu pun tanda yang tampak dari luar.

Karena itu perawatan kulit di bawah gips bertumpu sepenuhnya pada tanda tidak langsung.

Bengkak di Punggung Kaki, Tanda yang Paling Bisa Diandalkan

Studi tersebut menguji beberapa hal yang bisa diamati orang tua dan klinisi, lalu melihat mana yang benar-benar berhubungan dengan adanya luka.

Empat hal muncul sebagai penanda: bengkak di punggung kaki setelah gips dibuka, bayi yang rewel di luar kebiasaannya, gips yang bernoda, dan bau tidak sedap. Setelah dianalisis bersama-sama, bengkak di punggung kaki adalah penanda yang paling kuat.

Ada juga temuan yang berlawanan dengan dugaan banyak orang tua. Bayi yang kedua kakinya digips justru lebih kecil risikonya dibanding bayi yang hanya satu kaki. Dugaan penjelasannya, kaki yang bebas memberi bayi tumpuan untuk mendorong dan bergeser, sehingga gesekan di dalam gips yang satunya bertambah.

Rewel juga perlu dibaca lebih hati-hati daripada yang biasa dilakukan. Bayi rewel setelah dipasang gips baru itu wajar dan biasanya mereda dalam satu sampai dua hari. Yang perlu dicurigai adalah rewel yang muncul kembali di hari ketiga atau keempat setelah bayi sempat tenang, terutama kalau tangisannya memuncak saat kaki dipegang atau digeser.

Bau: Mana yang Wajar, Mana yang Bukan

Gips yang dipakai seminggu memang berbau. Kulit tetap mengelupas dan berkeringat di dalam ruang tertutup, dan sel kulit mati yang terperangkap akan menghasilkan bau apak yang mirip bau kaki setelah seharian bersepatu, seperti pada pitted keratolysis. Bau seperti itu merata di seluruh gips dan tidak berubah dari hari ke hari.

Bau yang menandakan masalah punya karakter berbeda. Sifatnya busuk dan agak manis, bukan apak, dan intensitasnya bertambah dari hari ke hari. Biasanya baunya juga bisa dilacak ke satu titik: kalau hidung didekatkan ke tepi gips di beberapa tempat, baunya paling tajam di satu sisi saja.

Noda kekuningan atau kecoklatan yang merembes dari dalam gips ke permukaannya jauh lebih spesifik lagi. Itu cairan luka yang menembus lapisan gips, dan bersama bau busuk, kombinasinya cukup untuk membawa anak kembali ke rumah sakit hari itu juga tanpa menunggu jadwal ganti gips.

Yang Tidak Boleh Dimasukkan ke Dalam Gips

Gatal di bawah gips hampir selalu terjadi, dan di sinilah sebagian besar luka justru diciptakan oleh usaha menolongnya.

Sendok, sumpit, penggaris, gagang sisir, dan pulpen adalah benda yang paling sering dimasukkan orang tua untuk menggaruk. Kulit yang berada di bawah gips sudah dalam kondisi lembap dan lunak, dan lapisan terluarnya jauh lebih mudah terkelupas dibanding kulit kering. Goresan yang di kulit normal tidak akan meninggalkan bekas bisa membuka luka di kondisi tersebut, dan lukanya berada di tempat yang tidak bisa dibersihkan maupun diobati sampai gips dibuka.

Bedak tabur juga sering dituang ke dalam gips untuk mengurangi lembap. Bedak yang bercampur keringat akan menggumpal, lalu gumpalan itu menjadi titik tekanan keras yang menempel di kulit selama berhari-hari. Alasannya sama dengan kenapa bedak tabur pada bayi sudah lama ditinggalkan untuk area lipatan.

Losion, minyak, dan krim pelembap juga tidak boleh dituang ke dalam gips. Di ruang tertutup tanpa penguapan, produk itu tidak terserap, hanya menambah kelembapan di kulit yang sudah terlalu lembap.

Yang bisa dilakukan sebenarnya terbatas, tetapi cukup membantu. Menepuk-nepuk permukaan gips di area yang gatal sering meredakannya karena getarannya sampai ke kulit. Mengarahkan angin dingin dari kipas atau hair dryer pada setelan dingin ke mulut gips juga menolong, karena gatal di bawah gips sebagian besar dipicu kelembapan dan panas, mekanisme yang sama dengan biang keringat. Sisanya adalah pengalihan perhatian, dan menunggu.

Memandikan Anak Tanpa Membasahi Gips

Gips tidak tahan air. Gips yang basah akan melunak, kehilangan bentuk, dan bagian dalamnya tidak akan pernah benar-benar kering, yang membuat kulit di bawahnya terendam sampai jadwal ganti berikutnya.

Selama masa pemasangan gips, anak dimandikan dengan cara dilap. Bagian tubuh yang jauh dari gips bisa dibersihkan seperti biasa, sedangkan permukaan gips yang kotor cukup diseka kain yang dilembapkan sedikit, bukan dibasahi. Prinsip suhu dan durasinya sama dengan panduan mandi bayi yang biasa.

Untuk gips panjang sampai paha, sumber kotoran terbesar adalah popok. Popok dipasang di atas tepi gips, bukan di bawahnya, supaya urine dan tinja tidak punya jalur masuk. Popok sekali pakai lebih aman daripada popok kain untuk periode ini, dan frekuensi gantinya perlu dinaikkan dari kebiasaan sehari-hari. Sekali tinja cair masuk ke dalam gips, area itu tidak bisa dibersihkan, dan risikonya berkembang menjadi masalah yang sama dengan ruam popok karena jamur di ruang yang jauh lebih tertutup.

Kulit di Tepi Gips

Tepi gips adalah satu-satunya bagian kulit yang bisa diperiksa setiap hari, dan justru itu yang paling sering terlewat.

Di tepi atas gips panjang, dekat lipat paha, kulit bergesekan dengan pinggiran gips setiap kali anak bergerak. Di tepi bawah, jari-jari kaki bergesekan dengan bibir gips. Kemerahan di dua tempat ini muncul lebih dulu daripada di mana pun, dan bisa dilihat langsung.

Sebagian rumah sakit memasang lapisan lembut di tepi atas gips untuk mengurangi gesekan. Kalau lapisan itu tidak ada atau sudah bergeser, tepinya perlu dilaporkan saat kontrol, bukan dimodifikasi sendiri di rumah. Menggunting atau melapis ulang tepi gips sendiri berisiko mengubah tekanannya.

Pemeriksaan hariannya sederhana: buka popok, lihat kulit di sekeliling tepi atas dan bawah gips di bawah cahaya terang, dan raba apakah ada bagian yang lebih hangat. Kemerahan yang menetap lebih dari satu hari, apalagi disertai kulit yang mulai terkikis, sudah cukup untuk menghubungi rumah sakit. Pola gesekannya mirip dengan dermatitis kontak karena sepatu, hanya berlangsung tanpa jeda selama tujuh hari.

Setengah Jam Setelah Gips Dibuka

Saat gips dibuka, kulit yang keluar hampir selalu mengejutkan orang tua yang baru pertama kali melihatnya. Warnanya pucat, permukaannya bersisik tebal, dan baunya menyengat.

Sebagian besar dari itu normal. Kulit yang berada di ruang lembap tanpa gesekan udara selama seminggu akan menumpuk lapisan sel mati yang biasanya rontok sendiri, mirip dengan pengelupasan kulit pada bayi baru lahir, hanya lebih tebal.

Lapisan itu tidak boleh digosok. Kulit di bawahnya masih lunak dan belum siap terpapar, dan menggosok sisiknya sampai bersih akan meninggalkan permukaan merah yang perih ketika gips berikutnya dipasang beberapa menit kemudian. Cukup diseka air hangat dengan kain lembut, ditepuk kering, dan dibiarkan.

Waktu yang tersedia biasanya sangat singkat karena gips berikutnya dipasang di hari yang sama. Jadi prioritasnya bukan membersihkan, melainkan memeriksa: pastikan seluruh permukaan kulit terlihat, terutama tumit, punggung kaki, dan mata kaki, dan tunjukkan setiap kemerahan atau lecet kepada petugas sebelum gips baru dipasang. Kemerahan yang dilaporkan saat itu bisa langsung diberi bantalan tambahan pada gips berikutnya.

Kalau ada jeda beberapa hari sebelum gips berikutnya, kulit yang kering dan bersisik boleh dibantu pelembap sederhana seperti petroleum jelly, asalkan sudah berhenti dipakai sebelum gips baru dipasang.

Fase Sepatu Bracing, dan Kenapa Pelembap Justru Dilarang

Setelah rangkaian gips selesai, terapi CTEV berlanjut ke fase sepatu bracing yang dihubungkan sebuah batang, dipakai berjam-jam setiap hari selama bertahun-tahun. Fase ini jauh lebih panjang daripada fase gips, dan masalah kulitnya tidak berhenti.

Sebuah studi pada 57 anak yang menggunakan brace tipe Mitchell-Ponseti mencatat delapan anak, atau sekitar 14 persen, mengalami masalah kulit, dan pada enam di antaranya berupa lecet dangkal di punggung kaki. Dalam literatur mengenai kepatuhan pemakaian brace, iritasi kulit berulang termasuk keluhan yang sering disebut keluarga sebagai alasan pemakaiannya jadi tidak konsisten. Padahal konsistensi di fase inilah yang menentukan koreksinya bertahan atau kembali.

Tanda yang paling perlu dikenali adalah bercak merah terang atau lepuh di bagian belakang tumit. Itu umumnya berarti tumit anak terangkat keluar dari sepatunya, sehingga tumpuan berpindah dan menggesek di satu titik. Ini masalah pemasangan, bukan masalah kulit, dan yang perlu diperbaiki adalah cara mengencangkan sepatunya, bukan diolesi krim.

Di fase ini ada satu aturan yang sering mengejutkan orang tua, dan berlawanan dengan kebiasaan merawat kulit anak sehari-hari: pelembap, losion, dan minyak tidak dipakai di kaki sebelum memasang sepatu bracing. Kulit yang licin membuat kaki bergeser di dalam sepatu, dan geseran itulah yang menciptakan lecet. Kalau kulit kaki anak kering, pelembapnya dipakai saat sepatu sedang dilepas, dan diberi waktu meresap sepenuhnya.

Kaus kaki tetap dipakai, harus menutupi seluruh bagian kaki yang bersentuhan dengan sepatu, dan diganti kalau lembap oleh keringat. Anak yang berkeringat berlebihan perlu penggantian lebih sering.

Kapan Harus Kembali Hari Itu Juga

Beberapa keadaan tidak menunggu jadwal kontrol berikutnya. Kementerian Kesehatan dan panduan perawatan gips secara umum menyebut tanda-tanda berikut:

  • Jari-jari kaki ditekan lalu warnanya kembali lebih dari tiga detik, atau jari terasa dingin dan pucat
  • Jari kaki tidak lagi terlihat karena tertarik masuk ke dalam gips
  • Cairan merembes ke permukaan gips
  • Bau busuk yang menguat dan terlokalisir di satu sisi
  • Kulit di tepi gips yang sangat merah, lecet, atau nyeri saat disentuh
  • Demam 38,5 derajat Celsius atau lebih tanpa penyebab lain yang jelas

Dua yang pertama menyangkut aliran darah, dan itu keadaan darurat. Gips yang terlalu ketat atau kaki yang membengkak di dalamnya menekan pembuluh darah dengan mekanisme yang sama seperti helai rambut yang melilit jari bayi, hanya di area yang jauh lebih luas dan tidak terlihat.

Kemerahan yang meluas naik dari tepi gips ke arah paha, disertai demam, perlu dinilai sebagai kemungkinan infeksi kulit yang menyebar seperti selulitis, bukan sekadar iritasi gesekan.

Sebagian besar anak melewati rangkaian gips tanpa satu pun dari tanda ini. Yang paling menentukan biasanya seberapa rutin tepi gips diperiksa setiap hari, dan seberapa cepat kemerahan kecil dilaporkan sebelum sempat berkembang jadi luka.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan tenaga medis. Terapi gips dan bracing pada CTEV maupun patah tulang dijalankan di bawah pengawasan dokter ortopedi, dan setiap keluhan pada kulit selama masa pemasangan gips sebaiknya dikonsultasikan langsung ke rumah sakit yang menangani.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait