7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Baby Care6 menit2026-06-07

Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir yang Benar Agar Cepat Kering dan Puput

Panduan perawatan tali pusat bayi: cara dry care agar cepat kering & puput, mitos koin/bedak/ramuan, tanda infeksi, dan kapan ke dokter.

Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir yang Benar Agar Cepat Kering dan Puput

Beberapa hari pertama setelah pulang dari rumah sakit, banyak ibu baru menghabiskan waktu menatap satu hal kecil yang menempel di perut bayinya: sisa tali pusat. Warnanya berubah dari putih kebiruan jadi cokelat tua, lalu menghitam, dan baunya kadang bikin khawatir. Wajar kalau muncul pertanyaan apakah ini normal atau tanda ada yang salah.

Kabar baiknya, sebagian besar sisa tali pusat akan lepas sendiri tanpa perlu perlakuan macam-macam. Justru di sinilah letak salah pahamnya. Banyak keluarga merasa harus "mengobati" area itu dengan berbagai ramuan, padahal yang dibutuhkan jauh lebih sederhana daripada yang dibayangkan.

Kenapa Perawatan Tali Pusat Penting

Saat lahir, tali pusat dipotong dan menyisakan tunggul sepanjang dua sampai tiga sentimeter. Tunggul ini sebenarnya jaringan mati yang sedang dalam proses mengering dan terlepas. Masalahnya, pangkal tempat ia menempel ke perut bayi adalah luka terbuka yang langsung terhubung ke pembuluh darah. Selama tali pusat belum benar-benar lepas dan kering, area itu jadi pintu masuk yang mudah bagi bakteri.

Infeksi pada pangkal tali pusat, yang dalam istilah medis disebut omphalitis, tergolong jarang tapi bisa serius jika tidak ditangani. World Health Organization menjadikan perawatan tali pusat yang bersih sebagai salah satu fokus penurunan angka kematian bayi baru lahir, terutama di wilayah dengan akses kesehatan terbatas. Inti pesannya satu: menjaga area itu tetap bersih dan kering jauh lebih penting daripada mengoleskan apa pun ke atasnya.

Langkah Perawatan yang Benar: Dry Cord Care

Pendekatan yang dianjurkan WHO untuk bayi cukup bulan yang lahir di lingkungan bersih disebut dry cord care, atau perawatan kering. Prinsipnya membiarkan tali pusat mengering secara alami dengan terpapar udara, tanpa rutin membubuhkan alkohol, antiseptik, atau salep apa pun.

Yang perlu dilakukan justru sedikit:

  • Jaga tunggul tetap kering. Setelah mandi atau saat terkena air, tepuk-tepuk lembut dengan kain bersih sampai kering, jangan digosok.
  • Biarkan terbuka kena udara sebisa mungkin. Lipat bagian depan popok ke bawah supaya pangkal tali pusat tidak tertutup dan tergesek.
  • Pakai baju yang longgar agar ada sirkulasi udara di sekitar perut.
  • Cuci tangan sebelum menyentuh area itu, terutama saat ganti popok.

Kalau tali pusat tidak sengaja terkena kotoran atau air pipis, bersihkan pelan dengan air matang biasa lalu keringkan. Tidak perlu sabun khusus, dan tidak perlu mengoles betadine setiap hari seperti yang dulu sering dianjurkan. Penelitian belakangan menunjukkan perawatan kering pada bayi sehat sama amannya dengan pemakaian antiseptik rutin, dan malah membuat tali pusat lepas lebih cepat.

Catatan kecil yang penting: di sebagian fasilitas kesehatan, bidan atau dokter memang masih menyarankan antiseptik tertentu, biasanya untuk kondisi atau lingkungan spesifik. Kalau begitu, ikuti arahan mereka. Yang sebaiknya ditinggalkan adalah kebiasaan mengoles sesuatu tanpa anjuran tenaga kesehatan.

Tunggul biasanya lepas sendiri antara satu sampai tiga minggu. Waktunya berbeda-beda untuk setiap bayi, jadi tidak perlu cemas kalau bayi tetangga sudah puput di hari kelima sementara si kecil belum.

Mitos yang Sebaiknya Ditinggalkan

Di sinilah tradisi sering berbenturan dengan keamanan. Banyak kebiasaan turun-temurun yang niatnya baik, tapi justru menaikkan risiko infeksi karena memasukkan kuman ke luka yang sedang menyembuh.

Membubuhkan kopi bubuk pada pangkal tali pusat masih cukup umum di banyak daerah, dengan keyakinan bisa mempercepat kering. Bubuk kopi tidak steril dan menempel di luka terbuka, menciptakan kondisi lembap yang justru disukai bakteri. Hal yang sama berlaku untuk kunyit, daun-daunan yang ditumbuk, atau ramuan racikan lain. Apa pun yang ditempelkan ke luka terbuka berisiko membawa kuman bersamanya.

Bedak tabur juga sebaiknya dihindari di area ini. Selain partikelnya bisa terhirup bayi, bedak menjaga kelembapan dan menghambat proses pengeringan yang seharusnya terjadi. Padahal kering adalah justru yang kita kejar.

Yang paling perlu diwaspadai adalah kebiasaan menempelkan uang logam koin di atas pusar, kadang diikat dengan gurita atau kain. Tujuannya biasanya supaya pusar bayi tidak "bodong" atau menonjol. Koin sama sekali tidak steril, dan tekanan dari ikatan justru menutup area yang butuh udara, sekaligus menggesek luka. Soal pusar menonjol sendiri, itu kondisi yang dalam istilah medis disebut hernia umbilikalis, dan pada bayi umumnya menutup sendiri seiring waktu tanpa perlu ditekan apa pun.

Tidak ada maksud menyalahkan keluarga yang melakukan ini, karena kebiasaan ini diwariskan dengan kasih sayang. Tapi memahami kenapa praktik tadi berisiko membantu memutus rantainya dengan tenang.

Tanda Infeksi dan Kapan ke Dokter

Bau sedikit tidak sedap dan sisa cairan bening saat tali pusat hampir lepas masih tergolong normal. Yang perlu diwaspadai adalah tanda-tanda yang menunjukkan area itu mulai bermasalah.

Segera bawa bayi ke bidan atau dokter anak jika muncul salah satu dari ini:

  • Kulit di sekitar pangkal tali pusat memerah, bengkak, dan terasa hangat saat disentuh
  • Keluar nanah berwarna kuning kehijauan atau cairan yang berbau busuk menyengat
  • Ada perdarahan yang tidak berhenti, bukan sekadar bercak kecil
  • Bayi tampak rewel saat area itu disentuh, atau demam
  • Bayi malas menyusu, lemas, atau lebih banyak tidur dari biasanya

Tanda yang menyebar ke kulit perut sekitarnya, ditambah demam atau bayi yang terlihat tidak seperti biasanya, adalah situasi yang tidak boleh ditunggu. Infeksi pada bayi baru lahir bisa berkembang cepat. Lebih baik diperiksa lalu ternyata aman, daripada menunda.

Kalau tali pusat belum juga lepas setelah lewat tiga minggu, sebaiknya juga konsultasikan ke dokter. Bukan untuk panik, tapi untuk memastikan tidak ada hal yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Perawatan Kulit di Sekitar Pusar Setelah Puput

Setelah tunggul lepas, biasanya tersisa sedikit area yang masih lembap atau ada bercak darah kecil. Ini normal dan akan kering dalam beberapa hari. Cukup jaga tetap bersih dan kering seperti sebelumnya, dan tunda dulu memandikan bayi dengan cara merendam sampai pusar benar-benar sembuh dan kering sempurna.

Kulit di lipatan sekitar pusar bayi termasuk area yang mudah lembap dan kadang teriritasi, apalagi sering tertutup popok atau baju. Setelah pusar sembuh total, area ini bisa dirawat seperti kulit bayi lainnya: bersihkan lembut, keringkan, dan jaga kelembapannya dengan pelembap yang ringan jika kulitnya cenderung kering. Pilih produk dengan formula sederhana dan tanpa pewangi sintetis, karena kulit bayi yang baru sembuh masih sensitif. Pelembap lembut dari NeoCare dibuat tanpa fragrance dan paraben, dengan bahan yang fokus menjaga kelembapan tanpa membebani kulit halus si kecil.

Kalau muncul kemerahan, ruam, atau ada yang terasa tidak beres di sekitar pusar setelah puput, jangan ragu menanyakannya ke dokter kulit anak sebelum memakai produk apa pun secara rutin.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Berapa lama tali pusat bayi lepas? Umumnya satu sampai tiga minggu, dan berbeda untuk tiap bayi. Selama tidak ada tanda infeksi, rentang waktu ini masih wajar.

Bolehkah tali pusat kena air saat bayi dimandikan? Boleh terkena sedikit, tapi langsung keringkan dengan menepuk lembut. Hindari merendam bayi sampai tali pusat lepas dan area pusar kering.

Apakah perlu mengoleskan alkohol atau betadine setiap hari? Untuk bayi sehat yang lahir di lingkungan bersih, tidak perlu. Perawatan kering sudah cukup, kecuali bidan atau dokter menyarankan lain untuk kondisi tertentu.

Bagaimana kalau tali pusat berbau? Bau ringan saat tali pusat hampir lepas masih normal. Tapi bau busuk menyengat disertai nanah atau kemerahan adalah tanda untuk segera ke dokter.

Pusar bayi menonjol, apakah harus dikoin atau diikat? Tidak. Pusar menonjol pada bayi umumnya menutup sendiri seiring pertumbuhan. Menekan dengan koin atau ikatan justru berisiko menggesek dan menutup area yang butuh udara.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait