Perianal Streptococcal Dermatitis pada Anak: Merah Cerah Sekitar Anus yang Sering Disangka Ruam Popok atau Jamur
Orang tua jaman sekarang wajib tahu satu kondisi kulit pada anak yang bukan ruam popok biasa, bukan jamur, tapi infeksi bakteri Streptococcus yang butuh antibiotik oral. Namanya perianal streptococcal dermatitis, dan IDAI lewat panduan dermatologi pediatrik 2025 menyebut kondisi ini paling sering salah diagnosis di praktik dokter umum, padahal pengobatannya sederhana asal dikenali sejak awal.
Bayangin keadaan ini. Anak balita usia 2 sampai 5 tahun tiba-tiba rewel saat BAB, kulit di sekitar anusnya merah cerah seperti diwarnai, dan tidak respons sama sekali ke krim ruam popok biasa atau krim antijamur. Orang tua sudah ganti merek diaper, sudah pakai krim zinc oxide, sudah jaga area popok kering, tapi merahnya tetap. Bila pola ini terjadi, kemungkinan besar bukan ruam popok yang dihadapi tapi perianal streptococcal dermatitis, kondisi yang disebabkan bakteri Streptococcus pyogenes (group A beta-hemolytic strep) yang sama dengan penyebab radang tenggorokan.
Kenapa Sering Salah Diagnosis
Data dari Pediatric Infectious Disease Journal 2024 menyebut 60 sampai 70 persen kasus perianal strep di anak awalnya diobati sebagai ruam popok atau infeksi jamur, baru setelah 2 sampai 6 minggu tidak membaik diagnosisnya dikoreksi. Penundaan ini bikin anak rewel berkepanjangan, BAB jadi traumatis, dan kadang anak sampai menahan BAB sehingga menimbulkan masalah konstipasi sekunder.
Yang bikin sering salah diagnosis adalah penampilan perianal strep memang mirip dengan tiga kondisi yang lebih umum:
Ruam popok karena iritasi. Sama-sama merah di area popok, tapi ruam popok biasa melibatkan seluruh area popok termasuk pantat, paha, dan lipatan inguinal. Perianal strep terbatas ketat di sekitar anus saja dengan batas tajam.
Diaper candidiasis (ruam popok jamur). Sama-sama tidak respons ke krim biasa, tapi jamur biasanya punya lesi satelit kecil di luar area utama dan paling sering di lipatan kulit. Perianal strep tidak punya lesi satelit, hanya patch merah tajam di sekitar anus.
Iritasi karena tisu basah atau sabun. Sama-sama menyala merah, tapi iritasi membaik dalam beberapa hari setelah trigger dihindari. Perianal strep tidak respons ke perubahan produk perawatan.
Tanda Klinis yang Wajib Dikenali
Dokter spesialis anak dr. Erni Juwita Nelwan, SpA(K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM menjelaskan kepada media kesehatan tahun lalu bagaimana orang tua bisa mencurigai perianal strep:
"Pola yang khas adalah merah cerah seperti cherry red dengan batas yang sangat tajam di sekitar anus, sirkulernya jelas, dan tidak menjalar ke pantat atau paha. Anak sering mengeluh sakit saat BAB, kadang ada darah segar di tinja atau di tisu pembersih, dan krim yang biasa dipakai untuk ruam popok tidak ada efeknya sama sekali setelah seminggu. Bila pola ini ada, please jangan cuma ganti krim tapi konsultasi ke dokter buat swab perianal," ujar dr. Erni.
Selain tanda klasik di atas, beberapa orang tua melaporkan anak menahan BAB karena takut sakit, ada fissura ani kecil yang berdarah, atau gatal yang bikin anak terus menggaruk area itu. Pada anak perempuan, infeksi bisa meluas ke area vulva dan menyebabkan vulvitis streptococcal sekunder yang sama-sama merah cerah dan nyeri.
Anak Usia Berapa yang Paling Sering Kena
Perianal strep paling sering kena anak usia 6 bulan sampai 10 tahun, dengan puncaknya di usia 2 sampai 5 tahun. Anak laki-laki sedikit lebih sering daripada anak perempuan dengan rasio sekitar 3 banding 2 menurut studi epidemiologi dari Jurnal Dermatologi Pediatrik Asia 2023.
Faktor risiko yang sering dilupakan adalah riwayat radang tenggorokan strep di rumah. Bakteri Streptococcus pyogenes bisa berpindah dari tenggorokan satu anggota keluarga ke area perianal anak lain lewat tangan, handuk bersama, atau autoinokulasi (anak yang batuk lalu tangannya menyentuh area popok saat ganti).
Karena alasan ini, IDAI menyarankan saat ada anggota keluarga yang radang tenggorokan strep, kebiasaan cuci tangan dan pisahkan handuk wajib diperketat di rumah. Apalagi bila ada balita di rumah yang masih pakai popok atau yang baru belajar toilet training.
Pemeriksaan untuk Memastikan Diagnosis
Untuk memastikan diagnosis perianal strep, dokter biasanya mengambil swab dari area kemerahan untuk kultur bakteri. Hasilnya keluar dalam 24 sampai 48 jam dan menunjukkan pertumbuhan Streptococcus pyogenes.
Pemeriksaan alternatif yang lebih cepat adalah rapid antigen detection test (RADT) yang mirip dengan tes strep tenggorokan tapi diaplikasikan ke swab perianal. Hasilnya keluar dalam 10 menit dengan sensitivitas sekitar 85 persen. Karena rate false negative bisa 15 persen, hasil negatif tetap perlu konfirmasi dengan kultur bila kecurigaan klinisnya tinggi.
Pada kasus ragu antara perianal strep dan kondisi lain, dokter mungkin juga lakukan pemeriksaan KOH untuk menyingkirkan jamur dan tes darah lengkap untuk melihat tanda inflamasi sistemik bila anak demam atau tampak sakit.
Pengobatan dengan Antibiotik Oral
Perianal strep biasanya dirawat dengan antibiotik oral, bukan krim topikal. Krim antibiotik mungkin sedikit membantu tapi tidak efektif untuk eradikasi bakteri yang sudah masuk ke jaringan kulit lebih dalam.
Pilihan antibiotik pertama adalah amoxicillin oral dengan dosis 50 mg per kilogram berat badan per hari dibagi 3 dosis, diberikan selama 10 hari. Penisilin V oral juga efektif dengan dosis 25 sampai 50 mg per kilogram berat badan per hari dibagi 4 dosis selama 10 hari.
Untuk anak dengan alergi penisilin, alternatif yang biasa dipakai adalah cephalexin oral 25 sampai 50 mg per kilogram per hari dibagi 4 dosis, atau clindamycin oral 20 mg per kilogram per hari dibagi 3 dosis.
Yang sering bikin pengobatan gagal adalah orang tua menghentikan antibiotik begitu kemerahan mulai hilang di hari ke-5 atau ke-7, padahal bakteri Streptococcus pyogenes butuh 10 hari penuh untuk dieradikasi. Berhenti lebih awal bisa bikin infeksi kambuh dalam 2 sampai 4 minggu, kadang dengan tingkat resistensi lebih tinggi.
Perawatan Kulit Tambahan Selama Pengobatan
Selain antibiotik oral, perawatan kulit di rumah selama pengobatan membantu mempercepat penyembuhan dan mengurangi ketidaknyamanan anak:
Bersihkan area perianal dengan air hangat setelah BAB, hindari tisu basah yang bisa iritasi. Gunakan kapas atau kain lembut yang dibasahi air hangat.
Tepuk-tepuk kering, jangan menggosok. Gesekan bisa memperparah inflamasi dan menambah rasa sakit.
Aplikasikan pelembap bayi dengan kandungan ceramide atau zinc oxide tipis-tipis di area sekitar (bukan di pusat lesi yang akan diobati antibiotik). Pelembap ini menjaga skin barrier sekitar tetap intact dan mencegah penyebaran inflamasi.
Pakaian katun longgar tanpa karet ketat di paha. Karet ketat bisa menjebak keringat dan memperparah inflamasi.
Hindari sabun mandi yang harum atau exfoliating selama pengobatan. Pakai sabun bayi pH-balanced tanpa pewangi yang lembut.
Kapan Konsultasi Lanjut ke Dokter Anak
Meski perianal strep biasanya respons baik ke antibiotik standar, beberapa situasi butuh evaluasi tambahan dari dokter:
Anak demam tinggi (di atas 38,5 derajat Celsius) bersamaan dengan kemerahan perianal. Tanda ini bisa menandakan infeksi sistemik atau bakteremia yang butuh evaluasi rawat inap.
Kemerahan menjalar ke pantat, paha, atau ke arah vulva pada anak perempuan. Penyebaran ini menunjukkan kemungkinan ada infeksi sekunder atau diagnosis alternatif yang lebih luas.
Tidak ada perbaikan dalam 3 sampai 5 hari pengobatan antibiotik. Bisa menandakan resistensi antibiotik atau diagnosis yang salah, butuh swab ulang dan mungkin perubahan antibiotik.
Anak mengalami nyeri berat saat BAB sampai menahan BAB lebih dari 2 hari. Konstipasi sekunder bisa menambah masalah dan butuh manajemen tersendiri.
Riwayat infeksi strep berulang dalam keluarga. Beberapa keluarga punya carrier asymptomatic Streptococcus pyogenes yang terus jadi sumber reinfeksi. Pemeriksaan swab anggota keluarga dan dekolonisasi bisa diperlukan.
Pencegahan Penularan di Rumah
Karena Streptococcus pyogenes mudah menular lewat kontak langsung dan permukaan terkontaminasi, beberapa kebiasaan rumah tangga yang biasa direkomendasikan oleh tenaga kesehatan:
Cuci tangan sering, terutama setelah ganti popok atau setelah membantu anak di kamar mandi. Sabun antibakterial tidak perlu, sabun biasa dengan teknik cuci 20 detik sudah cukup efektif.
Pisahkan handuk anak yang sedang infeksi dari anggota keluarga lain selama pengobatan. Cuci handuk dengan air panas di atas 60 derajat Celsius.
Bila ada anggota keluarga dengan radang tenggorokan strep, pisahkan peralatan makan dan minum, dan jangan berbagi botol minum atau sendok.
Mainan plastik atau permukaan yang sering disentuh anak (gagang pintu, remote TV) dibersihkan dengan disinfektan rumah tangga biasa selama anak masih dalam masa pengobatan.
Catatan untuk Orang Tua
Yang penting diingat adalah perianal strep bukan tanda anak kurang bersih atau ruam popok yang diabaikan. Kondisi ini bisa kena anak yang area popoknya rajin dibersihkan setiap saat pun. Pemicunya adalah bakteri yang terbawa ke area itu, bukan kurangnya kebersihan.
Jadi bila anak punya kemerahan perianal yang batasnya tajam, merahnya cerah seperti cherry red, dan tidak respons ke krim ruam popok dalam seminggu, langsung ke dokter anak untuk swab. Pengobatan antibiotik oral selama 10 hari biasanya sudah cukup buat eradikasi total dan anak bisa kembali nyaman saat BAB.
Jangan tunggu sampai 4 sampai 6 minggu seperti yang sering terjadi di praktik. Penundaan diagnosis bikin pengalaman BAB jadi traumatis buat anak dan bisa memicu masalah konstipasi yang baru lagi.



