Pityriasis Alba pada Anak: Bercak Putih yang Sering Disangka Vitiligo
Bercak putih di pipi anak balita seringkali bukan vitiligo, melainkan kondisi ringan yang sembuh sendiri. Tapi kekeliruan diagnosis bisa membuat orang tua panik dan menjalani perawatan yang tidak perlu.
Rania (6), putri Putri Salsabila dari Jakarta Selatan, awalnya hanya punya bercak kecil keputihan di pipi kiri yang muncul setelah dia liburan ke pantai bersama keluarga. Dalam dua bulan, bercak ini bertambah menjadi tiga area di pipi, dahi, dan lengan atas. Putri sempat panik karena tetangganya mengira itu vitiligo dan menyarankan periksa ke dokter spesialis kulit segera.
Setelah konsultasi di RSUPN Cipto Mangunkusumo, hasilnya berbeda. Diagnosis Rania bukan vitiligo, melainkan pityriasis alba — kondisi kulit ringan yang sebenarnya sangat umum terjadi pada anak usia 3 sampai 16 tahun.
Apa Itu Pityriasis Alba
Pityriasis alba adalah bercak putih atau pucat dengan tekstur sedikit bersisik halus di permukaannya. Bercak ini biasanya muncul di wajah (terutama pipi), leher, lengan atas, dan kadang di dada bagian atas. Ukurannya bervariasi dari 0,5 hingga 5 sentimeter, dengan tepi yang tidak terlalu jelas berbeda dari kulit sekitar.
Menurut dokter spesialis kulit anak, dr. Inneke Jane Hidajat, SpKK: "Pityriasis alba bukan penyakit yang berbahaya dan bukan tanda gangguan sistem imun seperti vitiligo. Ini adalah variasi dari dermatitis ringan yang berhubungan dengan kulit kering, paparan matahari, dan kecenderungan atopik," ujar dr. Inneke.
Kondisi ini bukan disebabkan oleh kekurangan pigmen melanin yang permanen seperti pada vitiligo. Pityriasis alba terjadi karena melanosit (sel penghasil pigmen) sementara berhenti memproduksi melanin di area yang terkena dermatitis ringan.
Faktor Risiko yang Sering Dikaitkan
Beberapa kondisi yang meningkatkan kemungkinan anak mengalami pityriasis alba:
- Kulit kering kronis atau kondisi atopik (riwayat eczema, asma, atau alergi)
- Paparan sinar matahari berlebih tanpa perlindungan tabir surya
- Kebiasaan mandi terlalu sering dengan sabun yang menghilangkan minyak alami kulit
- Defisiensi vitamin A atau B12 ringan
- Cuaca tropis dengan kelembapan tinggi yang berfluktuasi
Data dari Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin RSCM tahun 2023 mencatat 3,9 persen anak usia 3–10 tahun di Jakarta yang berkunjung ke poliklinik kulit anak menerima diagnosis pityriasis alba sebagai keluhan utama.
Beda Pityriasis Alba dengan Vitiligo
Kesalahan diagnosis di antara orang tua paling sering terjadi karena kedua kondisi ini sama-sama menampilkan bercak putih di kulit. Tapi karakteristiknya berbeda:
| Karakteristik | Pityriasis Alba | Vitiligo |
|---|---|---|
| Warna bercak | Putih kehijauan, pucat | Putih susu murni |
| Tepi bercak | Tidak jelas, samar | Tegas, kontras |
| Tekstur permukaan | Sedikit bersisik halus | Rata, tidak bersisik |
| Sensasi | Kadang gatal ringan | Tidak terasa apa-apa |
| Lokasi tipikal | Wajah, lengan atas | Bisa di mana saja, sering simetris |
| Respons terhadap pelembap | Membaik dalam minggu | Tidak ada perubahan |
| Perjalanan alami | Hilang dalam bulan-tahun | Cenderung menetap atau meluas |
Tes lampu Wood adalah salah satu cara dokter membedakan keduanya. Vitiligo akan memberi pendar terang khas berwarna putih biru di bawah lampu Wood, sementara pityriasis alba tidak menunjukkan pendar yang sama.
Bedanya dengan Tinea Versicolor
Selain vitiligo, pityriasis alba juga sering tertukar dengan tinea versicolor — infeksi jamur yang juga menampilkan bercak putih atau coklat di kulit. Bedanya:
- Tinea versicolor lebih sering muncul di leher, dada, dan punggung — bukan wajah
- Tinea versicolor bersisik lebih banyak dan teraba "berdebu" saat diusap
- Tes KOH dari kerokan kulit akan menunjukkan jamur pada tinea versicolor; pada pityriasis alba hasilnya negatif
- Tinea versicolor butuh obat antijamur, pityriasis alba tidak
Untuk membedakan secara akurat, kunjungan ke dokter kulit anak adalah langkah yang dianjurkan.
Penanganan Pityriasis Alba pada Anak
Pengobatan pityriasis alba sebenarnya relatif sederhana karena kondisi ini cenderung membaik sendiri seiring waktu. Yang dilakukan oleh tim medis biasanya:
- Pelembap rutin dua kali sehari: ceramide-based moisturizer adalah pilihan favorit untuk anak dengan kecenderungan atopik
- Tabir surya mineral SPF 30 atau lebih: mencegah kontras warna kulit menjadi lebih jelas saat anak terkena matahari
- Hidrokortison topikal 1 persen: kalau ada gatal atau iritasi, dokter bisa meresepkan untuk pemakaian terbatas (5–7 hari)
- Pengelolaan kulit kering: mandi dengan air hangat (bukan panas), durasi pendek 5–10 menit, sabun pH netral
- Suplementasi vitamin kalau ada defisiensi yang sudah dikonfirmasi lewat pemeriksaan
Kasus Rania ditangani dengan cara seperti ini. Putri menjelaskan, "Diberi pelembap khusus dua kali sehari, sabun mandi diganti yang lebih lembut, dan setiap mau keluar rumah selalu pakai sunscreen anak. Dalam tiga bulan, bercaknya sudah jauh lebih samar," cerita Putri.
Berapa Lama Sembuh
Pityriasis alba bukan kondisi yang sembuh dalam hitungan hari. Jangka waktu penyembuhan biasanya:
- 3–6 bulan untuk kasus ringan dengan satu atau dua bercak
- 6–12 bulan untuk kasus sedang dengan beberapa bercak yang lebih luas
- Hingga 2 tahun pada kasus rekuren yang menyertai kondisi atopik
Bercak biasanya akan kembali ke warna normal kulit secara bertahap. Pigmen melanin perlu waktu untuk diproduksi ulang oleh melanosit setelah peradangan ringan reda.
Kapan Harus ke Dokter
Walaupun pityriasis alba tidak berbahaya, ada situasi di mana pemeriksaan dokter wajib dilakukan:
- Bercak putih semakin meluas dengan cepat dalam hitungan minggu
- Tepi bercak menjadi tegas dan kontras dengan kulit sekitar (curiga vitiligo)
- Anak mengeluh gatal hebat atau kulit terasa terbakar
- Bercak muncul setelah anak demam tinggi atau infeksi sistemik
- Ada riwayat penyakit autoimun di keluarga inti
Pemeriksaan dini bisa memastikan diagnosis akurat dan menghindari kecemasan berlebihan dari orang tua.
Tips Pencegahan Kekambuhan
Untuk anak yang pernah mengalami pityriasis alba, beberapa kebiasaan ini bisa membantu mencegah kekambuhan:
- Pakai pelembap setiap hari, bahkan saat kulit terlihat normal
- Tabir surya mineral untuk anak adalah keharusan harian, bukan hanya saat ke pantai
- Batasi mandi dengan air panas berlebihan
- Pilih pakaian katun yang lembut, hindari bahan wol langsung di kulit
- Tetap konsultasi rutin ke dokter kulit anak kalau anak punya riwayat eczema atau alergi
Anak-anak dengan kulit atopik memang lebih rentan mengalami pityriasis alba berulang. Tapi dengan rutinitas perawatan yang konsisten, frekuensi munculnya bercak baru bisa ditekan jauh dari yang biasanya.



