Sacral Dimple: Lesung di Punggung Bawah Bayi, Normal atau Perlu Diperiksa?
Banyak orang tua baru menemukannya secara tidak sengaja, biasanya saat mengganti popok atau memandikan bayi di minggu-minggu pertama. Ada cekungan kecil di punggung bawah, tepat di atas belahan bokong, seperti lesung pipit yang salah tempat. Dalam istilah medis, cekungan ini disebut sacral dimple atau lekukan sakral.
Literatur pediatri mencatat temuan ini muncul pada sekitar 2 sampai 4 dari setiap 100 bayi baru lahir, dan pada sebagian besar kasus tidak berhubungan dengan masalah apa pun. Dokter anak umumnya sudah memeriksanya sejak pemeriksaan bayi baru lahir, sebelum orang tua sempat menyadarinya sendiri. Kalau bayi dipulangkan tanpa catatan khusus soal punggungnya, kemungkinan besar cekungan itu sudah dinilai dan dianggap tipe yang sederhana.
Yang membuat topik ini banyak dicari adalah kaitannya dengan kelainan sumsum tulang belakang tersembunyi, atau spinal dysraphism. Kaitan itu memang ada, tetapi porsinya kecil dan hampir selalu disertai tanda lain yang bisa dilihat mata telanjang. Perbedaan antara lesung yang biasa saja dan yang perlu ditindaklanjuti terletak pada detail bentuk, letak, dan apa yang menemaninya di permukaan kulit.
Seperti Apa Bentuk Lesung yang Umum
Panduan dokter anak menggambarkan sacral dimple sederhana lewat beberapa ciri yang cukup konsisten. Ukurannya kecil, biasanya kurang dari sekitar 5 milimeter. Cekungannya dangkal, dan dasarnya masih terlihat kalau kulit di sekitarnya diregangkan pelan.
Letaknya juga khas. Lesung sederhana berada di dalam garis belahan bokong dan relatif dekat dengan anus, umumnya dalam jarak sekitar 2,5 sentimeter dari tepi atas belahan tersebut. Posisi rendah ini penting, karena sumsum tulang belakang berakhir jauh lebih tinggi dari titik itu.
Ciri terakhir yang sama pentingnya adalah tidak adanya temuan lain. Kulit di sekitarnya berwarna sama dengan kulit punggung yang lain, tidak ada rambut yang tumbuh berkelompok, tidak ada benjolan, dan tidak ada cairan yang keluar. Kombinasi lengkap ini yang membuat dokter menilai lesung tersebut sebagai varian normal dan berhenti di situ.
Kenapa Lekukan Itu Bisa Terbentuk
Pembentukannya terjadi jauh sebelum bayi lahir. Pada minggu-minggu awal kehamilan, jaringan yang nantinya menjadi kulit dan jaringan yang menjadi sumsum tulang belakang saling menutup dan berpisah. Di ujung bawah, kadang tertinggal sedikit tarikan antara kulit dan jaringan di bawahnya, dan tarikan itulah yang terbaca sebagai cekungan kecil di permukaan.
Pada lesung sederhana, prosesnya berhenti di lapisan kulit. Tidak ada saluran yang menembus ke dalam, tidak ada hubungan dengan kanal tulang belakang. Ini sebabnya cekungan tersebut tidak menimbulkan gejala, tidak membesar seiring pertumbuhan, dan tidak memerlukan tindakan.
Sebagian kecil kasus punya cerita berbeda. Kalau pemisahan jaringan tadi tidak tuntas di area yang lebih tinggi, bisa terbentuk saluran atau jaringan sisa yang berhubungan dengan struktur di dalam kanal tulang belakang. Kondisi inilah yang masuk kelompok spinal dysraphism, termasuk spina bifida occulta dan tethered cord. Kelompok ini yang dicari lewat pemeriksaan pencitraan.
Tanda yang Membuat Dokter Melihat Lebih Jauh
Literatur medis mengelompokkan beberapa temuan sebagai penanda risiko, biasanya disebut atypical atau tidak khas. Kehadirannya bukan berarti ada kelainan, hanya berarti perlu dilihat lebih jauh dengan alat.
- Ukuran besar atau cekungan yang dalam. Lesung dengan diameter lebih dari sekitar 5 milimeter, atau yang dasarnya tidak terlihat sekalipun kulit sudah diregangkan, masuk kategori ini.
- Letak yang tinggi. Cekungan yang berada di atas garis belahan bokong, atau berjarak lebih dari sekitar 2,5 sentimeter dari anus, lebih dekat dengan bagian sumsum tulang belakang yang masih aktif.
- Berkas rambut. Kumpulan rambut kasar dan panjang yang tumbuh berkelompok di area punggung bawah, kadang disebut hair tuft, termasuk penanda yang paling sering dicatat.
- Tonjolan kulit atau benjolan lemak. Bisa berupa daging tumbuh kecil, ekor kulit, atau gundukan lunak berisi lemak di bawah kulit.
- Perubahan warna atau tanda pembuluh darah. Bercak kemerahan, hemangioma, atau area dengan warna yang jelas berbeda dari kulit sekitarnya.
- Cairan yang keluar. Rembesan bening atau nanah dari cekungan perlu penilaian dokter, karena bisa menandakan saluran yang menembus lebih dalam.
Ada satu prinsip yang cukup ditekankan dalam kepustakaan pediatri: dua penanda atau lebih yang muncul bersamaan membawa bobot jauh lebih besar daripada satu penanda yang berdiri sendiri. Sebuah bercak warna tanpa temuan lain punya arti yang berbeda dengan bercak warna yang disertai berkas rambut dan cekungan dalam. Kombinasi inilah yang biasanya menjadi alasan dokter mengirim bayi untuk pemeriksaan pencitraan.
Pemeriksaan yang Biasa Dilakukan
Alat pilihan pertama untuk bayi kecil adalah USG tulang belakang, atau spinal ultrasound. Alasannya bersifat teknis dan berkaitan dengan usia. Tulang belakang bayi belum mengeras sempurna di bulan-bulan awal, sehingga gelombang suara masih bisa menembus dan menampilkan struktur di dalam kanal dengan cukup jelas.
Jendela waktu ini terbatas. Sebagian besar panduan menyarankan USG dikerjakan sebelum bayi berusia sekitar 3 sampai 6 bulan, karena setelah itu proses pengerasan tulang mulai menghalangi pandangan. Pemeriksaannya sendiri singkat, tanpa radiasi, dan tidak memerlukan obat bius.
Kalau usia bayi sudah melewati jendela tersebut, atau kalau hasil USG dinilai belum menjawab, pemeriksaan berikutnya biasanya MRI. MRI memberi gambaran yang lebih rinci, tetapi pada bayi dan anak kecil sering membutuhkan sedasi supaya mereka diam selama pemindaian. Ini sebabnya USG tetap didahulukan selama masih memungkinkan.
Hasil pemeriksaan yang normal umumnya menutup persoalan. Bayi tidak perlu dipantau khusus, dan cekungan tersebut diperlakukan sebagai ciri kulit biasa yang akan ikut tumbuh bersama anak.
Merawat Area Lesung Saat Ganti Popok
Karena letaknya persis di zona popok, area ini bersinggungan dengan urine, feses, dan gesekan sepanjang hari. Perawatannya tidak berbeda jauh dari perawatan area popok pada umumnya, dengan beberapa catatan tambahan.
- Bersihkan dengan air hangat dan usapan lembut. Kapas atau kain lembut yang dibasahi air sudah cukup untuk sebagian besar situasi. Tisu basah beraroma dan bahan pembersih keras sebaiknya dihindari di area lipatan.
- Keringkan dengan menepuk, bukan menggosok. Kelembapan yang tertinggal di dalam cekungan mudah memicu iritasi. Menepuk pelan dengan handuk katun lebih aman daripada mengusap bolak-balik.
- Jangan mengorek atau menekan bagian dalam cekungan. Memasukkan cotton bud, kuku, atau apa pun ke dalam lesung berisiko melukai kulit tipis di dasarnya dan membuka jalan bagi infeksi. Kalau dasarnya ingin dilihat, cukup regangkan kulit di sekitarnya dengan dua jari.
- Beri jeda tanpa popok. Beberapa menit dengan area popok terbuka setelah mandi membantu area lipatan benar-benar kering.
- Pilih pelembap yang sederhana. Kalau kulit di sekitarnya kering atau mudah merah, produk pelembap bayi tanpa pewangi biasanya cukup. Rangkaian perawatan kulit bayi seperti yang dikembangkan NeoCare menekankan formula ringan untuk area lipatan, dan prinsip yang sama berlaku untuk lekukan sakral: sedikit bahan, tanpa aroma tambahan.
Perubahan pada kulit di sekitar lesung, seperti kemerahan yang menetap, bengkak, atau bau yang tidak biasa, sebaiknya dilihat dokter alih-alih diobati sendiri di rumah.
Kapan Perlu Diperiksa Dokter
Beberapa situasi memang layak dibawa ke dokter anak, bukan untuk dicemaskan melainkan untuk dipastikan.
- Cekungan tampak besar, dalam, atau dasarnya tidak terlihat sama sekali.
- Letaknya di atas garis belahan bokong, atau terasa jauh dari anus.
- Ada berkas rambut, tonjolan kulit, benjolan lemak, hemangioma, atau bercak warna yang menyertainya.
- Muncul dua penanda kulit atau lebih di area punggung bawah secara bersamaan.
- Keluar cairan bening, nanah, atau darah dari cekungan.
- Area di sekitarnya kemerahan, bengkak, hangat, atau bayi tampak nyeri saat disentuh.
- Ada gejala yang tidak berhubungan langsung dengan kulit, misalnya kekuatan kedua tungkai terlihat berbeda, pola buang air besar dan kecil berubah, atau perkembangan motorik tertinggal dari usianya.
Poin terakhir sering luput. Kelainan sumsum tulang belakang tersembunyi kadang baru menunjukkan dirinya lewat gejala saraf saat anak mulai bertambah besar, bukan lewat penampakan kulit di masa bayi.
Bagi mayoritas keluarga, cerita sacral dimple selesai di pemeriksaan pertama. Cekungan kecil itu tetap ada, tidak berubah, dan tidak melakukan apa-apa selain menjadi salah satu detail tubuh anak. Menunjukkannya ke dokter anak saat kontrol rutin sudah cukup untuk mengubah rasa penasaran menjadi jawaban.



