Scabies (Kudis) pada Bayi: Sering Disangka Eksim, Padahal Menular Satu Keluarga
Belasan bayi dan balita di sebuah tempat penitipan anak dilaporkan mengalami ruam merah dan gatal hebat dalam waktu hampir bersamaan. Awalnya banyak orang tua mengira itu biang keringat atau eksim biasa, lalu beli krim sembarangan dari apotek. Gatalnya tidak hilang. Setelah satu keluarga ikut tertular, barulah dokter memastikan penyebabnya: scabies, atau yang di rumah sering disebut kudis dan gudik.
Pola seperti ini bukan hal langka. Scabies adalah infeksi kulit akibat tungau Sarcoptes scabiei, parasit mikroskopis yang menggali dan bertelur di bawah permukaan kulit. WHO mencatat scabies menyerang ratusan juta orang di seluruh dunia setiap tahun, dan penyebarannya paling cepat di lingkungan padat seperti penitipan anak, pesantren, panti, dan rumah dengan banyak penghuni. Pada bayi, kondisi ini gampang salah dikenali, dan keterlambatan penanganan justru memberi waktu bagi tungau menular ke seisi rumah.
Kenapa Scabies Sering Disangka Eksim atau Biang Keringat
Gejala awal scabies mirip masalah kulit bayi yang umum: kulit memerah, muncul bintik-bintik, bayi rewel karena gatal. Itulah kenapa banyak orang tua menebaknya sebagai eksim atau biang keringat dan menunda ke dokter.
Bedanya ada pada beberapa petunjuk khas. Menurut Cleveland Clinic, ciri utama scabies adalah gatal yang sangat hebat dan memburuk di malam hari, karena tungau betina lebih aktif menggali saat malam. Bayi yang biasanya tidur lelap bisa terbangun, menangis, dan terus menggosok-gosok tubuhnya.
Petunjuk kedua adalah letak ruamnya. CDC menjelaskan bahwa pada bayi dan anak kecil, scabies sering muncul di telapak tangan, telapak kaki, sela jari, ketiak, lipatan kulit, bahkan kepala dan wajah. Pola ini berbeda dari eksim bayi yang biasanya muncul di pipi, siku, atau lipatan lutut. Munculnya bintik atau lenting kecil di telapak tangan dan telapak kaki adalah tanda yang jarang ditemukan pada eksim.
Apa Itu Terowongan Tungau (Burrow)
Tanda paling khas scabies adalah burrow, terowongan tipis tempat tungau betina menggali dan bertelur. CDC menggambarkannya sebagai garis halus berkelok-kelok, sedikit menonjol, berwarna keputihan atau seperti warna kulit, dengan panjang beberapa milimeter.
Terowongan ini sering sulit dilihat dengan mata telanjang, apalagi pada kulit bayi yang sudah penuh garukan. CDC menyebut pada satu orang yang terinfeksi biasanya hanya ada sekitar 10 sampai 15 tungau, jadi jumlah terowongannya pun sedikit dan mudah terlewat. Inilah salah satu alasan kenapa diagnosis scabies sebaiknya dilakukan dokter, bukan ditebak sendiri di rumah.
Kenapa Bisa Menular Satu Keluarga
Scabies menular lewat kontak kulit langsung yang cukup lama, misalnya saat menggendong, tidur sekamar, atau bermain bersama. Pada bayi, kontak kulit dengan orang tua dan pengasuh hampir terjadi sepanjang hari, sehingga penularan dalam rumah berlangsung cepat.
Yang membuatnya licik, gejala bisa baru muncul berminggu-minggu setelah tertular. StatPearls (NCBI) menjelaskan pada orang yang belum pernah kena scabies, gatal baru terasa sekitar 2 sampai 6 minggu setelah tungau masuk. Selama jeda itu, seseorang sudah bisa menularkan ke orang lain tanpa sadar. Akibatnya, saat satu anggota keluarga ketahuan scabies, anggota lain kemungkinan besar sudah tertular meski belum gatal.
Penularan juga bisa lewat sprei, handuk, dan baju yang dipakai bergantian, terutama di lingkungan ramai. Itulah kenapa wabah scabies gampang meledak di penitipan anak dan asrama.
Kenapa Scabies Harus Diobati Dokter
Scabies tidak bisa sembuh dengan krim gatal biasa atau bedak yang dijual bebas. Tungaunya hanya bisa dibasmi dengan obat resep dokter, dan jenisnya terbatas untuk bayi.
"Pada bayi, scabies harus ditangani dokter karena pilihan obatnya terbatas dan harus diresepkan sesuai usia serta berat badan. Krim antigatal yang dijual bebas hanya menyamarkan gejala, sementara tungaunya tetap hidup dan terus menular. Banyak kasus yang baru terbawa ke kami setelah berminggu-minggu salah obat, dan saat itu biasanya seisi rumah sudah ikut tertular," ujar dr. Anindya Paramita, SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin.
CDC menyebut untuk bayi umumnya hanya krim permethrin atau salep sulfur yang dianggap aman, dan keduanya butuh resep serta cara pakai yang tepat. Krim biasanya dioleskan ke seluruh tubuh, dari kepala dan leher sampai ujung kaki pada bayi, dibiarkan semalaman, lalu dibilas. Banyak dokter mengulang pengolesan satu minggu kemudian untuk membasmi tungau yang baru menetas. Dosis, area, dan jeda pengulangan inilah yang membuat scabies pada bayi bukan urusan coba-coba sendiri.
Seluruh Anggota Rumah Diobati Serentak
Mengobati bayinya saja tidak cukup. CDC menegaskan semua anggota keluarga sebaiknya diobati pada waktu yang sama, termasuk pengasuh, kakek-nenek yang sering menggendong, dan tamu yang sering menginap, walaupun mereka belum merasa gatal.
Alasannya kembali ke masa tunas yang panjang tadi. Kalau hanya bayinya yang diobati sementara orang tua yang sudah tertular belum diobati, tungau akan bolak-balik menular dan kasusnya tidak pernah benar-benar selesai. Pengobatan serentak memutus rantai itu sekaligus.
Langkah ini biasanya digabung dengan membersihkan barang-barang yang menempel di kulit. CDC menyarankan mencuci sprei, handuk, dan baju yang dipakai dalam 3 hari terakhir memakai air panas, lalu mengeringkannya dengan suhu tinggi. Barang yang tidak bisa dicuci panas bisa dimasukkan ke kantong plastik tertutup selama beberapa hari, karena tungau scabies tidak bertahan lama jauh dari kulit manusia.
Beda Scabies dan Eksim secara Singkat
Eksim (dermatitis atopik) adalah peradangan kulit yang dipicu kulit kering dan kepekaan, sifatnya kambuh-kambuhan dan tidak menular. Scabies adalah infeksi tungau yang menular dan butuh obat pembasmi parasit.
Beberapa pembeda yang sering dipakai dokter: scabies gatalnya memuncak pada malam hari, sementara eksim gatal sepanjang waktu dan terkait kulit kering. Letaknya juga berbeda, scabies kerap di sela jari, telapak tangan, telapak kaki, dan ketiak, sedangkan eksim bayi lebih sering di pipi dan lipatan. Dan yang paling menentukan, scabies menyebar ke orang sekitar, eksim tidak. Kalau beberapa orang di rumah gatal bersamaan, scabies patut dicurigai. Kepastiannya tetap di tangan dokter.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah scabies pada bayi berbahaya?
Scabies sendiri jarang berbahaya bila ditangani, tapi garukan terus-menerus bisa melukai kulit bayi dan memicu infeksi bakteri tambahan. Karena itu CDC menyarankan segera ke dokter saat gatal hebat tidak membaik, terutama jika memburuk pada malam hari dan menyebar ke anggota keluarga lain.
Berapa lama gatalnya hilang setelah diobati?
Gatal bisa bertahan sampai 2 sampai 4 minggu setelah pengobatan, walaupun tungaunya sudah mati. CDC menjelaskan ini reaksi alergi terhadap tungau dan kotorannya, jadi gatal yang belum hilang belum tentu berarti obatnya gagal. Tetapi kalau muncul terowongan atau bintik baru setelah 4 minggu, perlu kontrol ulang ke dokter.
Apakah harus mengobati seluruh keluarga walau belum gatal?
Ya. Gejala scabies bisa baru muncul 2 sampai 6 minggu setelah tertular, jadi anggota keluarga yang belum gatal pun mungkin sudah membawa tungau. CDC menyarankan semua orang serumah dan pengasuh diobati serentak supaya penularan tidak berulang.
Bisakah scabies sembuh dengan krim gatal biasa dari apotek?
Tidak. Krim antigatal bebas hanya meredakan rasa gatal sesaat tanpa membunuh tungaunya. Scabies butuh obat pembasmi tungau yang diresepkan dokter, dengan dosis dan cara pakai yang disesuaikan untuk bayi.
Merawat Kulit Bayi Setelah Pengobatan Scabies
Setelah dokter memastikan tungaunya tertangani lewat obat resep, kulit bayi sering tertinggal kering, lecet bekas garukan, dan masih terasa gatal selama beberapa minggu. Di tahap inilah perawatan kulit yang lembut membantu kulit pulih lebih nyaman.
Pelembap NeoCare diformulasikan lembut untuk kulit bayi yang masih tipis dan sensitif, membantu menjaga kelembapan serta menenangkan kulit yang sedang memperbaiki diri setelah masa pengobatan. Perlu dicatat, NeoCare bukan obat scabies dan tidak membasmi tungau. Pembasmian tungau tetap lewat obat resep dokter, sedangkan pelembap di rumah hanya pelengkap untuk merawat kulit selama masa pemulihan.



