Telogen Effluvium pada Anak: Rambut Rontok Banyak Setelah Demam Tinggi
Dua bulan setelah anaknya pulang dari rawat inap karena demam berdarah, seorang ibu mulai menemukan rambut di mana-mana. Menempel di sisir, tertinggal di sarung bantal, menumpuk di saringan lantai kamar mandi. Sekali usap kepala, beberapa helai ikut terbawa di telapak tangan. Anaknya sendiri sudah pulih, nafsu makan kembali, dan sudah masuk sekolah lagi.
Yang dicurigai biasanya hal-hal yang baru saja berubah. Sampo yang belum lama diganti, potongan rambut terakhir di salon, atau vitamin yang sempat terlewat. Sebagian orang tua langsung membeli minyak kemiri dan sampo antirontok, lalu bingung karena rontoknya jalan terus.
Penyebab sebenarnya sudah lewat dua bulan sebelumnya, yaitu demamnya. Kondisi ini bernama telogen effluvium: kerontokan sementara yang terjadi ketika terlalu banyak akar rambut serentak masuk fase istirahat setelah tubuh mengalami guncangan besar. Menurut DermNet, pola kerontokannya merata di seluruh kepala dan akan pulih sendiri setelah pemicunya berlalu.
Siklus Rambut dan Fase Istirahat yang Mendadak Ramai
Setiap helai rambut di kepala anak punya jadwalnya sendiri. Fase tumbuh disebut anagen dan berlangsung bertahun-tahun. Setelah itu ada masa peralihan singkat bernama catagen, hanya hitungan minggu. Terakhir fase istirahat atau telogen, ketika rambut berhenti tumbuh dan menunggu sekitar dua sampai tiga bulan sebelum lepas dan digantikan rambut baru.
Pada kulit kepala yang sehat, sekitar 85 sampai 90 persen folikel berada di fase tumbuh, dan hanya sekitar 5 sampai 15 persen yang sedang istirahat. Jadwalnya berselang-seling, sehingga rontok harian tidak pernah terlihat mencolok. Tinjauan dermatologi anak di jurnal ilmiah menyebut kehilangan 50 sampai 150 helai per hari masih termasuk normal.
Demam tinggi, infeksi berat, atau operasi mengacak jadwal itu. Sebagian besar folikel yang tadinya sibuk tumbuh dipaksa berhenti bersamaan dan pindah ke fase istirahat dalam waktu berdekatan. StatPearls mencatat pada kasus berat proporsinya bisa mencapai sekitar 70 persen rambut anagen. Selama beberapa minggu setelahnya tidak ada yang terlihat, karena rambut yang sudah masuk fase istirahat belum langsung lepas.
Kenapa Rontoknya Baru Terlihat 2-3 Bulan Kemudian
Jeda inilah yang membuat orang tua salah menuduh. Rambut telogen baru terdorong keluar ketika rambut baru mulai tumbuh dari bawah, dan proses itu memakan waktu. StatPearls mencatat kerontokan biasanya dimulai satu sampai enam bulan setelah kejadian pemicunya, dengan rata-rata sekitar tiga bulan. Pada kasus demam berdarah, sebuah laporan seri kasus mendapatkan rata-rata 2,1 bulan antara infeksi dan mulainya rontok.
Dua bulan adalah waktu yang panjang bagi sebuah rumah tangga. Dalam rentang itu sampo bisa berganti, anak sudah dicukur, dan vitamin baru sudah dibeli. Ketika rontok akhirnya muncul, yang paling gampang disalahkan adalah perubahan yang paling dekat waktunya. Padahal rambut yang rontok itu justru pertanda rambut baru sedang mendesak naik.
Pemicu yang Paling Sering Ditemukan pada Anak
Sebuah studi retrospektif terhadap 76 pasien anak yang dimuat di jurnal Pediatric Dermatology pada 2023 menemukan pemicu yang bisa diidentifikasi pada 67 persen kasus. Yang paling sering adalah stres emosional dan penyakit demam akut, disusul kekurangan zat gizi berupa zat besi, feritin rendah, dan vitamin D.
Dalam konteks Indonesia, daftar pemicunya terasa akrab:
- Demam tinggi berkepanjangan, termasuk demam berdarah, tifus, dan infeksi virus lain
- Operasi dengan bius umum atau cedera berat
- Kekurangan zat besi, yang sering menyertai anak susah makan
- Penurunan berat badan drastis atau asupan protein yang seret setelah sakit
- Obat tertentu, misalnya beberapa obat kejang dan retinoid
- Gangguan tiroid
- Stres emosional besar seperti pindah rumah, perceraian orang tua, atau perundungan di sekolah
Pada sekitar sepertiga kasus, tidak ada satu pun pemicu yang berhasil ditemukan. Itu bukan berarti pemeriksaan gagal, hanya saja tidak semua guncangan kecil pada tubuh anak sempat tercatat.
Ciri Khasnya: Merata, Bukan Botak Berbercak
Ini pembeda paling penting. Telogen effluvium menipiskan rambut di seluruh kepala secara merata. Belahan rambut terlihat melebar, kuncir jadi lebih tipis saat digenggam, kulit kepala mulai samar terlihat di bawah cahaya lampu. Tidak ada satu titik pun yang botak licin dengan batas tegas.
DermNet menyebut kondisi ini bisa melibatkan hingga separuh rambut kulit kepala. Meski begitu, kebotakan total praktis tidak terjadi. Yang terjadi adalah penipisan, bukan kehilangan seluruh rambut.
Dokter sering memakai pemeriksaan sederhana bernama hair pull test. Segenggam kecil rambut, sekitar 20 sampai 60 helai, ditarik lembut dari beberapa titik kulit kepala. Bila lebih dari 10 persen ikut terlepas tanpa rasa sakit, hasilnya dianggap positif dan mendukung dugaan telogen effluvium. Pemeriksaan ini dilakukan dokter, bukan dicoba sendiri di rumah, karena menarik rambut anak berulang kali justru menambah kerusakan dan bikin anak trauma disisir.
Membedakannya dari Penyebab Rontok Lain
Beberapa kondisi kulit kepala anak sering tertukar dengan telogen effluvium, padahal penanganannya berbeda jauh.
Alopecia areata memberi bercak botak bulat yang mulus dan berbatas tegas, kulitnya bersih tanpa sisik. Kadang disertai perubahan kuku berupa cekungan halus seperti bekas tusukan jarum.
Tinea capitis alias kurap kulit kepala menimbulkan sisik, kemerahan, gatal, rambut patah pendek dengan titik hitam di pangkalnya, dan kadang benjolan kelenjar di belakang telinga. Kondisi ini menular dan butuh obat antijamur minum.
Traction alopecia muncul di garis depan rambut atau sekitar kuncir yang ditarik kencang setiap hari, dan polanya mengikuti arah tarikan. Sementara pada trichotillomania, rambut patah dengan panjang tidak rata di area yang mudah dijangkau tangan anak, dan hair pull test justru negatif.
Yang Tidak Membantu Meski Sering Dicoba
Karena rontoknya terlihat dramatis, banyak yang dicoba dalam waktu bersamaan. Sebagian besar tidak mengubah apa pun.
Sampo antirontok mahal bekerja di batang rambut, sedangkan masalahnya ada di jadwal folikel di bawah kulit. Minyak kemiri dan ramuan oles lain tidak punya bukti mempercepat keluarnya rambut dari fase istirahat. Mencukur botak juga tidak menambah kerapatan, karena kerapatan ditentukan jumlah folikel, bukan panjang rambut yang dipotong.
Suplemen tanpa indikasi masuk daftar yang sama. Zat besi layak diperiksa dan diobati kalau memang kurang, tapi memberikannya pada anak yang kadarnya normal tidak menambah pertumbuhan rambut dan berisiko kelebihan. Hal serupa berlaku untuk suplemen biotin, yang hanya berguna pada kekurangan biotin yang sangat jarang terjadi.
Yang benar-benar bekerja adalah waktu, gizi harian yang cukup, dan mengurus pemicunya kalau masih ada. Rambut tumbuh sekitar satu sentimeter per bulan, dan sebagian besar anak kembali ke kerapatan semula dalam enam sampai dua belas bulan.
Kapan Perlu Dibawa ke Dokter
Sebagian besar kasus tidak butuh tindakan apa pun selain kesabaran. Beberapa keadaan sebaiknya diperiksakan ke dokter spesialis anak atau dokter spesialis kulit:
- Kerontokan berlanjut lebih dari enam bulan
- Muncul bercak botak berbatas tegas, bukan penipisan merata
- Kulit kepala bersisik, kemerahan, gatal, atau berbau
- Anak tampak pucat, lemas, dan gampang capek, yang bisa mengarah ke anemia
- Kuku ikut berubah, misalnya berlubang halus, rapuh, atau kasar
- Rambut alis dan bulu mata ikut rontok
Dokter biasanya menanyakan riwayat sakit tiga sampai empat bulan terakhir, memeriksa kulit kepala, dan bila perlu mengecek darah untuk zat besi, feritin, dan fungsi tiroid.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa banyak rontok yang masih dianggap wajar? Sekitar 50 sampai 150 helai per hari. Kalau rambut yang terkumpul dalam 24 jam mencapai 100 helai lebih dan berlangsung berminggu-minggu, itu sudah pantas dibicarakan dengan dokter.
Apakah anak bisa botak total karena kondisi ini? Tidak. Kerontokannya merata dan bisa mencapai separuh rambut kepala pada kasus berat, tapi tidak sampai menghabiskan seluruh rambut.
Rambutnya sudah tumbuh, tapi halus dan pendek-pendek di garis depan. Normal? Normal. Rambut baru memang muncul lebih halus dan pendek dulu, lalu menebal seiring waktu.
Bisakah kambuh lagi? Bisa, kalau ada pemicu baru seperti demam berat berikutnya atau operasi. Pola waktunya akan sama, yaitu rontok muncul beberapa bulan setelah kejadiannya.
Posisi NeoCare dalam Kondisi Ini
Perlu dikatakan apa adanya. Produk perawatan kulit dan rambut anak, termasuk NeoCare, bekerja di permukaan kulit kepala dan batang rambut. Fungsinya menjaga kulit kepala tetap bersih, lembap, dan nyaman, terutama saat anak baru sembuh dari sakit dan kulitnya cenderung kering.
Tidak ada sampo atau losion yang bisa menghentikan atau mempercepat pemulihan telogen effluvium. Jadwal folikel rambut diatur dari dalam tubuh, dan yang memperbaikinya adalah pulihnya kondisi anak secara keseluruhan. Klaim produk yang menjanjikan rambut berhenti rontok dalam hitungan minggu sebaiknya diterima dengan skeptis.
Melihat rambut anak berkurang setiap hari memang membuat panik, apalagi ketika sakitnya sudah lama berlalu. Kerontokan merata setelah demam tinggi hampir selalu berakhir baik, dengan rambut yang kembali seperti semula dalam waktu di bawah satu tahun. Yang perlu diwaspadai adalah bercak botak, sisik, atau rontok yang tidak berhenti setelah setengah tahun. Selebihnya, tugas orang tua cuma menunggu sambil menyisir dengan lembut.



