writer: sari
Traction Alopecia pada Anak: Saat Kuncir dan Jepit yang Terlalu Kencang Bikin Rambut Rontok
Kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele, mengikat rambut anak dengan kuncir kencang setiap pagi sebelum sekolah, ternyata bisa menipiskan rambut di garis dahi secara perlahan. Kondisi ini punya nama medis: traction alopecia, atau kerontokan rambut akibat tarikan terus-menerus pada akar rambut. American Academy of Dermatology (AAD) menggolongkannya sebagai salah satu penyebab kebotakan yang paling bisa dicegah, sekaligus salah satu yang paling sering luput disadari orang tua karena prosesnya berjalan pelan dan tanpa keluhan.
Berbeda dari kerontokan biasa yang menyebar merata, traction alopecia muncul tepat di area yang setiap hari ditarik. Akar rambut bukan jangkar permanen. Ketika folikel ditarik berulang dengan gaya yang sama selama berbulan-bulan, rambut melemah, patah, lalu folikelnya bisa berhenti memproduksi rambut baru.
Tanda yang Muncul di Garis Tarikan
Gejala paling khas adalah penipisan rambut di garis tempat rambut ditarik. Pada anak yang rambutnya rutin dikuncir ke belakang atau diikat ekor kuda kencang, area dahi dan pelipis biasanya yang pertama menipis. Garis rambut tampak mundur sedikit demi sedikit, dan helai-helai halus di tepi dahi (rambut bayi yang lebih tipis) sering hilang lebih dulu.
Pada tahap awal, sebelum rambut benar-benar menipis, kulit kepala di sekitar akar yang tertarik kadang memberi sinyal. Beberapa anak menunjukkan bintik-bintik kecil seperti jerawat di sekitar folikel, kemerahan ringan, atau rasa tidak nyaman ketika rambut diikat. Tanda lain yang sering terlewat: banyak rambut pendek yang patah di area yang sama, bukan rontok dari akar melainkan putus di tengah batang karena tegangan.
Kabar baiknya, pada fase ini kondisinya masih bisa pulih. Folikel belum rusak permanen, dan rambut umumnya tumbuh kembali begitu tarikan dihentikan. Yang menentukan adalah seberapa cepat pola tarikan itu diubah.
Siapa yang Paling Berisiko
Traction alopecia paling banyak ditemui pada anak perempuan yang rambutnya ditata dengan gaya tarik kencang setiap hari. Bukan gayanya yang menjadi masalah, melainkan tegangan kuat yang diulang terus-menerus pada titik yang sama tanpa jeda. Gaya rambut dan kebiasaan berikut paling sering memicunya:
- Kuncir atau ekor kuda yang ditarik sangat kencang, apalagi kalau ikatnya tinggi dan rutin dipakai setiap hari
- Kepang rapat atau cornrows yang menarik kulit kepala
- Jepit dan ikat rambut yang terus dipasang di titik yang sama
- Sanggul atau gelung yang ditarik ketat
- Jilbab atau bando yang dikenakan terlalu erat dan menekan garis rambut sepanjang hari
- Karet rambut berbahan kaku yang menjepit kuat dan menyangkut helai rambut saat dilepas
Faktor pemberat lainnya: rambut yang ditarik dalam keadaan basah (lebih rapuh), penggunaan bahan kimia pelurus atau pengeriting, serta menata rambut dengan pola yang sama persis bertahun-tahun tanpa pernah diistirahatkan.
Yang Membedakannya dari Botak Bayi dan Alopecia Areata
Banyak orang tua keliru mengira penipisan rambut anak selalu satu jenis. Padahal traction alopecia berbeda dari dua kondisi lain yang sering dikira sama:
- Botak belakang kepala pada bayi (botak gesekan): Bayi yang banyak berbaring sering kehilangan rambut di bagian belakang kepala karena gesekan dengan kasur, bukan karena tarikan. Ini hal yang umum, tidak berbahaya, dan rambut tumbuh kembali dengan sendirinya seiring bayi mulai banyak bergerak dan tengkurap. Lokasinya di belakang kepala, bukan di garis dahi atau pelipis seperti traction alopecia.
- Alopecia areata: Ini kondisi autoimun yang membuat rambut rontok dalam bentuk bercak bulat yang batasnya jelas, mulus, dan bisa muncul tiba-tiba di mana saja, termasuk area yang tidak pernah ditarik. Penyebabnya bukan kebiasaan menata rambut, melainkan sistem imun yang menyerang folikel. Pola bercak bundar yang muncul mendadak tanpa kaitan dengan gaya rambut perlu diperiksa dokter.
Kunci membedakannya ada pada lokasi dan pola. Traction alopecia mengikuti garis tarikan, botak bayi terletak di belakang kepala karena gesekan, sedangkan alopecia areata berbentuk bercak bundar yang tidak terikat pada area tertentu.
Mencegah Sebelum Jadi Permanen
Traction alopecia hampir seluruhnya bisa dicegah, dan justru di sinilah letak peran orang tua. Inti pencegahannya sederhana: kurangi tegangan dan beri kulit kepala kesempatan beristirahat. Langkah-langkah yang bisa diterapkan di rumah antara lain:
- Ikat rambut lebih longgar. Patokan praktisnya, kalau saat diikat kulit di sekitar dahi ikut tertarik atau anak mengeluh sakit, ikatannya terlalu kencang.
- Variasikan gaya rambut. Hindari menarik rambut ke titik yang sama setiap hari. Sesekali biarkan rambut tergerai atau pindahkan posisi belahan dan ikatan.
- Beri hari libur tanpa ikatan. Saat di rumah atau akhir pekan, biarkan rambut anak bebas tanpa jepit dan karet.
- Pilih karet rambut yang lembut dan lebar, hindari karet kecil berbahan kaku yang menyangkut helai rambut.
- Jangan menata atau menarik rambut saat masih basah, karena rambut basah lebih mudah putus.
- Untuk jilbab atau bando, pastikan tidak menekan keras di garis rambut. Longgarkan dan lepaskan secara berkala agar kulit kepala tidak tertekan seharian.
Pesan utamanya, perbaikan terbesar datang dari mengurangi tegangan, bukan dari membeli produk. Bila ingin memakai sampo yang lembut untuk kulit kepala anak, pilih yang formulanya ringan dan sudah memiliki notifikasi BPOM. Sampo membantu menjaga kebersihan kulit kepala, tapi tidak menyembuhkan kerontokan akibat tarikan; yang menyembuhkan adalah berhentinya tegangan itu sendiri.
Merawat Kulit Kepala Anak dengan Lembut
Selain mengendurkan ikatan, perawatan harian yang lembut membantu folikel pulih. Keramas dengan air hangat suam, bukan air panas, dan pijat kulit kepala perlahan dengan ujung jari saat membersihkan. Saat menyisir, mulai dari ujung rambut lalu naik ke atas untuk mengurai kusut tanpa menyentak akar. Keringkan dengan menepuk handuk lembut, bukan menggosok kuat.
Seorang dokter spesialis kulit dan kelamin menjelaskan bahwa kunci pemulihan traction alopecia terletak pada deteksi dini. "Selama folikel belum mengalami jaringan parut, rambut umumnya masih bisa tumbuh kembali setelah tarikan dihentikan. Tantangannya, banyak orang tua baru menyadari saat penipisan sudah cukup jelas, padahal makin lama tarikan berlangsung makin besar risiko kerusakan menjadi menetap," ujarnya.
Inilah alasan kenapa pengamatan rutin pada garis rambut anak penting. Sesekali perhatikan area dahi dan pelipis saat menyisir. Kalau garis rambut mulai tampak menipis atau mundur, itu sinyal untuk segera melonggarkan gaya rambut.
Kapan Sebaiknya ke Dokter
Sebagian besar kasus ringan membaik sendiri begitu tegangan dihentikan. Namun ada kondisi yang sebaiknya diperiksa dokter, terutama dokter spesialis kulit:
- Area yang menipis tidak menunjukkan tanda pemulihan setelah beberapa bulan gaya rambut dilonggarkan
- Kulit kepala mengalami kemerahan, nyeri, bengkak, atau muncul nanah di sekitar folikel
- Muncul bercak botak bulat secara tiba-tiba, apalagi di area yang tidak pernah ditarik, karena bisa jadi alopecia areata dan bukan akibat tarikan
- Kulit di area botak terlihat mengilap, halus, dan licin tanpa pori folikel, yang menandakan jaringan parut. Pada tahap ini rambut sulit tumbuh kembali dan penanganan dini menjadi sangat penting
- Anak sering mengeluh gatal, perih, atau sakit pada kulit kepala saat rambut diikat
Dokter dapat memastikan apakah penipisan itu benar traction alopecia atau kondisi lain, sekaligus menilai apakah folikel masih sehat atau sudah ada tanda kerusakan menetap.
Pada akhirnya, traction alopecia adalah kondisi yang sebagian besar berada di tangan orang tua untuk dicegah. Mengikat rambut anak lebih longgar, mengganti-ganti gaya, dan memberi kulit kepala waktu istirahat sudah cukup untuk menjaga garis rambut tetap sehat. Rambut yang rapi tetap bisa didapat tanpa harus ditarik kencang setiap hari.




