Trombiculiasis: Gatal Hebat di Kulit Anak Setelah Main di Rumput Kering
Sepulang bermain di lapangan berumput saat sore kemarau, kulit anak tiba-tiba dipenuhi bentol merah kecil yang gatalnya luar biasa. Letaknya berkelompok di sekitar mata kaki, pinggang bawah tempat karet celana, dan lipatan paha. Anak rewel, menggaruk terus, dan tidurnya terganggu. Banyak orang tua langsung menduga gigitan nyamuk atau alergi rumput biasa, lalu bingung kenapa gatalnya jauh lebih hebat dan bertahan berhari-hari.
Pada banyak kasus seperti ini, tersangkanya bukan nyamuk, melainkan tungau semak yang dalam istilah medis disebut penyebab trombiculiasis. Serangga ini sangat kecil, nyaris tak terlihat mata, dan hidup di rumput serta semak, terutama di area yang lembap di musim kemarau maupun peralihan. Larvanya menempel ke kulit saat anak duduk atau bermain di rumput, lalu menimbulkan reaksi gatal yang khas.
Sebenarnya, Apa yang Menggigit?
Yang menempel ke kulit sebetulnya adalah larva tungau, bukan tungau dewasa. Larva ini menempel di permukaan kulit, biasanya di tempat pakaian terasa ketat atau kulit lebih tipis, lalu mengeluarkan cairan yang melunakkan sel kulit untuk diisap. Cairan itulah yang memicu reaksi gatal hebat. Berbeda dari anggapan umum, larva tungau tidak mengisap darah dan tidak membenamkan diri ke dalam kulit; ia menempel di permukaan lalu rontok sendiri setelah beberapa saat.
Reaksinya sering baru terasa beberapa jam setelah kontak, jadi orang tua kadang tidak mengaitkannya dengan main di rumput tadi sore. Bentolnya berupa papula merah, kadang seperti lepuh kecil, berkelompok mengikuti garis pakaian: pinggang, ketiak, belakang lutut, dan sekitar kaus kaki. Gatalnya bisa bertahan beberapa hari sampai satu-dua minggu, dan justru sering memuncak pada malam hari.
Kenapa Sering Salah Dikira Penyakit Lain?
Karena gambarannya mirip beberapa keluhan kulit yang lain, trombiculiasis gampang ketukar:
Dikira gigitan nyamuk biasa. Bedanya, gigitan tungau semak berkelompok rapat di area tertutup pakaian, bukan tersebar di kulit terbuka seperti gigitan nyamuk. Gatalnya juga jauh lebih intens dan lebih awet.
Dikira biduran atau alergi. Biduran cenderung berpindah-pindah dan hilang dalam hitungan jam. Bentol tungau semak menetap di tempat yang sama selama berhari-hari.
Dikira skabies. Skabies memang sama-sama gatal terutama malam hari, tapi skabies menular antaranggota keluarga dan punya pola di sela jari serta lipatan tertentu. Trombiculiasis tidak menular dari orang ke orang; pemicunya jelas kontak dengan rumput atau semak.
Titik kunci untuk membedakannya hampir selalu ada di riwayat: adakah anak baru saja duduk atau bermain di rumput, tanah berumput, atau semak sebelum keluhan muncul.
Cara Meredakan di Rumah
Sebagian besar kasus ringan dan bisa mereda sendiri seiring waktu, tapi gatalnya perlu ditangani supaya anak tidak menggaruk sampai lecet dan infeksi. Beberapa langkah yang biasa disarankan:
- Segera mandikan anak dengan sabun lembut begitu pulang dari area berumput; menggosok perlahan membantu melepaskan larva yang masih menempel
- Cuci pakaian yang dipakai bermain dengan air hangat, karena larva bisa menempel di kain
- Redakan gatal dengan kompres dingin; hindari menggaruk dengan memotong kuku anak dan mengalihkan perhatiannya
- Losion penenang gatal atau krim yang diresepkan dokter bisa membantu, tapi jenis dan dosisnya untuk anak sebaiknya atas anjuran, bukan memakai sisa obat lama
- Untuk pencegahan, kenakan pakaian tertutup saat bermain di rumput, dan pertimbangkan pelindung serangga yang sesuai usia anak
Karena musim kemarau membuat banyak anak bermain di lapangan dan taman yang kering berumput, keluhan seperti ini cenderung lebih sering muncul di periode ini. Membiasakan mandi dan ganti baju sepulang bermain di rumput adalah pencegahan paling sederhana.
Kapan Harus ke Dokter?
Perlu diperiksakan bila:
- Gatal sangat hebat sampai anak tidak bisa tidur atau menggaruk sampai kulit luka
- Muncul tanda infeksi di bekas garukan: bengkak, nanah, hangat, atau berkerak kuning
- Bentol menyebar luas atau disertai reaksi yang lebih berat
- Yang paling penting untuk diwaspadai di wilayah tropis: bila setelah gigitan anak mengalami demam, muncul keropeng hitam kecil di bekas gigitan, atau tampak sakit berat. Di sebagian daerah, tungau semak dapat menularkan infeksi yang menimbulkan demam, sehingga demam sesudah digigit bukan hal yang boleh ditunggu di rumah
Untuk kebanyakan anak, gigitan tungau semak hanya mengganggu sementara dan sembuh tanpa masalah. Yang membuatnya layak dikenali adalah supaya orang tua tidak salah mengobati dan tahu kapan harus waspada bila muncul demam sesudahnya.



