7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Baby Care6 menit2026-09-16

Lepuh karena Sepatu Baru pada Anak: Dipecah atau Dibiarkan?

Lepuh di tumit atau telapak tangan anak sebaiknya tidak dipecahkan. Cara merawat, kapan dikempiskan, tanda infeksi, dan cara mencegah saat ganti sepatu.

Lepuh karena Sepatu Baru pada Anak: Dipecah atau Dibiarkan?

Pada 2014, tim dokter dari Amerika Serikat ikut ke empat lomba lari ultramaraton sejauh 250 km di Gurun Gobi, Atacama, Yordania, dan Madagaskar. Mereka ingin menjawab satu pertanyaan sederhana: bisakah plester kertas biasa mencegah lepuh di kaki?

Dari 128 pelari yang ikut penelitian, 106 orang (83 persen) tetap mengalami lepuh. Tetapi di area kaki yang sudah ditempeli plester kertas sebelum lomba, kejadian lepuh turun 40 persen dibanding area yang tidak ditempel. Hasil ini dilaporkan Lipman dan rekan-rekannya di Clinical Journal of Sport Medicine tahun 2016 dengan nama studi Pre-TAPED II.

Studi yang sama mencatat 80 persen lepuh sudah muncul pada akhir etape kedua, atau hari kedua lomba. Masalahnya menumpuk di awal, saat kaki belum terbiasa dengan beban dan gesekan yang baru. Pola yang sama terjadi pada anak yang baru memakai sepatu sekolah, sandal baru, atau pertama kali bergelantungan di monkey bar.

Bagaimana Lepuh Gesekan Terbentuk

Kulit yang terus bergesekan dengan permukaan lain awalnya terasa panas dan memerah. Para peneliti Pre-TAPED II menyebut tahap ini hot spot. Kalau gesekan berlanjut, lapisan sel di dalam epidermis terlepas satu sama lain, lalu celahnya terisi cairan bening. Itulah lepuh.

Menurut DermNet, rujukan dermatologi dari Selandia Baru, lepuh gesekan paling sering muncul di kulit yang tebal, yaitu telapak kaki dan telapak tangan. Panas dan keringat memperbesar risikonya, dua kondisi yang hampir selalu ada di iklim Indonesia.

Kelembapan berperan besar. Studi Gracia-Sánchez dan rekan-rekan di International Wound Journal tahun 2024 memeriksa 86 pendaki di Spanyol. Sebanyak 61,6 persen mengalami lepuh, dan kulit kaki mereka tercatat lebih lembap dibanding pendaki yang tidak lepuh. Kaus kaki yang basah di akhir perjalanan juga berhubungan dengan munculnya lepuh.

Anak-anak punya faktor tambahan: kakinya cepat bertambah panjang, sehingga sepatu yang bulan lalu pas bisa mulai menekan jari tanpa mereka mengeluh.

Tempat Lepuh Paling Sering Muncul pada Anak

1. Tumit dan jari kaki

Sepatu sekolah baru yang kaku, sepatu yang kebesaran sehingga tumit naik turun, atau sepatu yang sempit di bagian depan. Studi Pre-TAPED II mencatat jari kaki sebagai lokasi terbanyak (50 persen), disusul tumit (23 persen).

2. Punggung kaki

Tali sandal baru, terutama yang berbahan karet atau plastik keras. Kalau ruam di punggung kaki justru gatal, bersisik, dan mengikuti pola tali, kemungkinannya bukan lepuh gesekan. Bedanya dibahas di artikel dermatitis kontak sepatu dan sandal.

3. Telapak tangan dan pangkal jari

Monkey bar, pegangan ayunan, setang sepeda, raket, atau tongkat pramuka. Lepuh di telapak tangan sering muncul berderet di pangkal jari, tempat tangan menggenggam paling kuat.

4. Lepuh berisi darah

Kalau cairannya merah tua atau ungu, pembuluh darah kecil ikut pecah, biasanya karena kulit terjepit. Perawatannya sama dengan lepuh bening.

Sebaiknya Tidak Dipecahkan

Akademi Dermatologi Amerika (AAD) dan layanan kesehatan Inggris (NHS) memberi saran yang sama: jangan memecahkan lepuh sendiri. Atap lepuh melindungi kulit baru di bawahnya dari kotoran dan bakteri.

Langkah perawatan di rumah menurut panduan tersebut:

  • Cuci area dengan sabun dan air mengalir, lalu keringkan dengan cara ditepuk.
  • Tutup dengan plester lembut atau kasa berbantal. NHS menyebut plester hidrokoloid, yang bisa dibeli di apotek, membantu melindungi lepuh, mengurangi nyeri, dan mempercepat pemulihan.
  • Untuk lepuh di area tekanan seperti tumit, AAD menyarankan bantalan berbentuk donat, yaitu bantalan dengan lubang di tengah supaya lepuhnya tidak tertekan.
  • Hentikan dulu pemakaian sepatu atau sandal penyebabnya sampai kulit pulih.

Panduan Children's Hospital Colorado menyebut sebagian besar lepuh gesekan mengering dan mengelupas sendiri dalam satu sampai dua minggu tanpa tindakan khusus.

Kalau Lepuhnya Besar dan Sangat Nyeri

Lepuh yang besar, tegang, dan membuat anak tidak bisa berjalan kadang perlu dikempiskan. NHS mencatat tindakan ini biasa dilakukan dokter dengan jarum steril. Untuk balita yang sulit diam, memeriksakannya ke tenaga kesehatan lebih aman.

Kalau orang tua melakukannya sendiri, AAD dan Children's Hospital Colorado menguraikan caranya:

  1. Cuci tangan, lalu cuci lepuh dengan sabun dan air hangat.
  2. Sterilkan jarum dengan alkohol.
  3. Tusuk di bagian tepi lepuh, dari arah samping, lalu tekan perlahan supaya cairannya keluar.
  4. Biarkan kulit atasnya tetap menempel. Jangan dikelupas.
  5. Tutup dengan plester atau kasa bersih.

Lepuh yang Sudah Pecah Sendiri

Pada anak, lepuh sering sudah pecah duluan saat bermain. NHS menyarankan membiarkan cairannya keluar dulu, lalu menutup lukanya. Sisa kulit yang masih menempel jangan dicabut dan tepinya jangan dikorek.

Children's Hospital Colorado membolehkan menggunting kulit yang sudah lepas dan menggantung, dengan gunting kecil yang bersih. Setelah itu area dicuci dan ditutup plester. Luka terbuka di kulit tipis ini dirawat seperti lecet biasa, seperti yang dijelaskan di artikel perawatan luka lecet pada bayi.

Kapan Perlu ke Dokter

Gabungan panduan NHS, AAD, dan Children's Hospital Colorado menunjuk kondisi berikut:

  • Muncul tanda infeksi: kemerahan yang meluas, bengkak, terasa hangat, bernanah kuning atau hijau, atau nyeri yang makin berat
  • Demam disertai kemerahan yang menyebar dari lepuh
  • Lepuh sangat nyeri atau terus berulang
  • Lepuh muncul banyak tanpa sebab yang jelas
  • Lepuh berada di kelopak mata, mulut, atau area kelamin
  • Lepuh muncul setelah kena benda panas, sengatan matahari, atau reaksi alergi
  • Lepuh di ujung jari tanpa riwayat gesekan

Beberapa kondisi lain tampak mirip lepuh gesekan. Lepuh besar berisi cairan keruh di bantalan ujung jari bisa berupa infeksi bakteri blistering distal dactylitis yang perlu antibiotik. Lepuh kecil gatal yang berkelompok di telapak tangan dan kaki mengarah ke pompholyx. Bayi yang kulitnya melepuh hanya karena gesekan ringan, misalnya saat digendong atau memakai kaus kaki, perlu diperiksa untuk kemungkinan epidermolysis bullosa simplex.

Kemerahan yang terus melebar dari lepuh yang pecah bisa berkembang menjadi selulitis. Cara menandai batasnya di rumah ada di artikel selulitis pada anak.

Mencegah Lepuh Saat Ganti Sepatu

1. Pakai sepatu baru secara bertahap

NHS menyarankan sepatu baru dipakai sedikit demi sedikit. Untuk sepatu sekolah, biarkan anak memakainya di rumah satu atau dua jam per hari selama beberapa hari sebelum dipakai seharian penuh.

2. Cek ukuran dari ujung jari

AAD menyarankan sepatu yang tidak terlalu sempit dan tidak terlalu longgar. Saat anak berdiri, jari terpanjangnya tidak boleh menyentuh ujung sepatu, dan saat berjalan tumitnya tidak naik turun. Periksa ulang setiap beberapa bulan, karena kaki anak terus tumbuh.

3. Jaga kaki tetap kering

AAD menyarankan kaus kaki berbahan yang mengalirkan keringat menjauh dari kulit, dan mengingatkan bahwa katun cenderung menahan keringat. NHS menambahkan agar kaus kaki diganti bila kaki berkeringat. Anak yang kakinya sangat mudah basah bisa membawa kaus kaki cadangan ke sekolah.

Tinjauan sistematis Worthing dan rekan-rekan di Wilderness & Environmental Medicine tahun 2017 menemukan bukti ilmiah untuk kaus kaki khusus dan antiperspiran masih lemah. Dari strategi yang diteliti, plester kertas punya bukti yang paling meyakinkan.

4. Tempel plester di titik rawan

Kalau anak pernah lepuh di titik yang sama, misalnya tumit belakang, plester kertas atau plester lembut bisa ditempel sebelum sepatu dipakai. Ini cara yang diuji pada para pelari gurun tadi.

5. Oles petroleum jelly di titik gesekan

AAD menyebut petroleum jelly membantu mengurangi gesekan di area yang rawan.

6. Sarung tangan untuk tangan

Untuk anak yang sedang semangat berlatih monkey bar atau bersepeda jauh, sarung tangan olahraga mengurangi gesekan di telapak. AAD juga menyarankan aktivitas dihentikan begitu kulit terasa nyeri atau memerah. Pada anak, itu berarti istirahat dulu begitu telapaknya terasa panas, karena tahap hot spot inilah yang mendahului lepuh.

Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan tenaga kesehatan. Lepuh yang disertai tanda infeksi, muncul tanpa sebab jelas, atau terjadi pada bayi perlu diperiksa langsung oleh dokter.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait